Minggu, 30 Juni 2013

Dia panggil aku “ayah”

Hidup manusia di dunia memang singkat, singkat sekali. Mulai dari bayi, kanak-kanak, remaja, tua dan meninggal. Itu saja fase kehidupan manusia. Itu pun banyak yang tidak sampai ke fase tua sudah dipanggil Yang Maha Kuasa. Ya, semuanya memang sudah diatur Sang Pencipta, Alloh SWT.

Masih terbayang diingatanku bagaimana masa balitaku yang sebagian besar kulalui bersama simbah di sebuah desa nan sejuk di lereng Gunung Merbabu. Aku menghabiskan masa hidupku disana sampai lulus TK. Setelah itu orang tuaku membawaku ke Riau, nah di negeri kaya minyak inilah aku menghabiskan masa kanak-kanak dan remajaku (dari SD sampai SMA). Setelah lulus SMA aku melanjutkan pendidikanku di kota pelajar, Ngayogyokarto hadiningrat. Setelah lulus kuliah takdir membawaku ke kaltim, sumsel dan sekarang jambi untuk mencari nafkah.

Setelah berusia seperempat abad aku memutuskan untuk mengakhiri masa lajangku, ya aku menikah. Prosesnya pun berlangsung begitu cepat. Sekitar setahun kemudian aku pun berubah status lagi menjadi seorang ayah. Nah, pada fase inilah sebuah kebahagiaan yang tak ternilai aku dapatkan.

Setelah lulus kuliah dan bekerja, aku memang bisa mendapatkan hampir semua yang tidak aku dapatkan sebalumnya, aku bisa membeli barang yang aku suka, jalan-jalan dan sebagainya. Namun semua itu ternyata tidak bisa membuatku bahagia seutuhnya, aku membutuhkan sebuah keluarga. Memang aku mempunyai keluarga (bapak, ibu dan adik) yang sangat baik, merekalah sesuatu yang sangat berharga buatku. Tapi diusiaku yang sudah “matang” rasanya aku butuh keluarga baru. Dan Alloh mengabulkan doaku begitu cepat, mempertemukanku dengan seorang gadis yang baik dan kemudian memberikan kami bidadari yang cantik jelita, Alhamdulillah. Shofiyya Garneta Ardhiona, itulah nama bidadari kecilku. Alhamdulillah aku bisa menemani istriku ketika melahirkannya, meskipun secara tidak langsung, karena proses persalinan istriku harus dilakukan dengan cara operasi cesar. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan aku mengamati perkembangan putriku. Meskipun secara langsung aku hanya bisa mengamati sampai usia 6 bulan saja karena aku harus mencari nafkah ke luar jawa.

Alhamdulillah secara umum perkembangan putriku cukup baik, baik dari perkembangan fisik maupun mentalnya. Ya, kami memang berusaha memberikan sesuatu yang terbaik untuk perkembangannya, mulai dari makanan yang sehat, mainan edukatif, kebersihan dan sebagainya. Tak terasa putriku sudah menginjak usia 1 tahun, tepat tanggal 19 Juni kemarin. Di keluargaku memang tidak ada tradisi merayakan ulang tahun baik berupa pesta, syukuran atau apapun. Aku selalu mendoakan yang baik2 buat keluargaku tiap hari tidak perlu menunggu waktu ulang tahun. Sudah banyak yang bisa dilakukan shofi sekarang ini, mulai dari ketawa, nangis, pura-pura nangis, tepuk tangan mengikuti gerakan sholat, bergaya nelpon, ngoceh, berbicara beberapa kata, berdiri, jalan beberapa langkah, mengenali orang, dan sebagainya. Dari sekian banyak perkembangan putriku sampai usia 1 tahun ini ada 1 hal yang membuatku bahagia tak terkira, yaitu dia bisa memanggilku “ayah”.

Senin, 25 Februari 2013

PILKADA dan KAMPANYE

Beberapa minggu terakhir ini jawa barat lagi rame-ramenya, bukan karena ada konflik atau geng motor yang kembali beraksi, tapi rakyat jawa barat akan memilih pemimpin baru. Meskipun bukan asli orang jawa barat, tapi karena tinggal di jawa barat mau gak mau ikut menyimak hal-hal mengenai pilkada jawa barat. Bahkan aku punya hak juga untuk ikut pilkada karena sudah pindah jadi warga jawa barat. Kalau aku ikut berpartisipasi maka ini menjadi pilkada pertamaku. Meskipun sudah 2 kali punya hak dalam pemilu, namun untuk pilkada aku belum pernah berparsitipasi (nyoblos), soalnya aku yang jarang berada di daerahku karena urusan pendidikan maupun pekerjaan.

Ada pilkada pasti ada kampanye. Ya, kampanye biasanya digunakan oleh para calon untuk tebar pesona dan mengumbar janji-janji kepada masyarakat dengan harapan agar masyarakat memilihnya menjadi pemimpin. Yah, walopun pada kenyataannya kalau sudah jadi belum tentu janji-janji yang pernah diucapkan waktu kampanye dipenuhi semua. Untuk yang incumbent biasanya menyebut-nyebut keberhasilan-kenerhasilannya dalam memimpin selama periode lalu sambil berjanji akan lebih baik lagi pada periode mendatang jika terpilih kembali, tapi jarang yang menyebut-nyebut kegagalannya. Sedangkan untuk calon baru biasanya menjanjikan perubahan, ntah perubahan apa yang dimaksud, yang jelas biasanya mereka berjanji akan lbih baik dari pemimpin sebelumnya. Yah, mudah-mudahan mereka sadar kalau janji itu harus ditepati, kalo tidak mereka akan termasuk golongan orang munafik.

Ngomong-ngomong masalah kampanye, aku selalu mendapat pengalaman buruk atau sesuatu yang tidak mengenakkan karena kampanye. Waktu di jogja dulu motorku sampai kehabisan bensin karena aku terjebak arak-arakan kampanye. Sedangkan yang beberapa hari lalu saja terjadi, gara-gara ada kampanye perjalananku jadi terhambat, macet total. Perjalanan yang biasanya dapat ditempuh dalam waktu 45 menit, ini jadi hampir 3 jam, pulang kerja kemaleman. Dan masih banyak lagi kisah-kisah kurang mengenakan gara-gara kampanye.

Kembali ke pilkada jawa barat. Ada yang menarik, karena 2 cagub dan 1 cawagub merupakan artis (mantan artis). Nggak tau apakah mereka benar-benar orang yang (mungkin) mampu untuk memimpin jawa barat, atau hanya sekedar memanfaatkan popularitas untuk mengeruk suara. Mudah-mudahan yang terpilih benar-benar memenuhi janji-janjinya dan menjadikan jawa barat semakin baik. Satu lagi, mudah-mudahan kedepannya suatu kampanye itu agar dapat diatur sedemikian rupa sehingga tidak merugikan masyarakat...

Sabtu, 26 Januari 2013

Hari "bersejarah"

Minggu, 20 Januari 2013
Hari itu merupakan suatu hari yang "bersejarah" dalam hidupku. Ya, bersejarah karena pada hari itu sebuah rekor dalam hidupku terpecahkan. Selama hidup hampir 27 tahun Alhamdulillah aku tidak pernah merasakan yang namanya menginap di rumah sakit karena sakit (dirawat). Bahkan pertama kali aku menginap di rumah sakit waktu istriku melahirkan. Alhamdulillah selama ini aku selalu dijauhkan dengan yang namanya rumah sakit. Namun pada hari itu terjadi suatu peristiwa bersejarah, akhirnya aku di rawat di rumah sakit. Aku tidak kuasa melawan nyamuk2 nakal di hutan tempatku bekerja. Akhirnya Aku pun dirawat di rumahsakit, dan Rumahsakit yang beruntung menjadi saksi sejarah itu adalah RS. St. Theresia, Jambi.
Dari hasil analisis darah di lab ternyata aku kena malaria plus demam berdarah plus typus. Complicated. Jarang sakit tapi sekali sakit langsung dikasih triple.

Mudah-mudahan sakit ku ini menjadi kafarah buat menghapus dosa-dosaku. Selain itu juga mudah-mudahan menjadi pelajaran supaya lebih hati-hati lagi waktu bekerja di hutan.

Jumat, 07 Desember 2012

Nikmat Kesehatan


Sering kali kita mendefinisikan kenikmatan dunia itu berkaitan dengan pekerjaan yang bagus, gaji besar, harta benda yang melimpah, makanan enak, jalan-jalan ke luar negeri, dan sebagainya. Tapi kadang kita lupa bahwa ada suatu nikmat yang amat penting, yaitu nikmat kesehatan. Jika nikmat sehat dicabut apalah arti pekerjaan bagus, gaji besar dan harta benda yang melimpah juga tidak dapat dinikmati, makanan enak akan terasa hambar, dsb. Yah, nikmat sehat merupakan nikmat yang paling penting agar nikmat-nikmat yang lain menjadi bernilai.
Beberapa hari ini keluargaku sedang diuji dengan dicabutnya nikmat sehat. Ya, hampir semua anggota keluargaku sedang sakit, mulai dari ibu dan bapak mertua, kemudian dilanjutkan adik ipar dan aku sendiri, bahkan bibi sebelah rumah (yang memang sudah sakit-sakitan) kambuh sakitnya, jadi tinggal istri dan anakku aja yang sehat walafiat. Mudah2an mereka tidak diuji sakit juga, aamiin... Gara-gara banyak yang sakit inilah istriku berprofesi jadi perawat, babysitter, koki sekaligus pembantu. Yah, semua pekerjaan rumah jadi dihandle istriku semua. Mudah-mudahan selalu diberi kekuatan dan kesehatan. Untungnya keluarga besar istriku rumahnya masih disekitar sini (berdekatan), jadi mereka kadang membantu ngasuh anakku dan sebagainya.
Dari gejala yang didapat yaitu pada awalnya terasa lemas pada persendian, lutut, tumit dan badan terasa panas kemungkinan penyakit yang meyerang kami adalah penyakit Chikungunya. Bahkan ibu mertuaku pada awalnya bukan cuma lemas tapi berasa seperti lumpuh, tidak bisa berdiri dan sulit digerakkan kaki dan tangannya. Beruntung aku dan adik iparku tidak sampai begitu, mungkin karena masih muda jadi daya tahan tubuhnya lebih kuat. Penyakit ini mirip malaria dan juga disebabkan oleh gigitan nyamuk, namun tidak terlalu bahaya seperti malaria. cara pengobatannya pun relatif lebih mudah yaitu dengan banyak istirahat, makan makanan bergizi, dan kalau perlu obat penurun panas dan kompres untuk mengurangi panas tubuh.
Dengan diambilnya nikmat sehat ini jelas akan mengurangi peran manusia didunia, namun ujian sakit juga ada hikmahnya, salah satunya seperti yang tertulis dalam hadis ini,
“Tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan, sakit, kebingungan, kesedihan dan kerumitan hidup, atau bahkan tertusuk duri, kecuali Allah menghapus dosa-dosanya (HR. Muttafaq Alaih).
Hikmah dari diberikannya ujian sakit terhadap umat muslim adalah pengguguran dosa. Alhamdulillah dosa-dosa umat muslim bisa gugur dengan diberikannya ujian sakit, tentu saja tidak semua dosa. Jadi setiap kejadian yang menimpa diri kita pasti ada hikmahnya, tergantung dari kita apakah kita mau mendalami hikmah tersebut atau tidak. Semoga dengan diberikannya ujian sakit ini Alloh menggugurkan dosa-dosaku dan keluargaku, aamiin...

Selasa, 04 Desember 2012

Broadcast message


Bagi pengguna blackberry (bb) istilah broadcast message (BM) pasti sudah tidak asing lagi. BM merupakan layanan dari blackberry messanger (bbm) untuk mengirimkan pesan kepada beberapa kontak atau semuanya dengan sekali kirim. Layanan ini "tidak" dipungut biaya dalam arti sudah termasuk dalam layanan langganan bbm. Karena mudah, layanan ini banyak yang menggunakannya, baik karena memang penting atau sekedar iseng. Aku sendiri yang sebenarnya pengguna baru dalam dunia blackberry sudah sering dan buanyak sekali menerima BM, baik yang isinya memang bagus, sekedar iseng bahkan sampai yang menjengkelkan. Untuk yang menjengkelkan aku tidak ragu untuk delete contactnya jika sudah keseringan, kejam dikitlah, soalnya mengganggu banget. Berikut beberapa jenis BM yang sering aku terima :

1. Ucapan selamat
Ucapan selamat mungkin BM yang paling sering aku dapatkan, misalnya selamat hari raya Idul fitri, idul adha, bahkan ada yang mengucapkan selamat hari ibu, hahaha, just kidding. :D
2. Mohon bantuan
Isi BM seperti ini biasanya memberitahukan bahwa ada seseorang yang butuh bantuan, misalnya darah, kebutuhan hidup, dsb.
3. Jualan/promosi
Pengguna BB yang berjualan biasanya menggunakan layanan BM untuk promosi produk, dengan sekali kirim maka semua contact yang ada di bbnya tahu kalau dia punya produk tertentu dan berharap agar membeli produknya, tapi itu pun kalau dibaca, kalau orang yang malas baca ya paling langsung end chat aja... :D
4. Undangan
Bagi yang ingin mengadakan suatu acara, layanan ini merupakan sarana yang efektif dan murah meriah untuk memberitahukan kepada rekan2. Dengan sekali kirim maka teman2 yang ingin diundang bisa langsung mengetahuinya. Biasanya orang yang BM untuk mengundang dalam rangka acara nikah, syukuran, reuni, halal bihalal, dsb, tapi gak ada yang mengundang dalam rangka acara pemakaman... :D
5. Humor
Buat yang hobi ngelawak atau menyebarkan pesan2 lucu, BM juga sering digunakan, walopun kadang lawakannya garing... :p
6. Dakwah
BM juga sarana efektif untuk mengirim pesan2 kebaikan, baik itu tentang agama, pengetahuan umum maupun motivasi. Nah, BM semacam inilah yang mungkin bermanfaat, terlepas dibaca atau tidak, paling tidak sudah bermaksud menyebarkan kebaikan...
7. Tes contact
Beberapa pengguna BB seringkali BM dengan isi "tes contact" atau "tc". Sepertinya mereka bermaksud untuk mengetahui apakah contact bb nya masih aktif atau nggak. Yah, walaupun kadang agak kesal tapi okelah masih bisa diterima.
8. Ancaman
BM inilah yang sangat membuat kesal. Isi dari BM ini biasanya pada awalnya merupakan pesan kebaikan/dakwah, namun diakhirnya ada kata2 "ancaman", misalnya "kalau anda tidak menyebarkan BM ini anda akan bla bla bla, dsb... Kadang ditambahi dengan cerita tentang orang yang menyebarkan Bm ini akam beruntung dan yang tidak akan celaka. Menurutku BM ini adalah sampah, memang benar pada awalnya pesan kebaikan tapi akhirnya tetep aja bikin kesel. Kalau aku dapat BM seperti ini langsung aja end chat, bahkan kalau pengirimnya udah keseringan langsung aja delete contact biar gak mengganggu lagi...
9. Info hoax
Satu lagi ni BM yang mengesalkan, yaitu info yang gak bener alias hoax. Jenis beritanya pun macam2, mulai dari info hoax tentang bb, berita yang lagi hot bahkan sampai ke agama. Misalnya ada yang mengirim BM yang jika BM tidak tersebut tidak di sebarkan maka bb tidak aktif lagi dan akan diblokir oleh RIM, cara supaya tetap aktif adalah dengan cara menyebarkannya. Menurutku ini adalah BM sampah dan yang percaya apalagi menyebarkannya adalah tindakan bodoh semata. Sejak kapan BM bisa mengkatifkan atau memblokir BB. Selain itu RIM juga bukan perusahaan yang kecil, kalau ada sesuatu hal tentang layanan bb pasti akan memberitahukannya secara resmi lewat email atau media massa, bukan dengan BM. Sama seperti BM ancaman di atas, BM ini adalah BM sampah dan harus segera di end chat dan kalau sudah keterlaluan pelakunya bisa di delete contact... :D
10. Permainan atau tekateki
Buat yang lagi suntuk biasanya ada yang kirim BM seperti ini, dengan harapan nantinya akan dibalas dan menjadi sebuah permainan. Aku sih biasanya jarang menanggapi BM seperti ini, cukup end chat saja... :D

Itulah beberapa jenis BM yang pernah aku terima selama bergelut dalam dunia blackberry, mungkin masih ada jenis-jenis BM lain yang beredar, ada yang bermanfaat tapi tidak jarang yang membuat kesal. Buat pengguna blackberry gunakanlah layanan blackberry messanger dengan bijak dan seperlunya. Buat yang hobi broadcast message, sebaiknya segera introspeksi, tidak semua orang nyaman menerima BM apalagi BM sampah atau hoax seperti yang tadi aku jelaskan di atas. Kalau mau BM, kirimlah yang isinya bermanfaat, bukan yang menyesatkan...

Minggu, 25 November 2012

Guruku Pahlawanku

Waktu kecil, sosok pahlawan yang ada dalam bayanganku adalah sosok yang kuat, jagoan, pembela kebenaran, membantu orang, berjasa bagi banyak orang, ya mungkin seperti ksatria baja hitam, pasukan turbo, power rangers, sampai wiro sableng, si buta, brama kumbara dan sebagainya. Atau mungkin kalau di zaman sekarang ya seperti naruto, avatar, inuyasa, sampai sponge bob, he2... salahkah persepsi seperti ini? Mungkin tidak, hanya perlu diluruskan, karena pahlawan seperti ini hanya fiksi, bukan sebenarnya.Seseorang mempunyai pahlawannya sendiri dengan kriteria yang mungkin berbeda setiap orang. Saya juga mempunyai kriteria sendiri untuk seorang pahlawan. Menurut saya, pahlawan itu adalah orang yang berbuat sesuatu untuk orang lain dengan ikhlas, bahkan juga bisa membuat orang lain lebih maju. intinya orang yang paling banyak berguna bagi orang lain, seperti hadist nabi, "sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain". Selama menjalani hidup, banyak sekali pahlawan disekitarku, berkat jasa-jasanya orang lain bisa merasakan kenyamanan, keamanan dan kemajuan.Dalam hal ini aku mempunyai seorang sosok yang menurutku beliau adalah seorang pahlawan. Pak Iwan, begitulah beliau biasa dipanggil. Beliau adalah seorang pendidik di sekolah menengahku dulu. Seorang guru yang sederhana, ramah, cerdas dan serba bisa, sosok guru ideallah menurutku. Beliau juga bisa memotivasi siswa – siswanya supaya lebih maju. Tanpa bermaksud mengecilkan peran guru – guru yang lain, menurutku beliau adalah guru yang sangat berpengaruh terhadap siswa – siswanya, terutama aku. Pemikirannya selalu maju, mengenalkan kami pada hal – hal yang jauh dari pengetahuan kami, sehingga kami pun lebih terpacu lagi untuk belajar. Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang mengagumkan dari beliau, tapi sulit untuk menuliskannya, mungkin karena aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata, he2... Sudah beberapa tahun aku tidak berjumpa beliau, dan aku pun tidak tahu sekarang beliau ada di mana. Buat Pak Iwan, dimanapun Bapak berada, jasa – jasa Bapak tidak akan pernah terlupakan, terima kasih semuanya Pak. Bapak dan guru – guru lain adalah pahlawan, meskipun kata orang pahlawan tanpa tanda jasa. Walaupun tanpa tanda jasa, namun jasa – jasamu semoga dicatat sebagai amal sholeh, dan itu jauh lebih baik dari sekedar “tanda”.Tentunya bukan hanya beliau yang kuanggap sebagai pahlawan, masih banyak lagi. Orang tua? Pasti. Merekalah orang yang paling berjasa dalam hidupku, tanpa mereka mungkin aku tidak ada di dunia ini. Selain itu juga para guru – guru, dosen – dosen, teman – teman, dan semuanya yang telah berjasa, kalian adalah pahlawan..!!!! You are hero..!!!So, who is your hero???
Selamat hari guru...

Jumat, 06 Juli 2012

Shofiyya Garneta Ardhiona

Setelah hari bersejarah dalam hidupku, yaitu kelahiran anak pertamaku, suasana rumah jadi semakin ramai, ada tangisan bayi baik pada pagi, siang, sore maupun malam hari. Selain itu juga karena banyaknya keluarga yang sering berkunjung, menengok anakku. Semuanya bahagia dengan kelahiran anakku, ada yang memberi ucapan selamat, kado dan mendoakan anakku. Mudah-mudahan apa yang kami harapkan dan doakan buat anakku dikabulkan oleh Alloh, aamiin…

Seperti yang telah disunahkan oleh Rosululloh, yaitu setelah kelahiran seorang anak pada hari ketujuh dilakukan akikah, yaitu penyembelihan hewan kambing/domba, 1 untuk anak perempuan dan 2 untuk anak laki-laki. Selain itu juga dilakukan pencukuran dan pemberian nama. Nah, disini aku akan menceritakan sedikit mengenai proses mengenai pemberian nama anakku.Sejak awal kehamilan sudah ada kesepakatan diantara aku dan istriku yaitu jika nanti anaknya laki-laki, maka aku yang akan memberi nama, sedangkan jika anaknya perempuan maka istriku yang akan memberi nama, tidak boleh ada intervensi dari pihak lain, termasuk orangtuaku maupun orang tua istriku. Mulailah kami mempersiapkan nama masing-masing, aku mencari-cari nama laki-laki yang baik, begitu pula istriku mencari nama perempuan yang baik. Ternyata kali ini istriku "menang", setelah dilakukan USG diketahui bahwa kemungkinan bayi kami adalah perempuan. Konsekuensinya aku tidak berhak untuk memberi nama, meskipun kemungkinan kalau bayinya laki-laki tetap ada. Istriku mencari nama-nama bayi baik dari internet maupun buku-buku. Kami sepakat kalau nama anak kami kelak akan terdiri dari 3 kata, yang kesemua kata tersebut berarti baik, bukan Cuma karena bagus. Walaupun yang berhak memberi nama istriku, namun aku menyukai salah satu nama, yaitu sofia. Saat itu aku belum tau bagaimana tulisan sebenarnya, yang aku maksud “sofia” bukanlah Sophia nama eropa, melainkan nama dari bahasa arab, nama salah satu istri nabi Muhammad. Setelah mencari-cari ternyata nama beliau adalah Shofiyyah. Kebetulan istriku ternyata juga menyukai nama itu, akhirnya kami sepakat untuk memberi nama anak kami dengan nama Shofiyya. Shofiyya bermakna sahabat setia dan tulus, bisa juga berarti bersih, suci. Dengan harapan semoga anak kami nanti menjadi sahabat setia yang bersih, suci bagi keluarga dan orang lain. Untuk kata ke dua dan ketiga aku serahkan sepenuhnya kepada istriku. Istriku mengusulkan agar ada unsur atau istilah geologi dalam nama anakku, biar agak aneh dan beda dengan yang lain katanya, selain itu juga sesuai profesi bapakknya yaitu geologist. Saat itu aku tidak ada ide sama sekali, banyak sih sebenarnya istilah-istilah geologi yang aneh tapi bagus, namun karena takut tidak cocok aku tidak mau mengusulkan. Akhirnya istriku mencari-cari istilah itu di internet. Istriku menemukan 2 nama yang dia suka, yaitu “ruby” dan “garneta”, berasal dari bahasa latin yang keduanya bermakna permata. Garnet juga nama salah satu mineral yang terdapat pada batuan. Namun karena nama ruby sudah biasa dan umum, akhirnya istriku memilih nama garneta, lebih aneh dan kayanya jarang yang pakai nama itu. Aku sih setuju aja, dengan harapan anakku kelak menjadi permata hati bagi keluarga. Untuk nama ketiga istriku juga mencarinya dari internet. Katanya dia mencari istilah dari bahasa jawa, karena bapaknya berdarah jawa. Pada mulanya dia memilih nama “ayuningtiyas”, bagus katanya. Namun karena sepertinya nama itu sudah sering dipakai akhirnya istriku mencari-cari lagi. Dapatlah nama “ardhiona”, yang berarti memiliki jiwa yang teguh. Harapannya semoga anakku memiliki jiwa yang teguh, teguh pada jalan yang telah ditunjukkan oleh Alloh dan RosulNya. Akhirnya nama itulah yang jadi nama ketiga anakku. Sehingga kalau digabungkan jadi Shofiyya Garneta Ardhiona, gabungan dari bahasa arab, latin dan jawa. Nama itu berarti “permata dan sahabat setia, tulus, bersih, suci serta memiliki jiwa yang teguh. Mudah-mudahan harapan dan doa kami menjadi kenyataan, anak kami tumbuh sehat, cerdas, solehah, berbakti pada orang tua dan berguna bagi sesame, aamiin…

Sabtu, 30 Juni 2012

Welcome to the world my daughter

Alhamdulillah, pujisyukur yang tidak terhingga atas anugrah dariMu ini ya Alloh, Engkau telah memberikan (menitipkan) seorang putri kecil yang cantik kepada keluarga hamba.Mudah-mudahan hamba dapat menjaga dan mendidik titipanMu ini agar menjadi wanita sholehah, menjadi khalifah di muka bumi berdasarkan tuntunanMu.



Sedikit cerita mengenai kelahiran putri kecilku ini.Sebagaimana orang yang berumahtangga, tentu salah satu tujuannya adalah agar memiliki keturunan, generasi penerus. Begitupula aku, ingin sekali memiliki buahhati dari pernikahan kami ini, namun aku tidak menyangka kalau ternyata Alloh memberikannya begitu cepat.Pada suatu pagi, sekitar pertengahan Oktober 2011 atau 1,5 bulan kami menikah,istriku menunjukkan sesuatu, yaitu test pack (alatpengetes kehamilan), aku tidak mengerti maksudnya, tapi dari sorot matanya mengatakan kalau dia hamil (dari test pack menunjukkan positif/2 garis). Dengan perasaan bahagia namun agak tidak percaya, aku meminta istriku untuk mengetes lagi dengan 3 alat beda merk dan memeriksakannya kedokter, dan hasilnya pun sama (positif), dokter juga mengatakan kalau istriku hamil. Saat itu aku segera mengucap syukur kepada Alloh dan meminta istriku agar benar-benar menjagabayi yang ada dalam kandungannya.Jangan pelit membeli nutrisi baik itu susu maupun makanan lainnya selama itu baik buat kandungan. Satu hal yang tidak akan kulupa adalah dihari dimana istriku mengatakan kalau dia hamil, dihari itu juga aku mendapat panggilan kerja. Ya, ketika menikah aku memang sedang menganggur (nekatbanget), tapi saat itu aku yakin walaupun dalam keadaan menganggur, insyaAlloh rezeki akan ada selagi terus berusaha. Alhamdulillah ternyata aku mendapat panggilan kerja bersamaan dengan hamilnya istriku, memang rezeki si jabang bayi.

Saat istriku mulai hamil, aku mendapat panggilan kerja, karena tempatku kerja di luar jawa, otomatis aku meninggalkan istriku sendirian di kontrakan kami di Jakarta. Sebenarnya sih tidak tega, namun karena demi masa depan ya gimana lagi.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu ternyata kondisi kesehatan istriku menurun.Mungkin karena bawaan orok, tapi bisa juga karena kecapean. Dari pada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baik pada si jabangbayi maupun istriku, akhirnya aku menyuruh istriku berhenti saja bekerja. Daripada masih bekerja tapi sakit-sakitan terus, toh jadinya juga jarang masuk karena sakit, mending tidak usah kerja, yang penting sehat. Jadi sejak awal 2012 istriku tidak bekerja lagi, pulang kerumah orang tua di bandung, dan sejak itu kesehatannya semakin membaik. Sejak awal kehamilan, istriku selalu memeriksakan kandungannya secara rutin agar kesehatan kandungan tetap terjaga. Kalau sedang cuti aku yang menemaninya periksa, kalau aku sedang kerja ya ibu mertauku yang menemani. Alhamdulillah tidak ada kendala yang cukup berarti, paling Cuma sakit kepala, punggung dan sakit2 pada wanita hamil umumnya.

Pada waktu usia kehamilan menginjak 7-8 bulan, istriku sering mengeluhsakit perut, kontraksi katanya. Dari pada bertanya2 kenapa, kami langsung memeriksakan kandungan ke dokter. Kata dokter itu biasa karena memang sudah dekat waktunya. Sejak saat itu istriku sering mengajak jalan2, biar lancar katanya. Juga minum air kelapa muda. Menginjak usia kandungan 8 bulan menuju 9 bulan, istriku sering mengeluh sakit perut dan keluar cairan. Hari yang kami tunggu-tunggu akhirnya datang.Pada hari Senin pagi, 18 Juni 2012, istrik mengeluh sakit perut, mules katanya. Selain itu katanya juga ada keluar lendir plus darah. Aku memutuskan untuk memeriksakan istriku kedokter. Diantar ibuku dan ibu mertuaku kami memeriksakan kandungan ke RS Hasan Sadikin. Dokter mengatakan itu biasa karena memang waktunya sudah dekat, dan disuruh priksa lagi minggu depan. Namun disaat kami akan pulang, dokter memutuskan untuk memeriksa cairan yang keluar, takutnya cairan itu merupakan air ketuban yang pecah. Setelah diperiksa ternyata benar, air ketuban kandungan istriku sudah pecah meskipun belum banyak, Cuma merembes. Walaupun belum ada pembukaan, Dokter memutuskan agar istriku dirawat, karena kalau dibiarkan pulang takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Akhirnya istriku pun dirawat sambil dipantau terus perkembangannya oleh tim dokter. Ini juga merupakan pengalaman pertamaku menginap di rumahsakit. :D

Proses pembukaan istriku berlangsung cukup lambat, karena sampai malam masih pembukaan 1. Pada tengah malam pun kami jalan-jalan di sekitar rumah sakit agar proses pembukaan semakin cepat. Setelah jalan-jalan air ketuban istriku semakin mengalir, kemudian dokter pun memeriksa, namun belum ada progress yang berarti. Kami akhirnya pun istirahat.Pada pagi hari (subuh), dokter kembali memeriksa, katanya sudah ada kemajuan, pembukaan 3. Progress persalinan istriku termasuklambat, karena sampai sekitar jam 9 pagi baru sampai pembukaan 4. Karena masih berusaha untuk melakukan persalinan normal, akhirnya dilakukan induksi. Setelah diinduksi, progress menjadi lebih cepat, meskipun istriku terlihat sangat kesakitan. Sekitar jam 2an, pembukaan sudah sampai 8, kemudian sekitar jam 3 istriku dipindah keruang bersalin untuk dilakukan persalinan. Setelah di ruang bersalin,pada awalnya aku tidak mau masuk, karena terus terang saja aku tidak tahan melihat darah serta bau-bauan lainnya, takut kalau malah muntah. Namun karena istriku memaksa akhirnya aku menemaninya. Di ruangan itu aku terus menyemangati, menenangkan, mendoakan istriku agar semuanya berjalan dengan lancar. Disitu aku melihat istriku sangat kesakitan, kasihan sekali. Setelah berlangsung kira-kira 2 jam dan sudah sampai pembukaan 10, ternyata si jabangbayi belum juga keluar. Kata dokter posisi bayinya tengadah sehingga sulit keluar, daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka dokter memutuskan untuk dilakukan operasi Caesar. Demi keselamatan semua aku pun menyetujuinya.

Sekitar pukul 5 sore istriku dipindahkan keruang operasi. Karena tidak boleh masuk, kami pun hanya menungguinya di luar. Sambil menunggu aku tidak henti-hentinya memanjatkan doa agar semuanya berjalan lancar sehingga istri dan anakku selamat. Sekitar pukul 7 malam aku diberitahu oleh dokter katanya operasi sudah selesai dan semuanya berjalan lancar, istriku melahirkan bayi perempuan. Katanya lahir pada pukul 17:55, dengan berat 3,2 Kg, panjang 48 cm. Alhamdulillah, rasa syukur kupanjatkan kepada Yang Maha Kuasa. Sekitar jam 9 malam, anakku dibawa keluar dari ruang operasi. Inilah untuk pertama kali aku melihat anakku. Subhanalloh cantik sekali bayi mungilku. Mudah-mudahan Alloh selalu memberi kekuatan dan kesabaran dalam mendidikmu ya nak, sehingga engkau menjadi anak yang solehah, berbakti kepada orang tua, berguna bagi sesama, aamiin. Kemudian sekitar pukul 10 malam istriku dipindah dari ruang operasi keruang perawatan. Meskipun masih terkulai lemas, ada senyum di wajahnya. Terimaksih ya istriku sayang atas perjuanganmu. Mudah-mudahan Alloh selalu memberikan keberkahan kepada keluarga kecil kita, aamiin…

Jumat, 20 April 2012

Dilema tempat kerja

Kerjakan apa yang kamu cintai atau cintai apa yang kamu kerjaan. Beberapa waktu lalu aku pernah mendengar ungkapan itu dari seorang senior di kampus. Saat ini ungkapan itu kembali terngiang-ngiang di kepalaku, bukan pada obyek "apa" yang kamu kerjakan, tapi pada "dimana" kamu kerja. saat ini aku sedang mencoba mencintai "dimana" aku kerja, mengenai "apa" yang aku kerjakan rasanya tidak ada masalah. Apa yang kukerjakan saat ini memang sesuai dengan latar belakang pendidikanku dan memang merupakan hal pertama yang kukerjakan setelah kuliah. Namun lingkungan dimana aku mengerjakan itu yang jadi masalah. Haruskah aku meninggalkan tempat ini? atau mencoba bertahan walaupun kadang2 sering makan hati? Kata seorang temanku, kerja itu wang sinawang, dimana kita kerja pasti selalu saja ada yang kurang cocok. Namun di tempat ini banyak sekali yang mengganjal, sistem yang tidak sesuai standar, sistem yang kacau, dan ini yang lebih parah, "wrong man in the wrong place". Jadi, haruskah aku meninggalkan tempat ini? hanya waktu yang bisa menjawabnya...

Rabu, 18 April 2012

Pancasila dalam berbagai bahasa daerah

Versi Wong Jowo:
Siji: Gustialah gak nduwe konco
Loro: Dadi wong ojo kejem2 lan kudu adil
Telu: Mangan ra mangan sing penting kumpul
Papat: Nek ono masalah rembugo bareng-bareng
Limo: Kumpul ra kumpul si penting mangan kabeh, kabeh keduman, adil

Versi Sunda:
Hiji: Gusti Allah eta sorangan sareng ageng pisan
Dua: Ka sorangan teh sikapna kudu sami, ulah ngabeda-beda keun
Tilu: Indonesia kuduna mah jadi hiji
Opat: Rakyat Indonesia sae na pang mutuskeun sagala teh disepakatkeun
heula. Kedah bager lan bijaksana
Lima: Ceunah teh sikap sosialna kudu adil hiji sareng batur.

Versi Batak Toba:
Sada: Dang adong na pajago-jagohon di jolo ni Debata
Dua: Maradat tu sude jolma
Tolu: Punguan ni halak Indonesia
Opat: Marbadai ... marbadai, dungi mardame
Lima: Godang pe habis saotik pe sukkup

Versi Palembang:
Sute: Tuhan ne sute tu'la
Due: Jelme harus khapat same rate
Tige: jelme Indones iane bersatu padu
Empat: Jeleme Indonesiane diketuci ngai hikmah dimane ngedapatkan
jawaban dadi gegale masalah
Leme: kesameratean hidup ne jelmekangok Indonesia

Versi Ambon:
Torang samua tawu cuma ada Tuang Allah yaitu Tete manu
Orang ambon samu harus tau adat
acang deng obet harus bisa bakubae
Paitua deng maitua harus bae-bae di rumah rakyat
samu harus bisa jaga diri karna ambon lapar makan orang

Versi Manado:
1. Cuma boleh ba satu Tuhan
2. Selalu adil kong ja pake ontak
3. Torang samua satu, Bangsa Indonesia
4. Tu rakyat musti slalu bakumpul kong bicara bae-2 spy slalu ada kaputusan gagah yg semua trima deng nang hati
5. Voor seluruh rakyat Indonesia, nyanda ada tu jabaku kase beda-2 perlakuan

Versi Padang:
Ciek: Bintang Basagi Limo
Duo: Rantai pangikek kudo
Tigo: Pohon baringin gadang ta'mpek kito bacinto
Ampek: Kapalo banteng bataduk duo
Limo: padi jo kapeh pambaluik nan luko


http://livebeta.kaskus.us/thread/000000000000000009698193/pancasila-versi-aneka-bahasa-daerah

Selasa, 06 Desember 2011

Berau dalam kenangan

Suatu daerah di Kalimantan Timur bagian utara ini bernama Berau. Mendengar nama daerah ini, mungkin belum terlalu banyak orang yang mengenal. Orang mungkin lebih banyak mengenal Balikpapan, Samarinda atau Tarakan. Padahal daerah ini merupakan daerah yang cukup kaya akan sumberdaya alam seperti batubara, minyak dan hasil hutan, serta kaya akan keindahan alamnya seperti Kepulauan Derawan dan sebagainya. Begitu juga aku, tidak terlalu banyak mengenal daerah ini, bahkan dengar pun jarang, namun takdir membawaku ke daerah ini untuk mencari nafkah selama kurang lebih 1,5 tahun.

Hari itu Kamis, 11 Februari 2010, aku berkesempatan untuk menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di bumi borneo. Ya, Alhamdulillah aku diterima untuk bekerja disalah satu perusahaan tambang batubara di berau, Kaltim. Aku senang sekali, selain karena akan melepas status sebagai “pengangguran”, aku akan pergi ke suatu daerah yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Pagi itu aku berangkat bersama 8 orang teman (kalau tidak salah), kami diterima kerja di perusahaan yang sama. Kami berangkat dari bandara Adi sucipto Yogyakarta menuju bandara sepinggan Balikpapan. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam, akhirnya kami mendarat di bandara sepinggan. Alhamdulillah, akhirnya aku menjejakkan kaki di tanah Kalimantan. Untuk sampai ke berau, masih harus melanjutkan perjalanan udara kurang lebih 40 menit, kebanyakan merupakan pesawat kecil, atau kalau mau lewat darat biasa juga, kurang lebih 12 jam sampai berau. Waktu keberangkatan ke berau dari Balikpapan masih agak lama, kami pun bersantai dulu di bandara. Tiba2 ada sesuatu hal tidak terduga, pesawat yang akan membawa kami ke berau mengalami kecelakaan dan seluruh penerbangan maskapai itu dibatalkan. Seorang petugas yang memang bertugas mengurusi transportasi kami mencoba mencari penerbangan dari maskapai lain, namun hanya mendapatkan 3 tiket. Dengan sangat “terpaksa” sebagian dari kami harus menginap dulu di Balikpapan. Alhamdulillah aku kebagian menginap di Balikpapan. Aku memang ingin sekali jalan2 di kota ini, soalnya banyak cerita baik mengenai kota ini.

Balikpapan. Salah satu kota besar di Kaltim ini sepertinya merupakan tempat yang nyaman. Kota kaya ini cukup rapi dan bersih jika dibanding kota-kota lain di Pulau Jawa. Di kota ini ada perda larangan buang sampah di sembarang tempat, pelakunya bisa langsung di denda. Bahkan di setiap angkutan kota (disini disebut taxi) wajib menyediakan tong sampah di dalamnya, kalau tidak pemilik taxi tersebut akan di denda, tidak heran kalau kebersihan kota ini selalu terjaga, patut dijadikan contoh kota2 lainnya. Jembatan penyebrangan di kota ini juga berfungsi sesuai kegunaannya, yaitu untuk menyebrang pejalan kaki, tidak seperti di kota2 besar lainnya seperti di Jakarta, yang “beralih fungsi” menjadi tempat berjualan, mengemis, bahkan sepeda motor pun masuk ke jembatan penyebrangan. Trotoar juga relative aman dari pedagang kaki lima, sehingga pejalan kaki bias berjalan denga santai di trotoar. Saya juga tidak menemukan pengemis dan pengamen di kota ini. Ada yang bilang sih kalau ketertiban di kota ini dikarenakan tingkat kesejahteraan masyarakatnya yang relative baik, semua masyarakat punya penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut saya, sampai saat ini kota ini merupakan kota paling bersih dan tertib di Indonesia. Sayang sekali, cuma sebentar aku bisa menikmati kota ini, karena harus melanjutkan perjalanan ke tujuan utama, Berau.

Akhirnya sampai juga kami di Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb, Berau. Bandara ini cukup kecil, pesawat yang beroperasi di bandara ini sebagian besar merupakan pesawat kecil. Namun, bandara ini sedang diperluas, sehingga tidak berapa lama lagi akan menjadi besar dan pesawat-pesawat besar pun akan masuk. Sampai di bandara, kami dijemput oleh sopir perusahaan tempat kami bekerja dan langsung dibawa ke kantor.

Cerita mengenai tetek bengek pekerjaan atau bagaimana situasi kerja di perusahaan ini sepertinya tidak usah dibahas, karena hal itu sifatnya sangat sensitive . Aku hanya ingin menceritakan sedikit dari suasana berau. Kesan pertama yang kudapat dari daerah ini adalah daerah ini merupakan daerah yang “mahal”. Ya, biaya hidup di sini sangat mahal jika dibanding dengan daerah-daerah di jawa. Untuk harga makanan bisa 2-3 kali lipat. Aku dan beberapa teman yang sudah lama tinggal di jogja tentu saja merasa kaget dengan harga makanan di sini. Mahalnya harga-harga makanan di daerah ini dikarenakan bahan bakunya yang didatangkan dari tempat yang jauh. Beruntung semua akomodasi berupa tempat tinggal dan makan kami ditanggung oleh perusahaan, kalau tidak pengeluaran bisa sangat membengkak. Bukan Cuma makanan yang mahal, tapi juga transportasi, terutama ojek. Tarif ojek disini sangat mahal, mungkin memanfaatkan banyaknya pendatang yang bekerja di daerah ini. Daerah ini juga sangat panas, namun karena dari kecil aku tinggal di Sumatra yang juga tidak kalah panasnya jadi ya tidak terlalu kaget.

Suku asli daerah ini sama seperti daerah Kalimantan lainnya, yaitu dayak. Namun katanya ada juga suku berau. Akan tetapi di daerah ini masyarakatnya sudah campuran karena banyaknya pendatang, sebagian besar pendatang tersebut berasal dari jawa timur dan Sulawesi selatan. Sebagian memang sudah lama merantau ke daerah ini (transmigrasi), sudah generasi ke-2 atau 3, sebagian lain memang pendatang baru yang memang bekerja di daerah ini seperti kami. Meskipun banyak pendatang, di daerah ini relatife aman, tidak ada konflik sosial. Kebanyakan kalau ada konflik itu antara masyarakat dengan perusahaan. Seperti pada waktu aku awal-awal bekerja, kegiatan kami di lapangan di stop oleh warga karena ingin meminta ganti rugi lahan. Setelah dilakukan perundingan dan penjelasan kepada warga akhirnya selesai juga masalahnya. Beberapa bulan kemudian di tempat lain tapi masih di perusahaan tempatku bekerja, masyarakat di sekitar lokasi tambang berbondong-bondong menuju mine office untuk demo. Intinya mereka ingin dipekerjakan di perusahaan. Terus terang, di satu sisi aku agak sepakat dengan sikap masyarakat tersebut. Kadang aku merasa bahwa aku ini seperti “penjajah”. Aku datang ke daerah orang dengan maksud bekerja, bawahanku adalah masyarakat lokal, aku lah yang ditugasi perusahaan untuk mengatur kerja mereka, menegur dan memberi sanksi kalau mereka salah, dan sebagainya. Kadang- kadang aku agak dilema juga dengan keadaan ini. Disatu sisi aku memang ditugaskan perusaan untuk itu, namun di sisi lain mereka adalah orang lokal, istilah kerennya “akamsi” (anak kampung sini), masak kita datang ke daerah orang untuk mengatur mereka, seperti penjajah saja. Benar kata orang kalau Negara ini belum benar-benar merdeka dari penjajahan. Ah, pusing mikirnya, aku berusaha professional aja, walaupun masih banyak toleransi juga.

Sepanjang sepengetahuanku selama tinggal di berau, daerah ini merupakan daerah yang relatif aman, tingkat kejahatan cukup rendah. Katanya sih kenapa daerah ini aman karena sebgian besar penduduknya bekerja dan bisa mencukupi kebutuhannya. Lapangan kerja di daerah ini masih banyak, yang penting mau saja. Dari yang kulihat sih memang begitu. Sepeda motor yang ditinggal di pinggir jalan walaupun kuncinya tergantung di motor tidak ada yang mencuri. Jangan coba-coba lakukan ini di kota-kota besar di jawa, kalau nggak mau motor melayang. Wong yang udah dikunci dan diberi banyak pengaman saja bisa hilang, apalagi yang sudah siap pakai begitu, ya seperti mengundang maling. Oya, di daerah ini juga tidak ada tukang parkir, jadi kadang kendaraan yang diparkir di pinggir jalan tidak rapi, kalaupun ada tukang parkir, mereka juga tidak memungut bayaran, mungkin sudah digaji dari pemda atau pemilik toko. Meskipun daerah ini relatif aman, ya tetap harus waspada dan hati-hati, ingat kata bang napi, “kejahatan bukan hanya karena ada niat pelaku, tapi juga karena adanya kesempatan, waspadalah-waspadalah! “ :D

Setelah kurang lebih 1,5 tahun mencari nafkah di daerah ini, tibalah saatnya aku untuk pergi. Banyak kenangan yang kudapat di daerah ini, terutama manis dan pahitnya hidup di tengah hutan bersama rekan-rekan geologist, team drilling, logging, juga rekan-rekan dari departemen lain seperti enviro, mining, geotek, project, safety, dsb. Banyak ilmu yang kudapatkan, meskipun tentu saja masih sangat-sangat kurang, mudah-mudahan aku bisa menambahnya di tempat lain. Ada hal yang paling kuingat, yaitu saat aku pertama datang, diinduksi oleh manager safety. Beliau berkata begini, “bekerja dengan baik itu infestasi”. Yang namanya investasi itu hasilnya bisa didapat dalam jangka pendek bisa juga jangka panjang. Artinya bekerjalah kalian dengan baik disini, mungkin kalian akan meraih hasilnya disini, tapi bisa juga ditempat lain setelah di sini. Ok, sip pak, mudah-mudahan aku bisa selalu bekerja dengan baik dimanapun berada. Mudah-mudahan apapun yang sudah aku dapatkan di tempat ini berguna buat kehidupanku dimasa yang akan dating, aamiin…
See you next time Berau… ^_^

Senin, 22 Agustus 2011

Wahai engkau gadis bersahaja


Aku tak tahu kapan tepatnya kenal dirimu. Tiba-tiba engkau datang dikehidupanku dan "menemani" hari- hariku.
Saat pertama bertemu, sebenarnya tidak ada sesuatu yang luar biasa. Aku melihatmu sebagai seorang gadis yang bersahaja, enak diajak ngobrol dan tampaknya gadis yang baik. Tidak ada obrolan istimewa saat itu, hanya ngobrol-ngobrol biasa saja. Namun, saat itu aku menilaimu bahwa engkau adalah gadis yang baik.
Sejak saat itu, kita sering berkomunikasi dan aku semakin mengenalmu. Dari rasa yang biasa saja menjadi sebuah kekaguman yang luar biasa. Engkau adalah gadis yang mandiri, berani dan penyayang keluarga. Ingin rasanya lebih lagi mengenal "siapakah gerangan dirimu?".
Komunikasi kita tidaklah putus meskipun dipisahkan oleh jarak dan waktu yang cukup jauh. Sebenarnya kita sempat kehilangan kontak ketika aku ditempatkan di "remote area". Tidak ada sinyal HP sama sekali. Namun hal itu tidak memutuskan komunikasi diantara kita.
Seiring berjalannya waktu, hubungan kita semakin "dekat", aku mulai mengenalmu, kelebihan dan kekuranganmu. Sebagai anak pertama, engkau memiliki sifat ingin menang, ego tinggi. kadang-kadang engkau juga cepat ngambek dan merajuk. Selain itu engkau juga manja (anak pertama kok manja sekali), juga sangat ingin diperhatikan sekali, dicuekin sedikit pasti ngambek. Dibalik sifat-sifatmu yang menyebalkan itu engkau adalah gadis yang hebat. Engkau adalah gadis yang mandiri, berani, bertanggungjawab, penyayang dan punya visi misi hidup yang luar biasa. Mempunyai mimpi-mimpi yang luar biasa pula. Ingin rasanya aku menjadi bagian dari proses dalam engkau mewujudkan mimpi-mimpimu.
Sejak kenal dirimu, hidupku jadi lebih berwarna. Mungkinkah dirimu yang dikirimkan Alloh untuk mndampingi hidupku? Itulah pertanyaan yang ada dibenakku ketika aku ingat dirimu. Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan. Itulah waktu yang telah kita lalui "bersama". Akhirnya aku menemukan jawaban dari pertanyaanku itu.
Dengan mengharap ridho Alloh dan restu kedua orang tua kita, akhirnya kukatakan kepadamu, " Maukah engkau menjadi ibu dari anak-anakku, menjadi pendamping hidupku disaat senang dan susah? Maukah engkau menjadi istriku?
(JK)

Jumat, 18 Maret 2011

Tour The Derawan & Kakaban Island

“Masak udah 1 tahun lebih kerja di Berau tapi belum pernah ke Derawan”, begitulah kira2 perkataan temanku waktu itu. Hmmm.., bener juga ya, teman-temanku yang di Jawa aja banyak yang pengen ke Derawan, namun karena jauh meraka jadi agak susah untuk datang, sedangkan aku kan lagi di Berau, nggak jauh dari Derawan, masak belum pernah ke Derawan, rugi sekali dong. Lalu aku pun mulai mencari-cari teman untuk pergi kesana, tentunya teman yang waktu cutinya bersamaan. Seorang teman pun mengusulkan Bulan Agustus untuk ke sana, sebelum puasa. Yah, masih lama, kalau terlalu lama direncanakan biasanya malah nggak jadi. Mudah-mudahan rencana ini benar-benar terlaksana.
Singkat cerita, tidak harus menunggu bulan Agustus, kami pun bersepakat untuk pergi ke Derawan waktu cuti bulan Maret ini. Pada awalnya ada 5 orang yang mau berangkat, namun karena sesuatu dan lain hal, jadi tinggal 3 orang. Padahal 5 orang ini merupakan jumlah yang pas, bahkan sangat pas. Oya, sekedar informasi, kalau mau pergi ke Derawan dengan menghemat biaya, berangkatlah 5 orang. Karena 5 orang ini jumlah maksimal penumpang dalam speedboat, walaupun cuma 1 orang bayarnya sama dengan isi 5 orang, karena speedboat di Derawan sistemnya nyewa, bukan trip reguler. 5 orang juga jumlah yang pas dalam 1 mobil sewaaan, tidak terlalu sempit, juga tidak terlalu kosong. Kecuali kalau mau bulan madu ya cukup berdua saja...:). Oke, kembali ke topik. Walopun Cuma 3 orang, tetep harus berangkat, karena kalau ditunda-tunda takutnya ntar malah nggak jadi-jadi, asal jangan berdua aja, ntar dikira bulan madu lagi, ha...ha....
Beberapa hari menjelang keberangkatan, ada sedikit masalah, temenku si Ibhe malah sakit, wah bisa batal ni rencana. Ternyata bukan cuma Ibhe yang sakit, si Aldo pun juga, katanya malarianya kambuh. Wah, bisa batal beneran ni kalau 2 orang itu sakit, nggak mungkin rasanya kesana sendirian, ntar malah plonga-plongo kaya orang bego, hilang di pulau. Waktu itu hanya bisa berharap, semoga kedua temanku itu cepat sembuh n bisa berangkat. 1 hari menjelang keberangkatan, kami pun turun ke kota. Si aldo kayanya udah sembuh, udah bisa ketawa-tawa dan katanya siap berangkat besok, lengkap dengan “peralatan tempurnya”, yaitu Nikon D-80nya, dan si ibhe pun pun walopun masih lesu katanya dia besok siap berangkat. Sip lah, jadi juga ke Derawan. :D
Ternyata masalah bukan terjadi menjelang keberangkatan aja, pas hari-H keberangkatan pun ada masalah, bahkan masalah ini hampir membuat semua rencana batal. Selasa pagi, ketika mobil yang kami sewa datang, ternyata demamnya si aldo kambuh, dia masih menggigil di atas kasurnya, padahal semalam sehat-sehat aja. Dengan perasaan kecewa, kamipun mempersilahkan mobil yang telah kami sewa untuk pergi, mungkin nanti dihubungi lagi kalau jadi berangkat. Kembali ke aldo, dia memang habis sakit malaria gara2 mapping, tapi udah sembuh bahkan sudah pulang dari mapping lagi. Mungkin yang kemaren belum benar-benar sembuh, jadi masih suka kambuhan. Kali ini sepertinya dia benar-benar nggak bisa berangkat, dia malah menyuruh kami berangkat berdua saja, plus minjemin kameranya untuk kami pake. Si ibhe nggak mau, daripada berangkat berdua lebih baik nggak usah sekalian aja katanya. Kalau aku sih sebenarnya nggak masalah berangkat berdua. Tapi yo weslah, mungkin kali ini memang belum waktunya. Terpikir apa yang harus kulakukan 3 hari di tanjung redeb, soalnya tiket pulang sudah terlanjur dipesankan hari jum’at, betapa membosankannya 3 hari kedepan. Si aldo akhirnya dibawa ke klinik perusahaan untuk pengobatan. Kata dokter, aldo harus benar2 istirahat dulu biar sakitnya cepat sembuh, jadi dia tidak boleh pergi-pergi dulu katanya. Wah, 3 hari ke depan benar-benar akan menjadi hari yang membosankan.
Tiba-tiba keajaiban datang, kira-kira selepas dzuhur si aldo nampak sehat, apalagi setelah makan bakso, bahkan diapun mengajak untuk berangkat sore harinya. Dengan perasaan kaget bercampur senang, aku menanyakan apakah si aldo benar-benar kuat berangkat, takut terjadi apa-apa nantinya. Dia pun meyakinkan kalau dia banar-benar kuat, mungkin dengan berangkat ke Derawan malah sembuh. Okelah kalau begitu, berangkaaaaatttt....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Perjalanan darat selama + 2 jam terasa sangat melelahkan, apalagi jalan dari Tanjung Redeb ke Lati banyak yang berlubang, naik turun pula. Negeri yang kaya sumberdaya alam kok jalan utamanya banyak berlubang. Untungnya, dari lati ke Tanjung Batu cukup bagus, bahkan sangat bagus kalau dibanding jalan2 lain di Berau. Kata sopirnya sih jalanannya masih baru, selain itu juga jarang kendaraan berat yang lewat, makanya jalannya masih relatif mulus. Sampai di Tanjung Batu, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan speedboat kecil. Perjalanan ini memakan waktu + 30 menit. Ah, menyenangkan sekali sore-sore menyebrangi lautan naik speedboat, walaupun jadi gosong... Derawan... I’m coming...
Ini dia kenampakan Pulau Derawan...



Saking asyiknya menikmati pemandangan laut, 30 menit terasa begitu cepat, pulau Derawan pun sudah ada di depan mata. Ah, akhirnya kesampean juga menginjakkan kaki di Pulau Derawan, walaupun awalnya hampir dibatalkan. Sesampai di Derawan sudah sore, jadi kami langsung mencari penginapan, cari yang murah meriah saja. Untungnya kami ke sini bukan pas waktu liburan, jadi penginapan banyak yang kosong, kalau pas liburan biasanya penuh, harus pesan jauh2 hari sebelumnya. Oya, karena bukan hari libur, nampaknya wisatawan lokal yang menginap di resort ini cuma kami bertiga, yang lain bule semua. Ah, istirahat dulu, persiapan buat besok...

Pagi pertama di Derawan, kami sudah siap-siap sejak pagi, apalagi si aldo yang mau hunting foto sunrise. Pagi-pagi jalan di pantai asyik juga, udara pagi bikin suegerrr... setelah sekitar setengah jam menunggu, ternyata indahnya sunrise gagal kami lihat, dikarenakan awan kelabu yang menggayungi langit Derawan, mentari pun malu-malu menampakkan wajahnya. Bahkan setelah itu bumi Derawan pun diguyur hujan. Karena tempatnya emang sudah indah, walaupun mendung ya tetep saja indah, so sesi foto-foto pun berlanjut... :D. Siang sampai sore, diisi dengan bermain-main di pantai dengan anak-anak, diving, snorkling, bermain dengan penyu. Ah, indahnya alam bawah laut.
ni foto-foto di sekitar derawan...


pagi hari di derawan...


menyusuri pantai...


berfoto dengan akamsi (anak kampung sini)


alam bawah laut...




Seorang teman mengatakan, rugi kalau udah ke Derawan tapi nggak ke pulau-pulau disekitarnya. Di sekitar Pulau Derawan ini terdapat pulau-pulau lainnya yang nggak kalah eksotis, seperti Pulau Maratua, Sangalaki dan Kakaban. Ketiga pulau tersebut memiliki ciri khas keindahannya sendiri-sendiri. Pengennya sih mendatangi semuanya, tapi karena waktu yang terbatas, kami memutuskan untuk mengunjungi Pulau Kakaban saja. Pulau Kakaban ini terkenal indah akan pantainya, dibawah lautnya terdapat terumbu karang yang sangat indah, cocok buat diving atau snorkling. Namun, yang tidak ada duanya, ditengah-tengah pulau Kakaban ini terdapat sebuah danau air asin yang di dalamnya banyak terdapat ubur-ubur. Yang lebih unik lagi, ubur-ubur di Danau Kakaban ini tidak menyengat (nyetrum). Ubur-ubur yang tidak menyengat ini hanya ada di 2 tempat di dunia, satu di Kakaban ini dan satunya lagi di Republik Palau, Kepulauan Pasifik. Wah, benar-benar mengagumkan, tidak sabar rasanya menjadi temannya spongebob, berburu ubur-ubur...
Masalah ternyata bukan Cuma sebelum pemberangkatan, tapi ketika sudah sampai di Derawan pun rasanya masalah belum mau juga beranjak. Kali ini masalahnya berhubungan dengan budjet alias money. Karena ada beberapa kegiatan di luar rencana, uang tunai kami sudah menipis, dan di sini nggak ada ATM. Dapat pelajaran lagi, kalau pergi berwisata ke daerah yang tidak tersedia Bank atau ATM, jangan bawa uang tunai yang benar-benar mepet, siapa tahu terjadi hal-hal yang di luar dugaan. Keberangkatan ke Kakaban pun terancam batal, wah rugi deh. Setelah diatur2 budjetnya, akhirnya diputuskan untuk tetap pergi ke Kakaban dengan mengorbankan anggaran transport pulang. Transport pulang bisa dibayar di Tanjung Redeb nanti, disana kan udah ada ATM, sip lah. Rencana besok untuk pergi ke Pulau Kakaban pun sudah beres. Pagi hari, saat aku akan jalan-jalan lihat sunrise, sepertinya penyakitnya si aldo kambuh, dia kembali menggigil seperti ketika akan berangkat ke sini 2 hari lalu. Wah, terancam gagal lagi ni rencana ke Pulau Kakaban. Namun menjelang siang dia sudah agak baikan dan siap berangkat lagi, penyakit yang aneh.
Oya, di atas aku sudah nulis kalau di tempat ini banyak bulenya. Tiba-tiba terbersit ide cerdas untuk mengatasi masalah keuangan kami. Eits, bukan mau ngutang lho, apalagi nyuri bule-bule itu. Begini ceritanya. Kebetulan sehari sebelumnya ada sepasang bule yang baru datang, mereka cukup ramah. Pagi ini sambil minum teh, kami sedikit basa-basi ngobrol dengan mereka. Setelah itu baru ke pokok permasalahan. Kami menanyakan apakah hari ini mereka ada acara, mereka bilang hari ini mereka mau snorkling aja. Wah, kebetulan ni, lalu kami tawarkan untuk bersama-sama ke Kakaban dengan patungan biaya transportnya. Mereka setuju, bahkan sangat senang sekali ketika kami akan pergi ke Kakaban, ternyata mereka sudah cukup tahu info tentang Pulau Kakaban dengan danau dan ubur-uburnya. Amazing, katanya. Okelah kalau begitu, mari bersiap-siap.
Sambil menunggu speedboat dan makanan, aku bercerita-cerita dengan salah satu bule itu, tentunya dengan bahasa inggrisku yang amburadul, nggak tau dia paham apa nggak yang aku omongin, he...he... Oya, bule2 itu merupakan sepasang kekasih dari London, Inggris, namanya James & Amy. Mereka berumur 28 & 29 tahun, masih cukup muda. Hal yang sangat menarik dari cerita si James adalah bahwa mereka berdua liburan selama 7 bulan, hampir keliling dunia. Dimulai pada Bulan Januari, mereka memasuki asia barat, asia timur, lalu ke asia tenggara, habis dari Indonesia ini katanya langsung keTimor Leste, Australia, New Zealand dan terakhir Amerika, baru pulang ke Inggris pada Bulan Juli nanti. Benar-benar perjalanan panjang yang menyenangkan. Kapan ya bisa seperti mereka, wong diriku Indonesia aja belum khatam. Persiapan mereka mulai dari nabung dan segala macemnya itu katanya sekitar6-7 tahun. Wih, lama juga ya. Bule2 kalau mau liburan emang nggak nanggung2. Bagi mereka liburan ke luar negri itu sudah seperti kebutuhan pokok, jadi bener2 dipersiapkan secara matang. Kadang tidak peduli berapa banyak uang habis buat liburan, yang penting happy-happy. Seperti kata bule lain yang tinggal di sebelah kamar kami, dia bilang kalau liburan tapi masih mikirin takut uang habis atau apalah, mending nggak usah liburan sekalian. Kalau liburan ya liburan, lupakan masalah uang, nanti setelah pulang dari liburan baru mikir uang, kerja lagi cari uang, begete katanya.Hmmm, kayanya boleh juga tu prinsip si bule, he...he... Kembali ke si James tadi. Katanya dia sangat kagum pada Indonesia, alamnya yang indah, masyarakatnya yang ramah, biaya hidup yang relatif murah, dsb. Tidak seperti London, yang sumpek, macet, bising dan banyak polusi. “Indonesia is my favorite country, Indonesian people is very friendly”, begitulah kira-kira ucapannya waktu itu. Ya begitulah james, karena alamnya indah dan kaya, dari dulu sampai sekarang Indonesia jadi sasaran penjajah, karena orangnya terlalu ramah, walaupun kekayaan alam Indonesia dijarah bangsa lain, orang indonesia masih terlihat sumringah, walaupun sebenarnya sudah nangis darah, kelakuan pejabat-pejabatnya bikin pengen muntah. Ah, negeri ini emang negri para bedebah. Sebagai orang Inggris tentu saja James dan Amy menyukai sepakbola. Mereka menyukai klub-klub London karena mereka emang orang London. Si James merupakan fans berat Tottenham Hotspurs. Makanya ketika mendengar bahwa Spurs melaju ke perempat final Liga Champion dengan menyingkirkan AC Milan, dia sangat senang sekali. Sedangkan si Amy merupakan fans The Blues, Chelsea, sama kaya aku dong, he...he... setelah dari Derawan ini mereka katanya mau langsung ke Surabaya, Bali, Lombok, Pulau Komodo, baru ke Negara lain. Sebenarnya mereka ingin sekali pergi ke Sumatra, namun karena waktunya terbatas terpaksa ditunda dulu. May be nextime katanya. Okelah james, see you next time in Sumatra... See you next time in London...
Setelah semuanya beres, kami pun akhirnya meluncur ke Pulau Kakaban. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1 jam. 1 jam yang terasa lama, mungkin karena ingin cepat-cepat sampai jadinya terasa lama. Kira-kira 100 meter sebelum sampai Pulau Kakaban, terlihat betapa indahnya pulau itu, pantai dengan pasir putih, laut jernih yang banyak terdapat terumbu karang dan ikan, benar-benar indah ciptaanMu ini Ya Khalik. Tak henti-hentinya aku berdecak kagum, seindah-indahnya pantai di Jawa yang pernah aku kunjungi, rasanya kalau dibandingkan pantai di Kepulauan Derawan ini nggak ada apa-apanya. Pantai-pantai disini benar-benar bersih, asli dan eksotis. Bule2 itu juga tidak henti-hentinya berdecak kagum terhadap keindahan Kepulauan Derawan. Amazing, wonderful, exellent, itulah kata-kata yang sering mereka ucapkan. Sampai di Pulau Kakaban, kami langsung fokus pada tujuan utama, yaitu membantu spongebob berburu ubur-ubur, ha..ha... untuk pergi ke danau, kita harus menaiki tangga yang sudah disediakan. Kira2 jalan kaki 5 menit, kami pun sudah sampai di tempat yang sangat indah ini, danau Kakaban. Ayo spongebob dan patrick, kita berburu ubur-ubur!!!!!!
Meskipun belum puas dan memang tidak akan pernah puas, terpaksa kami meninggalkan danau dan ubur-uburnya. Menikmati pantai dan pemandangan lautnya, sayang ada yang agak “annoying” sedikit, 5 bule pada berjemur, he...he... agak heran juga kenapa bule-bule itu seneng banget berjemur, padahal cuaca lagi puanas banget. Dengan berat hati Pulau Kakaban pun kami tinggalkan dengan berjuta kesan yang mendalam terhadap pulau ini, see you next time Kakaban...
Ni dia penampakan kakaban dai isinya....



makan2 dulu...


bermain dengan ubur-ubur...


tangkap lagi..




puas setelah melihat alam bawah laut...



Waktu 2 hari memang bukan waktu yang cukup untuk mengelilingi Kepulauan Derawan, tapi lumayanlah, kali ini dapat 2 pulau, mudah-mudahan lain waktu bisa mengelilingi semuanya, amin...

Jumat, 16 April 2010

Mencintai pekerjaan

Bila anda tidak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang – orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan pekerjaan pun jadi menggembirakan.

Bila anda tidak bisa mencintai rekan – rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas – tugas dengan lebih baik lagi.

Bila toh anda tidak juga bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga.

Namun bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda : tanaman penghias meja, cicak di dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja.

Bila anda tidak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda masih disitu? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai , lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus...
(sumber : unknown)

Pada bagian mana anda mencintai pekerjaan anda???


Pada bagian mana aku harus mencintai pekerjaanku ??? Hmmmm.......

Sabtu, 16 Januari 2010

Siapakah Pahlawanmu???

Setelah Gus Dur meninggal, beberapa pihak sepakat untuk mengajukan pada pemerintah supaya Gus Dur ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Menurut mereka, Gus Dur sudah banyak berjasa bagi negara ini, pemikirannya tentang pluralisme juga dianggap sangat tepat ditengah kemajemukan Bangsa Indonesia (really??? I don’t think so.). Gus Dur merupakan Presiden Indonesia ke – 4, periode 1999 – 2004. Namun dikala menjadi presiden lebih banyak tindakannya yang menimbulkan kontroversi, akhirnya Gus Dur pun dilengserkan sebelum masa baktinya habis dan diganti oleh deputinya, Megawati. Pihak lain pun juga ada yang mengajukan Pak Harto sebagai Pahlawan Nasional. Menurut mereka Pak Harto juga telah banyak berjasa bagi Bangsa Indonesia, bahkan sempat diberi gelar Bapak Pembangunan, meskipun juga banyak sekali tindakannya yang sangat kontroversial dan akhirnya beliau pun lengser keprabon. Memang sangat disayangkan bahwa Presiden Indonesia ke-2 dan ke-4 ini lepas dari jabatannya dengan cara yang tidak mengenakan. Uniknya, lengsernya kedua presiden ini tidak lepas dari seorang tokoh bernama Amien Rais. Sebelum meninggal Gus Dur sempat mengatakan bahwa orang yang paling bertanggung jawab atas kelengserannya adalah Amien Rais. Begitu juga dengan lengsernya Pak Harto yang salah satunya disebabkan demonstrasi ribuan mahasiswa yang menuntut reformasi. Amien Rais dan beberapa tokoh lainnya seperti Megawati, Sri Sultan, Sri Bintang Pamungkas (kalau tidak salah) adalah orang yang mendesak terjadinya reformasi.

Layakkah mereka berdua menjadi Pahlawan Nasional? Au ah... Tapi ada yang bilang gini, "Kalau semua mantan presiden dijadikan Pahlawan Nasional, kasihan anak cucu kita nanti, hafalan pahlawan nasionalnya tambah buanyak", hi....hi.....
Saat ini aku bukan mau membicarakan Gus Dur dan Pak Harto, juga Pak Amin Rais. Aku hanya ingin membicarakan tentang pahlawanku... siapakah pahlawanmu???

Waktu kecil, sosok pahlawan yang ada dalam bayanganku adalah sosok yang kuat, jagoan, pembela kebenaran, membantu orang, berjasa bagi banyak orang, ya mungkin seperti ksatria baja hitam, pasukan turbo, power rangers, sampai wiro sableng, si buta, brama kumbara dan sebagainya. Atau mungkin kalau di zaman sekarang ya seperti naruto, avatar, inuyasa, sampai sponge bob, he2.... salahkah persepsi seperti ini? Mungkin tidak, hanya perlu diluruskan, karena pahlawan seperti ini hanya fiksi, bukan sebenarnya.

Seseorang mempunyai pahlawannya sendiri dengan kriteria yang mungkin berbeda setiap orang. Saya juga mempunyai kriteria sendiri untuk seorang pahlawan. Menurut saya, pahlawan itu adalah orang yang berbuat sesuatu untuk orang lain dengan ikhlas, bahkan juga bisa membuat orang lain lebih maju. Selama menjalani hidup, banyak sekali pahlawan disekitarku, berkat jasa-jasanya orang lain bisa merasakan kenyamanan, keamanan dan kemajuan.
Dalam hal ini aku mempunyai seorang sosok yang menurutku beliau adalah seorang pahlawan. Pak Iwan, begitulah beliau biasa dipanggil. Beliau adalah seorang pendidik di sekolah menengahku dulu. Seorang guru yang sederhana, ramah, cerdas dan serba bisa, sosok guru ideallah menurutku. Beliau juga bisa memotivasi siswa – siswanya supaya lebih maju. Tanpa bermaksud mengecilkan peran guru – guru yang lain, menurutku beliau adalah guru yang sangat berpengaruh terhadap siswa – siswanya, terutama aku. Pemikirannya selalu maju, mengenalkan kami pada hal – hal yang jauh dari pengetahuan kami, sehingga kami pun lebih terpacu lagi untuk belajar. Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang mengagumkan dari beliau, tapi sulit untuk menuliskannya, mungkin karena aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata, he2... Sudah beberapa tahun aku tidak berjumpa beliau, dan aku pun tidak tahu sekarang beliau ada di mana. Buat Pak Iwan, dimanapun Bapak berada, jasa – jasa Bapak tidak akan pernah terlupakan, terima kasih semuanya Pak. Bapak dan guru – guru lain adalah pahlawan, meskipun kata orang pahlawan tanpa tanda jasa. Walaupun tanpa tanda jasa, namun jasa – jasamu semoga dicatat sebagai amal sholeh, dan itu jauh lebih baik dari sekedar “tanda”.

Tentunya bukan hanya beliau yang kuanggap sebagai pahlawan, masih banyak lagi. Orang tua? Pasti. Merekalah orang yang paling berjasa dalam hidupku, tanpa mereka mungkin aku tidak ada di dunia ini. Selain itu juga para guru – guru, dosen – dosen, teman – teman, dan semuanya yang telah berjasa, kalian adalah pahlawan..!!!! You are hero..!!!
So, who is your hero???

Senin, 19 Oktober 2009

Kumpulan tips motivasi Mario Teguh

Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil

Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan

Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu

Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah

Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda

Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.

Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat

Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan

Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai

Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang

Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri

Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan

Senin, 24 Agustus 2009

Bercermin Diri (Sebuah Renungan)

Bercermin diri...

Tatkala kudatangi sebuah cermin...
Tampak sosok yang sangat lama kukenal,
Dan sangat sering kulihat,
Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat.

Tatkala kutatap mata, nanar...
Hatiku bertanya,
Mata inikah yang akan menatap perahu kelezatan dan penuh kerinduan?
Menatap Allah, menatap Rasullulloh, menatap kekasih – kekasih Alloh kelak?
Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, meleleh, terburai menatap bara jahanam?
Akankah mata atau nikmat maksiat ini akan menyelamatkan?
Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini?

Tatkala kutatap mulut...
Hatiku bertanya,
Apakah mulut ini yang kelak akan terdesah, penuh kerinduan, mengucap “LAAILAAHAILLALLAAH” saat malaikat maut datang menjemput?
Ataukah mulut penghangus penghancur setiap usus?
Apakah gerangan yang kau ucapkan wahai mulut yang mangap?
Berapa banyak dusta yang kau ucapkan?
Berapa banyak hati - hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam?
Berapa banyak kata-kata semanis madu yang palsu, yang kau ucapkan untuk menipu?
Betapa jarangnya engkau jujur,
Betapa langkanya engkau menyebut nama Tuhanmu dengan tulus,
Betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu.

Tatkala kutatap wajah...
Hatiku bertanya,
Apakah wajah ini wajah yang kelak akan bercahaya, bersinar indah di syurga sana?
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam?
Akankah wajah ini berseri – seri, bersinar cerah ketika berjumpa denganMu?
Atau wajah yang akan suram, murung karena menanggung malu yang tak terkira?
Wahai wajah,
Betapa susahnya engkau tersenyum pada saudaramu,
Betapa mudahnya engkau bermuka masam pada saudaramu,
Betapa susahnya engkau bersedih, menangis, menyesali dosa-dosamu yang tak terhingga.

Tatkala kutatap tubuhku...
Hatiku bertanya,
Apakah tubuh ini yang kelak akan penuh cahaya, bersinar, bersuka cita, bercengkrama di syurga?
Atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur, mendidih di dalam lahar membara jahannam, terpanggang tanpa ampun,
Derita yang tak kan pernah berakhir. Naudzubillah...
Wahai tubuh,
Berapa banyak maksiat yang kau lakukan?
Berapa banyak orang – orang yang kau dzolimi dengan tubuhmu?
Berapa banyak hamba – hamba Allah yang lemah yang kau tindas dengan kekuatanmu?
Berapa banyak pintu pertolongan yang kau acuhkan tanpa peduli, padahal engkau mampu,
Berapa banyak hak-hak yang kau rampas,

Ketika kutatap tubuh,
Seperti apakah gerangan isi hatimu?
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu?
Atau seburuk daki-daki yang melekat di tubuhmu?
Apakah hatimu segagah ototmu?
Atau sama dengan daun-daun yang mudah rontok?
Apakah hatimu seindah penampilanmu?
Atau sebusuk kotoranmu?

Betapa beda apa yang tampak dicermin dengan apa yang tersembunyi,
Betapa beda, beda sekali apa yang tampak dicermin dengan apa yang tersembunyi.

Oh...
Betapa kulihat selama ini hanyalah topeng belaka,
Betapa pujian yang berhambur hanyalah memuji topeng,
Betapa yang indah hanyalah topeng,
Sedangkan aku hanya seonggok sampah busuk yang terbungkus,
Aku tertipu, aku malu ya Alloh...
Aku tertipu...

Ya Allah, selamatkan kami yang hina ini...
Aamiin. Ya robbal’alamiin...

(By : Aa Gym, dengan modifikasi dan tambahan)

Minggu, 16 Agustus 2009

Kepompong Ramadhan

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Albaqoroh : 183)”

Beberapa hari lagi bulan yang sangat dinanti-nantikan akan segera tiba, yaitu bulan Ramadhan. Bulan ke-9 tahun hijriah ini merupakan bulan yang sangat istimewa, terutama bagi umat Islam. Bulan yang penuh keutamaan, pengampunan, keberkahan, dsb. Merugilah orang yang menyia-nyiakannya.

Bulan Ramadhan merupakan sebuah fase yang tepat untuk merubah diri atau metamorfosis, layaknya sebuah proses metamorfosis pada ulat. Sebelum Ramadhan mungkin diri kita sangat kotor, penuh dengan dosa-dosa yang tak terhitung jumlahnya laksana ulat yang berbulu, kotor, menjijikkan dan menakutkan. Memasuki bulan Ramadhan hendaknya kita benar – benar menjalani proses merubah diri menjadi lebih baik dengan banyak melakukan ibadah laksana ulat yang bermetamorfosis menjadi kepompong yang terlindungi dari suasana luar, dari bahaya luar, penuh konsentrasi untuk merubah diri. Setelah itu mudah-mudahan kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya, menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, laksana kepompong yang bermetamorfosis menjadi kupu – kupu yang cantik, menari dengan gemulai, enak dipandang, terbang kesana – kemari di taman bunga bermekaran yang indah dan harum.

Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan bulan ini dengan sebaik – baiknya, sehingga kita semakin dekat denganNya. Ya Allah, sampaikanlah kami pada Bulan ramadhan dan beri kami kekuatan untuk selalu istiqomah berada di jalan yang engkau ridhoi... aamiin.

Teruntuk orang yang sering melewatkan bulan ramadhan dengan percuma (especially for my self).

Selasa, 14 Juli 2009

Geologi dalam Peradaban Islam

Geologi merupakan cabang ilmu alam yang mempelajari bumi, komposisinya, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dan proses asal mula terbentuknya bumi serta sejarah perkembangannya. Studi ini mendapat perhatian penting dari para ilmuwan Muslim di zaman kekhalifahan.

Ilmu ini dipandang memiliki kegunaan dan manfaat yang begitu besar. Betapa tidak. Geologi mampu membantu peradaban Manusia dalam menemukan dan mengatur sumber daya alam yang ada di bumi, seperti minyak bumi, batu bara, dan juga metal seperti besi, tembaga, emas dan uranium.

Selain itu, studi yang dikembangkan para saintis Islam itu juga sangat membantu dalam menemukan zat mineral lainnya yang memiliki nilai ekonomi, seperti: asbestos, perlit, mika, fosfat, zeolit, tanah liat, pumis, kuarsa, dan silika, dan juga elemen lainnya seperti belerang, klorin, dan helium. Sejak era kekhalifahan, umat Islam telah mampu menemukan ladang minyak serta besi, emas dan lainnya.

Adalah ilmuwan Barat bernama Fielding H Garisson yang menyatakan bahwa studi geologi modern dimulai pada era kekhalifahan. Dalam bukunya berjudul History of Medicine, Garisson mengatakan, “Umat Islam di abad pertengahan tak hanya mengawali berkembangnya aljabar, kimia dan geologi. Namun, juga telah meningkatkan dan memuliakan peradaban.”

Abdus Salam (1984) dalam Islam and Science menyatakan bahwa Abu al-Raihan al-Biruni (973-1048 M) merupakan geolog Muslim perintis yang berjasa mendirikan studi geologi modern. Secara mendalam, ilmuwan Muslim abad ke-11 M itu menulis tentang geologi India. Al-Biruni melontarkan sebuah hipotesis bahwa anak benua India awalnya adalah sebuah lautan.

"Jika Anda melihat tanah India dengan mata sendiri dan mengamati alamnya, sebenarnya daratan India awalnya adalah laut,” papar al-Biruni dalam Book of Coordinates. Ia juga menuturkan bahwa keberadaan kerang dan fosil di wilayah negeri Hindustan menunjukkan bahwa kawasan itu adalah lautan yang kemudian meningkat menjadi daratan kering.

Berdasarkan penemuannya itu, al-Biruni menyatakan bahwa bumi secara konstan mengembang. Temuannya itu memperkuat pandangan Islam yang menyatakan bahwa bumi tak kekal. Teori bumi tak kekal yang dilontarkan al-Biruni itu berlawanan dengan keyakinan ilmuwan Yunani Kuno yang berpendapat bahwa bumi itu kekal.

Al-Biruni pun lalu menyatakan bahwa bumi juga memiliki usia. Pendapat sang ilmuwan Muslim di era kekhalifahan itu terbukti. Para Geolog modern akhirnya membuktikan pendapat itu dengan menyatakan usia Bumi diperkirakan sekitar 4,5 miliar (4,5x109) tahun.

Ilmuwan Muslim legendaris, Ibnu Sina (981-1037) juga turut memberi kontribusi yang amat penting bagi studi geologi. Avicenna – begitu masyarakat Barat biasa menyebutnya -- menamakan geologi sebagai Attabieyat. Dalam bab lima ensiklopedia berjudul Kitab al-Shifa, Ibnu Sina menjelaskan tentang mineralogi, meteorologi.

Selain itu, bab keenam Kitab Al-Shifa, juga mengupas berbagai hal tentang bumi dan proses pembentukannya. Secara rinci dan lugas, Ibnu Sina membahas tentang; pembentukan gunung; manfaat gunung dalam pembentukan awan: sumber-sumber air, asal muasal gempa bumi; pembentukan mineral-mineral; serta keanekaragamaan lahan tanah di bumi.

Pemikiran Ibnu Sina tentang geologi ternyata sangat berpengaruh terhadap peradaban Barat. Berkat jasa Avicenna-lah, masyarakat Barat kemudian mengenal hukum superposisi, konsep katastropisme (bencana besar) serta doktrin uniformitarianism. Buah pikir Ibnu Sina juga banyak mempengaruhi ilmuwan Barat bernama James Hutton dalam mencetuskan Teori Bumi pada abad ke-18 M.

Secara terang-terangan, dua akademisi Barat bernama Toulmin dan Goodfield (1965), menjelaskan sumbangsih yang diberika Ibnu Sina bagi studi geologi modern. “Sekitar abad ke-10 M, Avicenna telah melontarkan hipotesis tentang asal-muasal bentangan gunung. Padahal, 800 tahun kemudian, pemikiran seperti itu masih dianggap radikal di dunia Kristen,”” papar Toulim dan Goodfield.

Tak cuma itu, metodelogi ilmiah serta observasi lapangan yang dikembangkan Ibnu Sina hingga kini masih tetap menjadi bagian yang penting dalam investigasi geologi modern. Studi geologi juga sebenarnya secara lusa tercantum dalam Alquran. Dalam Surat Al-Hijr ayat 19 Allah SWT berfirman: “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.

Dalam Surat An-Nahl ayat 15, Sang Khalik juga berfirman: “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.” Ayat-ayat inilah yang kemungkinan memberi inspirasi bagi para ilmuwan Muslim untuk mengkaji studi geologi.

Sumbangan lainnya yang didedikasikan ilmuwan Muslim untuk studi geologi adalah penemuan kristalisasi dalam proses pemurnian. Terobosan penting yang dilakukan Jabir Ibnu Hayyan – saintis pada abad ke-8 M – itu sangat penting dalam kristallogi. Bapak Sejarah Sains, George Sarton menegaskan bahwa Jabir Ibnu Hayyan juga turut berkontribusi dalam geologi.

“Kami menemukan dalam tulisannya (Jabir) pandangan tentang metode penelitian kimia, sebuah teori pembentukan logam pada lapisan tanah, ” papar Sarton. Dalam risalah yang ditulisnya, papar Sarton, Jabir Ibnu Hayyan menyatakan bahwa pada dasarnya terdapat enam logam yang berbeda, akibat adanya perbedaan perbandingan sulfur dan merkuri pada keenam jenis logam itu.

Bila kita simak secara teliti, studi geologi mendapat perhatian dalam Alquran. Selain banyak memaparkan tentang gunung, ayat suci Alquran juga membahas tentang tanah. Dalam surat Al-A'raaf ayat 58, Allah SWT berfirman, “Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.”

Dalam ayat lainnya, Alquran juga menjelaskan adanya kandungan penting dalam tanah. “Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.” (QS:Thaahaa:ayat 6). Allah SWT juga berfirman dalam Surat Al-Kahfi ayat 41, “Atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi". hri


Sumbangsih Saintis Muslim bagi Geologi

Sejarah mencatat begitu banyak ilmuwan Muslim yang mengkaji geologi di era keemasan Islam. Menurut Guru Besar Universitas Yordania, Prof Abdulkader M Abed, para saintis Islam itu mengkaji tema-tema khusus seperti mineral, batu-batuan serta permata. Sayangnya, kebanyakan risalah itu banyak yang hilang dan tak eksis lagi.

Berikut ini beberapa ilmuwan Muslim yang mengkaji geologi:

* Yahya bin Masawaih (wafat 857 M): Dia menulis tentang permata dan kekayaannya.

* Al-Kindi (wafat 873 M): Menulis tiga risalah. Salah satu karyanya yang terbaik berjudul "Gems and the Likes".

* Al-Hasan Bin Ahmad al-Hamdani(334 H): Menulis tiga buku mengenai metode eksplorasi emas, perak, permata dan bahan mineral lainnya.

* Ikhwaan As-Safa (pertengahan abad ke-4 H): Menulis ensiklopedia yang berisi bagian-bagian minelar serta klasifikasinya.

* Abu Ar-Rayhan Mohammad Bin Ahmad al-Biruni: (wafat 1048 M): Adalah ahli minerallogi terhebat sepanjang seharah peradaban Islam. Selain menulis Book of Coordinates, dia juga menyusun buku berjudul Al-Jamhir fi Ma'rifatil Al-Jawahir. Yang mengupas tentang cara mengenali permata. Buku itu dinilai sebagai kontribusi terbaik yang disumbangkan perdaban Islam bagi studi minerallogi.

* Ahmad Bin Yousef Al-Tifashi: Ia menulis kitab Azhar Al-Afkar fi Jawahir Al-Ahjar yang berisi tentang cara mengenali batu-batu mulia.

* Mohammad Bin Ibrahim Ibnu Al-Akfani (wafat 1348A): menulis buku berjudul Nukhab Al-Thakhair fi Ahwaal Al-Jawahir. Mengupas karakteristik batu-batu mulia. hri


Mineralogi di Era Kekhalifahan

Para ilmuwan Muslim di abad ke-10 hingga 11 M banyak menaruh perhatian untuk meneliti dan menulis risalah tentang mineralogi. Studi mineralogi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari geologi. Sebab, mineralogi merupakan cabang geologi yang berfokus pada sifat kimia, struktur kristal, dan fisika dari mineral.

Studi ini juga mencakup proses pembentukan dan perubahan mineral. Sekitar 10 abad yang lalu, para saintis Muslim sudah mampu mengidentifikasi beragam jenis mineral. Mereka mendedikasikan dirinya untuk mempelajari mineral. Al-Biruni dikenal sebagai pakar mineralogi Muslim yang paling hebat dalam sejarah peradaban Islam.

Di zaman itu, para ilmuwan Islam sudah mampu menjelaskan komposisi kimia dan struktur kristal. Batu permata dan batu mulia dinilai para ilmuwan Muslim sebagai jenis mineral yang khusus. Intan, batu nilam, jamrud serta yang lainnya digolongkan ke dalam mineral. Sejak zaman dahulu batu-batu mulia itu menjadi lambang kemewahan raja-raja dan para wanita.

Sumbangan peradaban Islam dalam bidang mineralogi tak lepas dari keberhasilan umat Islam menguasai wilayah-wilayah penting seperti Mesir, Mesopotamia, India dan Romawi. Peradaban wilayah itu sebelumnya juga telah mengenal beragam jenis mineral, batu mulia, dan permata. Karya-karya terdahulu itu lalu dikembangkan dan diteliti lebih lanjut oleh para ilmuwan Muslim.

(http://www.republika.co.id/koran/36/61774/Geologi_dalam_Peradaban_Islam)

Rabu, 01 Juli 2009

Kriteria pemimpin menurut Islam

Detik – detik menuju hari H pemilihan pemimpin (presiden) kian dekat. Sebagian calon pemilih sudah menentukan siapa calon pemimpin pilihannya, tapi masih banyak juga yang masih bingung. Selain itu, banyak juga yang memilih untuk tidak memilih, baik karena kemauan sendiri maupun karena keadaan yang membuat mereka tidak bisa memilih. Memilih memang bukan perkara mudah, apalagi kalau mungkin pilihan yang diberikan tidak ada yang sesuai dengan hati nurani. Sebagian mengatakan kalau pilihan yang ada merupakan yang terbaik, jadi memilih yang paling baik dari yang baik. Namun ada juga yang berpendapat sebaliknya, memilih yang paling sedikit jeleknya dari yang jelek. Apapun alasannya, kita tetap butuh pemimpin, apalagi negara sebesar ini, kalau tidak ada pemimpin, tentu akan kacau balau. Mudah – mudahan pemimpin yang terpilih merupakan pemimpin yang cerdas, jujur, amanah sehingga bisa membawa bangsa ini menjadi lebih baik.

Walaupun sistem pemerintahan dan negara kita belum sepenuhnya sesuai dengan Islam, tetapi tentu saja kita menginginkan pemimpin yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan Allah dan Rasululloh. Berikut adalah kriteria pemimpin menurut Islam, berdasarkan Alqur’an dan Assunah (Dikutip dengan berbagai tambahan dari majalah “FATAWA”)

1.Beriman dan bertaqwa kepada Allah

“Janganlah orang – orang mukmin mengambil orang – orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang – orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allahkecuali karena (siasat) memelihara diri dari suatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)”. (QS.Ali Imran : 28)

2.Berilmu
Ilmu penting dimiliki karena dengan ilmu seorang pemimpin bisa mengeluarkan ijtihad dan solusi dalam menyelesaikan masalah umat agar tidak terjadi kedzaliman.
“............. sesungguhnya Alloh telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa......... (QS.Albaqarah : 247)

3.Memiliki kekuatan fisik dan mental (sehat jasmani dan rohani)

Dengan sehat jasmani dan rohani seorang pemimpin dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan bisa mengetahui dengan jelas kebutuhan rakyat.
Sesungguhnya orang yang paling baik engkau tugaskan adalah yang kuat”.... (QS. Al-Qashash : 26)

4.Bersikap adil, jujur dan dapat dipercaya

Pemimpin adalah teladan bagi rakyat sehingga dituntut seorang yang jauh dari sifat zhalim dan suka bermaksiat. Keadilan hanya bisa diperoleh dari pemimpin yang adil, jujur dan terpercaya. Sifat terpercaya berkaitan dengan kemampuan mengendalikan diri, tidak menyelewengkan jabatan untuk mencari keuntungan secara tidak sah.
Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menunaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan menyuruh apabila kamu menetapkan hukum diantara manusia, supaya menetapkan dengan adil”. (QS.Annisa : 59)
Orang yang bakal paling dikasihi oleh Allah dan yang paling dekat disisiNya kelak pada hari berhisab ialah pemimpin yang adil, dan orang yang bakal dibenci Alloh pada hari berhisab dan bakal menerima siksa adzab yang sangat pedih adalah para pemimpin yang zhalim”. (HR.Tirmidzi).

5.Konsekuen memikul tanggung jawab
Maksudnya adalah melaksanakan aturan – aturan yang ada dengan sebaik-baiknya dan bertanggungjawab terhadap peraturan yang dibuat. Tentunya peraturan yang dibuat itu berpihak kepada kebaikan rakyat dan tidak bertentangan dengan hukum Alloh dan rasul-Nya.

6.Tegas dan menegakkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar
Semoga Allah melindungimu dari pemimpin yang bodoh!. Ka’ab bertanya, “Siapakah pemimpin yang bodoh itu, wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab, ‘Yaitu para pemimpin sesudahku yang tidak mau mengambil petunjukku, tidak pula mau menetapkan ajaranku. Barangsiapa membenarkanperilaku pemimpin tersebut dengan segala kebohongannya dan membantu perilaku zhalimnya, maka mereka bukan termasuk umatku dan aku bukan termasuk golongan mereka. Dan kelak mereka tidak akan pernah mencicipi haudh (telagaku). Sementara yang tidak membenarkan segala kebohongan yang diperbuat pemimpin tersebut dan tidak pula membantu perilaku zhalimnya, maka mereka termasuk umatku dan akupun termasuk golongannya. Kelak mereka akan meminum air telagaku. (HR. Muslim)

Uraian di atas mungkin sebuah kriteria ideal suatu calon pemimpin. Mungkin saat ini tidak ada calon pemimpin yang benar – benar ideal, tapi paling tidak mendekati, dengan kata lain harus memenuhi hal – hal yang paling mendasar dari kriteria – kriteria di atas. Selain itu, sebenarnya kepemimpinan bukanlah merupakan sesuatu hal yang harus diperebutkan, melainkan suatu amanah yang sebenarnya berat untuk dipikul. Kita mungkin sudah pernah baca sejarah setelah rasullullah wafat. Para sahabat ketika itu tidak saling berebut untuk menjadi pemimpin, bahkan mereka saling memberikan atau menyerahkan kepemimpinan kepada sahabat yang lain, karena mereka merasa sahabat yang lain lebih mampu untuk memegang tampuk kepemimpinan setelah rasullullah. Hal ini sesuai dengan sabda nabi kita :
Kami tidak mengangkat orang yang berambisi berkedudukan”. (HR.Muslim)
Nah, sudah jelas kan kriteria calon pemimpin menurut Islam? Jadi apakah ada calon2 presiden kita yang memenuhi atau paling tidak mendekati??? Jawaban ada ditangan anda..... (^_^)