Selasa, 17 Februari 2015

Pengalaman Seleksi CPNS ESDM 2014-2015 (bagian 3)

Sambungan dari bagian 2...

Pada akhir bulan januari dan mungkin juga mendekati pengumuman akhir cpns, sesuatu terjadi pada tubuhku. Tepatnya tanggal 26 Januari tiba2 tubuhku panas, badan pegal2, mual dan rasa tidak enak lainnya. Pada awalnya aku biasa aja, karena sebelumnya mertua dan adik iparku sakit, mirip denganku. Namun mereka tidak berobat ke dokter dan sembuh sendiri. Kondisiku semakin memburuk, akhirnya aku priksa ke dokter. Dokter pun memeriksa sesuai kondisiku dan memberi obat. Skip skip kondisiku tambah parah setelah 5 hari, akhirnya priksa di lab, ternyata trombositku tinggal 38rb, padahal 2 hari sebelumnya masih 150rban. Kata dokter aku positif demam berdarah dan harus dirawat. Oh dirawat di RS lagi, diinfus lagi, tidaaakkk. Terakhir aku dirawat di RS kurang lebih 1,5 tahun lalu waktu malaria kambuh. Akhirnya aku pun dibawa ke RSUD terdekat, ternyata penuh, setelah itu ke RS swasta yang agak jauh, ternyata penuh juga. Aku pun kembali dibawa lagi ke RSUD dan dirawat di UGD. Setelah dipriksa ternyata trombositku tinggal 14rb. Ya Alloh, pantesan kok rasanya luemes n gak enak buanget. Setelah berkali2 telpon ke beberapa RS dan ternyata juga penuh akhirnya dapat juga RS yang masih ada ruang kosong untuk rawat inap, itu pun dapat infonya dari bosnya istriku. Walopun agak jauh tapi gpp lah yang penting dapat perawatan maksimal. Ternyata setelah ke RS tersebut memang masih ada ruang kosong, resmi deh aku di rawat. Ya Alloh, semoga dengan ikhtiar ini aku cepat sembuh, aamiin...

Dirawat di RS
(http://twicsy.com/i/obdUS)

Malam pertama (malam minggu) di RS aku lalui biasa2 aja, aku langsung terlelap karena kecapean. Saat itu aku sudah tidak terlalu memikirkan mengenai pengumuman hasil tes cpns, yang penting sembuh dulu lah. Paginya setelah sholat subuh aku membuka HP, ternyata udah ada pesan whatsapp buanyak sekali baik pribadi maupun group. Aku buka yang group dulu, yaitu group temen2 kuliah. Aku membaca ucapan selamat, apakah ada temen yang mau nikah, atau istri temen yang melahirkan? Aku scroll ke atas ternyata ucapan selamat itu buat yang lulus cpns esdm. Wah, aku jadi deg2an ni. Aku scroll ke atas lagi, setelah itu hanya ada 1 kata yang kuucap, yaitu ALHMDULILLAH... Ternyata mereka menyebut namaku bersama 2 orang teman lainnya yaitu Salman & Ifan. Ya, aku lulus cpns esdm kali ini katanya. Sebenarnya tidak menyangka juga diumumkan malam minggu, kan hari libur. aku mengira malah paling cepat hari senen pengumumannya. Mau sujud syukur kondisi dan tempat tidak memungkinkan, ya udah bersyukur lewat lisan aja. Hal ini tentu saja menambah semangatku untuk sembuh, obat yang tidak enak aku minum dengan semangat (dari kecil aku memang tidak suka minum obat). Makanan yang meskipun rasanya masih pahit pun aku coba makan.  Sayang, dari 6 yang sampai TKB cuma 3 yg lolos, tetap semangat bro & sist, mungkin lain kali ada kesempatan atau di tempat lain yang lebih baik. Termasuk juga partner kerjaku dulu yang udah lama kerja bareng tidak lulus, yaitu Hendry, tetep semangat dab!

Meskipun katanya sudah pengumuman hasil tes cpns esdm dan alhamdulillah katanya aku juga lulus, tapi sebenarnya masih ada ada 2 hal yang mengganjal. Hal pertama yang mengganjal yaitu karena aku belum melihat langsung pengumumannya, sejak pagi hingga menjelang sore aku belum bisa membuka website cpns esdm, mungkin karena banyak yang buka. Oleh karena itu aku belum memberitahu istri, ortu dan keluarga lainnya.  Menjelang sore akhirnya aku bisa membuka website tersebut dan bisa mendownload file pengumumannya. Setelah itu aku priksa nama2 yg lulus, sekali lagi aku mengucapkan alhamdulillah ternyata namaku memang benar2 ada. Tak lama kemudian istriku yang memang sedang dalam perjalanan ke RS telpon, dia kedengarannya gembira sekali. Dia pun mengucapkan selamat sekaligus memberi tahu aku kalau aku lulus cpns esdm. Aku bilang kalau aku sudah tahu dari pagi, dia pun ngambek karena aku tidak memberitahunya. Hahaha, peace sayang! :D

Alhamdulillah lulus :)
(http://sasa-intan.blogspot.com/2012/06/aku-lulus.html)

Hal yang mengganjal kedua adalah masalah pemberkasan. Seperti biasa setelah pengumuman hasil tes cpns, tahap berikutnya adalah pemberkasan. Loh kenapa pemberkasan jadi masalah? Ya kalau aku lagi sehat walafiat sih gak masalah, ngurus segala sesuatunya jadi mudah. Sedangkan saat itu aku sedang tergolek di rumah sakit, baru juga 1 malam. Bagaimana mau ngurus surat2nya, apalagi surat keterangan sehat, sudah pasti tidak akan dapat. Aku pun menggalau. Rasanya akan jadi salah satu penyesalan terbesar dalam hidupku kalau aku sampai gagal pemberkasan. Bagaimana tidak, sudah keterima tapi gak bisa ngurus berkas2 karena sakit. Ibaratnya sudah memegang pintu kunci rumah, sudah didepan pintu, saat mau membuka kuncinya tiba2 kaki tersandung, tidak bisa jalan dan akhirnya tidak bisa masuk, nyesek banget kan. Kalau tidak lulus sih gak masalah. Ya sudah pasrah saja deh, Alloh pasti memberikan jalan keluar terbaik. Pada hari kedua atau ketiga aku dirawat, tiba2 ada telp dari esdm. Bapak yang menelpon aku memberi tahu kalau aku lulus dan disuruh pemberkasan pada tgl 11-13 Februari, kurang lebih semingguan lagi. Pada kesempatan itu aku pun menceritakan tentang kondisiku sekaligus meminta keringanan agar pemberkasan bisa diundur dengan alasan sakit. Bapak itu tidak bisa memberi keputusan, lalu bertanya kepada bagian biro kepegawaian dan akhirnya memberitahukanku kalau pemberkasan tidak bisa diundur tapi bisa diwakilkan dengan surat kuasa. Yah, kalau masih sakit gimana mau ngurus2 berkasnya pak, surat kesehatan juga gak mungkin dapat. Tidak mau terlalu memikirkan masalah pemberkasan, saat itu aku lebih fokus pada kesembuhanku agar cepat sembuh dan akhirnya bisa menyelesaikan urusan2 di kemudian hari.

Pada hari kedua aku dirawat istriku membelikanku obat ramuan china. Katanya sih cukup ampuh mengobati demam berdarah meskipun harganya cukup mahal. Untung bentuknya kapsul dan tidak berasa jadi tidak ada masalah lah buatku, hehe... Ternyata emang manjur, dalam 2 hari trombositku naik dari 40rbuan jadi 160rbuan. Dokter pun kaget, biasanya maksimal dalam sehari tu naiknya 20 atau 30rbuan. Namun akhirnya aku diperbolehkan pulang pada hari keempat, dengan syarat tidak boleh terlalu capek dan dihindari makanan pedes dulu. Siap dok, yang penting bisa pulang, soalnya masih ada urusan sangat penting yang harus diselesaikan. :D Hari Rabu sore aku pun pulang, alhamdulillah. Akhirnya aku punya kesempatan untuk mempersiapkan berkas2 dan melakukan pemberkasan. Hari kamisnya aku istirahat total, karena masih blm terlalu fit dan besoknya mau ngurus surat2 seperti SKCK, surat kesehatan jasmani & rohani juga surat keterangan bebas narkoba.

Tes bebas narkoba
(http://sp.beritasatu.com/home/ribuan-pejabat-dki-jalani-tes-narkoba/73731)

Pada hari jum'at perjuangan pun dimulai. Hal yang pertama aku urus adalah SKCK di Polres, tidak lama sekitar 1 jaman lah. Setelah itu aku menuju RS untuk mengurus surat kesehatan. Karena hari jum'at jam kerja pun ditunda untuk jumatan. Meskipun aku datangnya jam 11an namun baru sekitar jam 2 aku dilayani, hadeuh... Karena udah agak sore dan hari jumat dokternya pun udah pada pulang. Sehingga aku hanya bisa mengurus surat keterangan bebas narkoba saja, surat keterangan sehatnya belum. Besoknya aku langsung ke RS lagi untuk mengurus surat kesehatan jasmani & rohani. Untuk kesehatan jasmani biasalah cek tensi, darah, tinggi badan, berat badan, dsb. Nah untuk tes kesehatan rohani ada kejadian lucu. Waktu mendatangi dokter jiwa orang2 melihatku aneh, mungkin dikira aku gila, stress atau gangguan kejiwaan. Ganteng2 kok gila sih, begitu mungkin pikir mereka, hahaha... Pede banget. Tapi setelah di dalam ternyata asik lho. Cerita2 pada dokter jiwa itu lumayan asik. Aku diberi buanyak pertanyaan, namanya juga tes kan. Selain itu juga cerita masalah pribadi, seperti curhat. Yang penting semua dijawab dengan jujur agar penilaiannya bener2 sesuai keadaan kita dan dokter pun bisa memberi saran atau solusi untuk kita. Meskipun asik gak lagi2 deh konsultasi sama dokter jiwa, muahal nian (mungkin karena ada tes juga). Ngomong2 masalah mahal, pengurusan surat2 mulai dari SKCK di Kepolisian, Surat keterangan sehat jasmani & rohani juga surat keterangan bebas narkoba di RS itu aku habis sekitar 500an ribu. Temanku ada yang lebih mahal ada juga yang lebih murah, ya relatif lah. Horeee, akhirnya selesai sudah pengurusan surat2nya, tinggal isi2 form dan fotokopi.

Tes kesehatan
(https://www.lintas.me/news/other/editor/4-tes-kesehatan-yang-harus-kamu-ketahui-sebelum-jadi-polisi)

Ternyata masih ada yang kurang, nggak wajib sih tapi kalau ada ya lebih baik, yaitu surat keterangan kerjaku yang terakhir. Yang pertama sudah ada, sedangkan yang kedua tidak ada, sudah diminta berkali2 tidak ada respon, yo wes lah. Nah yang terakhir ini kebetulan kantornya di Bandung jadi masih bisalah dijangkau. Hari Senin aku mendatangi bekas tempat kerjaku. Ternyata kantornya pindah, klo dulu berada di kompleks perkantoran di pinggir jalan besar dan lokasinya cukup strategis, sekarang kantornya berada jauh masuk dari jalan besar, di perumahan gitu. Yah mungkin karena perusahaanya lagi krisis jadiny untuk mengurangi beban sewa kantor ya pindah deh. Sampai di lokasi ternyata kantornya cukup besar namun sepi. Beberapa saat setelah aku datang, datanglah Adzkar, teman kerjaku di kalimantan dulu, juga ex bosku dulu. Sambil menunggu surat keterangannya selesai diedit dan print, aku ngobrol lah dengan mereka. Mereka cerita tentang kondisi perusahaan, katanya lagi ngerintis lagi, mulai dari 0 lah. Padahal dulu perusahaan ini sempat berkembang, dapat proyek dari klien yang cukup besar seperti chevron geothermal, PLN batubara, dsb. Ya mudah2an cepet bangkit deh seperti dulu bahkan lebih besar, aamiin. Katanya juga akan menambang galian C di Purwakarta. Adzkar lah pimpronya. Aku sih percaya kalao dia bisa melakukan tugasnya dengan baik. Aku memang tidak terlalu lama kerjasama dengannya, tapi setahuku dia orangnya rajin dannpekerja keras. Good luck Bro, semoga proyeknya sukses. Menjelang dzuhur suratnya pun jadi. Setelah selesai dzuhur aku pun pamit untuk pulang. Akhirnya selesai sudah semua2nya. Besoknya tinggal cap cus ke Jakarta.

Pemberkasan
(http://ropeg.kkp.go.id/berita-pemberkasan-cpns-kkp-tahun-2014.html)

Sampai di TKP pemberkasan yaitu Setjen ESDM aku ketemu Salman & Ifan. Mereka ternyata berpikiran sama denganku untuk pemberkasan di hari pertama agar kalau ada kekurangan masih bisa dilengkapi pada hari kedua dan ketiga. Sebenarnya emang udah janjian sih, hehe... Di luar gedung masih sepi, mungkin karena masih pagi dan hari pertama. Tapi pas masuk ke dalam gedung, we ladhalah, kok udah rame gini kaya pasar. Tempat duduk pun udah penuh, sebagian malah sudah pada berdiri antri menghadap petugas untuk menyerahkan berkas2nya. Jadinya kami pun berjongkok ria. Karena berkas2ku sudah lengkap aku pun langsung antre, begitu juga Ifan, untung antrenya blm terlalu panjang. Sementara Salman masih melengkapi berkas2nya, bahkan dia sempat keluar untuk membeli materai dan fotokopi. Piye to bro, kok nggak dari kemaren2 dilengkapi, jadinya repot sendiri kan. :P Setelah beberapa menit mengantre tibalah giliranku. Petugasnya cukup baik dan lucu. Kalau sudah lengkap biasanya cepet kok. Semua berkas dipriksa satu2 kelengkapannya, alhamdulillah punyaku lengkap sudah. Sambil memeriksa mereka mengajakku mengobrol, bertanya alumni mana, trus apakah ada teman yang sudah bekerja di esdm. Aku jawab ada sambil menyebutkan nama. Kemudian bapak itu bertanya, " jadi dia itu sainganmu? Lalu aku jawab, "ya nggaklah pak kan mereka masuknya tahun kemarin. Tahun kemarin saya nggak lulus administrasi Pak, TOEFLnya expired". "O iya ya. Wah berarti emang rezeki gak kemana, rezeki yang tertunda", kata beliau. Iya pak, hehe..., jawabku. Setelah semua berkas selesai dipriksa, tulis nama dan no HP, selesai sudah berarti pemberkasannya. Aku pun mengucapkan terimakasih dan salaman kepada petugas2nya. Beliau pun mengucapkan selamat dan berkata, "Selamat bergabung ya, jangan menyesal masuk ESDM (dalam bahasa jawa)". "Nggih Pak", jawabku. :D

ESDM
(http://www.esdm.go.id/)

Oya, di atas aku menulis kalau aku tidak terlalu bercita-cita jadi pns, itu memang benar. Namun ada momen yang mungkin menjadi doa kalau aku akan keterima cpns esdm. Saat itu baru lulus kuliah aku mengikuti tes kerja. Pada tahap wawancara, HRD (kalau tidak salah) bertanya kepadaku, "apa rencana anda 5 tahun ke depan?" Saat itu aku bingung mau jawab apa, karena emang belum tahu jenjang karir geologist di perusahaan tambang itu apa aja. Jadinya secara spontan aku menjawab, "Saya akan bekerja di perusahaan tambang sebaik mungkin untuk cari pengalaman. Namun saya tidak mungkin selamanya di hutan, oleh karena itu saya akan masuk ke instansi pemerintahan sesuai bidang saya yang mengurusi pertambangan, misalnya esdm." Kalau sudah tahu jenjang karir mungkin aku akan menjawab menjadi superitendent atau pun senior geologist di perusahaan tambang. Untung belum tahu, hehe... Ternyata benar 5 tahun setelah wawancara itu aku keterima di esdm, benar-benar 5 tahun. Makanya kalau ngomong hati2, harus yang baik2, bisa jadi doa lho... :)

Satu lagi, hindari cara sogok menyogok. Sudah menjadi rahasia umum kalau seleksi cpns itu banyak sogok menyogok terutama di daerah. Mulai dari puluhan juta sampai ratusan juta uang yang harus dikeluarkan. 5 tahun lalu, saudaraku (sepupu jauh) ikut tes cpns dan harus mengeluarkan uang yang sangat banyak, kalau gk salah hampir mencapai 100jt (atau bahkan lebih) padahal "cuma" di salah satu dinas tingkat kabupaten. Karena orangtuanya bukan orang kaya dan tidak mungkin punya uang tunai sebanyak itu, mau tidak mau harus mencari jalan untuk mendapatkan uang tersebut, salah satunya adalah menjual tanah. mereka menawarkan tanah2 tsbt ke ortuku, paman, dan keluarga yg lain, tapi sepertinya tdak ada yang mau beli. Mau tidak mau akhirnya mereka meminjam uang ke bank. Namanya pinjam ke bank tentu saja berbunga, sampai saat ini katanya utangnya belum terbayar, bunganya saja sampai puluhan juta. Memang tidak berkah. Nauzubillahimindzalik. Kata seorang teman Orang yang mau mengeluarkan uang puluhan bahkan ratusan juta untuk masuk pns atau pekerjaan lainnya merupakan salah satu sebodoh2nya orang, mau saja ditipu. uang sebanyak itu kalau buat usaha dalam 5 tahun insyaAlloh sudah maju dan berkah pula. Setahuku dari sekian banyak temanku yg keterima cpns tidak ada yang menyuap, mungkin karena ikutnya di instansi pusat yang katanya relatif bersih. Bukan berarti yang daerah tidak bersih lho, tapi kebanyakan kasus penyuapan ini kebanyakan pada instansi di daerah. Memang sih tidak mungkin sama sekali tidak mengeluarkan uang, bagaimanapun juga buat mengurus berkas2,  mengirimnya, juga transport buat tes kan butuh uang yang tidak sedikit, apalagi yang dari luar Jawa. Tapi itu kan semua merupakan pengeluaran yg wajar.

http://www.studionikkishae.com/2013/02/gerakan-anti-suap.html

Begitulah kisah klasikku dalam mengikuti tes cpns esdm ini, cukup berliku, bahkan diakhir-akhir ada kisah dramatis (dirawat di RS) yang bisa saja menggagalkanku melakukan pemberkasan. Semoga bisa menjadi pelajaran. :) Ternyata fase menunggu masih harus kulalui. Setelah pemberkasan belum ada kepastian kapan mulai masuk kerja. Katanya bisa 2,3 atau bahkan 6 bulan. Wah, bisa cari proyekan dulu ni, tapi sayang, jangankan proyekan wong loker yang bener2 aja jarang. Beuh, ya udah deh sabar aja, kan menunggu yg sekarang beda dengan menunggu hasil TKD dan hasil akhir. Sekarang menunggunya dengan memegang hasil, bukan harap-harap cemas menunggu hasil. Ya udah deh selamat buat yang keterima, yang belum jangan berkecil hati, masih banyak jalan menuju Roma. :D Terakhir, semoga Alloh selalu memberkahi perjalananku menjemput rezeki dan selalu membimbingku dalam melakukan pekerjaan kelak, aamiin...

3 komentar:

willi mengatakan...

bagus blog mu,,apa kabar?willi.

Anonim mengatakan...

Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Rosnida zainab asal Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil, dan disini daerah tempat saya mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk Drs Tauhid SH Msi No Hp 0853-1144-2258. siapa tau beliau masih bisa membantu anda, Wassalamu Alaikum Wr Wr ..

dio mengatakan...

gan tanya dong bedanya formasi kemetrian esdm 1,2,3 itu apa ya