Senin, 22 Agustus 2011
Wahai engkau gadis bersahaja
Aku tak tahu kapan tepatnya kenal dirimu. Tiba-tiba engkau datang dikehidupanku dan "menemani" hari- hariku.
Saat pertama bertemu, sebenarnya tidak ada sesuatu yang luar biasa. Aku melihatmu sebagai seorang gadis yang bersahaja, enak diajak ngobrol dan tampaknya gadis yang baik. Tidak ada obrolan istimewa saat itu, hanya ngobrol-ngobrol biasa saja. Namun, saat itu aku menilaimu bahwa engkau adalah gadis yang baik.
Sejak saat itu, kita sering berkomunikasi dan aku semakin mengenalmu. Dari rasa yang biasa saja menjadi sebuah kekaguman yang luar biasa. Engkau adalah gadis yang mandiri, berani dan penyayang keluarga. Ingin rasanya lebih lagi mengenal "siapakah gerangan dirimu?".
Komunikasi kita tidaklah putus meskipun dipisahkan oleh jarak dan waktu yang cukup jauh. Sebenarnya kita sempat kehilangan kontak ketika aku ditempatkan di "remote area". Tidak ada sinyal HP sama sekali. Namun hal itu tidak memutuskan komunikasi diantara kita.
Seiring berjalannya waktu, hubungan kita semakin "dekat", aku mulai mengenalmu, kelebihan dan kekuranganmu. Sebagai anak pertama, engkau memiliki sifat ingin menang, ego tinggi. kadang-kadang engkau juga cepat ngambek dan merajuk. Selain itu engkau juga manja (anak pertama kok manja sekali), juga sangat ingin diperhatikan sekali, dicuekin sedikit pasti ngambek. Dibalik sifat-sifatmu yang menyebalkan itu engkau adalah gadis yang hebat. Engkau adalah gadis yang mandiri, berani, bertanggungjawab, penyayang dan punya visi misi hidup yang luar biasa. Mempunyai mimpi-mimpi yang luar biasa pula. Ingin rasanya aku menjadi bagian dari proses dalam engkau mewujudkan mimpi-mimpimu.
Sejak kenal dirimu, hidupku jadi lebih berwarna. Mungkinkah dirimu yang dikirimkan Alloh untuk mndampingi hidupku? Itulah pertanyaan yang ada dibenakku ketika aku ingat dirimu. Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan. Itulah waktu yang telah kita lalui "bersama". Akhirnya aku menemukan jawaban dari pertanyaanku itu.
Dengan mengharap ridho Alloh dan restu kedua orang tua kita, akhirnya kukatakan kepadamu, " Maukah engkau menjadi ibu dari anak-anakku, menjadi pendamping hidupku disaat senang dan susah? Maukah engkau menjadi istriku?
(JK)
Jumat, 18 Maret 2011
Tour The Derawan & Kakaban Island
“Masak udah 1 tahun lebih kerja di Berau tapi belum pernah ke Derawan”, begitulah kira2 perkataan temanku waktu itu. Hmmm.., bener juga ya, teman-temanku yang di Jawa aja banyak yang pengen ke Derawan, namun karena jauh meraka jadi agak susah untuk datang, sedangkan aku kan lagi di Berau, nggak jauh dari Derawan, masak belum pernah ke Derawan, rugi sekali dong. Lalu aku pun mulai mencari-cari teman untuk pergi kesana, tentunya teman yang waktu cutinya bersamaan. Seorang teman pun mengusulkan Bulan Agustus untuk ke sana, sebelum puasa. Yah, masih lama, kalau terlalu lama direncanakan biasanya malah nggak jadi. Mudah-mudahan rencana ini benar-benar terlaksana.
Singkat cerita, tidak harus menunggu bulan Agustus, kami pun bersepakat untuk pergi ke Derawan waktu cuti bulan Maret ini. Pada awalnya ada 5 orang yang mau berangkat, namun karena sesuatu dan lain hal, jadi tinggal 3 orang. Padahal 5 orang ini merupakan jumlah yang pas, bahkan sangat pas. Oya, sekedar informasi, kalau mau pergi ke Derawan dengan menghemat biaya, berangkatlah 5 orang. Karena 5 orang ini jumlah maksimal penumpang dalam speedboat, walaupun cuma 1 orang bayarnya sama dengan isi 5 orang, karena speedboat di Derawan sistemnya nyewa, bukan trip reguler. 5 orang juga jumlah yang pas dalam 1 mobil sewaaan, tidak terlalu sempit, juga tidak terlalu kosong. Kecuali kalau mau bulan madu ya cukup berdua saja...:). Oke, kembali ke topik. Walopun Cuma 3 orang, tetep harus berangkat, karena kalau ditunda-tunda takutnya ntar malah nggak jadi-jadi, asal jangan berdua aja, ntar dikira bulan madu lagi, ha...ha....
Beberapa hari menjelang keberangkatan, ada sedikit masalah, temenku si Ibhe malah sakit, wah bisa batal ni rencana. Ternyata bukan cuma Ibhe yang sakit, si Aldo pun juga, katanya malarianya kambuh. Wah, bisa batal beneran ni kalau 2 orang itu sakit, nggak mungkin rasanya kesana sendirian, ntar malah plonga-plongo kaya orang bego, hilang di pulau. Waktu itu hanya bisa berharap, semoga kedua temanku itu cepat sembuh n bisa berangkat. 1 hari menjelang keberangkatan, kami pun turun ke kota. Si aldo kayanya udah sembuh, udah bisa ketawa-tawa dan katanya siap berangkat besok, lengkap dengan “peralatan tempurnya”, yaitu Nikon D-80nya, dan si ibhe pun pun walopun masih lesu katanya dia besok siap berangkat. Sip lah, jadi juga ke Derawan. :D
Ternyata masalah bukan terjadi menjelang keberangkatan aja, pas hari-H keberangkatan pun ada masalah, bahkan masalah ini hampir membuat semua rencana batal. Selasa pagi, ketika mobil yang kami sewa datang, ternyata demamnya si aldo kambuh, dia masih menggigil di atas kasurnya, padahal semalam sehat-sehat aja. Dengan perasaan kecewa, kamipun mempersilahkan mobil yang telah kami sewa untuk pergi, mungkin nanti dihubungi lagi kalau jadi berangkat. Kembali ke aldo, dia memang habis sakit malaria gara2 mapping, tapi udah sembuh bahkan sudah pulang dari mapping lagi. Mungkin yang kemaren belum benar-benar sembuh, jadi masih suka kambuhan. Kali ini sepertinya dia benar-benar nggak bisa berangkat, dia malah menyuruh kami berangkat berdua saja, plus minjemin kameranya untuk kami pake. Si ibhe nggak mau, daripada berangkat berdua lebih baik nggak usah sekalian aja katanya. Kalau aku sih sebenarnya nggak masalah berangkat berdua. Tapi yo weslah, mungkin kali ini memang belum waktunya. Terpikir apa yang harus kulakukan 3 hari di tanjung redeb, soalnya tiket pulang sudah terlanjur dipesankan hari jum’at, betapa membosankannya 3 hari kedepan. Si aldo akhirnya dibawa ke klinik perusahaan untuk pengobatan. Kata dokter, aldo harus benar2 istirahat dulu biar sakitnya cepat sembuh, jadi dia tidak boleh pergi-pergi dulu katanya. Wah, 3 hari ke depan benar-benar akan menjadi hari yang membosankan.
Tiba-tiba keajaiban datang, kira-kira selepas dzuhur si aldo nampak sehat, apalagi setelah makan bakso, bahkan diapun mengajak untuk berangkat sore harinya. Dengan perasaan kaget bercampur senang, aku menanyakan apakah si aldo benar-benar kuat berangkat, takut terjadi apa-apa nantinya. Dia pun meyakinkan kalau dia banar-benar kuat, mungkin dengan berangkat ke Derawan malah sembuh. Okelah kalau begitu, berangkaaaaatttt....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Perjalanan darat selama + 2 jam terasa sangat melelahkan, apalagi jalan dari Tanjung Redeb ke Lati banyak yang berlubang, naik turun pula. Negeri yang kaya sumberdaya alam kok jalan utamanya banyak berlubang. Untungnya, dari lati ke Tanjung Batu cukup bagus, bahkan sangat bagus kalau dibanding jalan2 lain di Berau. Kata sopirnya sih jalanannya masih baru, selain itu juga jarang kendaraan berat yang lewat, makanya jalannya masih relatif mulus. Sampai di Tanjung Batu, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan speedboat kecil. Perjalanan ini memakan waktu + 30 menit. Ah, menyenangkan sekali sore-sore menyebrangi lautan naik speedboat, walaupun jadi gosong... Derawan... I’m coming...
Ini dia kenampakan Pulau Derawan...

Saking asyiknya menikmati pemandangan laut, 30 menit terasa begitu cepat, pulau Derawan pun sudah ada di depan mata. Ah, akhirnya kesampean juga menginjakkan kaki di Pulau Derawan, walaupun awalnya hampir dibatalkan. Sesampai di Derawan sudah sore, jadi kami langsung mencari penginapan, cari yang murah meriah saja. Untungnya kami ke sini bukan pas waktu liburan, jadi penginapan banyak yang kosong, kalau pas liburan biasanya penuh, harus pesan jauh2 hari sebelumnya. Oya, karena bukan hari libur, nampaknya wisatawan lokal yang menginap di resort ini cuma kami bertiga, yang lain bule semua. Ah, istirahat dulu, persiapan buat besok...
Pagi pertama di Derawan, kami sudah siap-siap sejak pagi, apalagi si aldo yang mau hunting foto sunrise. Pagi-pagi jalan di pantai asyik juga, udara pagi bikin suegerrr... setelah sekitar setengah jam menunggu, ternyata indahnya sunrise gagal kami lihat, dikarenakan awan kelabu yang menggayungi langit Derawan, mentari pun malu-malu menampakkan wajahnya. Bahkan setelah itu bumi Derawan pun diguyur hujan. Karena tempatnya emang sudah indah, walaupun mendung ya tetep saja indah, so sesi foto-foto pun berlanjut... :D. Siang sampai sore, diisi dengan bermain-main di pantai dengan anak-anak, diving, snorkling, bermain dengan penyu. Ah, indahnya alam bawah laut.
ni foto-foto di sekitar derawan...

pagi hari di derawan...

menyusuri pantai...

berfoto dengan akamsi (anak kampung sini)

alam bawah laut...


Seorang teman mengatakan, rugi kalau udah ke Derawan tapi nggak ke pulau-pulau disekitarnya. Di sekitar Pulau Derawan ini terdapat pulau-pulau lainnya yang nggak kalah eksotis, seperti Pulau Maratua, Sangalaki dan Kakaban. Ketiga pulau tersebut memiliki ciri khas keindahannya sendiri-sendiri. Pengennya sih mendatangi semuanya, tapi karena waktu yang terbatas, kami memutuskan untuk mengunjungi Pulau Kakaban saja. Pulau Kakaban ini terkenal indah akan pantainya, dibawah lautnya terdapat terumbu karang yang sangat indah, cocok buat diving atau snorkling. Namun, yang tidak ada duanya, ditengah-tengah pulau Kakaban ini terdapat sebuah danau air asin yang di dalamnya banyak terdapat ubur-ubur. Yang lebih unik lagi, ubur-ubur di Danau Kakaban ini tidak menyengat (nyetrum). Ubur-ubur yang tidak menyengat ini hanya ada di 2 tempat di dunia, satu di Kakaban ini dan satunya lagi di Republik Palau, Kepulauan Pasifik. Wah, benar-benar mengagumkan, tidak sabar rasanya menjadi temannya spongebob, berburu ubur-ubur...
Masalah ternyata bukan Cuma sebelum pemberangkatan, tapi ketika sudah sampai di Derawan pun rasanya masalah belum mau juga beranjak. Kali ini masalahnya berhubungan dengan budjet alias money. Karena ada beberapa kegiatan di luar rencana, uang tunai kami sudah menipis, dan di sini nggak ada ATM. Dapat pelajaran lagi, kalau pergi berwisata ke daerah yang tidak tersedia Bank atau ATM, jangan bawa uang tunai yang benar-benar mepet, siapa tahu terjadi hal-hal yang di luar dugaan. Keberangkatan ke Kakaban pun terancam batal, wah rugi deh. Setelah diatur2 budjetnya, akhirnya diputuskan untuk tetap pergi ke Kakaban dengan mengorbankan anggaran transport pulang. Transport pulang bisa dibayar di Tanjung Redeb nanti, disana kan udah ada ATM, sip lah. Rencana besok untuk pergi ke Pulau Kakaban pun sudah beres. Pagi hari, saat aku akan jalan-jalan lihat sunrise, sepertinya penyakitnya si aldo kambuh, dia kembali menggigil seperti ketika akan berangkat ke sini 2 hari lalu. Wah, terancam gagal lagi ni rencana ke Pulau Kakaban. Namun menjelang siang dia sudah agak baikan dan siap berangkat lagi, penyakit yang aneh.
Oya, di atas aku sudah nulis kalau di tempat ini banyak bulenya. Tiba-tiba terbersit ide cerdas untuk mengatasi masalah keuangan kami. Eits, bukan mau ngutang lho, apalagi nyuri bule-bule itu. Begini ceritanya. Kebetulan sehari sebelumnya ada sepasang bule yang baru datang, mereka cukup ramah. Pagi ini sambil minum teh, kami sedikit basa-basi ngobrol dengan mereka. Setelah itu baru ke pokok permasalahan. Kami menanyakan apakah hari ini mereka ada acara, mereka bilang hari ini mereka mau snorkling aja. Wah, kebetulan ni, lalu kami tawarkan untuk bersama-sama ke Kakaban dengan patungan biaya transportnya. Mereka setuju, bahkan sangat senang sekali ketika kami akan pergi ke Kakaban, ternyata mereka sudah cukup tahu info tentang Pulau Kakaban dengan danau dan ubur-uburnya. Amazing, katanya. Okelah kalau begitu, mari bersiap-siap.
Sambil menunggu speedboat dan makanan, aku bercerita-cerita dengan salah satu bule itu, tentunya dengan bahasa inggrisku yang amburadul, nggak tau dia paham apa nggak yang aku omongin, he...he... Oya, bule2 itu merupakan sepasang kekasih dari London, Inggris, namanya James & Amy. Mereka berumur 28 & 29 tahun, masih cukup muda. Hal yang sangat menarik dari cerita si James adalah bahwa mereka berdua liburan selama 7 bulan, hampir keliling dunia. Dimulai pada Bulan Januari, mereka memasuki asia barat, asia timur, lalu ke asia tenggara, habis dari Indonesia ini katanya langsung keTimor Leste, Australia, New Zealand dan terakhir Amerika, baru pulang ke Inggris pada Bulan Juli nanti. Benar-benar perjalanan panjang yang menyenangkan. Kapan ya bisa seperti mereka, wong diriku Indonesia aja belum khatam. Persiapan mereka mulai dari nabung dan segala macemnya itu katanya sekitar6-7 tahun. Wih, lama juga ya. Bule2 kalau mau liburan emang nggak nanggung2. Bagi mereka liburan ke luar negri itu sudah seperti kebutuhan pokok, jadi bener2 dipersiapkan secara matang. Kadang tidak peduli berapa banyak uang habis buat liburan, yang penting happy-happy. Seperti kata bule lain yang tinggal di sebelah kamar kami, dia bilang kalau liburan tapi masih mikirin takut uang habis atau apalah, mending nggak usah liburan sekalian. Kalau liburan ya liburan, lupakan masalah uang, nanti setelah pulang dari liburan baru mikir uang, kerja lagi cari uang, begete katanya.Hmmm, kayanya boleh juga tu prinsip si bule, he...he... Kembali ke si James tadi. Katanya dia sangat kagum pada Indonesia, alamnya yang indah, masyarakatnya yang ramah, biaya hidup yang relatif murah, dsb. Tidak seperti London, yang sumpek, macet, bising dan banyak polusi. “Indonesia is my favorite country, Indonesian people is very friendly”, begitulah kira-kira ucapannya waktu itu. Ya begitulah james, karena alamnya indah dan kaya, dari dulu sampai sekarang Indonesia jadi sasaran penjajah, karena orangnya terlalu ramah, walaupun kekayaan alam Indonesia dijarah bangsa lain, orang indonesia masih terlihat sumringah, walaupun sebenarnya sudah nangis darah, kelakuan pejabat-pejabatnya bikin pengen muntah. Ah, negeri ini emang negri para bedebah. Sebagai orang Inggris tentu saja James dan Amy menyukai sepakbola. Mereka menyukai klub-klub London karena mereka emang orang London. Si James merupakan fans berat Tottenham Hotspurs. Makanya ketika mendengar bahwa Spurs melaju ke perempat final Liga Champion dengan menyingkirkan AC Milan, dia sangat senang sekali. Sedangkan si Amy merupakan fans The Blues, Chelsea, sama kaya aku dong, he...he... setelah dari Derawan ini mereka katanya mau langsung ke Surabaya, Bali, Lombok, Pulau Komodo, baru ke Negara lain. Sebenarnya mereka ingin sekali pergi ke Sumatra, namun karena waktunya terbatas terpaksa ditunda dulu. May be nextime katanya. Okelah james, see you next time in Sumatra... See you next time in London...
Setelah semuanya beres, kami pun akhirnya meluncur ke Pulau Kakaban. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1 jam. 1 jam yang terasa lama, mungkin karena ingin cepat-cepat sampai jadinya terasa lama. Kira-kira 100 meter sebelum sampai Pulau Kakaban, terlihat betapa indahnya pulau itu, pantai dengan pasir putih, laut jernih yang banyak terdapat terumbu karang dan ikan, benar-benar indah ciptaanMu ini Ya Khalik. Tak henti-hentinya aku berdecak kagum, seindah-indahnya pantai di Jawa yang pernah aku kunjungi, rasanya kalau dibandingkan pantai di Kepulauan Derawan ini nggak ada apa-apanya. Pantai-pantai disini benar-benar bersih, asli dan eksotis. Bule2 itu juga tidak henti-hentinya berdecak kagum terhadap keindahan Kepulauan Derawan. Amazing, wonderful, exellent, itulah kata-kata yang sering mereka ucapkan. Sampai di Pulau Kakaban, kami langsung fokus pada tujuan utama, yaitu membantu spongebob berburu ubur-ubur, ha..ha... untuk pergi ke danau, kita harus menaiki tangga yang sudah disediakan. Kira2 jalan kaki 5 menit, kami pun sudah sampai di tempat yang sangat indah ini, danau Kakaban. Ayo spongebob dan patrick, kita berburu ubur-ubur!!!!!!
Meskipun belum puas dan memang tidak akan pernah puas, terpaksa kami meninggalkan danau dan ubur-uburnya. Menikmati pantai dan pemandangan lautnya, sayang ada yang agak “annoying” sedikit, 5 bule pada berjemur, he...he... agak heran juga kenapa bule-bule itu seneng banget berjemur, padahal cuaca lagi puanas banget. Dengan berat hati Pulau Kakaban pun kami tinggalkan dengan berjuta kesan yang mendalam terhadap pulau ini, see you next time Kakaban...
Ni dia penampakan kakaban dai isinya....

makan2 dulu...

bermain dengan ubur-ubur...

tangkap lagi..


puas setelah melihat alam bawah laut...

Waktu 2 hari memang bukan waktu yang cukup untuk mengelilingi Kepulauan Derawan, tapi lumayanlah, kali ini dapat 2 pulau, mudah-mudahan lain waktu bisa mengelilingi semuanya, amin...
Singkat cerita, tidak harus menunggu bulan Agustus, kami pun bersepakat untuk pergi ke Derawan waktu cuti bulan Maret ini. Pada awalnya ada 5 orang yang mau berangkat, namun karena sesuatu dan lain hal, jadi tinggal 3 orang. Padahal 5 orang ini merupakan jumlah yang pas, bahkan sangat pas. Oya, sekedar informasi, kalau mau pergi ke Derawan dengan menghemat biaya, berangkatlah 5 orang. Karena 5 orang ini jumlah maksimal penumpang dalam speedboat, walaupun cuma 1 orang bayarnya sama dengan isi 5 orang, karena speedboat di Derawan sistemnya nyewa, bukan trip reguler. 5 orang juga jumlah yang pas dalam 1 mobil sewaaan, tidak terlalu sempit, juga tidak terlalu kosong. Kecuali kalau mau bulan madu ya cukup berdua saja...:). Oke, kembali ke topik. Walopun Cuma 3 orang, tetep harus berangkat, karena kalau ditunda-tunda takutnya ntar malah nggak jadi-jadi, asal jangan berdua aja, ntar dikira bulan madu lagi, ha...ha....
Beberapa hari menjelang keberangkatan, ada sedikit masalah, temenku si Ibhe malah sakit, wah bisa batal ni rencana. Ternyata bukan cuma Ibhe yang sakit, si Aldo pun juga, katanya malarianya kambuh. Wah, bisa batal beneran ni kalau 2 orang itu sakit, nggak mungkin rasanya kesana sendirian, ntar malah plonga-plongo kaya orang bego, hilang di pulau. Waktu itu hanya bisa berharap, semoga kedua temanku itu cepat sembuh n bisa berangkat. 1 hari menjelang keberangkatan, kami pun turun ke kota. Si aldo kayanya udah sembuh, udah bisa ketawa-tawa dan katanya siap berangkat besok, lengkap dengan “peralatan tempurnya”, yaitu Nikon D-80nya, dan si ibhe pun pun walopun masih lesu katanya dia besok siap berangkat. Sip lah, jadi juga ke Derawan. :D
Ternyata masalah bukan terjadi menjelang keberangkatan aja, pas hari-H keberangkatan pun ada masalah, bahkan masalah ini hampir membuat semua rencana batal. Selasa pagi, ketika mobil yang kami sewa datang, ternyata demamnya si aldo kambuh, dia masih menggigil di atas kasurnya, padahal semalam sehat-sehat aja. Dengan perasaan kecewa, kamipun mempersilahkan mobil yang telah kami sewa untuk pergi, mungkin nanti dihubungi lagi kalau jadi berangkat. Kembali ke aldo, dia memang habis sakit malaria gara2 mapping, tapi udah sembuh bahkan sudah pulang dari mapping lagi. Mungkin yang kemaren belum benar-benar sembuh, jadi masih suka kambuhan. Kali ini sepertinya dia benar-benar nggak bisa berangkat, dia malah menyuruh kami berangkat berdua saja, plus minjemin kameranya untuk kami pake. Si ibhe nggak mau, daripada berangkat berdua lebih baik nggak usah sekalian aja katanya. Kalau aku sih sebenarnya nggak masalah berangkat berdua. Tapi yo weslah, mungkin kali ini memang belum waktunya. Terpikir apa yang harus kulakukan 3 hari di tanjung redeb, soalnya tiket pulang sudah terlanjur dipesankan hari jum’at, betapa membosankannya 3 hari kedepan. Si aldo akhirnya dibawa ke klinik perusahaan untuk pengobatan. Kata dokter, aldo harus benar2 istirahat dulu biar sakitnya cepat sembuh, jadi dia tidak boleh pergi-pergi dulu katanya. Wah, 3 hari ke depan benar-benar akan menjadi hari yang membosankan.
Tiba-tiba keajaiban datang, kira-kira selepas dzuhur si aldo nampak sehat, apalagi setelah makan bakso, bahkan diapun mengajak untuk berangkat sore harinya. Dengan perasaan kaget bercampur senang, aku menanyakan apakah si aldo benar-benar kuat berangkat, takut terjadi apa-apa nantinya. Dia pun meyakinkan kalau dia banar-benar kuat, mungkin dengan berangkat ke Derawan malah sembuh. Okelah kalau begitu, berangkaaaaatttt....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Perjalanan darat selama + 2 jam terasa sangat melelahkan, apalagi jalan dari Tanjung Redeb ke Lati banyak yang berlubang, naik turun pula. Negeri yang kaya sumberdaya alam kok jalan utamanya banyak berlubang. Untungnya, dari lati ke Tanjung Batu cukup bagus, bahkan sangat bagus kalau dibanding jalan2 lain di Berau. Kata sopirnya sih jalanannya masih baru, selain itu juga jarang kendaraan berat yang lewat, makanya jalannya masih relatif mulus. Sampai di Tanjung Batu, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan speedboat kecil. Perjalanan ini memakan waktu + 30 menit. Ah, menyenangkan sekali sore-sore menyebrangi lautan naik speedboat, walaupun jadi gosong... Derawan... I’m coming...
Ini dia kenampakan Pulau Derawan...
Saking asyiknya menikmati pemandangan laut, 30 menit terasa begitu cepat, pulau Derawan pun sudah ada di depan mata. Ah, akhirnya kesampean juga menginjakkan kaki di Pulau Derawan, walaupun awalnya hampir dibatalkan. Sesampai di Derawan sudah sore, jadi kami langsung mencari penginapan, cari yang murah meriah saja. Untungnya kami ke sini bukan pas waktu liburan, jadi penginapan banyak yang kosong, kalau pas liburan biasanya penuh, harus pesan jauh2 hari sebelumnya. Oya, karena bukan hari libur, nampaknya wisatawan lokal yang menginap di resort ini cuma kami bertiga, yang lain bule semua. Ah, istirahat dulu, persiapan buat besok...
Pagi pertama di Derawan, kami sudah siap-siap sejak pagi, apalagi si aldo yang mau hunting foto sunrise. Pagi-pagi jalan di pantai asyik juga, udara pagi bikin suegerrr... setelah sekitar setengah jam menunggu, ternyata indahnya sunrise gagal kami lihat, dikarenakan awan kelabu yang menggayungi langit Derawan, mentari pun malu-malu menampakkan wajahnya. Bahkan setelah itu bumi Derawan pun diguyur hujan. Karena tempatnya emang sudah indah, walaupun mendung ya tetep saja indah, so sesi foto-foto pun berlanjut... :D. Siang sampai sore, diisi dengan bermain-main di pantai dengan anak-anak, diving, snorkling, bermain dengan penyu. Ah, indahnya alam bawah laut.
ni foto-foto di sekitar derawan...
pagi hari di derawan...
menyusuri pantai...
berfoto dengan akamsi (anak kampung sini)
alam bawah laut...
Seorang teman mengatakan, rugi kalau udah ke Derawan tapi nggak ke pulau-pulau disekitarnya. Di sekitar Pulau Derawan ini terdapat pulau-pulau lainnya yang nggak kalah eksotis, seperti Pulau Maratua, Sangalaki dan Kakaban. Ketiga pulau tersebut memiliki ciri khas keindahannya sendiri-sendiri. Pengennya sih mendatangi semuanya, tapi karena waktu yang terbatas, kami memutuskan untuk mengunjungi Pulau Kakaban saja. Pulau Kakaban ini terkenal indah akan pantainya, dibawah lautnya terdapat terumbu karang yang sangat indah, cocok buat diving atau snorkling. Namun, yang tidak ada duanya, ditengah-tengah pulau Kakaban ini terdapat sebuah danau air asin yang di dalamnya banyak terdapat ubur-ubur. Yang lebih unik lagi, ubur-ubur di Danau Kakaban ini tidak menyengat (nyetrum). Ubur-ubur yang tidak menyengat ini hanya ada di 2 tempat di dunia, satu di Kakaban ini dan satunya lagi di Republik Palau, Kepulauan Pasifik. Wah, benar-benar mengagumkan, tidak sabar rasanya menjadi temannya spongebob, berburu ubur-ubur...
Masalah ternyata bukan Cuma sebelum pemberangkatan, tapi ketika sudah sampai di Derawan pun rasanya masalah belum mau juga beranjak. Kali ini masalahnya berhubungan dengan budjet alias money. Karena ada beberapa kegiatan di luar rencana, uang tunai kami sudah menipis, dan di sini nggak ada ATM. Dapat pelajaran lagi, kalau pergi berwisata ke daerah yang tidak tersedia Bank atau ATM, jangan bawa uang tunai yang benar-benar mepet, siapa tahu terjadi hal-hal yang di luar dugaan. Keberangkatan ke Kakaban pun terancam batal, wah rugi deh. Setelah diatur2 budjetnya, akhirnya diputuskan untuk tetap pergi ke Kakaban dengan mengorbankan anggaran transport pulang. Transport pulang bisa dibayar di Tanjung Redeb nanti, disana kan udah ada ATM, sip lah. Rencana besok untuk pergi ke Pulau Kakaban pun sudah beres. Pagi hari, saat aku akan jalan-jalan lihat sunrise, sepertinya penyakitnya si aldo kambuh, dia kembali menggigil seperti ketika akan berangkat ke sini 2 hari lalu. Wah, terancam gagal lagi ni rencana ke Pulau Kakaban. Namun menjelang siang dia sudah agak baikan dan siap berangkat lagi, penyakit yang aneh.
Oya, di atas aku sudah nulis kalau di tempat ini banyak bulenya. Tiba-tiba terbersit ide cerdas untuk mengatasi masalah keuangan kami. Eits, bukan mau ngutang lho, apalagi nyuri bule-bule itu. Begini ceritanya. Kebetulan sehari sebelumnya ada sepasang bule yang baru datang, mereka cukup ramah. Pagi ini sambil minum teh, kami sedikit basa-basi ngobrol dengan mereka. Setelah itu baru ke pokok permasalahan. Kami menanyakan apakah hari ini mereka ada acara, mereka bilang hari ini mereka mau snorkling aja. Wah, kebetulan ni, lalu kami tawarkan untuk bersama-sama ke Kakaban dengan patungan biaya transportnya. Mereka setuju, bahkan sangat senang sekali ketika kami akan pergi ke Kakaban, ternyata mereka sudah cukup tahu info tentang Pulau Kakaban dengan danau dan ubur-uburnya. Amazing, katanya. Okelah kalau begitu, mari bersiap-siap.
Sambil menunggu speedboat dan makanan, aku bercerita-cerita dengan salah satu bule itu, tentunya dengan bahasa inggrisku yang amburadul, nggak tau dia paham apa nggak yang aku omongin, he...he... Oya, bule2 itu merupakan sepasang kekasih dari London, Inggris, namanya James & Amy. Mereka berumur 28 & 29 tahun, masih cukup muda. Hal yang sangat menarik dari cerita si James adalah bahwa mereka berdua liburan selama 7 bulan, hampir keliling dunia. Dimulai pada Bulan Januari, mereka memasuki asia barat, asia timur, lalu ke asia tenggara, habis dari Indonesia ini katanya langsung keTimor Leste, Australia, New Zealand dan terakhir Amerika, baru pulang ke Inggris pada Bulan Juli nanti. Benar-benar perjalanan panjang yang menyenangkan. Kapan ya bisa seperti mereka, wong diriku Indonesia aja belum khatam. Persiapan mereka mulai dari nabung dan segala macemnya itu katanya sekitar6-7 tahun. Wih, lama juga ya. Bule2 kalau mau liburan emang nggak nanggung2. Bagi mereka liburan ke luar negri itu sudah seperti kebutuhan pokok, jadi bener2 dipersiapkan secara matang. Kadang tidak peduli berapa banyak uang habis buat liburan, yang penting happy-happy. Seperti kata bule lain yang tinggal di sebelah kamar kami, dia bilang kalau liburan tapi masih mikirin takut uang habis atau apalah, mending nggak usah liburan sekalian. Kalau liburan ya liburan, lupakan masalah uang, nanti setelah pulang dari liburan baru mikir uang, kerja lagi cari uang, begete katanya.Hmmm, kayanya boleh juga tu prinsip si bule, he...he... Kembali ke si James tadi. Katanya dia sangat kagum pada Indonesia, alamnya yang indah, masyarakatnya yang ramah, biaya hidup yang relatif murah, dsb. Tidak seperti London, yang sumpek, macet, bising dan banyak polusi. “Indonesia is my favorite country, Indonesian people is very friendly”, begitulah kira-kira ucapannya waktu itu. Ya begitulah james, karena alamnya indah dan kaya, dari dulu sampai sekarang Indonesia jadi sasaran penjajah, karena orangnya terlalu ramah, walaupun kekayaan alam Indonesia dijarah bangsa lain, orang indonesia masih terlihat sumringah, walaupun sebenarnya sudah nangis darah, kelakuan pejabat-pejabatnya bikin pengen muntah. Ah, negeri ini emang negri para bedebah. Sebagai orang Inggris tentu saja James dan Amy menyukai sepakbola. Mereka menyukai klub-klub London karena mereka emang orang London. Si James merupakan fans berat Tottenham Hotspurs. Makanya ketika mendengar bahwa Spurs melaju ke perempat final Liga Champion dengan menyingkirkan AC Milan, dia sangat senang sekali. Sedangkan si Amy merupakan fans The Blues, Chelsea, sama kaya aku dong, he...he... setelah dari Derawan ini mereka katanya mau langsung ke Surabaya, Bali, Lombok, Pulau Komodo, baru ke Negara lain. Sebenarnya mereka ingin sekali pergi ke Sumatra, namun karena waktunya terbatas terpaksa ditunda dulu. May be nextime katanya. Okelah james, see you next time in Sumatra... See you next time in London...
Setelah semuanya beres, kami pun akhirnya meluncur ke Pulau Kakaban. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1 jam. 1 jam yang terasa lama, mungkin karena ingin cepat-cepat sampai jadinya terasa lama. Kira-kira 100 meter sebelum sampai Pulau Kakaban, terlihat betapa indahnya pulau itu, pantai dengan pasir putih, laut jernih yang banyak terdapat terumbu karang dan ikan, benar-benar indah ciptaanMu ini Ya Khalik. Tak henti-hentinya aku berdecak kagum, seindah-indahnya pantai di Jawa yang pernah aku kunjungi, rasanya kalau dibandingkan pantai di Kepulauan Derawan ini nggak ada apa-apanya. Pantai-pantai disini benar-benar bersih, asli dan eksotis. Bule2 itu juga tidak henti-hentinya berdecak kagum terhadap keindahan Kepulauan Derawan. Amazing, wonderful, exellent, itulah kata-kata yang sering mereka ucapkan. Sampai di Pulau Kakaban, kami langsung fokus pada tujuan utama, yaitu membantu spongebob berburu ubur-ubur, ha..ha... untuk pergi ke danau, kita harus menaiki tangga yang sudah disediakan. Kira2 jalan kaki 5 menit, kami pun sudah sampai di tempat yang sangat indah ini, danau Kakaban. Ayo spongebob dan patrick, kita berburu ubur-ubur!!!!!!
Meskipun belum puas dan memang tidak akan pernah puas, terpaksa kami meninggalkan danau dan ubur-uburnya. Menikmati pantai dan pemandangan lautnya, sayang ada yang agak “annoying” sedikit, 5 bule pada berjemur, he...he... agak heran juga kenapa bule-bule itu seneng banget berjemur, padahal cuaca lagi puanas banget. Dengan berat hati Pulau Kakaban pun kami tinggalkan dengan berjuta kesan yang mendalam terhadap pulau ini, see you next time Kakaban...
Ni dia penampakan kakaban dai isinya....
makan2 dulu...
bermain dengan ubur-ubur...
tangkap lagi..
puas setelah melihat alam bawah laut...
Waktu 2 hari memang bukan waktu yang cukup untuk mengelilingi Kepulauan Derawan, tapi lumayanlah, kali ini dapat 2 pulau, mudah-mudahan lain waktu bisa mengelilingi semuanya, amin...
Jumat, 16 April 2010
Mencintai pekerjaan
Bila anda tidak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang – orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan pekerjaan pun jadi menggembirakan.
Bila anda tidak bisa mencintai rekan – rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas – tugas dengan lebih baik lagi.
Bila toh anda tidak juga bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga.
Namun bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda : tanaman penghias meja, cicak di dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja.
Bila anda tidak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda masih disitu? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai , lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus...
(sumber : unknown)
Pada bagian mana anda mencintai pekerjaan anda???
Pada bagian mana aku harus mencintai pekerjaanku ??? Hmmmm.......
Bila anda tidak bisa mencintai rekan – rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas – tugas dengan lebih baik lagi.
Bila toh anda tidak juga bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga.
Namun bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda : tanaman penghias meja, cicak di dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja.
Bila anda tidak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda masih disitu? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai , lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus...
(sumber : unknown)
Pada bagian mana anda mencintai pekerjaan anda???
Pada bagian mana aku harus mencintai pekerjaanku ??? Hmmmm.......
Sabtu, 16 Januari 2010
Siapakah Pahlawanmu???
Setelah Gus Dur meninggal, beberapa pihak sepakat untuk mengajukan pada pemerintah supaya Gus Dur ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Menurut mereka, Gus Dur sudah banyak berjasa bagi negara ini, pemikirannya tentang pluralisme juga dianggap sangat tepat ditengah kemajemukan Bangsa Indonesia (really??? I don’t think so.). Gus Dur merupakan Presiden Indonesia ke – 4, periode 1999 – 2004. Namun dikala menjadi presiden lebih banyak tindakannya yang menimbulkan kontroversi, akhirnya Gus Dur pun dilengserkan sebelum masa baktinya habis dan diganti oleh deputinya, Megawati. Pihak lain pun juga ada yang mengajukan Pak Harto sebagai Pahlawan Nasional. Menurut mereka Pak Harto juga telah banyak berjasa bagi Bangsa Indonesia, bahkan sempat diberi gelar Bapak Pembangunan, meskipun juga banyak sekali tindakannya yang sangat kontroversial dan akhirnya beliau pun lengser keprabon. Memang sangat disayangkan bahwa Presiden Indonesia ke-2 dan ke-4 ini lepas dari jabatannya dengan cara yang tidak mengenakan. Uniknya, lengsernya kedua presiden ini tidak lepas dari seorang tokoh bernama Amien Rais. Sebelum meninggal Gus Dur sempat mengatakan bahwa orang yang paling bertanggung jawab atas kelengserannya adalah Amien Rais. Begitu juga dengan lengsernya Pak Harto yang salah satunya disebabkan demonstrasi ribuan mahasiswa yang menuntut reformasi. Amien Rais dan beberapa tokoh lainnya seperti Megawati, Sri Sultan, Sri Bintang Pamungkas (kalau tidak salah) adalah orang yang mendesak terjadinya reformasi.
Layakkah mereka berdua menjadi Pahlawan Nasional? Au ah... Tapi ada yang bilang gini, "Kalau semua mantan presiden dijadikan Pahlawan Nasional, kasihan anak cucu kita nanti, hafalan pahlawan nasionalnya tambah buanyak", hi....hi.....
Saat ini aku bukan mau membicarakan Gus Dur dan Pak Harto, juga Pak Amin Rais. Aku hanya ingin membicarakan tentang pahlawanku... siapakah pahlawanmu???
Waktu kecil, sosok pahlawan yang ada dalam bayanganku adalah sosok yang kuat, jagoan, pembela kebenaran, membantu orang, berjasa bagi banyak orang, ya mungkin seperti ksatria baja hitam, pasukan turbo, power rangers, sampai wiro sableng, si buta, brama kumbara dan sebagainya. Atau mungkin kalau di zaman sekarang ya seperti naruto, avatar, inuyasa, sampai sponge bob, he2.... salahkah persepsi seperti ini? Mungkin tidak, hanya perlu diluruskan, karena pahlawan seperti ini hanya fiksi, bukan sebenarnya.
Seseorang mempunyai pahlawannya sendiri dengan kriteria yang mungkin berbeda setiap orang. Saya juga mempunyai kriteria sendiri untuk seorang pahlawan. Menurut saya, pahlawan itu adalah orang yang berbuat sesuatu untuk orang lain dengan ikhlas, bahkan juga bisa membuat orang lain lebih maju. Selama menjalani hidup, banyak sekali pahlawan disekitarku, berkat jasa-jasanya orang lain bisa merasakan kenyamanan, keamanan dan kemajuan.
Dalam hal ini aku mempunyai seorang sosok yang menurutku beliau adalah seorang pahlawan. Pak Iwan, begitulah beliau biasa dipanggil. Beliau adalah seorang pendidik di sekolah menengahku dulu. Seorang guru yang sederhana, ramah, cerdas dan serba bisa, sosok guru ideallah menurutku. Beliau juga bisa memotivasi siswa – siswanya supaya lebih maju. Tanpa bermaksud mengecilkan peran guru – guru yang lain, menurutku beliau adalah guru yang sangat berpengaruh terhadap siswa – siswanya, terutama aku. Pemikirannya selalu maju, mengenalkan kami pada hal – hal yang jauh dari pengetahuan kami, sehingga kami pun lebih terpacu lagi untuk belajar. Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang mengagumkan dari beliau, tapi sulit untuk menuliskannya, mungkin karena aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata, he2... Sudah beberapa tahun aku tidak berjumpa beliau, dan aku pun tidak tahu sekarang beliau ada di mana. Buat Pak Iwan, dimanapun Bapak berada, jasa – jasa Bapak tidak akan pernah terlupakan, terima kasih semuanya Pak. Bapak dan guru – guru lain adalah pahlawan, meskipun kata orang pahlawan tanpa tanda jasa. Walaupun tanpa tanda jasa, namun jasa – jasamu semoga dicatat sebagai amal sholeh, dan itu jauh lebih baik dari sekedar “tanda”.
Tentunya bukan hanya beliau yang kuanggap sebagai pahlawan, masih banyak lagi. Orang tua? Pasti. Merekalah orang yang paling berjasa dalam hidupku, tanpa mereka mungkin aku tidak ada di dunia ini. Selain itu juga para guru – guru, dosen – dosen, teman – teman, dan semuanya yang telah berjasa, kalian adalah pahlawan..!!!! You are hero..!!!
So, who is your hero???
Layakkah mereka berdua menjadi Pahlawan Nasional? Au ah... Tapi ada yang bilang gini, "Kalau semua mantan presiden dijadikan Pahlawan Nasional, kasihan anak cucu kita nanti, hafalan pahlawan nasionalnya tambah buanyak", hi....hi.....
Saat ini aku bukan mau membicarakan Gus Dur dan Pak Harto, juga Pak Amin Rais. Aku hanya ingin membicarakan tentang pahlawanku... siapakah pahlawanmu???
Waktu kecil, sosok pahlawan yang ada dalam bayanganku adalah sosok yang kuat, jagoan, pembela kebenaran, membantu orang, berjasa bagi banyak orang, ya mungkin seperti ksatria baja hitam, pasukan turbo, power rangers, sampai wiro sableng, si buta, brama kumbara dan sebagainya. Atau mungkin kalau di zaman sekarang ya seperti naruto, avatar, inuyasa, sampai sponge bob, he2.... salahkah persepsi seperti ini? Mungkin tidak, hanya perlu diluruskan, karena pahlawan seperti ini hanya fiksi, bukan sebenarnya.
Seseorang mempunyai pahlawannya sendiri dengan kriteria yang mungkin berbeda setiap orang. Saya juga mempunyai kriteria sendiri untuk seorang pahlawan. Menurut saya, pahlawan itu adalah orang yang berbuat sesuatu untuk orang lain dengan ikhlas, bahkan juga bisa membuat orang lain lebih maju. Selama menjalani hidup, banyak sekali pahlawan disekitarku, berkat jasa-jasanya orang lain bisa merasakan kenyamanan, keamanan dan kemajuan.
Dalam hal ini aku mempunyai seorang sosok yang menurutku beliau adalah seorang pahlawan. Pak Iwan, begitulah beliau biasa dipanggil. Beliau adalah seorang pendidik di sekolah menengahku dulu. Seorang guru yang sederhana, ramah, cerdas dan serba bisa, sosok guru ideallah menurutku. Beliau juga bisa memotivasi siswa – siswanya supaya lebih maju. Tanpa bermaksud mengecilkan peran guru – guru yang lain, menurutku beliau adalah guru yang sangat berpengaruh terhadap siswa – siswanya, terutama aku. Pemikirannya selalu maju, mengenalkan kami pada hal – hal yang jauh dari pengetahuan kami, sehingga kami pun lebih terpacu lagi untuk belajar. Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang mengagumkan dari beliau, tapi sulit untuk menuliskannya, mungkin karena aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata, he2... Sudah beberapa tahun aku tidak berjumpa beliau, dan aku pun tidak tahu sekarang beliau ada di mana. Buat Pak Iwan, dimanapun Bapak berada, jasa – jasa Bapak tidak akan pernah terlupakan, terima kasih semuanya Pak. Bapak dan guru – guru lain adalah pahlawan, meskipun kata orang pahlawan tanpa tanda jasa. Walaupun tanpa tanda jasa, namun jasa – jasamu semoga dicatat sebagai amal sholeh, dan itu jauh lebih baik dari sekedar “tanda”.
Tentunya bukan hanya beliau yang kuanggap sebagai pahlawan, masih banyak lagi. Orang tua? Pasti. Merekalah orang yang paling berjasa dalam hidupku, tanpa mereka mungkin aku tidak ada di dunia ini. Selain itu juga para guru – guru, dosen – dosen, teman – teman, dan semuanya yang telah berjasa, kalian adalah pahlawan..!!!! You are hero..!!!
So, who is your hero???
Senin, 19 Oktober 2009
Kumpulan tips motivasi Mario Teguh
Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan
Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah
Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda
Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan
Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan
Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah
Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda
Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan
Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan
Senin, 24 Agustus 2009
Bercermin Diri (Sebuah Renungan)
Bercermin diri...
Tatkala kudatangi sebuah cermin...
Tampak sosok yang sangat lama kukenal,
Dan sangat sering kulihat,
Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat.
Tatkala kutatap mata, nanar...
Hatiku bertanya,
Mata inikah yang akan menatap perahu kelezatan dan penuh kerinduan?
Menatap Allah, menatap Rasullulloh, menatap kekasih – kekasih Alloh kelak?
Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, meleleh, terburai menatap bara jahanam?
Akankah mata atau nikmat maksiat ini akan menyelamatkan?
Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini?
Tatkala kutatap mulut...
Hatiku bertanya,
Apakah mulut ini yang kelak akan terdesah, penuh kerinduan, mengucap “LAAILAAHAILLALLAAH” saat malaikat maut datang menjemput?
Ataukah mulut penghangus penghancur setiap usus?
Apakah gerangan yang kau ucapkan wahai mulut yang mangap?
Berapa banyak dusta yang kau ucapkan?
Berapa banyak hati - hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam?
Berapa banyak kata-kata semanis madu yang palsu, yang kau ucapkan untuk menipu?
Betapa jarangnya engkau jujur,
Betapa langkanya engkau menyebut nama Tuhanmu dengan tulus,
Betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu.
Tatkala kutatap wajah...
Hatiku bertanya,
Apakah wajah ini wajah yang kelak akan bercahaya, bersinar indah di syurga sana?
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam?
Akankah wajah ini berseri – seri, bersinar cerah ketika berjumpa denganMu?
Atau wajah yang akan suram, murung karena menanggung malu yang tak terkira?
Wahai wajah,
Betapa susahnya engkau tersenyum pada saudaramu,
Betapa mudahnya engkau bermuka masam pada saudaramu,
Betapa susahnya engkau bersedih, menangis, menyesali dosa-dosamu yang tak terhingga.
Tatkala kutatap tubuhku...
Hatiku bertanya,
Apakah tubuh ini yang kelak akan penuh cahaya, bersinar, bersuka cita, bercengkrama di syurga?
Atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur, mendidih di dalam lahar membara jahannam, terpanggang tanpa ampun,
Derita yang tak kan pernah berakhir. Naudzubillah...
Wahai tubuh,
Berapa banyak maksiat yang kau lakukan?
Berapa banyak orang – orang yang kau dzolimi dengan tubuhmu?
Berapa banyak hamba – hamba Allah yang lemah yang kau tindas dengan kekuatanmu?
Berapa banyak pintu pertolongan yang kau acuhkan tanpa peduli, padahal engkau mampu,
Berapa banyak hak-hak yang kau rampas,
Ketika kutatap tubuh,
Seperti apakah gerangan isi hatimu?
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu?
Atau seburuk daki-daki yang melekat di tubuhmu?
Apakah hatimu segagah ototmu?
Atau sama dengan daun-daun yang mudah rontok?
Apakah hatimu seindah penampilanmu?
Atau sebusuk kotoranmu?
Betapa beda apa yang tampak dicermin dengan apa yang tersembunyi,
Betapa beda, beda sekali apa yang tampak dicermin dengan apa yang tersembunyi.
Oh...
Betapa kulihat selama ini hanyalah topeng belaka,
Betapa pujian yang berhambur hanyalah memuji topeng,
Betapa yang indah hanyalah topeng,
Sedangkan aku hanya seonggok sampah busuk yang terbungkus,
Aku tertipu, aku malu ya Alloh...
Aku tertipu...
Ya Allah, selamatkan kami yang hina ini...
Aamiin. Ya robbal’alamiin...
(By : Aa Gym, dengan modifikasi dan tambahan)
Tatkala kudatangi sebuah cermin...
Tampak sosok yang sangat lama kukenal,
Dan sangat sering kulihat,
Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat.
Tatkala kutatap mata, nanar...
Hatiku bertanya,
Mata inikah yang akan menatap perahu kelezatan dan penuh kerinduan?
Menatap Allah, menatap Rasullulloh, menatap kekasih – kekasih Alloh kelak?
Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, meleleh, terburai menatap bara jahanam?
Akankah mata atau nikmat maksiat ini akan menyelamatkan?
Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini?
Tatkala kutatap mulut...
Hatiku bertanya,
Apakah mulut ini yang kelak akan terdesah, penuh kerinduan, mengucap “LAAILAAHAILLALLAAH” saat malaikat maut datang menjemput?
Ataukah mulut penghangus penghancur setiap usus?
Apakah gerangan yang kau ucapkan wahai mulut yang mangap?
Berapa banyak dusta yang kau ucapkan?
Berapa banyak hati - hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam?
Berapa banyak kata-kata semanis madu yang palsu, yang kau ucapkan untuk menipu?
Betapa jarangnya engkau jujur,
Betapa langkanya engkau menyebut nama Tuhanmu dengan tulus,
Betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu.
Tatkala kutatap wajah...
Hatiku bertanya,
Apakah wajah ini wajah yang kelak akan bercahaya, bersinar indah di syurga sana?
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam?
Akankah wajah ini berseri – seri, bersinar cerah ketika berjumpa denganMu?
Atau wajah yang akan suram, murung karena menanggung malu yang tak terkira?
Wahai wajah,
Betapa susahnya engkau tersenyum pada saudaramu,
Betapa mudahnya engkau bermuka masam pada saudaramu,
Betapa susahnya engkau bersedih, menangis, menyesali dosa-dosamu yang tak terhingga.
Tatkala kutatap tubuhku...
Hatiku bertanya,
Apakah tubuh ini yang kelak akan penuh cahaya, bersinar, bersuka cita, bercengkrama di syurga?
Atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur, mendidih di dalam lahar membara jahannam, terpanggang tanpa ampun,
Derita yang tak kan pernah berakhir. Naudzubillah...
Wahai tubuh,
Berapa banyak maksiat yang kau lakukan?
Berapa banyak orang – orang yang kau dzolimi dengan tubuhmu?
Berapa banyak hamba – hamba Allah yang lemah yang kau tindas dengan kekuatanmu?
Berapa banyak pintu pertolongan yang kau acuhkan tanpa peduli, padahal engkau mampu,
Berapa banyak hak-hak yang kau rampas,
Ketika kutatap tubuh,
Seperti apakah gerangan isi hatimu?
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu?
Atau seburuk daki-daki yang melekat di tubuhmu?
Apakah hatimu segagah ototmu?
Atau sama dengan daun-daun yang mudah rontok?
Apakah hatimu seindah penampilanmu?
Atau sebusuk kotoranmu?
Betapa beda apa yang tampak dicermin dengan apa yang tersembunyi,
Betapa beda, beda sekali apa yang tampak dicermin dengan apa yang tersembunyi.
Oh...
Betapa kulihat selama ini hanyalah topeng belaka,
Betapa pujian yang berhambur hanyalah memuji topeng,
Betapa yang indah hanyalah topeng,
Sedangkan aku hanya seonggok sampah busuk yang terbungkus,
Aku tertipu, aku malu ya Alloh...
Aku tertipu...
Ya Allah, selamatkan kami yang hina ini...
Aamiin. Ya robbal’alamiin...
(By : Aa Gym, dengan modifikasi dan tambahan)
Minggu, 16 Agustus 2009
Kepompong Ramadhan
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Albaqoroh : 183)”
Beberapa hari lagi bulan yang sangat dinanti-nantikan akan segera tiba, yaitu bulan Ramadhan. Bulan ke-9 tahun hijriah ini merupakan bulan yang sangat istimewa, terutama bagi umat Islam. Bulan yang penuh keutamaan, pengampunan, keberkahan, dsb. Merugilah orang yang menyia-nyiakannya.
Bulan Ramadhan merupakan sebuah fase yang tepat untuk merubah diri atau metamorfosis, layaknya sebuah proses metamorfosis pada ulat. Sebelum Ramadhan mungkin diri kita sangat kotor, penuh dengan dosa-dosa yang tak terhitung jumlahnya laksana ulat yang berbulu, kotor, menjijikkan dan menakutkan. Memasuki bulan Ramadhan hendaknya kita benar – benar menjalani proses merubah diri menjadi lebih baik dengan banyak melakukan ibadah laksana ulat yang bermetamorfosis menjadi kepompong yang terlindungi dari suasana luar, dari bahaya luar, penuh konsentrasi untuk merubah diri. Setelah itu mudah-mudahan kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya, menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, laksana kepompong yang bermetamorfosis menjadi kupu – kupu yang cantik, menari dengan gemulai, enak dipandang, terbang kesana – kemari di taman bunga bermekaran yang indah dan harum.
Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan bulan ini dengan sebaik – baiknya, sehingga kita semakin dekat denganNya. Ya Allah, sampaikanlah kami pada Bulan ramadhan dan beri kami kekuatan untuk selalu istiqomah berada di jalan yang engkau ridhoi... aamiin.
Teruntuk orang yang sering melewatkan bulan ramadhan dengan percuma (especially for my self).
Beberapa hari lagi bulan yang sangat dinanti-nantikan akan segera tiba, yaitu bulan Ramadhan. Bulan ke-9 tahun hijriah ini merupakan bulan yang sangat istimewa, terutama bagi umat Islam. Bulan yang penuh keutamaan, pengampunan, keberkahan, dsb. Merugilah orang yang menyia-nyiakannya.
Bulan Ramadhan merupakan sebuah fase yang tepat untuk merubah diri atau metamorfosis, layaknya sebuah proses metamorfosis pada ulat. Sebelum Ramadhan mungkin diri kita sangat kotor, penuh dengan dosa-dosa yang tak terhitung jumlahnya laksana ulat yang berbulu, kotor, menjijikkan dan menakutkan. Memasuki bulan Ramadhan hendaknya kita benar – benar menjalani proses merubah diri menjadi lebih baik dengan banyak melakukan ibadah laksana ulat yang bermetamorfosis menjadi kepompong yang terlindungi dari suasana luar, dari bahaya luar, penuh konsentrasi untuk merubah diri. Setelah itu mudah-mudahan kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya, menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, laksana kepompong yang bermetamorfosis menjadi kupu – kupu yang cantik, menari dengan gemulai, enak dipandang, terbang kesana – kemari di taman bunga bermekaran yang indah dan harum.
Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan bulan ini dengan sebaik – baiknya, sehingga kita semakin dekat denganNya. Ya Allah, sampaikanlah kami pada Bulan ramadhan dan beri kami kekuatan untuk selalu istiqomah berada di jalan yang engkau ridhoi... aamiin.
Teruntuk orang yang sering melewatkan bulan ramadhan dengan percuma (especially for my self).
Selasa, 14 Juli 2009
Geologi dalam Peradaban Islam
Geologi merupakan cabang ilmu alam yang mempelajari bumi, komposisinya, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dan proses asal mula terbentuknya bumi serta sejarah perkembangannya. Studi ini mendapat perhatian penting dari para ilmuwan Muslim di zaman kekhalifahan.
Ilmu ini dipandang memiliki kegunaan dan manfaat yang begitu besar. Betapa tidak. Geologi mampu membantu peradaban Manusia dalam menemukan dan mengatur sumber daya alam yang ada di bumi, seperti minyak bumi, batu bara, dan juga metal seperti besi, tembaga, emas dan uranium.
Selain itu, studi yang dikembangkan para saintis Islam itu juga sangat membantu dalam menemukan zat mineral lainnya yang memiliki nilai ekonomi, seperti: asbestos, perlit, mika, fosfat, zeolit, tanah liat, pumis, kuarsa, dan silika, dan juga elemen lainnya seperti belerang, klorin, dan helium. Sejak era kekhalifahan, umat Islam telah mampu menemukan ladang minyak serta besi, emas dan lainnya.
Adalah ilmuwan Barat bernama Fielding H Garisson yang menyatakan bahwa studi geologi modern dimulai pada era kekhalifahan. Dalam bukunya berjudul History of Medicine, Garisson mengatakan, “Umat Islam di abad pertengahan tak hanya mengawali berkembangnya aljabar, kimia dan geologi. Namun, juga telah meningkatkan dan memuliakan peradaban.”
Abdus Salam (1984) dalam Islam and Science menyatakan bahwa Abu al-Raihan al-Biruni (973-1048 M) merupakan geolog Muslim perintis yang berjasa mendirikan studi geologi modern. Secara mendalam, ilmuwan Muslim abad ke-11 M itu menulis tentang geologi India. Al-Biruni melontarkan sebuah hipotesis bahwa anak benua India awalnya adalah sebuah lautan.
"Jika Anda melihat tanah India dengan mata sendiri dan mengamati alamnya, sebenarnya daratan India awalnya adalah laut,” papar al-Biruni dalam Book of Coordinates. Ia juga menuturkan bahwa keberadaan kerang dan fosil di wilayah negeri Hindustan menunjukkan bahwa kawasan itu adalah lautan yang kemudian meningkat menjadi daratan kering.
Berdasarkan penemuannya itu, al-Biruni menyatakan bahwa bumi secara konstan mengembang. Temuannya itu memperkuat pandangan Islam yang menyatakan bahwa bumi tak kekal. Teori bumi tak kekal yang dilontarkan al-Biruni itu berlawanan dengan keyakinan ilmuwan Yunani Kuno yang berpendapat bahwa bumi itu kekal.
Al-Biruni pun lalu menyatakan bahwa bumi juga memiliki usia. Pendapat sang ilmuwan Muslim di era kekhalifahan itu terbukti. Para Geolog modern akhirnya membuktikan pendapat itu dengan menyatakan usia Bumi diperkirakan sekitar 4,5 miliar (4,5x109) tahun.
Ilmuwan Muslim legendaris, Ibnu Sina (981-1037) juga turut memberi kontribusi yang amat penting bagi studi geologi. Avicenna – begitu masyarakat Barat biasa menyebutnya -- menamakan geologi sebagai Attabieyat. Dalam bab lima ensiklopedia berjudul Kitab al-Shifa, Ibnu Sina menjelaskan tentang mineralogi, meteorologi.
Selain itu, bab keenam Kitab Al-Shifa, juga mengupas berbagai hal tentang bumi dan proses pembentukannya. Secara rinci dan lugas, Ibnu Sina membahas tentang; pembentukan gunung; manfaat gunung dalam pembentukan awan: sumber-sumber air, asal muasal gempa bumi; pembentukan mineral-mineral; serta keanekaragamaan lahan tanah di bumi.
Pemikiran Ibnu Sina tentang geologi ternyata sangat berpengaruh terhadap peradaban Barat. Berkat jasa Avicenna-lah, masyarakat Barat kemudian mengenal hukum superposisi, konsep katastropisme (bencana besar) serta doktrin uniformitarianism. Buah pikir Ibnu Sina juga banyak mempengaruhi ilmuwan Barat bernama James Hutton dalam mencetuskan Teori Bumi pada abad ke-18 M.
Secara terang-terangan, dua akademisi Barat bernama Toulmin dan Goodfield (1965), menjelaskan sumbangsih yang diberika Ibnu Sina bagi studi geologi modern. “Sekitar abad ke-10 M, Avicenna telah melontarkan hipotesis tentang asal-muasal bentangan gunung. Padahal, 800 tahun kemudian, pemikiran seperti itu masih dianggap radikal di dunia Kristen,”” papar Toulim dan Goodfield.
Tak cuma itu, metodelogi ilmiah serta observasi lapangan yang dikembangkan Ibnu Sina hingga kini masih tetap menjadi bagian yang penting dalam investigasi geologi modern. Studi geologi juga sebenarnya secara lusa tercantum dalam Alquran. Dalam Surat Al-Hijr ayat 19 Allah SWT berfirman: “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.
Dalam Surat An-Nahl ayat 15, Sang Khalik juga berfirman: “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.” Ayat-ayat inilah yang kemungkinan memberi inspirasi bagi para ilmuwan Muslim untuk mengkaji studi geologi.
Sumbangan lainnya yang didedikasikan ilmuwan Muslim untuk studi geologi adalah penemuan kristalisasi dalam proses pemurnian. Terobosan penting yang dilakukan Jabir Ibnu Hayyan – saintis pada abad ke-8 M – itu sangat penting dalam kristallogi. Bapak Sejarah Sains, George Sarton menegaskan bahwa Jabir Ibnu Hayyan juga turut berkontribusi dalam geologi.
“Kami menemukan dalam tulisannya (Jabir) pandangan tentang metode penelitian kimia, sebuah teori pembentukan logam pada lapisan tanah, ” papar Sarton. Dalam risalah yang ditulisnya, papar Sarton, Jabir Ibnu Hayyan menyatakan bahwa pada dasarnya terdapat enam logam yang berbeda, akibat adanya perbedaan perbandingan sulfur dan merkuri pada keenam jenis logam itu.
Bila kita simak secara teliti, studi geologi mendapat perhatian dalam Alquran. Selain banyak memaparkan tentang gunung, ayat suci Alquran juga membahas tentang tanah. Dalam surat Al-A'raaf ayat 58, Allah SWT berfirman, “Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.”
Dalam ayat lainnya, Alquran juga menjelaskan adanya kandungan penting dalam tanah. “Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.” (QS:Thaahaa:ayat 6). Allah SWT juga berfirman dalam Surat Al-Kahfi ayat 41, “Atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi". hri
Sumbangsih Saintis Muslim bagi Geologi
Sejarah mencatat begitu banyak ilmuwan Muslim yang mengkaji geologi di era keemasan Islam. Menurut Guru Besar Universitas Yordania, Prof Abdulkader M Abed, para saintis Islam itu mengkaji tema-tema khusus seperti mineral, batu-batuan serta permata. Sayangnya, kebanyakan risalah itu banyak yang hilang dan tak eksis lagi.
Berikut ini beberapa ilmuwan Muslim yang mengkaji geologi:
* Yahya bin Masawaih (wafat 857 M): Dia menulis tentang permata dan kekayaannya.
* Al-Kindi (wafat 873 M): Menulis tiga risalah. Salah satu karyanya yang terbaik berjudul "Gems and the Likes".
* Al-Hasan Bin Ahmad al-Hamdani(334 H): Menulis tiga buku mengenai metode eksplorasi emas, perak, permata dan bahan mineral lainnya.
* Ikhwaan As-Safa (pertengahan abad ke-4 H): Menulis ensiklopedia yang berisi bagian-bagian minelar serta klasifikasinya.
* Abu Ar-Rayhan Mohammad Bin Ahmad al-Biruni: (wafat 1048 M): Adalah ahli minerallogi terhebat sepanjang seharah peradaban Islam. Selain menulis Book of Coordinates, dia juga menyusun buku berjudul Al-Jamhir fi Ma'rifatil Al-Jawahir. Yang mengupas tentang cara mengenali permata. Buku itu dinilai sebagai kontribusi terbaik yang disumbangkan perdaban Islam bagi studi minerallogi.
* Ahmad Bin Yousef Al-Tifashi: Ia menulis kitab Azhar Al-Afkar fi Jawahir Al-Ahjar yang berisi tentang cara mengenali batu-batu mulia.
* Mohammad Bin Ibrahim Ibnu Al-Akfani (wafat 1348A): menulis buku berjudul Nukhab Al-Thakhair fi Ahwaal Al-Jawahir. Mengupas karakteristik batu-batu mulia. hri
Mineralogi di Era Kekhalifahan
Para ilmuwan Muslim di abad ke-10 hingga 11 M banyak menaruh perhatian untuk meneliti dan menulis risalah tentang mineralogi. Studi mineralogi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari geologi. Sebab, mineralogi merupakan cabang geologi yang berfokus pada sifat kimia, struktur kristal, dan fisika dari mineral.
Studi ini juga mencakup proses pembentukan dan perubahan mineral. Sekitar 10 abad yang lalu, para saintis Muslim sudah mampu mengidentifikasi beragam jenis mineral. Mereka mendedikasikan dirinya untuk mempelajari mineral. Al-Biruni dikenal sebagai pakar mineralogi Muslim yang paling hebat dalam sejarah peradaban Islam.
Di zaman itu, para ilmuwan Islam sudah mampu menjelaskan komposisi kimia dan struktur kristal. Batu permata dan batu mulia dinilai para ilmuwan Muslim sebagai jenis mineral yang khusus. Intan, batu nilam, jamrud serta yang lainnya digolongkan ke dalam mineral. Sejak zaman dahulu batu-batu mulia itu menjadi lambang kemewahan raja-raja dan para wanita.
Sumbangan peradaban Islam dalam bidang mineralogi tak lepas dari keberhasilan umat Islam menguasai wilayah-wilayah penting seperti Mesir, Mesopotamia, India dan Romawi. Peradaban wilayah itu sebelumnya juga telah mengenal beragam jenis mineral, batu mulia, dan permata. Karya-karya terdahulu itu lalu dikembangkan dan diteliti lebih lanjut oleh para ilmuwan Muslim.
(http://www.republika.co.id/koran/36/61774/Geologi_dalam_Peradaban_Islam)
Ilmu ini dipandang memiliki kegunaan dan manfaat yang begitu besar. Betapa tidak. Geologi mampu membantu peradaban Manusia dalam menemukan dan mengatur sumber daya alam yang ada di bumi, seperti minyak bumi, batu bara, dan juga metal seperti besi, tembaga, emas dan uranium.
Selain itu, studi yang dikembangkan para saintis Islam itu juga sangat membantu dalam menemukan zat mineral lainnya yang memiliki nilai ekonomi, seperti: asbestos, perlit, mika, fosfat, zeolit, tanah liat, pumis, kuarsa, dan silika, dan juga elemen lainnya seperti belerang, klorin, dan helium. Sejak era kekhalifahan, umat Islam telah mampu menemukan ladang minyak serta besi, emas dan lainnya.
Adalah ilmuwan Barat bernama Fielding H Garisson yang menyatakan bahwa studi geologi modern dimulai pada era kekhalifahan. Dalam bukunya berjudul History of Medicine, Garisson mengatakan, “Umat Islam di abad pertengahan tak hanya mengawali berkembangnya aljabar, kimia dan geologi. Namun, juga telah meningkatkan dan memuliakan peradaban.”
Abdus Salam (1984) dalam Islam and Science menyatakan bahwa Abu al-Raihan al-Biruni (973-1048 M) merupakan geolog Muslim perintis yang berjasa mendirikan studi geologi modern. Secara mendalam, ilmuwan Muslim abad ke-11 M itu menulis tentang geologi India. Al-Biruni melontarkan sebuah hipotesis bahwa anak benua India awalnya adalah sebuah lautan.
"Jika Anda melihat tanah India dengan mata sendiri dan mengamati alamnya, sebenarnya daratan India awalnya adalah laut,” papar al-Biruni dalam Book of Coordinates. Ia juga menuturkan bahwa keberadaan kerang dan fosil di wilayah negeri Hindustan menunjukkan bahwa kawasan itu adalah lautan yang kemudian meningkat menjadi daratan kering.
Berdasarkan penemuannya itu, al-Biruni menyatakan bahwa bumi secara konstan mengembang. Temuannya itu memperkuat pandangan Islam yang menyatakan bahwa bumi tak kekal. Teori bumi tak kekal yang dilontarkan al-Biruni itu berlawanan dengan keyakinan ilmuwan Yunani Kuno yang berpendapat bahwa bumi itu kekal.
Al-Biruni pun lalu menyatakan bahwa bumi juga memiliki usia. Pendapat sang ilmuwan Muslim di era kekhalifahan itu terbukti. Para Geolog modern akhirnya membuktikan pendapat itu dengan menyatakan usia Bumi diperkirakan sekitar 4,5 miliar (4,5x109) tahun.
Ilmuwan Muslim legendaris, Ibnu Sina (981-1037) juga turut memberi kontribusi yang amat penting bagi studi geologi. Avicenna – begitu masyarakat Barat biasa menyebutnya -- menamakan geologi sebagai Attabieyat. Dalam bab lima ensiklopedia berjudul Kitab al-Shifa, Ibnu Sina menjelaskan tentang mineralogi, meteorologi.
Selain itu, bab keenam Kitab Al-Shifa, juga mengupas berbagai hal tentang bumi dan proses pembentukannya. Secara rinci dan lugas, Ibnu Sina membahas tentang; pembentukan gunung; manfaat gunung dalam pembentukan awan: sumber-sumber air, asal muasal gempa bumi; pembentukan mineral-mineral; serta keanekaragamaan lahan tanah di bumi.
Pemikiran Ibnu Sina tentang geologi ternyata sangat berpengaruh terhadap peradaban Barat. Berkat jasa Avicenna-lah, masyarakat Barat kemudian mengenal hukum superposisi, konsep katastropisme (bencana besar) serta doktrin uniformitarianism. Buah pikir Ibnu Sina juga banyak mempengaruhi ilmuwan Barat bernama James Hutton dalam mencetuskan Teori Bumi pada abad ke-18 M.
Secara terang-terangan, dua akademisi Barat bernama Toulmin dan Goodfield (1965), menjelaskan sumbangsih yang diberika Ibnu Sina bagi studi geologi modern. “Sekitar abad ke-10 M, Avicenna telah melontarkan hipotesis tentang asal-muasal bentangan gunung. Padahal, 800 tahun kemudian, pemikiran seperti itu masih dianggap radikal di dunia Kristen,”” papar Toulim dan Goodfield.
Tak cuma itu, metodelogi ilmiah serta observasi lapangan yang dikembangkan Ibnu Sina hingga kini masih tetap menjadi bagian yang penting dalam investigasi geologi modern. Studi geologi juga sebenarnya secara lusa tercantum dalam Alquran. Dalam Surat Al-Hijr ayat 19 Allah SWT berfirman: “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.
Dalam Surat An-Nahl ayat 15, Sang Khalik juga berfirman: “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.” Ayat-ayat inilah yang kemungkinan memberi inspirasi bagi para ilmuwan Muslim untuk mengkaji studi geologi.
Sumbangan lainnya yang didedikasikan ilmuwan Muslim untuk studi geologi adalah penemuan kristalisasi dalam proses pemurnian. Terobosan penting yang dilakukan Jabir Ibnu Hayyan – saintis pada abad ke-8 M – itu sangat penting dalam kristallogi. Bapak Sejarah Sains, George Sarton menegaskan bahwa Jabir Ibnu Hayyan juga turut berkontribusi dalam geologi.
“Kami menemukan dalam tulisannya (Jabir) pandangan tentang metode penelitian kimia, sebuah teori pembentukan logam pada lapisan tanah, ” papar Sarton. Dalam risalah yang ditulisnya, papar Sarton, Jabir Ibnu Hayyan menyatakan bahwa pada dasarnya terdapat enam logam yang berbeda, akibat adanya perbedaan perbandingan sulfur dan merkuri pada keenam jenis logam itu.
Bila kita simak secara teliti, studi geologi mendapat perhatian dalam Alquran. Selain banyak memaparkan tentang gunung, ayat suci Alquran juga membahas tentang tanah. Dalam surat Al-A'raaf ayat 58, Allah SWT berfirman, “Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.”
Dalam ayat lainnya, Alquran juga menjelaskan adanya kandungan penting dalam tanah. “Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.” (QS:Thaahaa:ayat 6). Allah SWT juga berfirman dalam Surat Al-Kahfi ayat 41, “Atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi". hri
Sumbangsih Saintis Muslim bagi Geologi
Sejarah mencatat begitu banyak ilmuwan Muslim yang mengkaji geologi di era keemasan Islam. Menurut Guru Besar Universitas Yordania, Prof Abdulkader M Abed, para saintis Islam itu mengkaji tema-tema khusus seperti mineral, batu-batuan serta permata. Sayangnya, kebanyakan risalah itu banyak yang hilang dan tak eksis lagi.
Berikut ini beberapa ilmuwan Muslim yang mengkaji geologi:
* Yahya bin Masawaih (wafat 857 M): Dia menulis tentang permata dan kekayaannya.
* Al-Kindi (wafat 873 M): Menulis tiga risalah. Salah satu karyanya yang terbaik berjudul "Gems and the Likes".
* Al-Hasan Bin Ahmad al-Hamdani(334 H): Menulis tiga buku mengenai metode eksplorasi emas, perak, permata dan bahan mineral lainnya.
* Ikhwaan As-Safa (pertengahan abad ke-4 H): Menulis ensiklopedia yang berisi bagian-bagian minelar serta klasifikasinya.
* Abu Ar-Rayhan Mohammad Bin Ahmad al-Biruni: (wafat 1048 M): Adalah ahli minerallogi terhebat sepanjang seharah peradaban Islam. Selain menulis Book of Coordinates, dia juga menyusun buku berjudul Al-Jamhir fi Ma'rifatil Al-Jawahir. Yang mengupas tentang cara mengenali permata. Buku itu dinilai sebagai kontribusi terbaik yang disumbangkan perdaban Islam bagi studi minerallogi.
* Ahmad Bin Yousef Al-Tifashi: Ia menulis kitab Azhar Al-Afkar fi Jawahir Al-Ahjar yang berisi tentang cara mengenali batu-batu mulia.
* Mohammad Bin Ibrahim Ibnu Al-Akfani (wafat 1348A): menulis buku berjudul Nukhab Al-Thakhair fi Ahwaal Al-Jawahir. Mengupas karakteristik batu-batu mulia. hri
Mineralogi di Era Kekhalifahan
Para ilmuwan Muslim di abad ke-10 hingga 11 M banyak menaruh perhatian untuk meneliti dan menulis risalah tentang mineralogi. Studi mineralogi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari geologi. Sebab, mineralogi merupakan cabang geologi yang berfokus pada sifat kimia, struktur kristal, dan fisika dari mineral.
Studi ini juga mencakup proses pembentukan dan perubahan mineral. Sekitar 10 abad yang lalu, para saintis Muslim sudah mampu mengidentifikasi beragam jenis mineral. Mereka mendedikasikan dirinya untuk mempelajari mineral. Al-Biruni dikenal sebagai pakar mineralogi Muslim yang paling hebat dalam sejarah peradaban Islam.
Di zaman itu, para ilmuwan Islam sudah mampu menjelaskan komposisi kimia dan struktur kristal. Batu permata dan batu mulia dinilai para ilmuwan Muslim sebagai jenis mineral yang khusus. Intan, batu nilam, jamrud serta yang lainnya digolongkan ke dalam mineral. Sejak zaman dahulu batu-batu mulia itu menjadi lambang kemewahan raja-raja dan para wanita.
Sumbangan peradaban Islam dalam bidang mineralogi tak lepas dari keberhasilan umat Islam menguasai wilayah-wilayah penting seperti Mesir, Mesopotamia, India dan Romawi. Peradaban wilayah itu sebelumnya juga telah mengenal beragam jenis mineral, batu mulia, dan permata. Karya-karya terdahulu itu lalu dikembangkan dan diteliti lebih lanjut oleh para ilmuwan Muslim.
(http://www.republika.co.id/koran/36/61774/Geologi_dalam_Peradaban_Islam)
Rabu, 01 Juli 2009
Kriteria pemimpin menurut Islam
Detik – detik menuju hari H pemilihan pemimpin (presiden) kian dekat. Sebagian calon pemilih sudah menentukan siapa calon pemimpin pilihannya, tapi masih banyak juga yang masih bingung. Selain itu, banyak juga yang memilih untuk tidak memilih, baik karena kemauan sendiri maupun karena keadaan yang membuat mereka tidak bisa memilih. Memilih memang bukan perkara mudah, apalagi kalau mungkin pilihan yang diberikan tidak ada yang sesuai dengan hati nurani. Sebagian mengatakan kalau pilihan yang ada merupakan yang terbaik, jadi memilih yang paling baik dari yang baik. Namun ada juga yang berpendapat sebaliknya, memilih yang paling sedikit jeleknya dari yang jelek. Apapun alasannya, kita tetap butuh pemimpin, apalagi negara sebesar ini, kalau tidak ada pemimpin, tentu akan kacau balau. Mudah – mudahan pemimpin yang terpilih merupakan pemimpin yang cerdas, jujur, amanah sehingga bisa membawa bangsa ini menjadi lebih baik.
Walaupun sistem pemerintahan dan negara kita belum sepenuhnya sesuai dengan Islam, tetapi tentu saja kita menginginkan pemimpin yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan Allah dan Rasululloh. Berikut adalah kriteria pemimpin menurut Islam, berdasarkan Alqur’an dan Assunah (Dikutip dengan berbagai tambahan dari majalah “FATAWA”)
1.Beriman dan bertaqwa kepada Allah
“Janganlah orang – orang mukmin mengambil orang – orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang – orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allahkecuali karena (siasat) memelihara diri dari suatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)”. (QS.Ali Imran : 28)
2.Berilmu
Ilmu penting dimiliki karena dengan ilmu seorang pemimpin bisa mengeluarkan ijtihad dan solusi dalam menyelesaikan masalah umat agar tidak terjadi kedzaliman.
“............. sesungguhnya Alloh telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa......... (QS.Albaqarah : 247)
3.Memiliki kekuatan fisik dan mental (sehat jasmani dan rohani)
Dengan sehat jasmani dan rohani seorang pemimpin dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan bisa mengetahui dengan jelas kebutuhan rakyat.
“Sesungguhnya orang yang paling baik engkau tugaskan adalah yang kuat”.... (QS. Al-Qashash : 26)
4.Bersikap adil, jujur dan dapat dipercaya
Pemimpin adalah teladan bagi rakyat sehingga dituntut seorang yang jauh dari sifat zhalim dan suka bermaksiat. Keadilan hanya bisa diperoleh dari pemimpin yang adil, jujur dan terpercaya. Sifat terpercaya berkaitan dengan kemampuan mengendalikan diri, tidak menyelewengkan jabatan untuk mencari keuntungan secara tidak sah.
“Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menunaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan menyuruh apabila kamu menetapkan hukum diantara manusia, supaya menetapkan dengan adil”. (QS.Annisa : 59)
“Orang yang bakal paling dikasihi oleh Allah dan yang paling dekat disisiNya kelak pada hari berhisab ialah pemimpin yang adil, dan orang yang bakal dibenci Alloh pada hari berhisab dan bakal menerima siksa adzab yang sangat pedih adalah para pemimpin yang zhalim”. (HR.Tirmidzi).
5.Konsekuen memikul tanggung jawab
Maksudnya adalah melaksanakan aturan – aturan yang ada dengan sebaik-baiknya dan bertanggungjawab terhadap peraturan yang dibuat. Tentunya peraturan yang dibuat itu berpihak kepada kebaikan rakyat dan tidak bertentangan dengan hukum Alloh dan rasul-Nya.
6.Tegas dan menegakkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar
“Semoga Allah melindungimu dari pemimpin yang bodoh!. Ka’ab bertanya, “Siapakah pemimpin yang bodoh itu, wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab, ‘Yaitu para pemimpin sesudahku yang tidak mau mengambil petunjukku, tidak pula mau menetapkan ajaranku. Barangsiapa membenarkanperilaku pemimpin tersebut dengan segala kebohongannya dan membantu perilaku zhalimnya, maka mereka bukan termasuk umatku dan aku bukan termasuk golongan mereka. Dan kelak mereka tidak akan pernah mencicipi haudh (telagaku). Sementara yang tidak membenarkan segala kebohongan yang diperbuat pemimpin tersebut dan tidak pula membantu perilaku zhalimnya, maka mereka termasuk umatku dan akupun termasuk golongannya. Kelak mereka akan meminum air telagaku. (HR. Muslim)
Uraian di atas mungkin sebuah kriteria ideal suatu calon pemimpin. Mungkin saat ini tidak ada calon pemimpin yang benar – benar ideal, tapi paling tidak mendekati, dengan kata lain harus memenuhi hal – hal yang paling mendasar dari kriteria – kriteria di atas. Selain itu, sebenarnya kepemimpinan bukanlah merupakan sesuatu hal yang harus diperebutkan, melainkan suatu amanah yang sebenarnya berat untuk dipikul. Kita mungkin sudah pernah baca sejarah setelah rasullullah wafat. Para sahabat ketika itu tidak saling berebut untuk menjadi pemimpin, bahkan mereka saling memberikan atau menyerahkan kepemimpinan kepada sahabat yang lain, karena mereka merasa sahabat yang lain lebih mampu untuk memegang tampuk kepemimpinan setelah rasullullah. Hal ini sesuai dengan sabda nabi kita :
“Kami tidak mengangkat orang yang berambisi berkedudukan”. (HR.Muslim)
Nah, sudah jelas kan kriteria calon pemimpin menurut Islam? Jadi apakah ada calon2 presiden kita yang memenuhi atau paling tidak mendekati??? Jawaban ada ditangan anda..... (^_^)
Walaupun sistem pemerintahan dan negara kita belum sepenuhnya sesuai dengan Islam, tetapi tentu saja kita menginginkan pemimpin yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan Allah dan Rasululloh. Berikut adalah kriteria pemimpin menurut Islam, berdasarkan Alqur’an dan Assunah (Dikutip dengan berbagai tambahan dari majalah “FATAWA”)
1.Beriman dan bertaqwa kepada Allah
“Janganlah orang – orang mukmin mengambil orang – orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang – orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allahkecuali karena (siasat) memelihara diri dari suatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)”. (QS.Ali Imran : 28)
2.Berilmu
Ilmu penting dimiliki karena dengan ilmu seorang pemimpin bisa mengeluarkan ijtihad dan solusi dalam menyelesaikan masalah umat agar tidak terjadi kedzaliman.
“............. sesungguhnya Alloh telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa......... (QS.Albaqarah : 247)
3.Memiliki kekuatan fisik dan mental (sehat jasmani dan rohani)
Dengan sehat jasmani dan rohani seorang pemimpin dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan bisa mengetahui dengan jelas kebutuhan rakyat.
“Sesungguhnya orang yang paling baik engkau tugaskan adalah yang kuat”.... (QS. Al-Qashash : 26)
4.Bersikap adil, jujur dan dapat dipercaya
Pemimpin adalah teladan bagi rakyat sehingga dituntut seorang yang jauh dari sifat zhalim dan suka bermaksiat. Keadilan hanya bisa diperoleh dari pemimpin yang adil, jujur dan terpercaya. Sifat terpercaya berkaitan dengan kemampuan mengendalikan diri, tidak menyelewengkan jabatan untuk mencari keuntungan secara tidak sah.
“Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menunaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan menyuruh apabila kamu menetapkan hukum diantara manusia, supaya menetapkan dengan adil”. (QS.Annisa : 59)
“Orang yang bakal paling dikasihi oleh Allah dan yang paling dekat disisiNya kelak pada hari berhisab ialah pemimpin yang adil, dan orang yang bakal dibenci Alloh pada hari berhisab dan bakal menerima siksa adzab yang sangat pedih adalah para pemimpin yang zhalim”. (HR.Tirmidzi).
5.Konsekuen memikul tanggung jawab
Maksudnya adalah melaksanakan aturan – aturan yang ada dengan sebaik-baiknya dan bertanggungjawab terhadap peraturan yang dibuat. Tentunya peraturan yang dibuat itu berpihak kepada kebaikan rakyat dan tidak bertentangan dengan hukum Alloh dan rasul-Nya.
6.Tegas dan menegakkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar
“Semoga Allah melindungimu dari pemimpin yang bodoh!. Ka’ab bertanya, “Siapakah pemimpin yang bodoh itu, wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab, ‘Yaitu para pemimpin sesudahku yang tidak mau mengambil petunjukku, tidak pula mau menetapkan ajaranku. Barangsiapa membenarkanperilaku pemimpin tersebut dengan segala kebohongannya dan membantu perilaku zhalimnya, maka mereka bukan termasuk umatku dan aku bukan termasuk golongan mereka. Dan kelak mereka tidak akan pernah mencicipi haudh (telagaku). Sementara yang tidak membenarkan segala kebohongan yang diperbuat pemimpin tersebut dan tidak pula membantu perilaku zhalimnya, maka mereka termasuk umatku dan akupun termasuk golongannya. Kelak mereka akan meminum air telagaku. (HR. Muslim)
Uraian di atas mungkin sebuah kriteria ideal suatu calon pemimpin. Mungkin saat ini tidak ada calon pemimpin yang benar – benar ideal, tapi paling tidak mendekati, dengan kata lain harus memenuhi hal – hal yang paling mendasar dari kriteria – kriteria di atas. Selain itu, sebenarnya kepemimpinan bukanlah merupakan sesuatu hal yang harus diperebutkan, melainkan suatu amanah yang sebenarnya berat untuk dipikul. Kita mungkin sudah pernah baca sejarah setelah rasullullah wafat. Para sahabat ketika itu tidak saling berebut untuk menjadi pemimpin, bahkan mereka saling memberikan atau menyerahkan kepemimpinan kepada sahabat yang lain, karena mereka merasa sahabat yang lain lebih mampu untuk memegang tampuk kepemimpinan setelah rasullullah. Hal ini sesuai dengan sabda nabi kita :
“Kami tidak mengangkat orang yang berambisi berkedudukan”. (HR.Muslim)
Nah, sudah jelas kan kriteria calon pemimpin menurut Islam? Jadi apakah ada calon2 presiden kita yang memenuhi atau paling tidak mendekati??? Jawaban ada ditangan anda..... (^_^)
Senin, 15 Juni 2009
Jika hasil akhir adalah tujuan utama..
Dalam setiap melakukan pekerjaan, apapun itu setiap orang pasti menginginkan hasil akhir sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan ada yang dengan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hasil tersebut. Jarang orang yang bisa belajar dari sebuah proses, baik proses yang berujung kepada kegagalan, maupun proses yang berujung pada keberhasilan. Seorang motivator, Satria Hadi Lubis (SHL) mengatakan dalam bukunya : “Sukses bukanlah hasil, sukses adalah proses menuju keberhasilan”. Jadi sebenarnya apapun hasilnya, baik gagal maupun berhasil bisa merupakan sebuah kesuksesan, tergantung bagaimana kita bisa belajar dari proses untuk mencapai hasil itu.
Beberapa hari ini aku melihat suatu pemandangan kontras dari siswa SMA kelas 3 yang melihat pengumuman UAN. Di satu sisi sebagian siswa/siswi bersedih, menangis bahkan beberapa ada yang pingsan karena dinyatakan tidak lulus UAN, namun disisi lain banyak siswa yang bersorak sorai, mengecat pakaian, wajah, rambut, dsb karena lulus UAN. Mungkin bagi yang tidak lulus UAN, dunia ini seolah2 berakhir, masa depan sepertinya suram dan sebagainya, sedangkan bagi yang lulus UAN seolah-olah semuanya telah selesai, padahal jalan masih panjang dan berliku, penuh onak dan duri, hi...hi...hi.... lebay!
Memang wajar jika kita bersedih atau kecewa karena gagal, tapi bukankah kita bisa mengambil pelajaran dari kegagalan itu. Tidak ada orang yang tidak pernah gagal, katanya orang yang sukses itu bukan orang yang tidak pernah gagal, tapi orang yang bisa bangkit dari kegagalan. Terdengar klise dan mudah memang, tapi sulit dilakukan, apalagi jika rasa optimis sudah hilang.
Fenomena – fenomena yang terjadi setelah pengumuman kelulusan UAN setiap tahun rasanya hampir sama. Bagi yang tidak lulus ada yang menangis meraung -raung, pingsan, bahkan ada yang bunuh diri, bagi yang lulus ada yang bergembira dengan berlebihan, bersorak sorai, mengecat tubuh dan pakaian, konvoi kendaraan bermotor, dsb. Namun bagi yang tidak lulus sepertinya juga masih ada yang bersikap tabah, sabar dan mengambil pelajaran dari ketidaklulusannya, sedangkan bagi yang lulus menyikapinya dengan penuh rasa syukur dan biasa-biasa aja, seperti aku dulu, he...he...he.....
Mungkin inilah salah satu contoh dari pernyataan jika hasil akhir merupakan tujuan utama, akibatnya jika gagal akan merasa terpukul dan depresi, sebaliknya jika berhasil akan merayakan dengan euforia secara berlebihan...
Bagi adik2 yang belum lulus UAN, sabar, jangan rendah diri, dunia ini belum berakhir, masih ada kesempatan2 lain yang mungkin lebih baik, tetap optimis! Sedangkan bagi yang lulus UAN, segalanya belum berakhir, masih panjang jalan kita, terus berusaha. Buat diriku sendiri, SEMANGAT...SEMANGAT...SEMANGAT...!!! Emang susah memotivasi diri sendiri, mungkin lebih mudah memang memotivasi orang lain. (^_^)..
Mari kita ambil pelajaran dari proses yang telah kita lakukan, apapun hasilnya, itulah yang terbaik, asal kita bisa mengambil pelajaran dan tidak melakukan kesalahan yang sama... Chayoo everybody...!
Beberapa hari ini aku melihat suatu pemandangan kontras dari siswa SMA kelas 3 yang melihat pengumuman UAN. Di satu sisi sebagian siswa/siswi bersedih, menangis bahkan beberapa ada yang pingsan karena dinyatakan tidak lulus UAN, namun disisi lain banyak siswa yang bersorak sorai, mengecat pakaian, wajah, rambut, dsb karena lulus UAN. Mungkin bagi yang tidak lulus UAN, dunia ini seolah2 berakhir, masa depan sepertinya suram dan sebagainya, sedangkan bagi yang lulus UAN seolah-olah semuanya telah selesai, padahal jalan masih panjang dan berliku, penuh onak dan duri, hi...hi...hi.... lebay!
Memang wajar jika kita bersedih atau kecewa karena gagal, tapi bukankah kita bisa mengambil pelajaran dari kegagalan itu. Tidak ada orang yang tidak pernah gagal, katanya orang yang sukses itu bukan orang yang tidak pernah gagal, tapi orang yang bisa bangkit dari kegagalan. Terdengar klise dan mudah memang, tapi sulit dilakukan, apalagi jika rasa optimis sudah hilang.
Fenomena – fenomena yang terjadi setelah pengumuman kelulusan UAN setiap tahun rasanya hampir sama. Bagi yang tidak lulus ada yang menangis meraung -raung, pingsan, bahkan ada yang bunuh diri, bagi yang lulus ada yang bergembira dengan berlebihan, bersorak sorai, mengecat tubuh dan pakaian, konvoi kendaraan bermotor, dsb. Namun bagi yang tidak lulus sepertinya juga masih ada yang bersikap tabah, sabar dan mengambil pelajaran dari ketidaklulusannya, sedangkan bagi yang lulus menyikapinya dengan penuh rasa syukur dan biasa-biasa aja, seperti aku dulu, he...he...he.....
Mungkin inilah salah satu contoh dari pernyataan jika hasil akhir merupakan tujuan utama, akibatnya jika gagal akan merasa terpukul dan depresi, sebaliknya jika berhasil akan merayakan dengan euforia secara berlebihan...
Bagi adik2 yang belum lulus UAN, sabar, jangan rendah diri, dunia ini belum berakhir, masih ada kesempatan2 lain yang mungkin lebih baik, tetap optimis! Sedangkan bagi yang lulus UAN, segalanya belum berakhir, masih panjang jalan kita, terus berusaha. Buat diriku sendiri, SEMANGAT...SEMANGAT...SEMANGAT...!!! Emang susah memotivasi diri sendiri, mungkin lebih mudah memang memotivasi orang lain. (^_^)..
Mari kita ambil pelajaran dari proses yang telah kita lakukan, apapun hasilnya, itulah yang terbaik, asal kita bisa mengambil pelajaran dan tidak melakukan kesalahan yang sama... Chayoo everybody...!
Kamis, 30 April 2009
Masih perlukah UAN...???
Mumpung deket2 hari pendidikan ni, mo mengungkapkan sedikit unek – unek tentang pendidikan, terutama tentang Ujian Akhir Nasional (UAN).
UAN merupakan hal yang sudah berlalu bagiku, udah lama banget. Dulu aku cukup deg-degkan ketika menjelang UAN, terutama ketika UAN SD dan SMP (dulu namanya EBTANAS). Karena pada waktu itu selain pengen lulus, tapi juga pengen dapet NEM tinggi supaya waktu mau masuk SMP & SMA dapet sekolah unggulan/favorit. Tapi pas UAN SMA, cara menghadapinya beda. Saat itu aku lebih santai karena sudah tahu kalau buat masuk kuliah gak perlu NEM, yang penting lulus SPMB. Masih ingat pas malam2 UAN waktu itu, aku dan temen2 malah ngobrol & ngerumpi, maklum anak asrama jadinya ngumpul semua, sampai2 dimarahi guru. Sebagian besar temen2 waktu itu tidak punya target NEM yang tinggi, yang penting lulus, UAN dianggap sebagai try out SPMB. Kecuali beberapa temen yang punya niat tulus untuk dapat NEM tinggi supaya rata-rata NEM sekolahnya juga tinggi, he..he... Dan hasilnya pun kalau tidak bisa dibilang memuaskan ya tidak terlalu mengecewakanlah, tepatnya nilaiku waktu itu pas-pasan, he3...
Minggu – minggu ini merupakan minggu yang menentukan buat para pelajar kelas VI, IX dan XII. Ya, minggu2 ini merupakan minggunya UAN, ujian akhir nasional. UAN merupakan momok bagi sebagian pelajar, karena 3 kata inilah yang “menentukan masa depan” mereka. Sehingga ketika akan menghadapi UAN, banyak hal-hal yang dilakukan supaya lulus UAN. Ada yang belajar mati-matian, ada yang mengadakan doa dan dzikir bersama sampai nangis2, tapi ada juga yang santai - santai saja (karena sudah siap atau malah pasrah, he3...), bahkan mungkin ada juga yang mendatangi paranormal alias dukun supaya dapat mantra lulus ujian seperti yang dilakukan Mahar cs. dalam novel Laskar Pelangi, ha..ha.... Yang jelas apapun akan dilakukan asal LULUS UAN, seolah – olah dengan UAN merupakan standar kesuksesan seorang siswa.
Beragam polah dalam “persiapan” untuk menghadapi UAN, beragam tingkah polah juga ketika hasil UAN sudah diketahui. Bagi yang lulus, ada yang bersyukur, ada yang biasa – biasa aja, tapi ada juga yang sangat emosional, mulai dari menangis sampai melakukan tindakan – tindakan bodoh seperti corat – coret pakaian, muka, rambut, terus konvoi dengan kendaraan bermotor, mengacaukan lalulintas dan tindakan2 merusak lainnya. Sedangkan bagi yang tidak lulus, ada yang menyikapi dengan sabar, tapi ada juga yang sangat emosional, mulai dari menangis, meraung-raung, pingsan, bahkan bagi yang tidak kuat iman ada juga yang melakukan aksi bunuh diri. Sangat memprihatinkan. Inikah profil pendidikan kita??? Hmm...
Banyak yang bilang kalau sistem pendidikan di Indonesia harus diubah, terutama masalah syarat kelulusan. Aku tidak terlalu mengetahui masalah sistem pendidikan, tapi menurutku syarat lulus SD,SMP dan SMA yang hanya ditentukan oleh nilai UAN sesuai standar tertentu, rasanya sangat tidak fair atau tidak adil. Ada siswa yang berprestasi seperti juara olimpiade sains tidak lulus karena nilai UANnya tidak memenuhi standar, ada juga yang sudah diterima di Perguruan Tinggi ternama harus menunda keinginan kuliahnya karena sebab yang sama. Kasihan sekali mereka, korban sistem.
Masalah-masalah yang timbul yang berhubungan dengan UAN juga sangat banyak. Mulai dari kecurangan2 sebelum, ketika dan sesudah UAN, korupsi, jual beli soal dan jawaban, dan sebagainya. Selain itu ada juga pengubahan nilai UAN karena sebab tertentu. Mengenai hal ini, aku jadi inget waktu setelah UAN dulu. Waktu itu ada istilah konversi nilai UAN, jadinya nilai UAN suatu sekolah dikurangi yang kemudian digunakan untuk menambah nilai di sekolah lain supaya siswanya lulus. Hal ini tentu saja menimbulkan protes, waktu itu temen-temenku mengajukan protes bahkan sampai ke DPRD, tapi hasilnya nihil, mungkin karena nilainya sudah tertulis di ijazah atau karena alasan lain. Waktu itu aku tidak terlalu tahu persis bagaimana kejadiaanya, karena waktu itu aku sudah merantau ke ngayogyokarto. Sekali lagi, inikah profil pendidikan kita??? Hmm...
So, masih perlukah UAN dilaksanakan??? Haruskah sistem pendidikan kita dirubah??? Bagi para pakar pendidikan atau calon pakar pendidikan, jawab ya!!! He..he... PEACE!!! (^_^)
UAN merupakan hal yang sudah berlalu bagiku, udah lama banget. Dulu aku cukup deg-degkan ketika menjelang UAN, terutama ketika UAN SD dan SMP (dulu namanya EBTANAS). Karena pada waktu itu selain pengen lulus, tapi juga pengen dapet NEM tinggi supaya waktu mau masuk SMP & SMA dapet sekolah unggulan/favorit. Tapi pas UAN SMA, cara menghadapinya beda. Saat itu aku lebih santai karena sudah tahu kalau buat masuk kuliah gak perlu NEM, yang penting lulus SPMB. Masih ingat pas malam2 UAN waktu itu, aku dan temen2 malah ngobrol & ngerumpi, maklum anak asrama jadinya ngumpul semua, sampai2 dimarahi guru. Sebagian besar temen2 waktu itu tidak punya target NEM yang tinggi, yang penting lulus, UAN dianggap sebagai try out SPMB. Kecuali beberapa temen yang punya niat tulus untuk dapat NEM tinggi supaya rata-rata NEM sekolahnya juga tinggi, he..he... Dan hasilnya pun kalau tidak bisa dibilang memuaskan ya tidak terlalu mengecewakanlah, tepatnya nilaiku waktu itu pas-pasan, he3...
Minggu – minggu ini merupakan minggu yang menentukan buat para pelajar kelas VI, IX dan XII. Ya, minggu2 ini merupakan minggunya UAN, ujian akhir nasional. UAN merupakan momok bagi sebagian pelajar, karena 3 kata inilah yang “menentukan masa depan” mereka. Sehingga ketika akan menghadapi UAN, banyak hal-hal yang dilakukan supaya lulus UAN. Ada yang belajar mati-matian, ada yang mengadakan doa dan dzikir bersama sampai nangis2, tapi ada juga yang santai - santai saja (karena sudah siap atau malah pasrah, he3...), bahkan mungkin ada juga yang mendatangi paranormal alias dukun supaya dapat mantra lulus ujian seperti yang dilakukan Mahar cs. dalam novel Laskar Pelangi, ha..ha.... Yang jelas apapun akan dilakukan asal LULUS UAN, seolah – olah dengan UAN merupakan standar kesuksesan seorang siswa.
Beragam polah dalam “persiapan” untuk menghadapi UAN, beragam tingkah polah juga ketika hasil UAN sudah diketahui. Bagi yang lulus, ada yang bersyukur, ada yang biasa – biasa aja, tapi ada juga yang sangat emosional, mulai dari menangis sampai melakukan tindakan – tindakan bodoh seperti corat – coret pakaian, muka, rambut, terus konvoi dengan kendaraan bermotor, mengacaukan lalulintas dan tindakan2 merusak lainnya. Sedangkan bagi yang tidak lulus, ada yang menyikapi dengan sabar, tapi ada juga yang sangat emosional, mulai dari menangis, meraung-raung, pingsan, bahkan bagi yang tidak kuat iman ada juga yang melakukan aksi bunuh diri. Sangat memprihatinkan. Inikah profil pendidikan kita??? Hmm...
Banyak yang bilang kalau sistem pendidikan di Indonesia harus diubah, terutama masalah syarat kelulusan. Aku tidak terlalu mengetahui masalah sistem pendidikan, tapi menurutku syarat lulus SD,SMP dan SMA yang hanya ditentukan oleh nilai UAN sesuai standar tertentu, rasanya sangat tidak fair atau tidak adil. Ada siswa yang berprestasi seperti juara olimpiade sains tidak lulus karena nilai UANnya tidak memenuhi standar, ada juga yang sudah diterima di Perguruan Tinggi ternama harus menunda keinginan kuliahnya karena sebab yang sama. Kasihan sekali mereka, korban sistem.
Masalah-masalah yang timbul yang berhubungan dengan UAN juga sangat banyak. Mulai dari kecurangan2 sebelum, ketika dan sesudah UAN, korupsi, jual beli soal dan jawaban, dan sebagainya. Selain itu ada juga pengubahan nilai UAN karena sebab tertentu. Mengenai hal ini, aku jadi inget waktu setelah UAN dulu. Waktu itu ada istilah konversi nilai UAN, jadinya nilai UAN suatu sekolah dikurangi yang kemudian digunakan untuk menambah nilai di sekolah lain supaya siswanya lulus. Hal ini tentu saja menimbulkan protes, waktu itu temen-temenku mengajukan protes bahkan sampai ke DPRD, tapi hasilnya nihil, mungkin karena nilainya sudah tertulis di ijazah atau karena alasan lain. Waktu itu aku tidak terlalu tahu persis bagaimana kejadiaanya, karena waktu itu aku sudah merantau ke ngayogyokarto. Sekali lagi, inikah profil pendidikan kita??? Hmm...
So, masih perlukah UAN dilaksanakan??? Haruskah sistem pendidikan kita dirubah??? Bagi para pakar pendidikan atau calon pakar pendidikan, jawab ya!!! He..he... PEACE!!! (^_^)
Sabtu, 11 April 2009
About Obama again...
Beberapa bulan lalu, aku menuliskan sesuatu tentang Obama di blog ini. Isinya kurang lebih mengenai “keherananku” terhadap sikap beberapa rakyat Indonesia yang “tiba – tiba” menjadi pengagum Obama, menjadi sok akrab dengan Obama dan sebagainya. Mungkin memang sangat subjektif, tapi menurutku ada benarnya. Obama dianggap bisa menyelesaikan semua masalah, terutama Islam dengan barat, inilah harapan sebagian tokoh dan rakyat dunia. Bagaimanapun juga Obama tetaplah Obama, Amerika tetaplah Amerika, yang dalam waktu dekat ini menurutku sangat sulit “bersahabat” dengan bangsa Islam. Tidak selayaknya umat Islam berharap pada tokoh seperti Obama. Ini bukan masalah suka atau tidak suka, tapi lebih prinsipil lagi...
Berikut salah satu artikel yang menunjukkan siapa sebenarnya Obama. masih banyak artikel2 sejenis yang dapat dilihat di website ini. www.eramuslim.com.
Gaza: Kebohongan Pertama Obama
Bom dan rudal Israel yang terus menggempur langit Gaza sebenarnya bukan hanya kematian dan terror terhadap rakyat Palestina di tahun 2009 ini, tapi juga merupakan sebuah kelanjutan dari rentetan peristiwa berdarah di masa lalu. Mulai dari tragedi Nakba yang terjadi mulai tahun 1948 sampai perang tahun 1967, invasi Israel ke Lebanon 1982 dan 2006, sampai holocaust di Jenin. Dan serangan Israel ke Gaza pada akhir 2008 dan awal 2009 merupakan bentuk pertama Barack Obama, tentang bagaimana sebuah kebohongan dimulai.
Sebelum menduduki kekuasaannya di Gedung Putih, Obama harus menghadapi kenyataan bahwa puluhan dan bahkan ribuan orang di Kairo, Beirut, Amman, Doha, Paris, Athena , London, Berlin, Paris, Roma, Istanbul, Sydney dan ibokota negara lainnya turun ke jalan, dengan kemarahan yang sama terhadap AS. Tidak seperti presiden AS lainnya yang setidaknya untuk basa-basi mengkritisi Israel. Obama diam seribu bahasa. Kalimat pendeknya, “Tewasnya warga sipil Gaza merupakan sumber dari perhatian kita,’ ujar Obama. Lalu, Obama dicerca dan dipandang hina dina,dan dikritik habis-habisan oleh hampir semua orang dan media di negeri itu.
Yang paling buruk adalah komentarnya ketika ia berkampanye di Sderot Juli 2008 silam, “Jika ada yang menghujani roket ke rumah saya, dan ketika itu kedua orang puteri saya tengah tertidur, saya akan melakukan apa yang saya bisa untuk menghentikan mereka.”,ucap Obama. Ucapan ini diartikan sebagai lampu hijau dari Obama bagi Israel untuk melakukan pembantaian di Gaza. Lewat Hillay Clinton—Menteri Luar Negeri AS yang akan datang—Obama mengatakan, “Saya mengerti dan sangat bersimpati terhadap niat Israel dalam mempertahankan diri dalam situasi seperti ini”. Banyak pengamat memprediksi bahwa inilah potret sejati dari sang presiden AS yang baru. Ia tak lebih merupakan 'pion' baru Zionis-Israel. Apalagi, pos-pos strategis di pemerintahan diserahkan kepada tokoh Yahudi, yang dulu duduk di kabinet Bill Clinton, termasuk Lawrence Summer, yang menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (NEC).
Namun, jika Obama bermaksud untuk mempertahankan kepercayaan pemilihnya, bahwa kepemimpinannya adalah perubahan besar untuk AS dan dunia, dia harus mampu membuat AS meyakinkan dunia. Obama harus memberikan sinyal dan perintah tegas, kekejaman Israel harus dihentikan. Dia harus berbicara jujur bahwa sejarah bangsa Yahudi hanya selalu menciptakan permusuhan dan pembunuhan. Dan, nampaknya Obama akan menjadi 'pion' baru Zionis-Israel, yang akan ikut menciptakan kekacauan baru di dunia.
Berikut salah satu artikel yang menunjukkan siapa sebenarnya Obama. masih banyak artikel2 sejenis yang dapat dilihat di website ini. www.eramuslim.com.
Gaza: Kebohongan Pertama Obama
Bom dan rudal Israel yang terus menggempur langit Gaza sebenarnya bukan hanya kematian dan terror terhadap rakyat Palestina di tahun 2009 ini, tapi juga merupakan sebuah kelanjutan dari rentetan peristiwa berdarah di masa lalu. Mulai dari tragedi Nakba yang terjadi mulai tahun 1948 sampai perang tahun 1967, invasi Israel ke Lebanon 1982 dan 2006, sampai holocaust di Jenin. Dan serangan Israel ke Gaza pada akhir 2008 dan awal 2009 merupakan bentuk pertama Barack Obama, tentang bagaimana sebuah kebohongan dimulai.
Sebelum menduduki kekuasaannya di Gedung Putih, Obama harus menghadapi kenyataan bahwa puluhan dan bahkan ribuan orang di Kairo, Beirut, Amman, Doha, Paris, Athena , London, Berlin, Paris, Roma, Istanbul, Sydney dan ibokota negara lainnya turun ke jalan, dengan kemarahan yang sama terhadap AS. Tidak seperti presiden AS lainnya yang setidaknya untuk basa-basi mengkritisi Israel. Obama diam seribu bahasa. Kalimat pendeknya, “Tewasnya warga sipil Gaza merupakan sumber dari perhatian kita,’ ujar Obama. Lalu, Obama dicerca dan dipandang hina dina,dan dikritik habis-habisan oleh hampir semua orang dan media di negeri itu.
Yang paling buruk adalah komentarnya ketika ia berkampanye di Sderot Juli 2008 silam, “Jika ada yang menghujani roket ke rumah saya, dan ketika itu kedua orang puteri saya tengah tertidur, saya akan melakukan apa yang saya bisa untuk menghentikan mereka.”,ucap Obama. Ucapan ini diartikan sebagai lampu hijau dari Obama bagi Israel untuk melakukan pembantaian di Gaza. Lewat Hillay Clinton—Menteri Luar Negeri AS yang akan datang—Obama mengatakan, “Saya mengerti dan sangat bersimpati terhadap niat Israel dalam mempertahankan diri dalam situasi seperti ini”. Banyak pengamat memprediksi bahwa inilah potret sejati dari sang presiden AS yang baru. Ia tak lebih merupakan 'pion' baru Zionis-Israel. Apalagi, pos-pos strategis di pemerintahan diserahkan kepada tokoh Yahudi, yang dulu duduk di kabinet Bill Clinton, termasuk Lawrence Summer, yang menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (NEC).
Namun, jika Obama bermaksud untuk mempertahankan kepercayaan pemilihnya, bahwa kepemimpinannya adalah perubahan besar untuk AS dan dunia, dia harus mampu membuat AS meyakinkan dunia. Obama harus memberikan sinyal dan perintah tegas, kekejaman Israel harus dihentikan. Dia harus berbicara jujur bahwa sejarah bangsa Yahudi hanya selalu menciptakan permusuhan dan pembunuhan. Dan, nampaknya Obama akan menjadi 'pion' baru Zionis-Israel, yang akan ikut menciptakan kekacauan baru di dunia.
Minggu, 29 Maret 2009
Jangan Pernah Berubah
Jangan pernah berubah... Ini bukan ikut – ikutan judul lagu yang lagi hits sekarang, karena kebetulan ku tak suka lagu ini, he3.... Kalimat ini mungkin bisa dikatakan sebuah “pemaksaan” kehendak, karena pada hakikatnya sesuatu itu berubah, baik itu berubah dari segi fisik maupun nonfisik. Perubahan adakalanya disebabkan oleh sesuatu yang masuk akal dan pasti, namun adakalanya perubahan disebabkan oleh sesuatu yang tidak masuk akal atau bahkan berubah tanpa sebab.
Manusia pasti berubah. Berubah dari segi fisik, mental, pola pikir, dsb. Perubahan bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Berbagai macam reaksi setiap orang terhadap perubahan dirinya, ada yang senang, ada yang biasa – biasa saja, namun ada juga yang sedih, takut, khawatir, dsb.
Selain perubahan fisik, perubahan nonfisik bisa juga terjadi. Misalnya perubahan sikap, yang tadinya baik jadi jahat, dsb. Kini, aku juga mengalami perubahan sikap, tepatnya persepsi. Persepsiku tentang “sesuatu” kini berubah. Dulu aku sangat kagum, salut, respek, dan lain sebagainya, pokoknya yang baik2lah, ibaratnya gak ada yang cacat dengan dia. Tapi sekarang, rasa kagum, salut, respek, dsb berkurang, walaupun tidak sampai habis. Kenapa ya ??? “sesuatu” itu telah mengecewakanku, baik sengaja ataupun tidak, yang jelas sesuatu itu telah membuatku terluka, cie...cie....., he3.... Yah, mungkin sesuatu itu tidak sadar , tidak tahu atau tidak mau tahu tentang apa yang kurasakan. He3.... Mungkin juga aku terlalu berharap lebih terhadap sesuatu itu, sehingga ketika harapanku tidak terwujud, aku jadi kecewa berat. Yah, terlalu banyak berharap memang mudah membuat kita kecewa...
Ya sudahlah, ngapain juga terlalu mikirin sesuatu itu, yang belum tentu mikirin aku. Mungkin benar juga ungkapan ini “jangan terlalu membenci sesuatu, karena mungkin suatu saat kamu akan mencintainya, dan jangan terlalu mencintai sesuatu, karena mungkin suatu saat kamu akan membencinya”. Biasa – biasa ajalah...
Tetaplah berbuat baik pada siapapun, meskipun sikap orang itu padamu berubah. So, mudah-mudahan aku akan selalu berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Aamiin....
Manusia pasti berubah. Berubah dari segi fisik, mental, pola pikir, dsb. Perubahan bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Berbagai macam reaksi setiap orang terhadap perubahan dirinya, ada yang senang, ada yang biasa – biasa saja, namun ada juga yang sedih, takut, khawatir, dsb.
Selain perubahan fisik, perubahan nonfisik bisa juga terjadi. Misalnya perubahan sikap, yang tadinya baik jadi jahat, dsb. Kini, aku juga mengalami perubahan sikap, tepatnya persepsi. Persepsiku tentang “sesuatu” kini berubah. Dulu aku sangat kagum, salut, respek, dan lain sebagainya, pokoknya yang baik2lah, ibaratnya gak ada yang cacat dengan dia. Tapi sekarang, rasa kagum, salut, respek, dsb berkurang, walaupun tidak sampai habis. Kenapa ya ??? “sesuatu” itu telah mengecewakanku, baik sengaja ataupun tidak, yang jelas sesuatu itu telah membuatku terluka, cie...cie....., he3.... Yah, mungkin sesuatu itu tidak sadar , tidak tahu atau tidak mau tahu tentang apa yang kurasakan. He3.... Mungkin juga aku terlalu berharap lebih terhadap sesuatu itu, sehingga ketika harapanku tidak terwujud, aku jadi kecewa berat. Yah, terlalu banyak berharap memang mudah membuat kita kecewa...
Ya sudahlah, ngapain juga terlalu mikirin sesuatu itu, yang belum tentu mikirin aku. Mungkin benar juga ungkapan ini “jangan terlalu membenci sesuatu, karena mungkin suatu saat kamu akan mencintainya, dan jangan terlalu mencintai sesuatu, karena mungkin suatu saat kamu akan membencinya”. Biasa – biasa ajalah...
Tetaplah berbuat baik pada siapapun, meskipun sikap orang itu padamu berubah. So, mudah-mudahan aku akan selalu berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Aamiin....
Rabu, 04 Maret 2009
Indonesia butuh berapa presiden???
Bagaikan jamur di musim penghujan, yang semakin tumbuh subur atau tumbuh tunas-tunas baru. Itulah gambaran dunia politik di Indonesia saat ini. Tahun lalu, banyak partai didirikan, bahkan sampai ratusan jumlahnya dengan latar belakang dan tujuan tertentu, meskipun yang berhasil ikut pemilu “hanya” 30an plus partai lokal. Inilah jaman yang disebut kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, dsb. Jadi, semua seolah-olah memang bebas. Tidak setuju dengan suatu kelompok, lalu buat kelompok sendiri, tidak setuju dengan suatu partai, buat partai sendiri, dst. Salahkah yang demikian itu??? Mungkin tidak salah, tapi bagaimana kalau hal ini terjadi terus??? Seolah-olah bangsa ini tidak bisa bersatu, mudah dipecah-pecah. Ketika ada masalah, bukannya bermusyawarah untuk menyelesaikan, tetapi malah keluar dari masalah.
Tahun ini, ketika pemilu legislatif semakin dekat, yang muncul adalah orang-orang yang mengaku mampu memimpin negara ini, mampu menjadi Presiden Republik Indonesia. Mungkin saking banyaknya orang pintar (atau sebaliknya), sampai-sampai orang yang mampu atau mengaku mampu menjadi presiden jumlahnya banyak sekali. Mereka berasal hampir dari semua kalangan, dari politisi, pejabat, artis, tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, dsb. Tentu saja masing – masing merasa punya “kekuatan” untuk jadi presiden, mulai dari kekuasaan, nama besar orang tua, kepopuleran, kekayaan,dsb. Mereka merasa dengan semua yang mereka miliki, mereka “mampu” untuk menjadi pemimpin bangsa ini. Padahal,bangsa ini tidak butuh orang yang merasa atau mengaku-ngaku mampu, tapi butuh orang yang benar-benar mampu. Bangsa ini adalah bangsa yang besar, butuh orang “besar”, bangsa ini bangsa yang kaya, butuh orang yang “kaya”, dsb.
Kedua fenomena di atas, bagi sebagian orang (atau mungkin kebanyakan) adalah fenomena biasa dalam iklim demokrasi. Ah, lagi-lagi demokrasi jadi alasan. Kalau ada perang pendapat, alasan demokrasi, kalau ada demonstrasi (rusuh), alasan demokrasi, kalau ada perpecahan, alasan demokrasi. Seolah-olah demokrasi menjadi pembenaran dari semua masalah. Atau jangan-jangan demokrasi merupakan akar dari semua masalah??? Au ah... Yang jelas, dengan banyaknya partai atau calon presiden, dampak yang sekarang timbul adalah kebingungan masyarakat, terutama masyarakat kecil. Kasarnya, mereka belum terlalu cerdas untuk memilih mana yang terbaik, atau kalau memang tidak ada yang terbaik, yang kejelekannya paling sedikit. Masyarakat bingung. Meskipun ada tokoh nasional yang mengatakan kalau semakin banyak calon, maka akan semakin banyak pilihan. Pernyataan yang menurutku salah kaprah. Semakin banyak calon akan semakin bingung untuk memilih, karena yang dipilih hanya 1, kecuali kalau yang dipilih lebih dari 1, mungkin pernyataan beliau ada benarnya. Walaupun pada dasarnya beliau-beliau perlu diapresiasi karena “ingin” mengabdi pada negara dan memajukan bangsa ini. Mudah2an niatnya benar-benar tulus. Tapi, untuk memajukan bangsa haruskah jadi presiden???
Kembali kepada banyaknya calon presiden (meskipun masih bakal calon). Semua calon merasa mampu untuk memajukan Indonesia, mampu membawa Indonesia kepada kesejahteraan, kejayaan dan kemakmuran. Mungkin mereka tidak membaca sejarah, bagaimana zaman keemasan suatu bangsa atau pemerintahan untuk dijadikan contoh atau suri tauladan. Dalam Islam, tentu saja dimulai zaman Rosululloh, sahabat dan beberapa generasi setelahnya. Pada zaman itu, Islam ada pada masa kejayaan. Dan sepertinya pada zaman itu tidak ada pemimpin yang merasa atau mengaku-ngaku mampu seperti sekarang. Setelah Rasululloh wafat, para sahabat tidak merasa mampu memimpin atau berebut kekuasaan, bahkan mereka saling ingin memberikan kekuasaan, meskipun mungkin sebenarnya masing-masing dari mereka mampu. Rasululloh juga pernah bersabda yang artinya “ Kami tidak mengangkat orang yang berambisi berkedudukan. (HR.Muslim)”. Nah lo...
Mungkin hal ini hanya pendapat orang yang awam dengan dunia politik dan mungkin terkesan sangat subjektif. Ah, politik. Jadi inget lirik lagu Bang Iwan Fals :
Dunia politik penuh dengan intrik
Cubit sana cubit sini itu sudah lumrah
Seperti orang pacaran
Kalau nggak nyubit ngGak asyik
Dunia politik penuh dengan intrik
Kilik sana kilik sini itu sudah wajar
Seperti orang adu jangkrik
Kalau nggak ngilik ngGak asyik
Rakyat nonton jadi supporter
Kasih semangat jagoannya
Walau tau jagoannya ngibul
Walau tau dapur nggak ngebul
Dunia politik dunia bintang
Dunia hura hura para binatang
Berjoget dengan asik
Dunia politik punya hukum sendiri
Colong sana colong sini atau colong colongan
Seperti orang nyolong mangga
Kalau nggak nyolong ngGak asyik
Rakyat lugu kena getahnya
Buah mangga entah kemana
Tinggal biji tinggal kulitnya
Tinggal mimpi ambil hikmahnya
Dunia politik dunia bintang
Dunia pesta pora para binatang
Asik ngGak asyik
Dunia politik memang asik nggak asik
Kadang asik kadang enggak disitu yang asik (katanya)
Seperti orang main catur
Kalau nggak ngatur ngGak asyik
Pion bingung nggak bisa mundur
Pion pion nggak mungkin kabur
Menteri, luncur, kuda dan benteng
Galaknya melebihi raja
Raja tenang gerak selangkah…
sambil menyematkan hadiah
Asik ngGak asyik (asik lagi! asyik tau!…)
Asik ngGak asyik (orang udah dibilang asyik)
Asik ngGak asyik (asik tau!…)
Asik ngGak asyik (guwa bilang juga apa: asik ngGak…)
(Asyik nggak asyik, by : Iwan Fals)
Tahun ini, ketika pemilu legislatif semakin dekat, yang muncul adalah orang-orang yang mengaku mampu memimpin negara ini, mampu menjadi Presiden Republik Indonesia. Mungkin saking banyaknya orang pintar (atau sebaliknya), sampai-sampai orang yang mampu atau mengaku mampu menjadi presiden jumlahnya banyak sekali. Mereka berasal hampir dari semua kalangan, dari politisi, pejabat, artis, tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, dsb. Tentu saja masing – masing merasa punya “kekuatan” untuk jadi presiden, mulai dari kekuasaan, nama besar orang tua, kepopuleran, kekayaan,dsb. Mereka merasa dengan semua yang mereka miliki, mereka “mampu” untuk menjadi pemimpin bangsa ini. Padahal,bangsa ini tidak butuh orang yang merasa atau mengaku-ngaku mampu, tapi butuh orang yang benar-benar mampu. Bangsa ini adalah bangsa yang besar, butuh orang “besar”, bangsa ini bangsa yang kaya, butuh orang yang “kaya”, dsb.
Kedua fenomena di atas, bagi sebagian orang (atau mungkin kebanyakan) adalah fenomena biasa dalam iklim demokrasi. Ah, lagi-lagi demokrasi jadi alasan. Kalau ada perang pendapat, alasan demokrasi, kalau ada demonstrasi (rusuh), alasan demokrasi, kalau ada perpecahan, alasan demokrasi. Seolah-olah demokrasi menjadi pembenaran dari semua masalah. Atau jangan-jangan demokrasi merupakan akar dari semua masalah??? Au ah... Yang jelas, dengan banyaknya partai atau calon presiden, dampak yang sekarang timbul adalah kebingungan masyarakat, terutama masyarakat kecil. Kasarnya, mereka belum terlalu cerdas untuk memilih mana yang terbaik, atau kalau memang tidak ada yang terbaik, yang kejelekannya paling sedikit. Masyarakat bingung. Meskipun ada tokoh nasional yang mengatakan kalau semakin banyak calon, maka akan semakin banyak pilihan. Pernyataan yang menurutku salah kaprah. Semakin banyak calon akan semakin bingung untuk memilih, karena yang dipilih hanya 1, kecuali kalau yang dipilih lebih dari 1, mungkin pernyataan beliau ada benarnya. Walaupun pada dasarnya beliau-beliau perlu diapresiasi karena “ingin” mengabdi pada negara dan memajukan bangsa ini. Mudah2an niatnya benar-benar tulus. Tapi, untuk memajukan bangsa haruskah jadi presiden???
Kembali kepada banyaknya calon presiden (meskipun masih bakal calon). Semua calon merasa mampu untuk memajukan Indonesia, mampu membawa Indonesia kepada kesejahteraan, kejayaan dan kemakmuran. Mungkin mereka tidak membaca sejarah, bagaimana zaman keemasan suatu bangsa atau pemerintahan untuk dijadikan contoh atau suri tauladan. Dalam Islam, tentu saja dimulai zaman Rosululloh, sahabat dan beberapa generasi setelahnya. Pada zaman itu, Islam ada pada masa kejayaan. Dan sepertinya pada zaman itu tidak ada pemimpin yang merasa atau mengaku-ngaku mampu seperti sekarang. Setelah Rasululloh wafat, para sahabat tidak merasa mampu memimpin atau berebut kekuasaan, bahkan mereka saling ingin memberikan kekuasaan, meskipun mungkin sebenarnya masing-masing dari mereka mampu. Rasululloh juga pernah bersabda yang artinya “ Kami tidak mengangkat orang yang berambisi berkedudukan. (HR.Muslim)”. Nah lo...
Mungkin hal ini hanya pendapat orang yang awam dengan dunia politik dan mungkin terkesan sangat subjektif. Ah, politik. Jadi inget lirik lagu Bang Iwan Fals :
Dunia politik penuh dengan intrik
Cubit sana cubit sini itu sudah lumrah
Seperti orang pacaran
Kalau nggak nyubit ngGak asyik
Dunia politik penuh dengan intrik
Kilik sana kilik sini itu sudah wajar
Seperti orang adu jangkrik
Kalau nggak ngilik ngGak asyik
Rakyat nonton jadi supporter
Kasih semangat jagoannya
Walau tau jagoannya ngibul
Walau tau dapur nggak ngebul
Dunia politik dunia bintang
Dunia hura hura para binatang
Berjoget dengan asik
Dunia politik punya hukum sendiri
Colong sana colong sini atau colong colongan
Seperti orang nyolong mangga
Kalau nggak nyolong ngGak asyik
Rakyat lugu kena getahnya
Buah mangga entah kemana
Tinggal biji tinggal kulitnya
Tinggal mimpi ambil hikmahnya
Dunia politik dunia bintang
Dunia pesta pora para binatang
Asik ngGak asyik
Dunia politik memang asik nggak asik
Kadang asik kadang enggak disitu yang asik (katanya)
Seperti orang main catur
Kalau nggak ngatur ngGak asyik
Pion bingung nggak bisa mundur
Pion pion nggak mungkin kabur
Menteri, luncur, kuda dan benteng
Galaknya melebihi raja
Raja tenang gerak selangkah…
sambil menyematkan hadiah
Asik ngGak asyik (asik lagi! asyik tau!…)
Asik ngGak asyik (orang udah dibilang asyik)
Asik ngGak asyik (asik tau!…)
Asik ngGak asyik (guwa bilang juga apa: asik ngGak…)
(Asyik nggak asyik, by : Iwan Fals)
Rabu, 18 Februari 2009
Bingung Tentang Dia
Dimalam nan sunyi, diiringi senandung lawas nan indah anugrah terindah yang pernah kumiliki, buat aku tersenyum,yogyakarta,dll., aku menarikan jari-jariku di atas keyboard nan lembut untuk merangkai kata sehingga bermakna. Entah kenapa sekarang aku lebih suka lagu2 lawas, diantaranya lagu2na Sheila On 7, Kla Project, dibanding lagu2 dari band2 sekarang, yang kesannya hampir “sama semua”, gak punya ciri khas. Loh,kok malah jadi ngomongin lagu sih, jadi gak nyambung deh, he2... Kali ini aku ingin menuliskan “sesuatu”, sebut saja sesuatu itu “dia”.
Hmm.... tentang “dia”. Beberapa tahun lalu, aku diberi kesempatan untuk “berkenalan” dengan dia. Perkenalanku dengan dia cukup singkat, bahkan mungkin sangat singkat. Berawal dari ketidaksengajaan, melalui seorang teman yang secara juga tidak langsung memperkenalkan, akhirnya aku “mengenal” dia. Walaupun singkat, pada waktu itu dia begitu membuatku terpesona, citranya begitu baik, bisa dikatakan tidak ada cacat. Sempurna. Begitulah kira-kira. Mungkin kekurangannya tertutupi oleh kekagumanku yang “berlebihan”. Sebelum mengenalnya, aku bingung untuk memilih, sepertinya banyak yang lebih baik darinya. Namun setelah mengenalnya, akhirnya aku memutuskan bahwa dialah yang terbaik. Aku tidak tahu, apakah keputusanku pada waktu itu tepat, mudah-mudahan saja.
Setelah beberapa tahun berjalan, hubunganku dengan dia biasa-biasa saja, dibilang dekat ya tidak, jauh juga tidak. Yang jelas, sampai saat ini secara umum dia belum pernah membuatku kecewa. Kata orang, dia masih seperti dulu, masih baik, bahkan lebih baik. Tapi ada juga yang bilang sebaliknya. Penilaian orang emang beda-beda, tergantung dari sisi mana mereka menilai, untuk tujuan apa mereka menilai,dsb. Salah satu teman baikku juga sering berusaha untuk semakin mendekatkan aku dengan dia. Ah,ada-ada saja temanku itu, he2...
Saat ini, aku cukup bingung. Apakah aku harus memilih dia? Apakah dia memang yang terbaik? Atau dia “cuma” merupakan yang terbaik dari yang buruk? Ah, seandainya saja tidak harus memilih. Tapi,kata orang bukankah kalau tidak memilih itu berdosa? Ah,masak sih berdosa? Itu kan “cuma” kata sebagian orang... Bingung...
Hmm... kalian mungkin berpikir, siapakah sebenarnya “dia”? Yang jelas, dia bukanlah seorang wanita, apalagi pria. Kesimpulannya dia bukanlah manusia, tapi bukan juga harta atau benda. Jadi apa dong??? Rahasia, he2.... terserah, penafsiran masing-masing.
Hmm.... tentang “dia”. Beberapa tahun lalu, aku diberi kesempatan untuk “berkenalan” dengan dia. Perkenalanku dengan dia cukup singkat, bahkan mungkin sangat singkat. Berawal dari ketidaksengajaan, melalui seorang teman yang secara juga tidak langsung memperkenalkan, akhirnya aku “mengenal” dia. Walaupun singkat, pada waktu itu dia begitu membuatku terpesona, citranya begitu baik, bisa dikatakan tidak ada cacat. Sempurna. Begitulah kira-kira. Mungkin kekurangannya tertutupi oleh kekagumanku yang “berlebihan”. Sebelum mengenalnya, aku bingung untuk memilih, sepertinya banyak yang lebih baik darinya. Namun setelah mengenalnya, akhirnya aku memutuskan bahwa dialah yang terbaik. Aku tidak tahu, apakah keputusanku pada waktu itu tepat, mudah-mudahan saja.
Setelah beberapa tahun berjalan, hubunganku dengan dia biasa-biasa saja, dibilang dekat ya tidak, jauh juga tidak. Yang jelas, sampai saat ini secara umum dia belum pernah membuatku kecewa. Kata orang, dia masih seperti dulu, masih baik, bahkan lebih baik. Tapi ada juga yang bilang sebaliknya. Penilaian orang emang beda-beda, tergantung dari sisi mana mereka menilai, untuk tujuan apa mereka menilai,dsb. Salah satu teman baikku juga sering berusaha untuk semakin mendekatkan aku dengan dia. Ah,ada-ada saja temanku itu, he2...
Saat ini, aku cukup bingung. Apakah aku harus memilih dia? Apakah dia memang yang terbaik? Atau dia “cuma” merupakan yang terbaik dari yang buruk? Ah, seandainya saja tidak harus memilih. Tapi,kata orang bukankah kalau tidak memilih itu berdosa? Ah,masak sih berdosa? Itu kan “cuma” kata sebagian orang... Bingung...
Hmm... kalian mungkin berpikir, siapakah sebenarnya “dia”? Yang jelas, dia bukanlah seorang wanita, apalagi pria. Kesimpulannya dia bukanlah manusia, tapi bukan juga harta atau benda. Jadi apa dong??? Rahasia, he2.... terserah, penafsiran masing-masing.
Minggu, 08 Februari 2009
Valentine day
Pertengahan bulan februari, tepatnya tanggal 14 merupakan hari yang ditunggu-tunggu bagi sebagian orang, katanya hari ini merupakan hari yang “spesial” untuk bersayang-sayangan, sehingga hari ini di kenal dengan nama hari kasih sayang atau hari valentine. Berbagai macam persiapan tentunya sudah dirancang dengan sebaik mungkin, mulai merencanakan tempat untuk merayakan, busana, sampai bingkisan untuk orang yang disayang. Lalu,apakah hari ini emang harus & boleh dirayakan? Kenapa namanya harus “valentine”? kenapa juga harus tanggal 14 februari?
Secara pribadi, aku tidak pernah menganggap hari ini merupakan hari yang spesial untuk dirayakan. Bahkan jujur, aku belum terlalu lama mengetahui kalau ada hari yang “istimewa” di bulan februari, tepatnya tanggal 14 yang diberi nama “hari valentine”. Aku baru tahu kalau ada hari valentine tu kira2 pas SMA, sebelumnya sama sekali nggak tahu, maklumlah......., he2... tapi aku nggak merasa rugi kok kalau baru tahu ada hari kasih sayang, bahkan kalau sama sekali nggak tahu pun nggak apa2. Menurutku, tanggal 14 februari bukan tanggal yang istimewa, nggak ada dengan tanggal-tanggal lainnya sepanjang tahun, kecuali tanggal pas hari raya (yang ini pastilah istimewa, he2...).
Aku rasa udah banyak yang tahu mengenai hari valentine berikut sejarahnya. Tapi nggak ada salahnya kalau ada yang mau baca lagi. Ini ada link website yang bisa dikunjungi.
http://www.alislamu.com/index.php?Itemid=10&id=42&option=com_content&task=view
Setelah membaca sejarah tentang valentine day, gimana??? Masih juga mau merayakannya??? Mendingan gak usah deh, biarin dibilangin nggak gaul, daripada ikut2an budaya yang nggak jelas & nggak banget buat kita,he2.... setiap hari kan kita memang harus saling menyayangi, jadi gak perlu merayakan hari kasih sayang..., oce????
Secara pribadi, aku tidak pernah menganggap hari ini merupakan hari yang spesial untuk dirayakan. Bahkan jujur, aku belum terlalu lama mengetahui kalau ada hari yang “istimewa” di bulan februari, tepatnya tanggal 14 yang diberi nama “hari valentine”. Aku baru tahu kalau ada hari valentine tu kira2 pas SMA, sebelumnya sama sekali nggak tahu, maklumlah......., he2... tapi aku nggak merasa rugi kok kalau baru tahu ada hari kasih sayang, bahkan kalau sama sekali nggak tahu pun nggak apa2. Menurutku, tanggal 14 februari bukan tanggal yang istimewa, nggak ada dengan tanggal-tanggal lainnya sepanjang tahun, kecuali tanggal pas hari raya (yang ini pastilah istimewa, he2...).
Aku rasa udah banyak yang tahu mengenai hari valentine berikut sejarahnya. Tapi nggak ada salahnya kalau ada yang mau baca lagi. Ini ada link website yang bisa dikunjungi.
http://www.alislamu.com/index.php?Itemid=10&id=42&option=com_content&task=view
Setelah membaca sejarah tentang valentine day, gimana??? Masih juga mau merayakannya??? Mendingan gak usah deh, biarin dibilangin nggak gaul, daripada ikut2an budaya yang nggak jelas & nggak banget buat kita,he2.... setiap hari kan kita memang harus saling menyayangi, jadi gak perlu merayakan hari kasih sayang..., oce????
Rabu, 21 Januari 2009
Demam Obama

Beberapa bulan terakhir ini dunia diramaikan oleh kehadiran seorang tokoh yang mungkin bisa dibilang “mengejutkan”, karena tokoh ini merupakan kaum minoritas dinegaranya tapi bisa unggul dalam suatu pemilihan. Ya, tokoh ini bernama Barack Husein Obama, atau lebih dikenal dengan Barack Obama. Tokoh ini mungkin merupakan capres yang paling “menyibukkan” seluruh dunia, hampir tiap gerak-geriknya selalu menjadi perhatian dunia, termasuk indonesia. Harapan-harapan yang ditujukan pada Obama pun sangat banyak, Obama dinilai bisa membawa angin perubahan terhadap kebijakan2 USA yang sebelumnya dikenal sangat radikal alias mau menang sendiri. Hmmm..... mdh2an saja.
Di mata sebagian orang Indonesia, Obama punya nilai tersendiri, hal ini mungkin dikarenakan Obama pernah tinggal di Indonesia beberapa tahun ketika masih SD. Teman-teman masa kecil Obama pun mendadak jadi “sok akrab” dan dengan suka rela menjadi tim sukses Obama.
Ini sedikit pandanganku mengenai Barack Obama (mungkin sangat subjektif), he2.....
Pada dasarnya mengidolakan seseorang adalah hak masing – masing orang. Tapi kayanya aku sedikit heran, kenapa tiba-tiba orang Indonesia jadi latah mengidolakan sosok “Barack Husein Obama”, terlepas karena mereka memang berharap banyak terhadap kebijakan-kebijakan Obama, tapi apakah mereka sebenarnya sudah tau siapa “sebenarnya” Obama itu? Termasuk juga stasiun televisi Indonesia yang mengekspos habis-habisan mengenai Obama, bahkan tidak sedikit yang menayangkan siarang langsung acara pelantikannya. Hal ini tentu saja tidak berlaku bagi tokoh lain, atau bahkan pada saat pelantikan presiden Indonesia. . Kata kakak kelasku SMA, yang mengomentari stasiun2 TV di Indonesia dengan ungkapan “lebai”, ha...ha...ha..... setuju banget kak..!!!!
Aku pernah baca sebuah majalah, salah satu isinya adalah ulasan mengenai Obama. Panjang sekali ulasannya, intinya jangan terlalu berharap banyak terhadap Obama, tentunya dengan alasan-alasan dan fakta-fakta yang sudah ada. Hal yang menarik lainnya adalah bagaimana sikap Obama terhadap dunia Islam. Selama ini, dunia barat termasuk USA memandang sinis terhadap dunia Islam. Menurut mereka, Islam adalah ancaman, Islam adalah teroris dan pernyataan lainnya yang selalu memojokkan Islam, yang tentunya dugaan mereka itu sangat tidak benar atau hanya karena iri belaka. Lalu bagaimana dengan sikap Obama yang notabene keturunan muslim Kenya, bahkan namanya juga “berbau” Islam, yaitu “Husein”, walaupun jarang di pakai. Kemarin pagi, aku lihat petikan pidato pelantikan Obama. Salah satu yang aku ingat adalah pernyataannya tentang Israel. Kurang lebih dia bilang begini, “barang siapa yang menyakiti Israel, berarti menyakiti kita semua”. Kemudian disambut tepuk tangan masyarakat USA yang menyaksikan secara langsung. Dia juga sama sekali tidak menyinggung kebrutalan israel yang melakukan agresi ke palestina akhir-akhir ini. Selain itu juga banyak lagi pernyataanya yang intinya membantu Israel, seperti kerjasama dalam bidang militer, dsb. So, haruskah dunia Islam berharap pada sosok Barack “Husein” Obama??? Hmm....
Terus terang aku tidak mau ikut-ikutan latah mengidolakan dan berharap banyak terhadap Obama, selain karena memang belum tahu siapa “sebenarnya” Obama itu, tidak layak rasanya menggantungkan harapan pada orang lain, apalagi orang “seperti” Obama. Maaf,bukannya sentimen, tapi menurutku ini pandangan logis orang awam yang tidak mau sekedar ikut-ikutan, he2....
Menurutku, bangsa Indonesia tidak selayaknya berharap banyak terhadap orang lain, termasuk pada Barack Obama, karena bagaimanapun juga, yang menentukan keberhasilan kita itu ya kita sendiri, bukan orang lain. Banyak tokoh yang berharap banyak terhadap Obama, katanya jika Obama terpilih menjadi presiden USA, akan menjadi baik bagi hubungan Indonesia, dll. Selama ini indonesia memang “dikangkangi” USA. Mengenai hal ini aku jadi ingat kata-kata seorang Ustadz, kurang lebih beliau bilang begini, “Kita itu diperlakukan orang lain karena kita sendiri, kalau kita lemah kita di tindas, kalau kita bodoh kita ditipu,dsb”. Jadi, saat ini kalau kita diberlakukan semena-mena oleh bangsa lain ya karena kita sendiri. Kalau selama ini kita di tindas bangsa lain, ya karena sikap kita sendiri, bukan karena kehebatan bangsa lain.
Sikap berani ini sudah dilakukan oleh pemimpin Venezuela, Hugo Chavez, yang terang-terangan berani menentang Bush dan mengusir Israel dari negaranya. Dalam hal kemajuan, Venezuela juga tidak berbeda jauh dengan Indonesia, sama-sama masih berkembang, ntah sampai kapan, dari dulu berkembang terus. Bedanya, mereka punya mental yang kuat dan berani. Dulu, Indonesia juga punya tokoh2 yang benar-benar berani, salah satunya adalah Bung Karno, yang berani melawan Amerika, Inggris dan negara2 besar lainnya. Beliau juga memeperkenalkan jargon “Ganyang Malaysia” pada waktu itu. Sekarang?????? Hmm.... jangankan sama negara besar, sama “saudara muda” aja nggak berani, beraninya cuma sama rakyat, he2..... Peace...!!!!!
Semalam,aku melihat tanggapan beberapa tokoh nasional seperti ketua MPR Hidayat Nur Wahid), ketua DPR (Agung Laksono)dan ketua PP Muhammadiyah (Din Syamsudin)mengenai Barack Obama. Intinya beliau-beliau itu kompakan meragukan sepak terjang Obama akan semakin baik terutama untuk dunia Islam dan jangan terlalu banyak berharap terhadap Obama. Nah, tokoh2 sekaliber mereka aja meragukan, kok mau2nya orang2 biasa mengidolakan dan menjadi suporternya Obama, aneh sekali. Selain itu, sebagian masyarakat timur tengah juga pesimis dan meragukan kalau Obama benar-benar akan menjalin hubungan dan membela dunia Islam dari ketidakadilan. Rakyat Palestina juga mengatakan, siapapun pemimpinnya, amerika tetaplah amerika yang akan selalu di belakang israel. Nah lo.... Jadi, masih maukah kita ikut-ikutan atau latah mengidolakan seseorang yang belum “benar-benar” kita kenal? Hati-hati lho....!!!!
So, sudah waktunya kita bangkit dengan usaha sendiri, jangan tergantung sama orang lain. “kita itu diperlakukan orang lain karena sikap kita sendiri”.
SEMANGATTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT...........!!!!!!!!!!!!!!!!!
Jumat, 02 Januari 2009
Mo Nulis apa ya?????
Hmm.... bingung ni mo nulis apa. Di awal tahun blognya belum di update. terlalu banyak yang mo ditulis, jadinya gak tertuang deh tulisannya, he2....
Akhir tahun 2008 diwarnai peristiwa-peristiwa yang mengguncangkan dunia, yang paling menggemparkan tentu saja serangan la'natulloh yahudi israel ke bumi palestine. Dengan dalih menyerbu teroris HAMAS, mereka membabi buta menyerang dan membunuh warga termasuk wanita & anak2. Dasar keturunan babi dan kera, gak berperikemanusiaan. Semoga Alloh membalas perbuatan mereka dan rakyat palestina diberi kekuatan untuk melawannya. Umat Islam dunia.... BERSATULAH....!!!
Di Indonesia, tentu saja banyak peristiwa-peristiwa heboh, bangsa ini emang selalu banyak masalah. gak perlu disebutin satu2, kebanyakan. Ayo pemuda-pemudi Indonesia, bangkitlah...!!!!!!
Akhir tahun 2008 diwarnai peristiwa-peristiwa yang mengguncangkan dunia, yang paling menggemparkan tentu saja serangan la'natulloh yahudi israel ke bumi palestine. Dengan dalih menyerbu teroris HAMAS, mereka membabi buta menyerang dan membunuh warga termasuk wanita & anak2. Dasar keturunan babi dan kera, gak berperikemanusiaan. Semoga Alloh membalas perbuatan mereka dan rakyat palestina diberi kekuatan untuk melawannya. Umat Islam dunia.... BERSATULAH....!!!
Di Indonesia, tentu saja banyak peristiwa-peristiwa heboh, bangsa ini emang selalu banyak masalah. gak perlu disebutin satu2, kebanyakan. Ayo pemuda-pemudi Indonesia, bangkitlah...!!!!!!
Minggu, 28 Desember 2008
Tahun baru, perlukah dirayakan???
Tahun baru 2009 masehi sudah di depan mata, sedangkan tahun baru 1430 hijriah baru saja berlalu. Sebagian orang sangat antusias menyambut tahun baru ini, terutama tahun baru masehi. Mereka sudah mempersiapkan akan kemana atau membuat acara apa. Sebagian yang lain mungkin lebih bijaksana, mungkin mereka akan merenung atau introspeksi diri apa yang sudah dilakukan selama tahun 2008 ini. Sedangkan mungkin sebagian yang lain (termasuk aku) menyambut tahun baru biasa-biasa aja, tanpa ada rencana khusus.
Menurutku, pergantian tahun bukanlah saat yang istimewa, tidak ada bedanya dengan pergantian hari, pergantian bulan,dsb, jadi tidak ada rencana khusus untuk merayakannya. Kalaupun pada akhirnya ada acara tertentu, ya itu spontan aja, tidak direncanakan. Trus kalo introspeksi juga kayanya juga gak harus menunggu akhir tahun deh, lebih baik kalau tiap hari atau bahkan lebih sering lagi (walopun ni juga jarang aku lakukan, cukup sulit juga, he2....). Tapi juga gak ada salahnya introspeksi di akhir tahun, daripada tidak sama sekali kan???? Dengan introspeksi mudah2an kedepannya lebih baik lagi. Amin...
Bagi yang ingin merayakan dengan acara khusus, mudah2an masih bisa menjaga diri, jangan hura-hura, tetap ikuti aturan, jangan sampai tergoda rayuan syaiton, he2..... Buat yang mo merenung & introspeksi ya selamat merenung, mudah2an renungannya bermanfaat untuk ke depan. Dan buat yang tidak ada rencana khusus (belum), ya selamat aja deh, he2......
Marilah kita selalu introspeksi diri agar selalu menjadi insan yang lebih baik dari waktu ke waktu. (seruan ini terutama buat yang nulis).
Mudah-mudahan hari esok jauh lebih baik dari hari ini. Amin............
Menurutku, pergantian tahun bukanlah saat yang istimewa, tidak ada bedanya dengan pergantian hari, pergantian bulan,dsb, jadi tidak ada rencana khusus untuk merayakannya. Kalaupun pada akhirnya ada acara tertentu, ya itu spontan aja, tidak direncanakan. Trus kalo introspeksi juga kayanya juga gak harus menunggu akhir tahun deh, lebih baik kalau tiap hari atau bahkan lebih sering lagi (walopun ni juga jarang aku lakukan, cukup sulit juga, he2....). Tapi juga gak ada salahnya introspeksi di akhir tahun, daripada tidak sama sekali kan???? Dengan introspeksi mudah2an kedepannya lebih baik lagi. Amin...
Bagi yang ingin merayakan dengan acara khusus, mudah2an masih bisa menjaga diri, jangan hura-hura, tetap ikuti aturan, jangan sampai tergoda rayuan syaiton, he2..... Buat yang mo merenung & introspeksi ya selamat merenung, mudah2an renungannya bermanfaat untuk ke depan. Dan buat yang tidak ada rencana khusus (belum), ya selamat aja deh, he2......
Marilah kita selalu introspeksi diri agar selalu menjadi insan yang lebih baik dari waktu ke waktu. (seruan ini terutama buat yang nulis).
Mudah-mudahan hari esok jauh lebih baik dari hari ini. Amin............
Kamis, 25 Desember 2008
Merokok, antara hak azasi dan toleransi.
Diperbudak rokok.
Sebelum membahas lebih jauh tentang rokok, aku ingin menceritakan sebuah kisah yang ternyata rokok itu memperbudak. Kisah pertama. Kejadian ini dialami oleh tetanggaku, dia cerita sudah cukup lama, waktu aku SMP. Beliau adalah lulusan sebuah pondok pesantren. Aku cukup kagum sama beliau. Sebelum masuk pesantren, beliau tidak bisa dikatakan orang yang baik, perilakunya cukup nakal dan tidak patut dicontoh oleh anak-anak seperti aku, he2.... Namun, setelah beberapa tahun di pesantren, perilakunya pun berubah, bahkan beliau menjadi dai muda yang banyak disukai masyarakat. Waktu itu, aku diajak beliau untuk nyantri di pesantrennya dan aku pun mau, walaupun karena berbagai hal akhirnya tidak jadi. Dari segi kemampuannya berceramah, memang tidak diragukan lagi, namun ada 1 hal yang agak mengherankan, beliau adalah seorang perokok berat. Baginya rokok seperti makanan pokok, bahkan mungkin lebih. Beliau juga mengatakan kalau lagi stress atau suntuk lebih baik ditemani rokok dari pada teman. Hmmm... aneh sekali... Cerita kedua juga tidak kalah serunya. Kebeltulan kejadiannya belum terlalu lama, yaitu bulan ramadhan kemarin. Cerita ini dialami oleh suami dari sahabatku. Beliau juga orang cukup ngerti tentang agama, bahkan sudah beberapa kali di percaya sebagai penceramah, walaupun sebenarnya beliau orang baru dikampungku. Ramadhan kemarin sepertinya merupakan puasa pertama beliau di Riau, sebelumnya beliau tinggal di Jawa. Sebagai orang yang baru pertama merasakan puasa di Riau, tentu saja berat, aku aja yang dari kecil tinggal di Riau cukup merasakan beratnya puasa. Malam hari setelah tarawih, kami bercerita2 di rumahku. Beliau mengatakan, “Memang berat puasa di sini, tapi sebenarnya aku tahan gak makan & gak minum, tapi aku tu gak tahan sama ini (sambil menunjukkan sebatang rokok)”. Hmmm... “luar biasa”. Ternyata rokok bisa lebih penting dari makanan & minuman. Kalau udah gak tahan kenapa nggak berhenti ngerokok aja kang??? He2.....
Ternyata rokok emang benar-benar memperbudak. Tentunya masih banyak cerita lain yang lebih seru & mendukung tentang perbudakan rokok ini, he2.....
Rokok. Barang ini sudah banyak membuat banyak pihak pusing, bahkan mungkin pemerintah juga. Di satu sisi, barang ini banyak merugikan kesehatan, tapi disisi lain, rokok merupakan salah satu penyumbang terbesar keuangan negara. MUI juga ragu-ragu membuat fatwa haram tentang merokok, di satu sisi merokok tentu banyak mudharatnya dari pada “manfaatnya”, tapi disisi lain banyak juga ulama yang cukup disegani masyarakat yang menjadi perokok berat (katanya ini yang menghambat dikeluarkannya fatwa haram tentang merokok). Mengenai hal ini ada cerita menarik. Seorang ustadz menanyai santrinya yang mantan perokok. “Apakah kamu sudah berhenti merokok? Tanya sang ustadz. “Sudah ya ustadz”, jawab si santri. “Bagus, seorang dai memang tidak pantas merokok”, lanjut ustadz. Hmmm...... Betul tu ustadz, semoga perkataan anda di dengar oleh para kiyai, dai, ustadz, dsb yang perokok berat.
Persoalan rokok memang bukan persoalan yang mudah. Mengeluarkan fatwa haram, dampaknya juga besar. Jika keharaman rokok disamakan seperti khamr, maka apakah semua orang yang terlibat dalam rokok juga berdosa, seperti halnya pada khamr? Misalnya para petani tembakau, sopir truk yang membawanya, terus para pekerja pabrik rokok, dst. Rumit memang.
Bagi para perokok, tentu banyak alasan mengapa mereka merokok, mulai dari hanya menghargai teman yang merokok, karena sudah kecanduan & susah berhenti, sampai yang sudah perokok berat, baginya tanpa rokok gak akan bisa hidup. Aneh. Trus ada juga yang bilang, “hak asasi dong, mau gue merokok apa nggak, ngapain elu ngurusin gue? Selain itu ada juga yang mengatakan, “kasihan kalau kita berhenti merokok, nanti perusahaan rokok bangkrut, ribuan karyawan di PHK & gak ada yang beli tembakaunya petani... Hmmm..... beribu alasan memang untuk membela perilaku yang benar, atau dianggap benar.
Bagi para non perokok, rasanya sudah banyak memberikan toleransi dengan membiarkan para perokok menghisap rokoknya sesuka hatinya. Lalu, apakah para perokok juga sudah bertoleransi terhadap non perokok? Mengenai hal ini aku punya 2 pengalaman menarik. Pertama, kejadian ini sudah cukup lama. Di suatu malam di sebuah warung makan, seperti biasa aku memenuhi hak tubuhku untuk diberi asupan makanan. Sambil menonton TV, aku pun menyantap hidangan yang sudah ada. Disebelahku ada lelaki perokok yang dengan seenaknya merokok dan asapnya mengepul di depan wajahku. Merasa terganggu aku pun melihat pada orang tersebut dengan pandangan dan sikap tidak suka terhadap perilakunya. Lalu diapun mencoba mengalirkan asapnya ke arah lain. Kedua,kejadian ini belum terlalu lama kurang lebih 1,5 bulan yang lalu. Di sebuah acara, aku berkenalan dengan seseorang, kemudian berbincang-bincang. Di tengah perbincangan dia berkata, “rokok bang? (sambil menyodorkan rokok). Aku pun menjawab, “Nggak”. Lalu dia pun berkata, “nggak merokok ya? Maaf ya kalau asapnya mengganggu. Lalu dia pun menjauhkan posisi duduknya dari aku. Aku pun cukup kaget, baru kali ini aku melihat orang merokok meminta maaf karena asapnya mengganggu orang lain. Salut. Mudah2an sikap anda ini merupakan awal untuk berhenti merokok ya!
Dari 2 kejadian di atas, timbul banyak pertanyaan. Apakah sebenarnya para perokok itu sadar kalau perilakunya mengganggu orang lain? Kalaupun mereka sadar, apakah mereka rela meminta maaf karena sudah mengganggu? Lalu, apa yang mereka lakukan agar dia tetap bisa merokok sedangkan asapnya tidak mengganggu orang lain? Dsb....dst... Para perokok, jawab ya!!!!
Ada pendapat menarik dari seorang ulama. Seorang perokok yang merokok seenaknya sebenarnya telah berbuat zalim karena telah merampas hak orang lain untuk menghirup udara bebas. Lalu beliau pun berseloroh, seharusnya para perokok itu pakai kantong plastik di kepalanya, supaya kalau merokok asapnya masuk semua ke dalam tubuhnya, kan sayang sudah beli mahal-mahal kok dibuang. He2.... betul tu ustadz.
Terakhir, kalau menurut anda (para perokok) merokok itu hak asasi, sudah kah anda melakukan kewajiban anda sebelum menuntut hak? Kewajiban anda adalah membiarkan para non perokok untuk menikmati haknya, yaitu menghirup udara segar. Selain itu anda juga harus bertoleransi kepada non perokok, karena non perokok juga sudah berbuat demikian...
Aku bukanlah orang yang benar-benar bersih dari merokok. Tapi setidaknya pengalaman buruk bisa diambil “ibrah” untuk tidak merokok. Percayalah, dengan berhenti merokok akan banyak manfaat yang bisa diambil...
Sebelum membahas lebih jauh tentang rokok, aku ingin menceritakan sebuah kisah yang ternyata rokok itu memperbudak. Kisah pertama. Kejadian ini dialami oleh tetanggaku, dia cerita sudah cukup lama, waktu aku SMP. Beliau adalah lulusan sebuah pondok pesantren. Aku cukup kagum sama beliau. Sebelum masuk pesantren, beliau tidak bisa dikatakan orang yang baik, perilakunya cukup nakal dan tidak patut dicontoh oleh anak-anak seperti aku, he2.... Namun, setelah beberapa tahun di pesantren, perilakunya pun berubah, bahkan beliau menjadi dai muda yang banyak disukai masyarakat. Waktu itu, aku diajak beliau untuk nyantri di pesantrennya dan aku pun mau, walaupun karena berbagai hal akhirnya tidak jadi. Dari segi kemampuannya berceramah, memang tidak diragukan lagi, namun ada 1 hal yang agak mengherankan, beliau adalah seorang perokok berat. Baginya rokok seperti makanan pokok, bahkan mungkin lebih. Beliau juga mengatakan kalau lagi stress atau suntuk lebih baik ditemani rokok dari pada teman. Hmmm... aneh sekali... Cerita kedua juga tidak kalah serunya. Kebeltulan kejadiannya belum terlalu lama, yaitu bulan ramadhan kemarin. Cerita ini dialami oleh suami dari sahabatku. Beliau juga orang cukup ngerti tentang agama, bahkan sudah beberapa kali di percaya sebagai penceramah, walaupun sebenarnya beliau orang baru dikampungku. Ramadhan kemarin sepertinya merupakan puasa pertama beliau di Riau, sebelumnya beliau tinggal di Jawa. Sebagai orang yang baru pertama merasakan puasa di Riau, tentu saja berat, aku aja yang dari kecil tinggal di Riau cukup merasakan beratnya puasa. Malam hari setelah tarawih, kami bercerita2 di rumahku. Beliau mengatakan, “Memang berat puasa di sini, tapi sebenarnya aku tahan gak makan & gak minum, tapi aku tu gak tahan sama ini (sambil menunjukkan sebatang rokok)”. Hmmm... “luar biasa”. Ternyata rokok bisa lebih penting dari makanan & minuman. Kalau udah gak tahan kenapa nggak berhenti ngerokok aja kang??? He2.....
Ternyata rokok emang benar-benar memperbudak. Tentunya masih banyak cerita lain yang lebih seru & mendukung tentang perbudakan rokok ini, he2.....
Rokok. Barang ini sudah banyak membuat banyak pihak pusing, bahkan mungkin pemerintah juga. Di satu sisi, barang ini banyak merugikan kesehatan, tapi disisi lain, rokok merupakan salah satu penyumbang terbesar keuangan negara. MUI juga ragu-ragu membuat fatwa haram tentang merokok, di satu sisi merokok tentu banyak mudharatnya dari pada “manfaatnya”, tapi disisi lain banyak juga ulama yang cukup disegani masyarakat yang menjadi perokok berat (katanya ini yang menghambat dikeluarkannya fatwa haram tentang merokok). Mengenai hal ini ada cerita menarik. Seorang ustadz menanyai santrinya yang mantan perokok. “Apakah kamu sudah berhenti merokok? Tanya sang ustadz. “Sudah ya ustadz”, jawab si santri. “Bagus, seorang dai memang tidak pantas merokok”, lanjut ustadz. Hmmm...... Betul tu ustadz, semoga perkataan anda di dengar oleh para kiyai, dai, ustadz, dsb yang perokok berat.
Persoalan rokok memang bukan persoalan yang mudah. Mengeluarkan fatwa haram, dampaknya juga besar. Jika keharaman rokok disamakan seperti khamr, maka apakah semua orang yang terlibat dalam rokok juga berdosa, seperti halnya pada khamr? Misalnya para petani tembakau, sopir truk yang membawanya, terus para pekerja pabrik rokok, dst. Rumit memang.
Bagi para perokok, tentu banyak alasan mengapa mereka merokok, mulai dari hanya menghargai teman yang merokok, karena sudah kecanduan & susah berhenti, sampai yang sudah perokok berat, baginya tanpa rokok gak akan bisa hidup. Aneh. Trus ada juga yang bilang, “hak asasi dong, mau gue merokok apa nggak, ngapain elu ngurusin gue? Selain itu ada juga yang mengatakan, “kasihan kalau kita berhenti merokok, nanti perusahaan rokok bangkrut, ribuan karyawan di PHK & gak ada yang beli tembakaunya petani... Hmmm..... beribu alasan memang untuk membela perilaku yang benar, atau dianggap benar.
Bagi para non perokok, rasanya sudah banyak memberikan toleransi dengan membiarkan para perokok menghisap rokoknya sesuka hatinya. Lalu, apakah para perokok juga sudah bertoleransi terhadap non perokok? Mengenai hal ini aku punya 2 pengalaman menarik. Pertama, kejadian ini sudah cukup lama. Di suatu malam di sebuah warung makan, seperti biasa aku memenuhi hak tubuhku untuk diberi asupan makanan. Sambil menonton TV, aku pun menyantap hidangan yang sudah ada. Disebelahku ada lelaki perokok yang dengan seenaknya merokok dan asapnya mengepul di depan wajahku. Merasa terganggu aku pun melihat pada orang tersebut dengan pandangan dan sikap tidak suka terhadap perilakunya. Lalu diapun mencoba mengalirkan asapnya ke arah lain. Kedua,kejadian ini belum terlalu lama kurang lebih 1,5 bulan yang lalu. Di sebuah acara, aku berkenalan dengan seseorang, kemudian berbincang-bincang. Di tengah perbincangan dia berkata, “rokok bang? (sambil menyodorkan rokok). Aku pun menjawab, “Nggak”. Lalu dia pun berkata, “nggak merokok ya? Maaf ya kalau asapnya mengganggu. Lalu dia pun menjauhkan posisi duduknya dari aku. Aku pun cukup kaget, baru kali ini aku melihat orang merokok meminta maaf karena asapnya mengganggu orang lain. Salut. Mudah2an sikap anda ini merupakan awal untuk berhenti merokok ya!
Dari 2 kejadian di atas, timbul banyak pertanyaan. Apakah sebenarnya para perokok itu sadar kalau perilakunya mengganggu orang lain? Kalaupun mereka sadar, apakah mereka rela meminta maaf karena sudah mengganggu? Lalu, apa yang mereka lakukan agar dia tetap bisa merokok sedangkan asapnya tidak mengganggu orang lain? Dsb....dst... Para perokok, jawab ya!!!!
Ada pendapat menarik dari seorang ulama. Seorang perokok yang merokok seenaknya sebenarnya telah berbuat zalim karena telah merampas hak orang lain untuk menghirup udara bebas. Lalu beliau pun berseloroh, seharusnya para perokok itu pakai kantong plastik di kepalanya, supaya kalau merokok asapnya masuk semua ke dalam tubuhnya, kan sayang sudah beli mahal-mahal kok dibuang. He2.... betul tu ustadz.
Terakhir, kalau menurut anda (para perokok) merokok itu hak asasi, sudah kah anda melakukan kewajiban anda sebelum menuntut hak? Kewajiban anda adalah membiarkan para non perokok untuk menikmati haknya, yaitu menghirup udara segar. Selain itu anda juga harus bertoleransi kepada non perokok, karena non perokok juga sudah berbuat demikian...
Aku bukanlah orang yang benar-benar bersih dari merokok. Tapi setidaknya pengalaman buruk bisa diambil “ibrah” untuk tidak merokok. Percayalah, dengan berhenti merokok akan banyak manfaat yang bisa diambil...
Langganan:
Postingan (Atom)