Jumat, 16 April 2010

Mencintai pekerjaan

Bila anda tidak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang – orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan pekerjaan pun jadi menggembirakan.

Bila anda tidak bisa mencintai rekan – rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas – tugas dengan lebih baik lagi.

Bila toh anda tidak juga bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga.

Namun bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda : tanaman penghias meja, cicak di dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja.

Bila anda tidak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda masih disitu? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai , lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus...
(sumber : unknown)

Pada bagian mana anda mencintai pekerjaan anda???


Pada bagian mana aku harus mencintai pekerjaanku ??? Hmmmm.......

Sabtu, 16 Januari 2010

Siapakah Pahlawanmu???

Setelah Gus Dur meninggal, beberapa pihak sepakat untuk mengajukan pada pemerintah supaya Gus Dur ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Menurut mereka, Gus Dur sudah banyak berjasa bagi negara ini, pemikirannya tentang pluralisme juga dianggap sangat tepat ditengah kemajemukan Bangsa Indonesia (really??? I don’t think so.). Gus Dur merupakan Presiden Indonesia ke – 4, periode 1999 – 2004. Namun dikala menjadi presiden lebih banyak tindakannya yang menimbulkan kontroversi, akhirnya Gus Dur pun dilengserkan sebelum masa baktinya habis dan diganti oleh deputinya, Megawati. Pihak lain pun juga ada yang mengajukan Pak Harto sebagai Pahlawan Nasional. Menurut mereka Pak Harto juga telah banyak berjasa bagi Bangsa Indonesia, bahkan sempat diberi gelar Bapak Pembangunan, meskipun juga banyak sekali tindakannya yang sangat kontroversial dan akhirnya beliau pun lengser keprabon. Memang sangat disayangkan bahwa Presiden Indonesia ke-2 dan ke-4 ini lepas dari jabatannya dengan cara yang tidak mengenakan. Uniknya, lengsernya kedua presiden ini tidak lepas dari seorang tokoh bernama Amien Rais. Sebelum meninggal Gus Dur sempat mengatakan bahwa orang yang paling bertanggung jawab atas kelengserannya adalah Amien Rais. Begitu juga dengan lengsernya Pak Harto yang salah satunya disebabkan demonstrasi ribuan mahasiswa yang menuntut reformasi. Amien Rais dan beberapa tokoh lainnya seperti Megawati, Sri Sultan, Sri Bintang Pamungkas (kalau tidak salah) adalah orang yang mendesak terjadinya reformasi.

Layakkah mereka berdua menjadi Pahlawan Nasional? Au ah... Tapi ada yang bilang gini, "Kalau semua mantan presiden dijadikan Pahlawan Nasional, kasihan anak cucu kita nanti, hafalan pahlawan nasionalnya tambah buanyak", hi....hi.....
Saat ini aku bukan mau membicarakan Gus Dur dan Pak Harto, juga Pak Amin Rais. Aku hanya ingin membicarakan tentang pahlawanku... siapakah pahlawanmu???

Waktu kecil, sosok pahlawan yang ada dalam bayanganku adalah sosok yang kuat, jagoan, pembela kebenaran, membantu orang, berjasa bagi banyak orang, ya mungkin seperti ksatria baja hitam, pasukan turbo, power rangers, sampai wiro sableng, si buta, brama kumbara dan sebagainya. Atau mungkin kalau di zaman sekarang ya seperti naruto, avatar, inuyasa, sampai sponge bob, he2.... salahkah persepsi seperti ini? Mungkin tidak, hanya perlu diluruskan, karena pahlawan seperti ini hanya fiksi, bukan sebenarnya.

Seseorang mempunyai pahlawannya sendiri dengan kriteria yang mungkin berbeda setiap orang. Saya juga mempunyai kriteria sendiri untuk seorang pahlawan. Menurut saya, pahlawan itu adalah orang yang berbuat sesuatu untuk orang lain dengan ikhlas, bahkan juga bisa membuat orang lain lebih maju. Selama menjalani hidup, banyak sekali pahlawan disekitarku, berkat jasa-jasanya orang lain bisa merasakan kenyamanan, keamanan dan kemajuan.
Dalam hal ini aku mempunyai seorang sosok yang menurutku beliau adalah seorang pahlawan. Pak Iwan, begitulah beliau biasa dipanggil. Beliau adalah seorang pendidik di sekolah menengahku dulu. Seorang guru yang sederhana, ramah, cerdas dan serba bisa, sosok guru ideallah menurutku. Beliau juga bisa memotivasi siswa – siswanya supaya lebih maju. Tanpa bermaksud mengecilkan peran guru – guru yang lain, menurutku beliau adalah guru yang sangat berpengaruh terhadap siswa – siswanya, terutama aku. Pemikirannya selalu maju, mengenalkan kami pada hal – hal yang jauh dari pengetahuan kami, sehingga kami pun lebih terpacu lagi untuk belajar. Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang mengagumkan dari beliau, tapi sulit untuk menuliskannya, mungkin karena aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata, he2... Sudah beberapa tahun aku tidak berjumpa beliau, dan aku pun tidak tahu sekarang beliau ada di mana. Buat Pak Iwan, dimanapun Bapak berada, jasa – jasa Bapak tidak akan pernah terlupakan, terima kasih semuanya Pak. Bapak dan guru – guru lain adalah pahlawan, meskipun kata orang pahlawan tanpa tanda jasa. Walaupun tanpa tanda jasa, namun jasa – jasamu semoga dicatat sebagai amal sholeh, dan itu jauh lebih baik dari sekedar “tanda”.

Tentunya bukan hanya beliau yang kuanggap sebagai pahlawan, masih banyak lagi. Orang tua? Pasti. Merekalah orang yang paling berjasa dalam hidupku, tanpa mereka mungkin aku tidak ada di dunia ini. Selain itu juga para guru – guru, dosen – dosen, teman – teman, dan semuanya yang telah berjasa, kalian adalah pahlawan..!!!! You are hero..!!!
So, who is your hero???