Geologi merupakan cabang ilmu alam yang mempelajari bumi, komposisinya, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dan proses asal mula terbentuknya bumi serta sejarah perkembangannya. Studi ini mendapat perhatian penting dari para ilmuwan Muslim di zaman kekhalifahan.
Ilmu ini dipandang memiliki kegunaan dan manfaat yang begitu besar. Betapa tidak. Geologi mampu membantu peradaban Manusia dalam menemukan dan mengatur sumber daya alam yang ada di bumi, seperti minyak bumi, batu bara, dan juga metal seperti besi, tembaga, emas dan uranium.
Selain itu, studi yang dikembangkan para saintis Islam itu juga sangat membantu dalam menemukan zat mineral lainnya yang memiliki nilai ekonomi, seperti: asbestos, perlit, mika, fosfat, zeolit, tanah liat, pumis, kuarsa, dan silika, dan juga elemen lainnya seperti belerang, klorin, dan helium. Sejak era kekhalifahan, umat Islam telah mampu menemukan ladang minyak serta besi, emas dan lainnya.
Adalah ilmuwan Barat bernama Fielding H Garisson yang menyatakan bahwa studi geologi modern dimulai pada era kekhalifahan. Dalam bukunya berjudul History of Medicine, Garisson mengatakan, “Umat Islam di abad pertengahan tak hanya mengawali berkembangnya aljabar, kimia dan geologi. Namun, juga telah meningkatkan dan memuliakan peradaban.”
Abdus Salam (1984) dalam Islam and Science menyatakan bahwa Abu al-Raihan al-Biruni (973-1048 M) merupakan geolog Muslim perintis yang berjasa mendirikan studi geologi modern. Secara mendalam, ilmuwan Muslim abad ke-11 M itu menulis tentang geologi India. Al-Biruni melontarkan sebuah hipotesis bahwa anak benua India awalnya adalah sebuah lautan.
"Jika Anda melihat tanah India dengan mata sendiri dan mengamati alamnya, sebenarnya daratan India awalnya adalah laut,” papar al-Biruni dalam Book of Coordinates. Ia juga menuturkan bahwa keberadaan kerang dan fosil di wilayah negeri Hindustan menunjukkan bahwa kawasan itu adalah lautan yang kemudian meningkat menjadi daratan kering.
Berdasarkan penemuannya itu, al-Biruni menyatakan bahwa bumi secara konstan mengembang. Temuannya itu memperkuat pandangan Islam yang menyatakan bahwa bumi tak kekal. Teori bumi tak kekal yang dilontarkan al-Biruni itu berlawanan dengan keyakinan ilmuwan Yunani Kuno yang berpendapat bahwa bumi itu kekal.
Al-Biruni pun lalu menyatakan bahwa bumi juga memiliki usia. Pendapat sang ilmuwan Muslim di era kekhalifahan itu terbukti. Para Geolog modern akhirnya membuktikan pendapat itu dengan menyatakan usia Bumi diperkirakan sekitar 4,5 miliar (4,5x109) tahun.
Ilmuwan Muslim legendaris, Ibnu Sina (981-1037) juga turut memberi kontribusi yang amat penting bagi studi geologi. Avicenna – begitu masyarakat Barat biasa menyebutnya -- menamakan geologi sebagai Attabieyat. Dalam bab lima ensiklopedia berjudul Kitab al-Shifa, Ibnu Sina menjelaskan tentang mineralogi, meteorologi.
Selain itu, bab keenam Kitab Al-Shifa, juga mengupas berbagai hal tentang bumi dan proses pembentukannya. Secara rinci dan lugas, Ibnu Sina membahas tentang; pembentukan gunung; manfaat gunung dalam pembentukan awan: sumber-sumber air, asal muasal gempa bumi; pembentukan mineral-mineral; serta keanekaragamaan lahan tanah di bumi.
Pemikiran Ibnu Sina tentang geologi ternyata sangat berpengaruh terhadap peradaban Barat. Berkat jasa Avicenna-lah, masyarakat Barat kemudian mengenal hukum superposisi, konsep katastropisme (bencana besar) serta doktrin uniformitarianism. Buah pikir Ibnu Sina juga banyak mempengaruhi ilmuwan Barat bernama James Hutton dalam mencetuskan Teori Bumi pada abad ke-18 M.
Secara terang-terangan, dua akademisi Barat bernama Toulmin dan Goodfield (1965), menjelaskan sumbangsih yang diberika Ibnu Sina bagi studi geologi modern. “Sekitar abad ke-10 M, Avicenna telah melontarkan hipotesis tentang asal-muasal bentangan gunung. Padahal, 800 tahun kemudian, pemikiran seperti itu masih dianggap radikal di dunia Kristen,”” papar Toulim dan Goodfield.
Tak cuma itu, metodelogi ilmiah serta observasi lapangan yang dikembangkan Ibnu Sina hingga kini masih tetap menjadi bagian yang penting dalam investigasi geologi modern. Studi geologi juga sebenarnya secara lusa tercantum dalam Alquran. Dalam Surat Al-Hijr ayat 19 Allah SWT berfirman: “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.
Dalam Surat An-Nahl ayat 15, Sang Khalik juga berfirman: “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.” Ayat-ayat inilah yang kemungkinan memberi inspirasi bagi para ilmuwan Muslim untuk mengkaji studi geologi.
Sumbangan lainnya yang didedikasikan ilmuwan Muslim untuk studi geologi adalah penemuan kristalisasi dalam proses pemurnian. Terobosan penting yang dilakukan Jabir Ibnu Hayyan – saintis pada abad ke-8 M – itu sangat penting dalam kristallogi. Bapak Sejarah Sains, George Sarton menegaskan bahwa Jabir Ibnu Hayyan juga turut berkontribusi dalam geologi.
“Kami menemukan dalam tulisannya (Jabir) pandangan tentang metode penelitian kimia, sebuah teori pembentukan logam pada lapisan tanah, ” papar Sarton. Dalam risalah yang ditulisnya, papar Sarton, Jabir Ibnu Hayyan menyatakan bahwa pada dasarnya terdapat enam logam yang berbeda, akibat adanya perbedaan perbandingan sulfur dan merkuri pada keenam jenis logam itu.
Bila kita simak secara teliti, studi geologi mendapat perhatian dalam Alquran. Selain banyak memaparkan tentang gunung, ayat suci Alquran juga membahas tentang tanah. Dalam surat Al-A'raaf ayat 58, Allah SWT berfirman, “Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.”
Dalam ayat lainnya, Alquran juga menjelaskan adanya kandungan penting dalam tanah. “Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.” (QS:Thaahaa:ayat 6). Allah SWT juga berfirman dalam Surat Al-Kahfi ayat 41, “Atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi". hri
Sumbangsih Saintis Muslim bagi Geologi
Sejarah mencatat begitu banyak ilmuwan Muslim yang mengkaji geologi di era keemasan Islam. Menurut Guru Besar Universitas Yordania, Prof Abdulkader M Abed, para saintis Islam itu mengkaji tema-tema khusus seperti mineral, batu-batuan serta permata. Sayangnya, kebanyakan risalah itu banyak yang hilang dan tak eksis lagi.
Berikut ini beberapa ilmuwan Muslim yang mengkaji geologi:
* Yahya bin Masawaih (wafat 857 M): Dia menulis tentang permata dan kekayaannya.
* Al-Kindi (wafat 873 M): Menulis tiga risalah. Salah satu karyanya yang terbaik berjudul "Gems and the Likes".
* Al-Hasan Bin Ahmad al-Hamdani(334 H): Menulis tiga buku mengenai metode eksplorasi emas, perak, permata dan bahan mineral lainnya.
* Ikhwaan As-Safa (pertengahan abad ke-4 H): Menulis ensiklopedia yang berisi bagian-bagian minelar serta klasifikasinya.
* Abu Ar-Rayhan Mohammad Bin Ahmad al-Biruni: (wafat 1048 M): Adalah ahli minerallogi terhebat sepanjang seharah peradaban Islam. Selain menulis Book of Coordinates, dia juga menyusun buku berjudul Al-Jamhir fi Ma'rifatil Al-Jawahir. Yang mengupas tentang cara mengenali permata. Buku itu dinilai sebagai kontribusi terbaik yang disumbangkan perdaban Islam bagi studi minerallogi.
* Ahmad Bin Yousef Al-Tifashi: Ia menulis kitab Azhar Al-Afkar fi Jawahir Al-Ahjar yang berisi tentang cara mengenali batu-batu mulia.
* Mohammad Bin Ibrahim Ibnu Al-Akfani (wafat 1348A): menulis buku berjudul Nukhab Al-Thakhair fi Ahwaal Al-Jawahir. Mengupas karakteristik batu-batu mulia. hri
Mineralogi di Era Kekhalifahan
Para ilmuwan Muslim di abad ke-10 hingga 11 M banyak menaruh perhatian untuk meneliti dan menulis risalah tentang mineralogi. Studi mineralogi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari geologi. Sebab, mineralogi merupakan cabang geologi yang berfokus pada sifat kimia, struktur kristal, dan fisika dari mineral.
Studi ini juga mencakup proses pembentukan dan perubahan mineral. Sekitar 10 abad yang lalu, para saintis Muslim sudah mampu mengidentifikasi beragam jenis mineral. Mereka mendedikasikan dirinya untuk mempelajari mineral. Al-Biruni dikenal sebagai pakar mineralogi Muslim yang paling hebat dalam sejarah peradaban Islam.
Di zaman itu, para ilmuwan Islam sudah mampu menjelaskan komposisi kimia dan struktur kristal. Batu permata dan batu mulia dinilai para ilmuwan Muslim sebagai jenis mineral yang khusus. Intan, batu nilam, jamrud serta yang lainnya digolongkan ke dalam mineral. Sejak zaman dahulu batu-batu mulia itu menjadi lambang kemewahan raja-raja dan para wanita.
Sumbangan peradaban Islam dalam bidang mineralogi tak lepas dari keberhasilan umat Islam menguasai wilayah-wilayah penting seperti Mesir, Mesopotamia, India dan Romawi. Peradaban wilayah itu sebelumnya juga telah mengenal beragam jenis mineral, batu mulia, dan permata. Karya-karya terdahulu itu lalu dikembangkan dan diteliti lebih lanjut oleh para ilmuwan Muslim.
(http://www.republika.co.id/koran/36/61774/Geologi_dalam_Peradaban_Islam)
Selasa, 14 Juli 2009
Rabu, 01 Juli 2009
Kriteria pemimpin menurut Islam
Detik – detik menuju hari H pemilihan pemimpin (presiden) kian dekat. Sebagian calon pemilih sudah menentukan siapa calon pemimpin pilihannya, tapi masih banyak juga yang masih bingung. Selain itu, banyak juga yang memilih untuk tidak memilih, baik karena kemauan sendiri maupun karena keadaan yang membuat mereka tidak bisa memilih. Memilih memang bukan perkara mudah, apalagi kalau mungkin pilihan yang diberikan tidak ada yang sesuai dengan hati nurani. Sebagian mengatakan kalau pilihan yang ada merupakan yang terbaik, jadi memilih yang paling baik dari yang baik. Namun ada juga yang berpendapat sebaliknya, memilih yang paling sedikit jeleknya dari yang jelek. Apapun alasannya, kita tetap butuh pemimpin, apalagi negara sebesar ini, kalau tidak ada pemimpin, tentu akan kacau balau. Mudah – mudahan pemimpin yang terpilih merupakan pemimpin yang cerdas, jujur, amanah sehingga bisa membawa bangsa ini menjadi lebih baik.
Walaupun sistem pemerintahan dan negara kita belum sepenuhnya sesuai dengan Islam, tetapi tentu saja kita menginginkan pemimpin yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan Allah dan Rasululloh. Berikut adalah kriteria pemimpin menurut Islam, berdasarkan Alqur’an dan Assunah (Dikutip dengan berbagai tambahan dari majalah “FATAWA”)
1.Beriman dan bertaqwa kepada Allah
“Janganlah orang – orang mukmin mengambil orang – orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang – orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allahkecuali karena (siasat) memelihara diri dari suatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)”. (QS.Ali Imran : 28)
2.Berilmu
Ilmu penting dimiliki karena dengan ilmu seorang pemimpin bisa mengeluarkan ijtihad dan solusi dalam menyelesaikan masalah umat agar tidak terjadi kedzaliman.
“............. sesungguhnya Alloh telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa......... (QS.Albaqarah : 247)
3.Memiliki kekuatan fisik dan mental (sehat jasmani dan rohani)
Dengan sehat jasmani dan rohani seorang pemimpin dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan bisa mengetahui dengan jelas kebutuhan rakyat.
“Sesungguhnya orang yang paling baik engkau tugaskan adalah yang kuat”.... (QS. Al-Qashash : 26)
4.Bersikap adil, jujur dan dapat dipercaya
Pemimpin adalah teladan bagi rakyat sehingga dituntut seorang yang jauh dari sifat zhalim dan suka bermaksiat. Keadilan hanya bisa diperoleh dari pemimpin yang adil, jujur dan terpercaya. Sifat terpercaya berkaitan dengan kemampuan mengendalikan diri, tidak menyelewengkan jabatan untuk mencari keuntungan secara tidak sah.
“Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menunaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan menyuruh apabila kamu menetapkan hukum diantara manusia, supaya menetapkan dengan adil”. (QS.Annisa : 59)
“Orang yang bakal paling dikasihi oleh Allah dan yang paling dekat disisiNya kelak pada hari berhisab ialah pemimpin yang adil, dan orang yang bakal dibenci Alloh pada hari berhisab dan bakal menerima siksa adzab yang sangat pedih adalah para pemimpin yang zhalim”. (HR.Tirmidzi).
5.Konsekuen memikul tanggung jawab
Maksudnya adalah melaksanakan aturan – aturan yang ada dengan sebaik-baiknya dan bertanggungjawab terhadap peraturan yang dibuat. Tentunya peraturan yang dibuat itu berpihak kepada kebaikan rakyat dan tidak bertentangan dengan hukum Alloh dan rasul-Nya.
6.Tegas dan menegakkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar
“Semoga Allah melindungimu dari pemimpin yang bodoh!. Ka’ab bertanya, “Siapakah pemimpin yang bodoh itu, wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab, ‘Yaitu para pemimpin sesudahku yang tidak mau mengambil petunjukku, tidak pula mau menetapkan ajaranku. Barangsiapa membenarkanperilaku pemimpin tersebut dengan segala kebohongannya dan membantu perilaku zhalimnya, maka mereka bukan termasuk umatku dan aku bukan termasuk golongan mereka. Dan kelak mereka tidak akan pernah mencicipi haudh (telagaku). Sementara yang tidak membenarkan segala kebohongan yang diperbuat pemimpin tersebut dan tidak pula membantu perilaku zhalimnya, maka mereka termasuk umatku dan akupun termasuk golongannya. Kelak mereka akan meminum air telagaku. (HR. Muslim)
Uraian di atas mungkin sebuah kriteria ideal suatu calon pemimpin. Mungkin saat ini tidak ada calon pemimpin yang benar – benar ideal, tapi paling tidak mendekati, dengan kata lain harus memenuhi hal – hal yang paling mendasar dari kriteria – kriteria di atas. Selain itu, sebenarnya kepemimpinan bukanlah merupakan sesuatu hal yang harus diperebutkan, melainkan suatu amanah yang sebenarnya berat untuk dipikul. Kita mungkin sudah pernah baca sejarah setelah rasullullah wafat. Para sahabat ketika itu tidak saling berebut untuk menjadi pemimpin, bahkan mereka saling memberikan atau menyerahkan kepemimpinan kepada sahabat yang lain, karena mereka merasa sahabat yang lain lebih mampu untuk memegang tampuk kepemimpinan setelah rasullullah. Hal ini sesuai dengan sabda nabi kita :
“Kami tidak mengangkat orang yang berambisi berkedudukan”. (HR.Muslim)
Nah, sudah jelas kan kriteria calon pemimpin menurut Islam? Jadi apakah ada calon2 presiden kita yang memenuhi atau paling tidak mendekati??? Jawaban ada ditangan anda..... (^_^)
Walaupun sistem pemerintahan dan negara kita belum sepenuhnya sesuai dengan Islam, tetapi tentu saja kita menginginkan pemimpin yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan Allah dan Rasululloh. Berikut adalah kriteria pemimpin menurut Islam, berdasarkan Alqur’an dan Assunah (Dikutip dengan berbagai tambahan dari majalah “FATAWA”)
1.Beriman dan bertaqwa kepada Allah
“Janganlah orang – orang mukmin mengambil orang – orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang – orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allahkecuali karena (siasat) memelihara diri dari suatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)”. (QS.Ali Imran : 28)
2.Berilmu
Ilmu penting dimiliki karena dengan ilmu seorang pemimpin bisa mengeluarkan ijtihad dan solusi dalam menyelesaikan masalah umat agar tidak terjadi kedzaliman.
“............. sesungguhnya Alloh telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa......... (QS.Albaqarah : 247)
3.Memiliki kekuatan fisik dan mental (sehat jasmani dan rohani)
Dengan sehat jasmani dan rohani seorang pemimpin dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan bisa mengetahui dengan jelas kebutuhan rakyat.
“Sesungguhnya orang yang paling baik engkau tugaskan adalah yang kuat”.... (QS. Al-Qashash : 26)
4.Bersikap adil, jujur dan dapat dipercaya
Pemimpin adalah teladan bagi rakyat sehingga dituntut seorang yang jauh dari sifat zhalim dan suka bermaksiat. Keadilan hanya bisa diperoleh dari pemimpin yang adil, jujur dan terpercaya. Sifat terpercaya berkaitan dengan kemampuan mengendalikan diri, tidak menyelewengkan jabatan untuk mencari keuntungan secara tidak sah.
“Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menunaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan menyuruh apabila kamu menetapkan hukum diantara manusia, supaya menetapkan dengan adil”. (QS.Annisa : 59)
“Orang yang bakal paling dikasihi oleh Allah dan yang paling dekat disisiNya kelak pada hari berhisab ialah pemimpin yang adil, dan orang yang bakal dibenci Alloh pada hari berhisab dan bakal menerima siksa adzab yang sangat pedih adalah para pemimpin yang zhalim”. (HR.Tirmidzi).
5.Konsekuen memikul tanggung jawab
Maksudnya adalah melaksanakan aturan – aturan yang ada dengan sebaik-baiknya dan bertanggungjawab terhadap peraturan yang dibuat. Tentunya peraturan yang dibuat itu berpihak kepada kebaikan rakyat dan tidak bertentangan dengan hukum Alloh dan rasul-Nya.
6.Tegas dan menegakkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar
“Semoga Allah melindungimu dari pemimpin yang bodoh!. Ka’ab bertanya, “Siapakah pemimpin yang bodoh itu, wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab, ‘Yaitu para pemimpin sesudahku yang tidak mau mengambil petunjukku, tidak pula mau menetapkan ajaranku. Barangsiapa membenarkanperilaku pemimpin tersebut dengan segala kebohongannya dan membantu perilaku zhalimnya, maka mereka bukan termasuk umatku dan aku bukan termasuk golongan mereka. Dan kelak mereka tidak akan pernah mencicipi haudh (telagaku). Sementara yang tidak membenarkan segala kebohongan yang diperbuat pemimpin tersebut dan tidak pula membantu perilaku zhalimnya, maka mereka termasuk umatku dan akupun termasuk golongannya. Kelak mereka akan meminum air telagaku. (HR. Muslim)
Uraian di atas mungkin sebuah kriteria ideal suatu calon pemimpin. Mungkin saat ini tidak ada calon pemimpin yang benar – benar ideal, tapi paling tidak mendekati, dengan kata lain harus memenuhi hal – hal yang paling mendasar dari kriteria – kriteria di atas. Selain itu, sebenarnya kepemimpinan bukanlah merupakan sesuatu hal yang harus diperebutkan, melainkan suatu amanah yang sebenarnya berat untuk dipikul. Kita mungkin sudah pernah baca sejarah setelah rasullullah wafat. Para sahabat ketika itu tidak saling berebut untuk menjadi pemimpin, bahkan mereka saling memberikan atau menyerahkan kepemimpinan kepada sahabat yang lain, karena mereka merasa sahabat yang lain lebih mampu untuk memegang tampuk kepemimpinan setelah rasullullah. Hal ini sesuai dengan sabda nabi kita :
“Kami tidak mengangkat orang yang berambisi berkedudukan”. (HR.Muslim)
Nah, sudah jelas kan kriteria calon pemimpin menurut Islam? Jadi apakah ada calon2 presiden kita yang memenuhi atau paling tidak mendekati??? Jawaban ada ditangan anda..... (^_^)
Senin, 15 Juni 2009
Jika hasil akhir adalah tujuan utama..
Dalam setiap melakukan pekerjaan, apapun itu setiap orang pasti menginginkan hasil akhir sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan ada yang dengan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hasil tersebut. Jarang orang yang bisa belajar dari sebuah proses, baik proses yang berujung kepada kegagalan, maupun proses yang berujung pada keberhasilan. Seorang motivator, Satria Hadi Lubis (SHL) mengatakan dalam bukunya : “Sukses bukanlah hasil, sukses adalah proses menuju keberhasilan”. Jadi sebenarnya apapun hasilnya, baik gagal maupun berhasil bisa merupakan sebuah kesuksesan, tergantung bagaimana kita bisa belajar dari proses untuk mencapai hasil itu.
Beberapa hari ini aku melihat suatu pemandangan kontras dari siswa SMA kelas 3 yang melihat pengumuman UAN. Di satu sisi sebagian siswa/siswi bersedih, menangis bahkan beberapa ada yang pingsan karena dinyatakan tidak lulus UAN, namun disisi lain banyak siswa yang bersorak sorai, mengecat pakaian, wajah, rambut, dsb karena lulus UAN. Mungkin bagi yang tidak lulus UAN, dunia ini seolah2 berakhir, masa depan sepertinya suram dan sebagainya, sedangkan bagi yang lulus UAN seolah-olah semuanya telah selesai, padahal jalan masih panjang dan berliku, penuh onak dan duri, hi...hi...hi.... lebay!
Memang wajar jika kita bersedih atau kecewa karena gagal, tapi bukankah kita bisa mengambil pelajaran dari kegagalan itu. Tidak ada orang yang tidak pernah gagal, katanya orang yang sukses itu bukan orang yang tidak pernah gagal, tapi orang yang bisa bangkit dari kegagalan. Terdengar klise dan mudah memang, tapi sulit dilakukan, apalagi jika rasa optimis sudah hilang.
Fenomena – fenomena yang terjadi setelah pengumuman kelulusan UAN setiap tahun rasanya hampir sama. Bagi yang tidak lulus ada yang menangis meraung -raung, pingsan, bahkan ada yang bunuh diri, bagi yang lulus ada yang bergembira dengan berlebihan, bersorak sorai, mengecat tubuh dan pakaian, konvoi kendaraan bermotor, dsb. Namun bagi yang tidak lulus sepertinya juga masih ada yang bersikap tabah, sabar dan mengambil pelajaran dari ketidaklulusannya, sedangkan bagi yang lulus menyikapinya dengan penuh rasa syukur dan biasa-biasa aja, seperti aku dulu, he...he...he.....
Mungkin inilah salah satu contoh dari pernyataan jika hasil akhir merupakan tujuan utama, akibatnya jika gagal akan merasa terpukul dan depresi, sebaliknya jika berhasil akan merayakan dengan euforia secara berlebihan...
Bagi adik2 yang belum lulus UAN, sabar, jangan rendah diri, dunia ini belum berakhir, masih ada kesempatan2 lain yang mungkin lebih baik, tetap optimis! Sedangkan bagi yang lulus UAN, segalanya belum berakhir, masih panjang jalan kita, terus berusaha. Buat diriku sendiri, SEMANGAT...SEMANGAT...SEMANGAT...!!! Emang susah memotivasi diri sendiri, mungkin lebih mudah memang memotivasi orang lain. (^_^)..
Mari kita ambil pelajaran dari proses yang telah kita lakukan, apapun hasilnya, itulah yang terbaik, asal kita bisa mengambil pelajaran dan tidak melakukan kesalahan yang sama... Chayoo everybody...!
Beberapa hari ini aku melihat suatu pemandangan kontras dari siswa SMA kelas 3 yang melihat pengumuman UAN. Di satu sisi sebagian siswa/siswi bersedih, menangis bahkan beberapa ada yang pingsan karena dinyatakan tidak lulus UAN, namun disisi lain banyak siswa yang bersorak sorai, mengecat pakaian, wajah, rambut, dsb karena lulus UAN. Mungkin bagi yang tidak lulus UAN, dunia ini seolah2 berakhir, masa depan sepertinya suram dan sebagainya, sedangkan bagi yang lulus UAN seolah-olah semuanya telah selesai, padahal jalan masih panjang dan berliku, penuh onak dan duri, hi...hi...hi.... lebay!
Memang wajar jika kita bersedih atau kecewa karena gagal, tapi bukankah kita bisa mengambil pelajaran dari kegagalan itu. Tidak ada orang yang tidak pernah gagal, katanya orang yang sukses itu bukan orang yang tidak pernah gagal, tapi orang yang bisa bangkit dari kegagalan. Terdengar klise dan mudah memang, tapi sulit dilakukan, apalagi jika rasa optimis sudah hilang.
Fenomena – fenomena yang terjadi setelah pengumuman kelulusan UAN setiap tahun rasanya hampir sama. Bagi yang tidak lulus ada yang menangis meraung -raung, pingsan, bahkan ada yang bunuh diri, bagi yang lulus ada yang bergembira dengan berlebihan, bersorak sorai, mengecat tubuh dan pakaian, konvoi kendaraan bermotor, dsb. Namun bagi yang tidak lulus sepertinya juga masih ada yang bersikap tabah, sabar dan mengambil pelajaran dari ketidaklulusannya, sedangkan bagi yang lulus menyikapinya dengan penuh rasa syukur dan biasa-biasa aja, seperti aku dulu, he...he...he.....
Mungkin inilah salah satu contoh dari pernyataan jika hasil akhir merupakan tujuan utama, akibatnya jika gagal akan merasa terpukul dan depresi, sebaliknya jika berhasil akan merayakan dengan euforia secara berlebihan...
Bagi adik2 yang belum lulus UAN, sabar, jangan rendah diri, dunia ini belum berakhir, masih ada kesempatan2 lain yang mungkin lebih baik, tetap optimis! Sedangkan bagi yang lulus UAN, segalanya belum berakhir, masih panjang jalan kita, terus berusaha. Buat diriku sendiri, SEMANGAT...SEMANGAT...SEMANGAT...!!! Emang susah memotivasi diri sendiri, mungkin lebih mudah memang memotivasi orang lain. (^_^)..
Mari kita ambil pelajaran dari proses yang telah kita lakukan, apapun hasilnya, itulah yang terbaik, asal kita bisa mengambil pelajaran dan tidak melakukan kesalahan yang sama... Chayoo everybody...!
Kamis, 30 April 2009
Masih perlukah UAN...???
Mumpung deket2 hari pendidikan ni, mo mengungkapkan sedikit unek – unek tentang pendidikan, terutama tentang Ujian Akhir Nasional (UAN).
UAN merupakan hal yang sudah berlalu bagiku, udah lama banget. Dulu aku cukup deg-degkan ketika menjelang UAN, terutama ketika UAN SD dan SMP (dulu namanya EBTANAS). Karena pada waktu itu selain pengen lulus, tapi juga pengen dapet NEM tinggi supaya waktu mau masuk SMP & SMA dapet sekolah unggulan/favorit. Tapi pas UAN SMA, cara menghadapinya beda. Saat itu aku lebih santai karena sudah tahu kalau buat masuk kuliah gak perlu NEM, yang penting lulus SPMB. Masih ingat pas malam2 UAN waktu itu, aku dan temen2 malah ngobrol & ngerumpi, maklum anak asrama jadinya ngumpul semua, sampai2 dimarahi guru. Sebagian besar temen2 waktu itu tidak punya target NEM yang tinggi, yang penting lulus, UAN dianggap sebagai try out SPMB. Kecuali beberapa temen yang punya niat tulus untuk dapat NEM tinggi supaya rata-rata NEM sekolahnya juga tinggi, he..he... Dan hasilnya pun kalau tidak bisa dibilang memuaskan ya tidak terlalu mengecewakanlah, tepatnya nilaiku waktu itu pas-pasan, he3...
Minggu – minggu ini merupakan minggu yang menentukan buat para pelajar kelas VI, IX dan XII. Ya, minggu2 ini merupakan minggunya UAN, ujian akhir nasional. UAN merupakan momok bagi sebagian pelajar, karena 3 kata inilah yang “menentukan masa depan” mereka. Sehingga ketika akan menghadapi UAN, banyak hal-hal yang dilakukan supaya lulus UAN. Ada yang belajar mati-matian, ada yang mengadakan doa dan dzikir bersama sampai nangis2, tapi ada juga yang santai - santai saja (karena sudah siap atau malah pasrah, he3...), bahkan mungkin ada juga yang mendatangi paranormal alias dukun supaya dapat mantra lulus ujian seperti yang dilakukan Mahar cs. dalam novel Laskar Pelangi, ha..ha.... Yang jelas apapun akan dilakukan asal LULUS UAN, seolah – olah dengan UAN merupakan standar kesuksesan seorang siswa.
Beragam polah dalam “persiapan” untuk menghadapi UAN, beragam tingkah polah juga ketika hasil UAN sudah diketahui. Bagi yang lulus, ada yang bersyukur, ada yang biasa – biasa aja, tapi ada juga yang sangat emosional, mulai dari menangis sampai melakukan tindakan – tindakan bodoh seperti corat – coret pakaian, muka, rambut, terus konvoi dengan kendaraan bermotor, mengacaukan lalulintas dan tindakan2 merusak lainnya. Sedangkan bagi yang tidak lulus, ada yang menyikapi dengan sabar, tapi ada juga yang sangat emosional, mulai dari menangis, meraung-raung, pingsan, bahkan bagi yang tidak kuat iman ada juga yang melakukan aksi bunuh diri. Sangat memprihatinkan. Inikah profil pendidikan kita??? Hmm...
Banyak yang bilang kalau sistem pendidikan di Indonesia harus diubah, terutama masalah syarat kelulusan. Aku tidak terlalu mengetahui masalah sistem pendidikan, tapi menurutku syarat lulus SD,SMP dan SMA yang hanya ditentukan oleh nilai UAN sesuai standar tertentu, rasanya sangat tidak fair atau tidak adil. Ada siswa yang berprestasi seperti juara olimpiade sains tidak lulus karena nilai UANnya tidak memenuhi standar, ada juga yang sudah diterima di Perguruan Tinggi ternama harus menunda keinginan kuliahnya karena sebab yang sama. Kasihan sekali mereka, korban sistem.
Masalah-masalah yang timbul yang berhubungan dengan UAN juga sangat banyak. Mulai dari kecurangan2 sebelum, ketika dan sesudah UAN, korupsi, jual beli soal dan jawaban, dan sebagainya. Selain itu ada juga pengubahan nilai UAN karena sebab tertentu. Mengenai hal ini, aku jadi inget waktu setelah UAN dulu. Waktu itu ada istilah konversi nilai UAN, jadinya nilai UAN suatu sekolah dikurangi yang kemudian digunakan untuk menambah nilai di sekolah lain supaya siswanya lulus. Hal ini tentu saja menimbulkan protes, waktu itu temen-temenku mengajukan protes bahkan sampai ke DPRD, tapi hasilnya nihil, mungkin karena nilainya sudah tertulis di ijazah atau karena alasan lain. Waktu itu aku tidak terlalu tahu persis bagaimana kejadiaanya, karena waktu itu aku sudah merantau ke ngayogyokarto. Sekali lagi, inikah profil pendidikan kita??? Hmm...
So, masih perlukah UAN dilaksanakan??? Haruskah sistem pendidikan kita dirubah??? Bagi para pakar pendidikan atau calon pakar pendidikan, jawab ya!!! He..he... PEACE!!! (^_^)
UAN merupakan hal yang sudah berlalu bagiku, udah lama banget. Dulu aku cukup deg-degkan ketika menjelang UAN, terutama ketika UAN SD dan SMP (dulu namanya EBTANAS). Karena pada waktu itu selain pengen lulus, tapi juga pengen dapet NEM tinggi supaya waktu mau masuk SMP & SMA dapet sekolah unggulan/favorit. Tapi pas UAN SMA, cara menghadapinya beda. Saat itu aku lebih santai karena sudah tahu kalau buat masuk kuliah gak perlu NEM, yang penting lulus SPMB. Masih ingat pas malam2 UAN waktu itu, aku dan temen2 malah ngobrol & ngerumpi, maklum anak asrama jadinya ngumpul semua, sampai2 dimarahi guru. Sebagian besar temen2 waktu itu tidak punya target NEM yang tinggi, yang penting lulus, UAN dianggap sebagai try out SPMB. Kecuali beberapa temen yang punya niat tulus untuk dapat NEM tinggi supaya rata-rata NEM sekolahnya juga tinggi, he..he... Dan hasilnya pun kalau tidak bisa dibilang memuaskan ya tidak terlalu mengecewakanlah, tepatnya nilaiku waktu itu pas-pasan, he3...
Minggu – minggu ini merupakan minggu yang menentukan buat para pelajar kelas VI, IX dan XII. Ya, minggu2 ini merupakan minggunya UAN, ujian akhir nasional. UAN merupakan momok bagi sebagian pelajar, karena 3 kata inilah yang “menentukan masa depan” mereka. Sehingga ketika akan menghadapi UAN, banyak hal-hal yang dilakukan supaya lulus UAN. Ada yang belajar mati-matian, ada yang mengadakan doa dan dzikir bersama sampai nangis2, tapi ada juga yang santai - santai saja (karena sudah siap atau malah pasrah, he3...), bahkan mungkin ada juga yang mendatangi paranormal alias dukun supaya dapat mantra lulus ujian seperti yang dilakukan Mahar cs. dalam novel Laskar Pelangi, ha..ha.... Yang jelas apapun akan dilakukan asal LULUS UAN, seolah – olah dengan UAN merupakan standar kesuksesan seorang siswa.
Beragam polah dalam “persiapan” untuk menghadapi UAN, beragam tingkah polah juga ketika hasil UAN sudah diketahui. Bagi yang lulus, ada yang bersyukur, ada yang biasa – biasa aja, tapi ada juga yang sangat emosional, mulai dari menangis sampai melakukan tindakan – tindakan bodoh seperti corat – coret pakaian, muka, rambut, terus konvoi dengan kendaraan bermotor, mengacaukan lalulintas dan tindakan2 merusak lainnya. Sedangkan bagi yang tidak lulus, ada yang menyikapi dengan sabar, tapi ada juga yang sangat emosional, mulai dari menangis, meraung-raung, pingsan, bahkan bagi yang tidak kuat iman ada juga yang melakukan aksi bunuh diri. Sangat memprihatinkan. Inikah profil pendidikan kita??? Hmm...
Banyak yang bilang kalau sistem pendidikan di Indonesia harus diubah, terutama masalah syarat kelulusan. Aku tidak terlalu mengetahui masalah sistem pendidikan, tapi menurutku syarat lulus SD,SMP dan SMA yang hanya ditentukan oleh nilai UAN sesuai standar tertentu, rasanya sangat tidak fair atau tidak adil. Ada siswa yang berprestasi seperti juara olimpiade sains tidak lulus karena nilai UANnya tidak memenuhi standar, ada juga yang sudah diterima di Perguruan Tinggi ternama harus menunda keinginan kuliahnya karena sebab yang sama. Kasihan sekali mereka, korban sistem.
Masalah-masalah yang timbul yang berhubungan dengan UAN juga sangat banyak. Mulai dari kecurangan2 sebelum, ketika dan sesudah UAN, korupsi, jual beli soal dan jawaban, dan sebagainya. Selain itu ada juga pengubahan nilai UAN karena sebab tertentu. Mengenai hal ini, aku jadi inget waktu setelah UAN dulu. Waktu itu ada istilah konversi nilai UAN, jadinya nilai UAN suatu sekolah dikurangi yang kemudian digunakan untuk menambah nilai di sekolah lain supaya siswanya lulus. Hal ini tentu saja menimbulkan protes, waktu itu temen-temenku mengajukan protes bahkan sampai ke DPRD, tapi hasilnya nihil, mungkin karena nilainya sudah tertulis di ijazah atau karena alasan lain. Waktu itu aku tidak terlalu tahu persis bagaimana kejadiaanya, karena waktu itu aku sudah merantau ke ngayogyokarto. Sekali lagi, inikah profil pendidikan kita??? Hmm...
So, masih perlukah UAN dilaksanakan??? Haruskah sistem pendidikan kita dirubah??? Bagi para pakar pendidikan atau calon pakar pendidikan, jawab ya!!! He..he... PEACE!!! (^_^)
Sabtu, 11 April 2009
About Obama again...
Beberapa bulan lalu, aku menuliskan sesuatu tentang Obama di blog ini. Isinya kurang lebih mengenai “keherananku” terhadap sikap beberapa rakyat Indonesia yang “tiba – tiba” menjadi pengagum Obama, menjadi sok akrab dengan Obama dan sebagainya. Mungkin memang sangat subjektif, tapi menurutku ada benarnya. Obama dianggap bisa menyelesaikan semua masalah, terutama Islam dengan barat, inilah harapan sebagian tokoh dan rakyat dunia. Bagaimanapun juga Obama tetaplah Obama, Amerika tetaplah Amerika, yang dalam waktu dekat ini menurutku sangat sulit “bersahabat” dengan bangsa Islam. Tidak selayaknya umat Islam berharap pada tokoh seperti Obama. Ini bukan masalah suka atau tidak suka, tapi lebih prinsipil lagi...
Berikut salah satu artikel yang menunjukkan siapa sebenarnya Obama. masih banyak artikel2 sejenis yang dapat dilihat di website ini. www.eramuslim.com.
Gaza: Kebohongan Pertama Obama
Bom dan rudal Israel yang terus menggempur langit Gaza sebenarnya bukan hanya kematian dan terror terhadap rakyat Palestina di tahun 2009 ini, tapi juga merupakan sebuah kelanjutan dari rentetan peristiwa berdarah di masa lalu. Mulai dari tragedi Nakba yang terjadi mulai tahun 1948 sampai perang tahun 1967, invasi Israel ke Lebanon 1982 dan 2006, sampai holocaust di Jenin. Dan serangan Israel ke Gaza pada akhir 2008 dan awal 2009 merupakan bentuk pertama Barack Obama, tentang bagaimana sebuah kebohongan dimulai.
Sebelum menduduki kekuasaannya di Gedung Putih, Obama harus menghadapi kenyataan bahwa puluhan dan bahkan ribuan orang di Kairo, Beirut, Amman, Doha, Paris, Athena , London, Berlin, Paris, Roma, Istanbul, Sydney dan ibokota negara lainnya turun ke jalan, dengan kemarahan yang sama terhadap AS. Tidak seperti presiden AS lainnya yang setidaknya untuk basa-basi mengkritisi Israel. Obama diam seribu bahasa. Kalimat pendeknya, “Tewasnya warga sipil Gaza merupakan sumber dari perhatian kita,’ ujar Obama. Lalu, Obama dicerca dan dipandang hina dina,dan dikritik habis-habisan oleh hampir semua orang dan media di negeri itu.
Yang paling buruk adalah komentarnya ketika ia berkampanye di Sderot Juli 2008 silam, “Jika ada yang menghujani roket ke rumah saya, dan ketika itu kedua orang puteri saya tengah tertidur, saya akan melakukan apa yang saya bisa untuk menghentikan mereka.”,ucap Obama. Ucapan ini diartikan sebagai lampu hijau dari Obama bagi Israel untuk melakukan pembantaian di Gaza. Lewat Hillay Clinton—Menteri Luar Negeri AS yang akan datang—Obama mengatakan, “Saya mengerti dan sangat bersimpati terhadap niat Israel dalam mempertahankan diri dalam situasi seperti ini”. Banyak pengamat memprediksi bahwa inilah potret sejati dari sang presiden AS yang baru. Ia tak lebih merupakan 'pion' baru Zionis-Israel. Apalagi, pos-pos strategis di pemerintahan diserahkan kepada tokoh Yahudi, yang dulu duduk di kabinet Bill Clinton, termasuk Lawrence Summer, yang menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (NEC).
Namun, jika Obama bermaksud untuk mempertahankan kepercayaan pemilihnya, bahwa kepemimpinannya adalah perubahan besar untuk AS dan dunia, dia harus mampu membuat AS meyakinkan dunia. Obama harus memberikan sinyal dan perintah tegas, kekejaman Israel harus dihentikan. Dia harus berbicara jujur bahwa sejarah bangsa Yahudi hanya selalu menciptakan permusuhan dan pembunuhan. Dan, nampaknya Obama akan menjadi 'pion' baru Zionis-Israel, yang akan ikut menciptakan kekacauan baru di dunia.
Berikut salah satu artikel yang menunjukkan siapa sebenarnya Obama. masih banyak artikel2 sejenis yang dapat dilihat di website ini. www.eramuslim.com.
Gaza: Kebohongan Pertama Obama
Bom dan rudal Israel yang terus menggempur langit Gaza sebenarnya bukan hanya kematian dan terror terhadap rakyat Palestina di tahun 2009 ini, tapi juga merupakan sebuah kelanjutan dari rentetan peristiwa berdarah di masa lalu. Mulai dari tragedi Nakba yang terjadi mulai tahun 1948 sampai perang tahun 1967, invasi Israel ke Lebanon 1982 dan 2006, sampai holocaust di Jenin. Dan serangan Israel ke Gaza pada akhir 2008 dan awal 2009 merupakan bentuk pertama Barack Obama, tentang bagaimana sebuah kebohongan dimulai.
Sebelum menduduki kekuasaannya di Gedung Putih, Obama harus menghadapi kenyataan bahwa puluhan dan bahkan ribuan orang di Kairo, Beirut, Amman, Doha, Paris, Athena , London, Berlin, Paris, Roma, Istanbul, Sydney dan ibokota negara lainnya turun ke jalan, dengan kemarahan yang sama terhadap AS. Tidak seperti presiden AS lainnya yang setidaknya untuk basa-basi mengkritisi Israel. Obama diam seribu bahasa. Kalimat pendeknya, “Tewasnya warga sipil Gaza merupakan sumber dari perhatian kita,’ ujar Obama. Lalu, Obama dicerca dan dipandang hina dina,dan dikritik habis-habisan oleh hampir semua orang dan media di negeri itu.
Yang paling buruk adalah komentarnya ketika ia berkampanye di Sderot Juli 2008 silam, “Jika ada yang menghujani roket ke rumah saya, dan ketika itu kedua orang puteri saya tengah tertidur, saya akan melakukan apa yang saya bisa untuk menghentikan mereka.”,ucap Obama. Ucapan ini diartikan sebagai lampu hijau dari Obama bagi Israel untuk melakukan pembantaian di Gaza. Lewat Hillay Clinton—Menteri Luar Negeri AS yang akan datang—Obama mengatakan, “Saya mengerti dan sangat bersimpati terhadap niat Israel dalam mempertahankan diri dalam situasi seperti ini”. Banyak pengamat memprediksi bahwa inilah potret sejati dari sang presiden AS yang baru. Ia tak lebih merupakan 'pion' baru Zionis-Israel. Apalagi, pos-pos strategis di pemerintahan diserahkan kepada tokoh Yahudi, yang dulu duduk di kabinet Bill Clinton, termasuk Lawrence Summer, yang menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (NEC).
Namun, jika Obama bermaksud untuk mempertahankan kepercayaan pemilihnya, bahwa kepemimpinannya adalah perubahan besar untuk AS dan dunia, dia harus mampu membuat AS meyakinkan dunia. Obama harus memberikan sinyal dan perintah tegas, kekejaman Israel harus dihentikan. Dia harus berbicara jujur bahwa sejarah bangsa Yahudi hanya selalu menciptakan permusuhan dan pembunuhan. Dan, nampaknya Obama akan menjadi 'pion' baru Zionis-Israel, yang akan ikut menciptakan kekacauan baru di dunia.
Minggu, 29 Maret 2009
Jangan Pernah Berubah
Jangan pernah berubah... Ini bukan ikut – ikutan judul lagu yang lagi hits sekarang, karena kebetulan ku tak suka lagu ini, he3.... Kalimat ini mungkin bisa dikatakan sebuah “pemaksaan” kehendak, karena pada hakikatnya sesuatu itu berubah, baik itu berubah dari segi fisik maupun nonfisik. Perubahan adakalanya disebabkan oleh sesuatu yang masuk akal dan pasti, namun adakalanya perubahan disebabkan oleh sesuatu yang tidak masuk akal atau bahkan berubah tanpa sebab.
Manusia pasti berubah. Berubah dari segi fisik, mental, pola pikir, dsb. Perubahan bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Berbagai macam reaksi setiap orang terhadap perubahan dirinya, ada yang senang, ada yang biasa – biasa saja, namun ada juga yang sedih, takut, khawatir, dsb.
Selain perubahan fisik, perubahan nonfisik bisa juga terjadi. Misalnya perubahan sikap, yang tadinya baik jadi jahat, dsb. Kini, aku juga mengalami perubahan sikap, tepatnya persepsi. Persepsiku tentang “sesuatu” kini berubah. Dulu aku sangat kagum, salut, respek, dan lain sebagainya, pokoknya yang baik2lah, ibaratnya gak ada yang cacat dengan dia. Tapi sekarang, rasa kagum, salut, respek, dsb berkurang, walaupun tidak sampai habis. Kenapa ya ??? “sesuatu” itu telah mengecewakanku, baik sengaja ataupun tidak, yang jelas sesuatu itu telah membuatku terluka, cie...cie....., he3.... Yah, mungkin sesuatu itu tidak sadar , tidak tahu atau tidak mau tahu tentang apa yang kurasakan. He3.... Mungkin juga aku terlalu berharap lebih terhadap sesuatu itu, sehingga ketika harapanku tidak terwujud, aku jadi kecewa berat. Yah, terlalu banyak berharap memang mudah membuat kita kecewa...
Ya sudahlah, ngapain juga terlalu mikirin sesuatu itu, yang belum tentu mikirin aku. Mungkin benar juga ungkapan ini “jangan terlalu membenci sesuatu, karena mungkin suatu saat kamu akan mencintainya, dan jangan terlalu mencintai sesuatu, karena mungkin suatu saat kamu akan membencinya”. Biasa – biasa ajalah...
Tetaplah berbuat baik pada siapapun, meskipun sikap orang itu padamu berubah. So, mudah-mudahan aku akan selalu berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Aamiin....
Manusia pasti berubah. Berubah dari segi fisik, mental, pola pikir, dsb. Perubahan bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Berbagai macam reaksi setiap orang terhadap perubahan dirinya, ada yang senang, ada yang biasa – biasa saja, namun ada juga yang sedih, takut, khawatir, dsb.
Selain perubahan fisik, perubahan nonfisik bisa juga terjadi. Misalnya perubahan sikap, yang tadinya baik jadi jahat, dsb. Kini, aku juga mengalami perubahan sikap, tepatnya persepsi. Persepsiku tentang “sesuatu” kini berubah. Dulu aku sangat kagum, salut, respek, dan lain sebagainya, pokoknya yang baik2lah, ibaratnya gak ada yang cacat dengan dia. Tapi sekarang, rasa kagum, salut, respek, dsb berkurang, walaupun tidak sampai habis. Kenapa ya ??? “sesuatu” itu telah mengecewakanku, baik sengaja ataupun tidak, yang jelas sesuatu itu telah membuatku terluka, cie...cie....., he3.... Yah, mungkin sesuatu itu tidak sadar , tidak tahu atau tidak mau tahu tentang apa yang kurasakan. He3.... Mungkin juga aku terlalu berharap lebih terhadap sesuatu itu, sehingga ketika harapanku tidak terwujud, aku jadi kecewa berat. Yah, terlalu banyak berharap memang mudah membuat kita kecewa...
Ya sudahlah, ngapain juga terlalu mikirin sesuatu itu, yang belum tentu mikirin aku. Mungkin benar juga ungkapan ini “jangan terlalu membenci sesuatu, karena mungkin suatu saat kamu akan mencintainya, dan jangan terlalu mencintai sesuatu, karena mungkin suatu saat kamu akan membencinya”. Biasa – biasa ajalah...
Tetaplah berbuat baik pada siapapun, meskipun sikap orang itu padamu berubah. So, mudah-mudahan aku akan selalu berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Aamiin....
Rabu, 04 Maret 2009
Indonesia butuh berapa presiden???
Bagaikan jamur di musim penghujan, yang semakin tumbuh subur atau tumbuh tunas-tunas baru. Itulah gambaran dunia politik di Indonesia saat ini. Tahun lalu, banyak partai didirikan, bahkan sampai ratusan jumlahnya dengan latar belakang dan tujuan tertentu, meskipun yang berhasil ikut pemilu “hanya” 30an plus partai lokal. Inilah jaman yang disebut kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, dsb. Jadi, semua seolah-olah memang bebas. Tidak setuju dengan suatu kelompok, lalu buat kelompok sendiri, tidak setuju dengan suatu partai, buat partai sendiri, dst. Salahkah yang demikian itu??? Mungkin tidak salah, tapi bagaimana kalau hal ini terjadi terus??? Seolah-olah bangsa ini tidak bisa bersatu, mudah dipecah-pecah. Ketika ada masalah, bukannya bermusyawarah untuk menyelesaikan, tetapi malah keluar dari masalah.
Tahun ini, ketika pemilu legislatif semakin dekat, yang muncul adalah orang-orang yang mengaku mampu memimpin negara ini, mampu menjadi Presiden Republik Indonesia. Mungkin saking banyaknya orang pintar (atau sebaliknya), sampai-sampai orang yang mampu atau mengaku mampu menjadi presiden jumlahnya banyak sekali. Mereka berasal hampir dari semua kalangan, dari politisi, pejabat, artis, tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, dsb. Tentu saja masing – masing merasa punya “kekuatan” untuk jadi presiden, mulai dari kekuasaan, nama besar orang tua, kepopuleran, kekayaan,dsb. Mereka merasa dengan semua yang mereka miliki, mereka “mampu” untuk menjadi pemimpin bangsa ini. Padahal,bangsa ini tidak butuh orang yang merasa atau mengaku-ngaku mampu, tapi butuh orang yang benar-benar mampu. Bangsa ini adalah bangsa yang besar, butuh orang “besar”, bangsa ini bangsa yang kaya, butuh orang yang “kaya”, dsb.
Kedua fenomena di atas, bagi sebagian orang (atau mungkin kebanyakan) adalah fenomena biasa dalam iklim demokrasi. Ah, lagi-lagi demokrasi jadi alasan. Kalau ada perang pendapat, alasan demokrasi, kalau ada demonstrasi (rusuh), alasan demokrasi, kalau ada perpecahan, alasan demokrasi. Seolah-olah demokrasi menjadi pembenaran dari semua masalah. Atau jangan-jangan demokrasi merupakan akar dari semua masalah??? Au ah... Yang jelas, dengan banyaknya partai atau calon presiden, dampak yang sekarang timbul adalah kebingungan masyarakat, terutama masyarakat kecil. Kasarnya, mereka belum terlalu cerdas untuk memilih mana yang terbaik, atau kalau memang tidak ada yang terbaik, yang kejelekannya paling sedikit. Masyarakat bingung. Meskipun ada tokoh nasional yang mengatakan kalau semakin banyak calon, maka akan semakin banyak pilihan. Pernyataan yang menurutku salah kaprah. Semakin banyak calon akan semakin bingung untuk memilih, karena yang dipilih hanya 1, kecuali kalau yang dipilih lebih dari 1, mungkin pernyataan beliau ada benarnya. Walaupun pada dasarnya beliau-beliau perlu diapresiasi karena “ingin” mengabdi pada negara dan memajukan bangsa ini. Mudah2an niatnya benar-benar tulus. Tapi, untuk memajukan bangsa haruskah jadi presiden???
Kembali kepada banyaknya calon presiden (meskipun masih bakal calon). Semua calon merasa mampu untuk memajukan Indonesia, mampu membawa Indonesia kepada kesejahteraan, kejayaan dan kemakmuran. Mungkin mereka tidak membaca sejarah, bagaimana zaman keemasan suatu bangsa atau pemerintahan untuk dijadikan contoh atau suri tauladan. Dalam Islam, tentu saja dimulai zaman Rosululloh, sahabat dan beberapa generasi setelahnya. Pada zaman itu, Islam ada pada masa kejayaan. Dan sepertinya pada zaman itu tidak ada pemimpin yang merasa atau mengaku-ngaku mampu seperti sekarang. Setelah Rasululloh wafat, para sahabat tidak merasa mampu memimpin atau berebut kekuasaan, bahkan mereka saling ingin memberikan kekuasaan, meskipun mungkin sebenarnya masing-masing dari mereka mampu. Rasululloh juga pernah bersabda yang artinya “ Kami tidak mengangkat orang yang berambisi berkedudukan. (HR.Muslim)”. Nah lo...
Mungkin hal ini hanya pendapat orang yang awam dengan dunia politik dan mungkin terkesan sangat subjektif. Ah, politik. Jadi inget lirik lagu Bang Iwan Fals :
Dunia politik penuh dengan intrik
Cubit sana cubit sini itu sudah lumrah
Seperti orang pacaran
Kalau nggak nyubit ngGak asyik
Dunia politik penuh dengan intrik
Kilik sana kilik sini itu sudah wajar
Seperti orang adu jangkrik
Kalau nggak ngilik ngGak asyik
Rakyat nonton jadi supporter
Kasih semangat jagoannya
Walau tau jagoannya ngibul
Walau tau dapur nggak ngebul
Dunia politik dunia bintang
Dunia hura hura para binatang
Berjoget dengan asik
Dunia politik punya hukum sendiri
Colong sana colong sini atau colong colongan
Seperti orang nyolong mangga
Kalau nggak nyolong ngGak asyik
Rakyat lugu kena getahnya
Buah mangga entah kemana
Tinggal biji tinggal kulitnya
Tinggal mimpi ambil hikmahnya
Dunia politik dunia bintang
Dunia pesta pora para binatang
Asik ngGak asyik
Dunia politik memang asik nggak asik
Kadang asik kadang enggak disitu yang asik (katanya)
Seperti orang main catur
Kalau nggak ngatur ngGak asyik
Pion bingung nggak bisa mundur
Pion pion nggak mungkin kabur
Menteri, luncur, kuda dan benteng
Galaknya melebihi raja
Raja tenang gerak selangkah…
sambil menyematkan hadiah
Asik ngGak asyik (asik lagi! asyik tau!…)
Asik ngGak asyik (orang udah dibilang asyik)
Asik ngGak asyik (asik tau!…)
Asik ngGak asyik (guwa bilang juga apa: asik ngGak…)
(Asyik nggak asyik, by : Iwan Fals)
Tahun ini, ketika pemilu legislatif semakin dekat, yang muncul adalah orang-orang yang mengaku mampu memimpin negara ini, mampu menjadi Presiden Republik Indonesia. Mungkin saking banyaknya orang pintar (atau sebaliknya), sampai-sampai orang yang mampu atau mengaku mampu menjadi presiden jumlahnya banyak sekali. Mereka berasal hampir dari semua kalangan, dari politisi, pejabat, artis, tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, dsb. Tentu saja masing – masing merasa punya “kekuatan” untuk jadi presiden, mulai dari kekuasaan, nama besar orang tua, kepopuleran, kekayaan,dsb. Mereka merasa dengan semua yang mereka miliki, mereka “mampu” untuk menjadi pemimpin bangsa ini. Padahal,bangsa ini tidak butuh orang yang merasa atau mengaku-ngaku mampu, tapi butuh orang yang benar-benar mampu. Bangsa ini adalah bangsa yang besar, butuh orang “besar”, bangsa ini bangsa yang kaya, butuh orang yang “kaya”, dsb.
Kedua fenomena di atas, bagi sebagian orang (atau mungkin kebanyakan) adalah fenomena biasa dalam iklim demokrasi. Ah, lagi-lagi demokrasi jadi alasan. Kalau ada perang pendapat, alasan demokrasi, kalau ada demonstrasi (rusuh), alasan demokrasi, kalau ada perpecahan, alasan demokrasi. Seolah-olah demokrasi menjadi pembenaran dari semua masalah. Atau jangan-jangan demokrasi merupakan akar dari semua masalah??? Au ah... Yang jelas, dengan banyaknya partai atau calon presiden, dampak yang sekarang timbul adalah kebingungan masyarakat, terutama masyarakat kecil. Kasarnya, mereka belum terlalu cerdas untuk memilih mana yang terbaik, atau kalau memang tidak ada yang terbaik, yang kejelekannya paling sedikit. Masyarakat bingung. Meskipun ada tokoh nasional yang mengatakan kalau semakin banyak calon, maka akan semakin banyak pilihan. Pernyataan yang menurutku salah kaprah. Semakin banyak calon akan semakin bingung untuk memilih, karena yang dipilih hanya 1, kecuali kalau yang dipilih lebih dari 1, mungkin pernyataan beliau ada benarnya. Walaupun pada dasarnya beliau-beliau perlu diapresiasi karena “ingin” mengabdi pada negara dan memajukan bangsa ini. Mudah2an niatnya benar-benar tulus. Tapi, untuk memajukan bangsa haruskah jadi presiden???
Kembali kepada banyaknya calon presiden (meskipun masih bakal calon). Semua calon merasa mampu untuk memajukan Indonesia, mampu membawa Indonesia kepada kesejahteraan, kejayaan dan kemakmuran. Mungkin mereka tidak membaca sejarah, bagaimana zaman keemasan suatu bangsa atau pemerintahan untuk dijadikan contoh atau suri tauladan. Dalam Islam, tentu saja dimulai zaman Rosululloh, sahabat dan beberapa generasi setelahnya. Pada zaman itu, Islam ada pada masa kejayaan. Dan sepertinya pada zaman itu tidak ada pemimpin yang merasa atau mengaku-ngaku mampu seperti sekarang. Setelah Rasululloh wafat, para sahabat tidak merasa mampu memimpin atau berebut kekuasaan, bahkan mereka saling ingin memberikan kekuasaan, meskipun mungkin sebenarnya masing-masing dari mereka mampu. Rasululloh juga pernah bersabda yang artinya “ Kami tidak mengangkat orang yang berambisi berkedudukan. (HR.Muslim)”. Nah lo...
Mungkin hal ini hanya pendapat orang yang awam dengan dunia politik dan mungkin terkesan sangat subjektif. Ah, politik. Jadi inget lirik lagu Bang Iwan Fals :
Dunia politik penuh dengan intrik
Cubit sana cubit sini itu sudah lumrah
Seperti orang pacaran
Kalau nggak nyubit ngGak asyik
Dunia politik penuh dengan intrik
Kilik sana kilik sini itu sudah wajar
Seperti orang adu jangkrik
Kalau nggak ngilik ngGak asyik
Rakyat nonton jadi supporter
Kasih semangat jagoannya
Walau tau jagoannya ngibul
Walau tau dapur nggak ngebul
Dunia politik dunia bintang
Dunia hura hura para binatang
Berjoget dengan asik
Dunia politik punya hukum sendiri
Colong sana colong sini atau colong colongan
Seperti orang nyolong mangga
Kalau nggak nyolong ngGak asyik
Rakyat lugu kena getahnya
Buah mangga entah kemana
Tinggal biji tinggal kulitnya
Tinggal mimpi ambil hikmahnya
Dunia politik dunia bintang
Dunia pesta pora para binatang
Asik ngGak asyik
Dunia politik memang asik nggak asik
Kadang asik kadang enggak disitu yang asik (katanya)
Seperti orang main catur
Kalau nggak ngatur ngGak asyik
Pion bingung nggak bisa mundur
Pion pion nggak mungkin kabur
Menteri, luncur, kuda dan benteng
Galaknya melebihi raja
Raja tenang gerak selangkah…
sambil menyematkan hadiah
Asik ngGak asyik (asik lagi! asyik tau!…)
Asik ngGak asyik (orang udah dibilang asyik)
Asik ngGak asyik (asik tau!…)
Asik ngGak asyik (guwa bilang juga apa: asik ngGak…)
(Asyik nggak asyik, by : Iwan Fals)
Rabu, 18 Februari 2009
Bingung Tentang Dia
Dimalam nan sunyi, diiringi senandung lawas nan indah anugrah terindah yang pernah kumiliki, buat aku tersenyum,yogyakarta,dll., aku menarikan jari-jariku di atas keyboard nan lembut untuk merangkai kata sehingga bermakna. Entah kenapa sekarang aku lebih suka lagu2 lawas, diantaranya lagu2na Sheila On 7, Kla Project, dibanding lagu2 dari band2 sekarang, yang kesannya hampir “sama semua”, gak punya ciri khas. Loh,kok malah jadi ngomongin lagu sih, jadi gak nyambung deh, he2... Kali ini aku ingin menuliskan “sesuatu”, sebut saja sesuatu itu “dia”.
Hmm.... tentang “dia”. Beberapa tahun lalu, aku diberi kesempatan untuk “berkenalan” dengan dia. Perkenalanku dengan dia cukup singkat, bahkan mungkin sangat singkat. Berawal dari ketidaksengajaan, melalui seorang teman yang secara juga tidak langsung memperkenalkan, akhirnya aku “mengenal” dia. Walaupun singkat, pada waktu itu dia begitu membuatku terpesona, citranya begitu baik, bisa dikatakan tidak ada cacat. Sempurna. Begitulah kira-kira. Mungkin kekurangannya tertutupi oleh kekagumanku yang “berlebihan”. Sebelum mengenalnya, aku bingung untuk memilih, sepertinya banyak yang lebih baik darinya. Namun setelah mengenalnya, akhirnya aku memutuskan bahwa dialah yang terbaik. Aku tidak tahu, apakah keputusanku pada waktu itu tepat, mudah-mudahan saja.
Setelah beberapa tahun berjalan, hubunganku dengan dia biasa-biasa saja, dibilang dekat ya tidak, jauh juga tidak. Yang jelas, sampai saat ini secara umum dia belum pernah membuatku kecewa. Kata orang, dia masih seperti dulu, masih baik, bahkan lebih baik. Tapi ada juga yang bilang sebaliknya. Penilaian orang emang beda-beda, tergantung dari sisi mana mereka menilai, untuk tujuan apa mereka menilai,dsb. Salah satu teman baikku juga sering berusaha untuk semakin mendekatkan aku dengan dia. Ah,ada-ada saja temanku itu, he2...
Saat ini, aku cukup bingung. Apakah aku harus memilih dia? Apakah dia memang yang terbaik? Atau dia “cuma” merupakan yang terbaik dari yang buruk? Ah, seandainya saja tidak harus memilih. Tapi,kata orang bukankah kalau tidak memilih itu berdosa? Ah,masak sih berdosa? Itu kan “cuma” kata sebagian orang... Bingung...
Hmm... kalian mungkin berpikir, siapakah sebenarnya “dia”? Yang jelas, dia bukanlah seorang wanita, apalagi pria. Kesimpulannya dia bukanlah manusia, tapi bukan juga harta atau benda. Jadi apa dong??? Rahasia, he2.... terserah, penafsiran masing-masing.
Hmm.... tentang “dia”. Beberapa tahun lalu, aku diberi kesempatan untuk “berkenalan” dengan dia. Perkenalanku dengan dia cukup singkat, bahkan mungkin sangat singkat. Berawal dari ketidaksengajaan, melalui seorang teman yang secara juga tidak langsung memperkenalkan, akhirnya aku “mengenal” dia. Walaupun singkat, pada waktu itu dia begitu membuatku terpesona, citranya begitu baik, bisa dikatakan tidak ada cacat. Sempurna. Begitulah kira-kira. Mungkin kekurangannya tertutupi oleh kekagumanku yang “berlebihan”. Sebelum mengenalnya, aku bingung untuk memilih, sepertinya banyak yang lebih baik darinya. Namun setelah mengenalnya, akhirnya aku memutuskan bahwa dialah yang terbaik. Aku tidak tahu, apakah keputusanku pada waktu itu tepat, mudah-mudahan saja.
Setelah beberapa tahun berjalan, hubunganku dengan dia biasa-biasa saja, dibilang dekat ya tidak, jauh juga tidak. Yang jelas, sampai saat ini secara umum dia belum pernah membuatku kecewa. Kata orang, dia masih seperti dulu, masih baik, bahkan lebih baik. Tapi ada juga yang bilang sebaliknya. Penilaian orang emang beda-beda, tergantung dari sisi mana mereka menilai, untuk tujuan apa mereka menilai,dsb. Salah satu teman baikku juga sering berusaha untuk semakin mendekatkan aku dengan dia. Ah,ada-ada saja temanku itu, he2...
Saat ini, aku cukup bingung. Apakah aku harus memilih dia? Apakah dia memang yang terbaik? Atau dia “cuma” merupakan yang terbaik dari yang buruk? Ah, seandainya saja tidak harus memilih. Tapi,kata orang bukankah kalau tidak memilih itu berdosa? Ah,masak sih berdosa? Itu kan “cuma” kata sebagian orang... Bingung...
Hmm... kalian mungkin berpikir, siapakah sebenarnya “dia”? Yang jelas, dia bukanlah seorang wanita, apalagi pria. Kesimpulannya dia bukanlah manusia, tapi bukan juga harta atau benda. Jadi apa dong??? Rahasia, he2.... terserah, penafsiran masing-masing.
Minggu, 08 Februari 2009
Valentine day
Pertengahan bulan februari, tepatnya tanggal 14 merupakan hari yang ditunggu-tunggu bagi sebagian orang, katanya hari ini merupakan hari yang “spesial” untuk bersayang-sayangan, sehingga hari ini di kenal dengan nama hari kasih sayang atau hari valentine. Berbagai macam persiapan tentunya sudah dirancang dengan sebaik mungkin, mulai merencanakan tempat untuk merayakan, busana, sampai bingkisan untuk orang yang disayang. Lalu,apakah hari ini emang harus & boleh dirayakan? Kenapa namanya harus “valentine”? kenapa juga harus tanggal 14 februari?
Secara pribadi, aku tidak pernah menganggap hari ini merupakan hari yang spesial untuk dirayakan. Bahkan jujur, aku belum terlalu lama mengetahui kalau ada hari yang “istimewa” di bulan februari, tepatnya tanggal 14 yang diberi nama “hari valentine”. Aku baru tahu kalau ada hari valentine tu kira2 pas SMA, sebelumnya sama sekali nggak tahu, maklumlah......., he2... tapi aku nggak merasa rugi kok kalau baru tahu ada hari kasih sayang, bahkan kalau sama sekali nggak tahu pun nggak apa2. Menurutku, tanggal 14 februari bukan tanggal yang istimewa, nggak ada dengan tanggal-tanggal lainnya sepanjang tahun, kecuali tanggal pas hari raya (yang ini pastilah istimewa, he2...).
Aku rasa udah banyak yang tahu mengenai hari valentine berikut sejarahnya. Tapi nggak ada salahnya kalau ada yang mau baca lagi. Ini ada link website yang bisa dikunjungi.
http://www.alislamu.com/index.php?Itemid=10&id=42&option=com_content&task=view
Setelah membaca sejarah tentang valentine day, gimana??? Masih juga mau merayakannya??? Mendingan gak usah deh, biarin dibilangin nggak gaul, daripada ikut2an budaya yang nggak jelas & nggak banget buat kita,he2.... setiap hari kan kita memang harus saling menyayangi, jadi gak perlu merayakan hari kasih sayang..., oce????
Secara pribadi, aku tidak pernah menganggap hari ini merupakan hari yang spesial untuk dirayakan. Bahkan jujur, aku belum terlalu lama mengetahui kalau ada hari yang “istimewa” di bulan februari, tepatnya tanggal 14 yang diberi nama “hari valentine”. Aku baru tahu kalau ada hari valentine tu kira2 pas SMA, sebelumnya sama sekali nggak tahu, maklumlah......., he2... tapi aku nggak merasa rugi kok kalau baru tahu ada hari kasih sayang, bahkan kalau sama sekali nggak tahu pun nggak apa2. Menurutku, tanggal 14 februari bukan tanggal yang istimewa, nggak ada dengan tanggal-tanggal lainnya sepanjang tahun, kecuali tanggal pas hari raya (yang ini pastilah istimewa, he2...).
Aku rasa udah banyak yang tahu mengenai hari valentine berikut sejarahnya. Tapi nggak ada salahnya kalau ada yang mau baca lagi. Ini ada link website yang bisa dikunjungi.
http://www.alislamu.com/index.php?Itemid=10&id=42&option=com_content&task=view
Setelah membaca sejarah tentang valentine day, gimana??? Masih juga mau merayakannya??? Mendingan gak usah deh, biarin dibilangin nggak gaul, daripada ikut2an budaya yang nggak jelas & nggak banget buat kita,he2.... setiap hari kan kita memang harus saling menyayangi, jadi gak perlu merayakan hari kasih sayang..., oce????
Rabu, 21 Januari 2009
Demam Obama

Beberapa bulan terakhir ini dunia diramaikan oleh kehadiran seorang tokoh yang mungkin bisa dibilang “mengejutkan”, karena tokoh ini merupakan kaum minoritas dinegaranya tapi bisa unggul dalam suatu pemilihan. Ya, tokoh ini bernama Barack Husein Obama, atau lebih dikenal dengan Barack Obama. Tokoh ini mungkin merupakan capres yang paling “menyibukkan” seluruh dunia, hampir tiap gerak-geriknya selalu menjadi perhatian dunia, termasuk indonesia. Harapan-harapan yang ditujukan pada Obama pun sangat banyak, Obama dinilai bisa membawa angin perubahan terhadap kebijakan2 USA yang sebelumnya dikenal sangat radikal alias mau menang sendiri. Hmmm..... mdh2an saja.
Di mata sebagian orang Indonesia, Obama punya nilai tersendiri, hal ini mungkin dikarenakan Obama pernah tinggal di Indonesia beberapa tahun ketika masih SD. Teman-teman masa kecil Obama pun mendadak jadi “sok akrab” dan dengan suka rela menjadi tim sukses Obama.
Ini sedikit pandanganku mengenai Barack Obama (mungkin sangat subjektif), he2.....
Pada dasarnya mengidolakan seseorang adalah hak masing – masing orang. Tapi kayanya aku sedikit heran, kenapa tiba-tiba orang Indonesia jadi latah mengidolakan sosok “Barack Husein Obama”, terlepas karena mereka memang berharap banyak terhadap kebijakan-kebijakan Obama, tapi apakah mereka sebenarnya sudah tau siapa “sebenarnya” Obama itu? Termasuk juga stasiun televisi Indonesia yang mengekspos habis-habisan mengenai Obama, bahkan tidak sedikit yang menayangkan siarang langsung acara pelantikannya. Hal ini tentu saja tidak berlaku bagi tokoh lain, atau bahkan pada saat pelantikan presiden Indonesia. . Kata kakak kelasku SMA, yang mengomentari stasiun2 TV di Indonesia dengan ungkapan “lebai”, ha...ha...ha..... setuju banget kak..!!!!
Aku pernah baca sebuah majalah, salah satu isinya adalah ulasan mengenai Obama. Panjang sekali ulasannya, intinya jangan terlalu berharap banyak terhadap Obama, tentunya dengan alasan-alasan dan fakta-fakta yang sudah ada. Hal yang menarik lainnya adalah bagaimana sikap Obama terhadap dunia Islam. Selama ini, dunia barat termasuk USA memandang sinis terhadap dunia Islam. Menurut mereka, Islam adalah ancaman, Islam adalah teroris dan pernyataan lainnya yang selalu memojokkan Islam, yang tentunya dugaan mereka itu sangat tidak benar atau hanya karena iri belaka. Lalu bagaimana dengan sikap Obama yang notabene keturunan muslim Kenya, bahkan namanya juga “berbau” Islam, yaitu “Husein”, walaupun jarang di pakai. Kemarin pagi, aku lihat petikan pidato pelantikan Obama. Salah satu yang aku ingat adalah pernyataannya tentang Israel. Kurang lebih dia bilang begini, “barang siapa yang menyakiti Israel, berarti menyakiti kita semua”. Kemudian disambut tepuk tangan masyarakat USA yang menyaksikan secara langsung. Dia juga sama sekali tidak menyinggung kebrutalan israel yang melakukan agresi ke palestina akhir-akhir ini. Selain itu juga banyak lagi pernyataanya yang intinya membantu Israel, seperti kerjasama dalam bidang militer, dsb. So, haruskah dunia Islam berharap pada sosok Barack “Husein” Obama??? Hmm....
Terus terang aku tidak mau ikut-ikutan latah mengidolakan dan berharap banyak terhadap Obama, selain karena memang belum tahu siapa “sebenarnya” Obama itu, tidak layak rasanya menggantungkan harapan pada orang lain, apalagi orang “seperti” Obama. Maaf,bukannya sentimen, tapi menurutku ini pandangan logis orang awam yang tidak mau sekedar ikut-ikutan, he2....
Menurutku, bangsa Indonesia tidak selayaknya berharap banyak terhadap orang lain, termasuk pada Barack Obama, karena bagaimanapun juga, yang menentukan keberhasilan kita itu ya kita sendiri, bukan orang lain. Banyak tokoh yang berharap banyak terhadap Obama, katanya jika Obama terpilih menjadi presiden USA, akan menjadi baik bagi hubungan Indonesia, dll. Selama ini indonesia memang “dikangkangi” USA. Mengenai hal ini aku jadi ingat kata-kata seorang Ustadz, kurang lebih beliau bilang begini, “Kita itu diperlakukan orang lain karena kita sendiri, kalau kita lemah kita di tindas, kalau kita bodoh kita ditipu,dsb”. Jadi, saat ini kalau kita diberlakukan semena-mena oleh bangsa lain ya karena kita sendiri. Kalau selama ini kita di tindas bangsa lain, ya karena sikap kita sendiri, bukan karena kehebatan bangsa lain.
Sikap berani ini sudah dilakukan oleh pemimpin Venezuela, Hugo Chavez, yang terang-terangan berani menentang Bush dan mengusir Israel dari negaranya. Dalam hal kemajuan, Venezuela juga tidak berbeda jauh dengan Indonesia, sama-sama masih berkembang, ntah sampai kapan, dari dulu berkembang terus. Bedanya, mereka punya mental yang kuat dan berani. Dulu, Indonesia juga punya tokoh2 yang benar-benar berani, salah satunya adalah Bung Karno, yang berani melawan Amerika, Inggris dan negara2 besar lainnya. Beliau juga memeperkenalkan jargon “Ganyang Malaysia” pada waktu itu. Sekarang?????? Hmm.... jangankan sama negara besar, sama “saudara muda” aja nggak berani, beraninya cuma sama rakyat, he2..... Peace...!!!!!
Semalam,aku melihat tanggapan beberapa tokoh nasional seperti ketua MPR Hidayat Nur Wahid), ketua DPR (Agung Laksono)dan ketua PP Muhammadiyah (Din Syamsudin)mengenai Barack Obama. Intinya beliau-beliau itu kompakan meragukan sepak terjang Obama akan semakin baik terutama untuk dunia Islam dan jangan terlalu banyak berharap terhadap Obama. Nah, tokoh2 sekaliber mereka aja meragukan, kok mau2nya orang2 biasa mengidolakan dan menjadi suporternya Obama, aneh sekali. Selain itu, sebagian masyarakat timur tengah juga pesimis dan meragukan kalau Obama benar-benar akan menjalin hubungan dan membela dunia Islam dari ketidakadilan. Rakyat Palestina juga mengatakan, siapapun pemimpinnya, amerika tetaplah amerika yang akan selalu di belakang israel. Nah lo.... Jadi, masih maukah kita ikut-ikutan atau latah mengidolakan seseorang yang belum “benar-benar” kita kenal? Hati-hati lho....!!!!
So, sudah waktunya kita bangkit dengan usaha sendiri, jangan tergantung sama orang lain. “kita itu diperlakukan orang lain karena sikap kita sendiri”.
SEMANGATTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT...........!!!!!!!!!!!!!!!!!
Jumat, 02 Januari 2009
Mo Nulis apa ya?????
Hmm.... bingung ni mo nulis apa. Di awal tahun blognya belum di update. terlalu banyak yang mo ditulis, jadinya gak tertuang deh tulisannya, he2....
Akhir tahun 2008 diwarnai peristiwa-peristiwa yang mengguncangkan dunia, yang paling menggemparkan tentu saja serangan la'natulloh yahudi israel ke bumi palestine. Dengan dalih menyerbu teroris HAMAS, mereka membabi buta menyerang dan membunuh warga termasuk wanita & anak2. Dasar keturunan babi dan kera, gak berperikemanusiaan. Semoga Alloh membalas perbuatan mereka dan rakyat palestina diberi kekuatan untuk melawannya. Umat Islam dunia.... BERSATULAH....!!!
Di Indonesia, tentu saja banyak peristiwa-peristiwa heboh, bangsa ini emang selalu banyak masalah. gak perlu disebutin satu2, kebanyakan. Ayo pemuda-pemudi Indonesia, bangkitlah...!!!!!!
Akhir tahun 2008 diwarnai peristiwa-peristiwa yang mengguncangkan dunia, yang paling menggemparkan tentu saja serangan la'natulloh yahudi israel ke bumi palestine. Dengan dalih menyerbu teroris HAMAS, mereka membabi buta menyerang dan membunuh warga termasuk wanita & anak2. Dasar keturunan babi dan kera, gak berperikemanusiaan. Semoga Alloh membalas perbuatan mereka dan rakyat palestina diberi kekuatan untuk melawannya. Umat Islam dunia.... BERSATULAH....!!!
Di Indonesia, tentu saja banyak peristiwa-peristiwa heboh, bangsa ini emang selalu banyak masalah. gak perlu disebutin satu2, kebanyakan. Ayo pemuda-pemudi Indonesia, bangkitlah...!!!!!!
Minggu, 28 Desember 2008
Tahun baru, perlukah dirayakan???
Tahun baru 2009 masehi sudah di depan mata, sedangkan tahun baru 1430 hijriah baru saja berlalu. Sebagian orang sangat antusias menyambut tahun baru ini, terutama tahun baru masehi. Mereka sudah mempersiapkan akan kemana atau membuat acara apa. Sebagian yang lain mungkin lebih bijaksana, mungkin mereka akan merenung atau introspeksi diri apa yang sudah dilakukan selama tahun 2008 ini. Sedangkan mungkin sebagian yang lain (termasuk aku) menyambut tahun baru biasa-biasa aja, tanpa ada rencana khusus.
Menurutku, pergantian tahun bukanlah saat yang istimewa, tidak ada bedanya dengan pergantian hari, pergantian bulan,dsb, jadi tidak ada rencana khusus untuk merayakannya. Kalaupun pada akhirnya ada acara tertentu, ya itu spontan aja, tidak direncanakan. Trus kalo introspeksi juga kayanya juga gak harus menunggu akhir tahun deh, lebih baik kalau tiap hari atau bahkan lebih sering lagi (walopun ni juga jarang aku lakukan, cukup sulit juga, he2....). Tapi juga gak ada salahnya introspeksi di akhir tahun, daripada tidak sama sekali kan???? Dengan introspeksi mudah2an kedepannya lebih baik lagi. Amin...
Bagi yang ingin merayakan dengan acara khusus, mudah2an masih bisa menjaga diri, jangan hura-hura, tetap ikuti aturan, jangan sampai tergoda rayuan syaiton, he2..... Buat yang mo merenung & introspeksi ya selamat merenung, mudah2an renungannya bermanfaat untuk ke depan. Dan buat yang tidak ada rencana khusus (belum), ya selamat aja deh, he2......
Marilah kita selalu introspeksi diri agar selalu menjadi insan yang lebih baik dari waktu ke waktu. (seruan ini terutama buat yang nulis).
Mudah-mudahan hari esok jauh lebih baik dari hari ini. Amin............
Menurutku, pergantian tahun bukanlah saat yang istimewa, tidak ada bedanya dengan pergantian hari, pergantian bulan,dsb, jadi tidak ada rencana khusus untuk merayakannya. Kalaupun pada akhirnya ada acara tertentu, ya itu spontan aja, tidak direncanakan. Trus kalo introspeksi juga kayanya juga gak harus menunggu akhir tahun deh, lebih baik kalau tiap hari atau bahkan lebih sering lagi (walopun ni juga jarang aku lakukan, cukup sulit juga, he2....). Tapi juga gak ada salahnya introspeksi di akhir tahun, daripada tidak sama sekali kan???? Dengan introspeksi mudah2an kedepannya lebih baik lagi. Amin...
Bagi yang ingin merayakan dengan acara khusus, mudah2an masih bisa menjaga diri, jangan hura-hura, tetap ikuti aturan, jangan sampai tergoda rayuan syaiton, he2..... Buat yang mo merenung & introspeksi ya selamat merenung, mudah2an renungannya bermanfaat untuk ke depan. Dan buat yang tidak ada rencana khusus (belum), ya selamat aja deh, he2......
Marilah kita selalu introspeksi diri agar selalu menjadi insan yang lebih baik dari waktu ke waktu. (seruan ini terutama buat yang nulis).
Mudah-mudahan hari esok jauh lebih baik dari hari ini. Amin............
Kamis, 25 Desember 2008
Merokok, antara hak azasi dan toleransi.
Diperbudak rokok.
Sebelum membahas lebih jauh tentang rokok, aku ingin menceritakan sebuah kisah yang ternyata rokok itu memperbudak. Kisah pertama. Kejadian ini dialami oleh tetanggaku, dia cerita sudah cukup lama, waktu aku SMP. Beliau adalah lulusan sebuah pondok pesantren. Aku cukup kagum sama beliau. Sebelum masuk pesantren, beliau tidak bisa dikatakan orang yang baik, perilakunya cukup nakal dan tidak patut dicontoh oleh anak-anak seperti aku, he2.... Namun, setelah beberapa tahun di pesantren, perilakunya pun berubah, bahkan beliau menjadi dai muda yang banyak disukai masyarakat. Waktu itu, aku diajak beliau untuk nyantri di pesantrennya dan aku pun mau, walaupun karena berbagai hal akhirnya tidak jadi. Dari segi kemampuannya berceramah, memang tidak diragukan lagi, namun ada 1 hal yang agak mengherankan, beliau adalah seorang perokok berat. Baginya rokok seperti makanan pokok, bahkan mungkin lebih. Beliau juga mengatakan kalau lagi stress atau suntuk lebih baik ditemani rokok dari pada teman. Hmmm... aneh sekali... Cerita kedua juga tidak kalah serunya. Kebeltulan kejadiannya belum terlalu lama, yaitu bulan ramadhan kemarin. Cerita ini dialami oleh suami dari sahabatku. Beliau juga orang cukup ngerti tentang agama, bahkan sudah beberapa kali di percaya sebagai penceramah, walaupun sebenarnya beliau orang baru dikampungku. Ramadhan kemarin sepertinya merupakan puasa pertama beliau di Riau, sebelumnya beliau tinggal di Jawa. Sebagai orang yang baru pertama merasakan puasa di Riau, tentu saja berat, aku aja yang dari kecil tinggal di Riau cukup merasakan beratnya puasa. Malam hari setelah tarawih, kami bercerita2 di rumahku. Beliau mengatakan, “Memang berat puasa di sini, tapi sebenarnya aku tahan gak makan & gak minum, tapi aku tu gak tahan sama ini (sambil menunjukkan sebatang rokok)”. Hmmm... “luar biasa”. Ternyata rokok bisa lebih penting dari makanan & minuman. Kalau udah gak tahan kenapa nggak berhenti ngerokok aja kang??? He2.....
Ternyata rokok emang benar-benar memperbudak. Tentunya masih banyak cerita lain yang lebih seru & mendukung tentang perbudakan rokok ini, he2.....
Rokok. Barang ini sudah banyak membuat banyak pihak pusing, bahkan mungkin pemerintah juga. Di satu sisi, barang ini banyak merugikan kesehatan, tapi disisi lain, rokok merupakan salah satu penyumbang terbesar keuangan negara. MUI juga ragu-ragu membuat fatwa haram tentang merokok, di satu sisi merokok tentu banyak mudharatnya dari pada “manfaatnya”, tapi disisi lain banyak juga ulama yang cukup disegani masyarakat yang menjadi perokok berat (katanya ini yang menghambat dikeluarkannya fatwa haram tentang merokok). Mengenai hal ini ada cerita menarik. Seorang ustadz menanyai santrinya yang mantan perokok. “Apakah kamu sudah berhenti merokok? Tanya sang ustadz. “Sudah ya ustadz”, jawab si santri. “Bagus, seorang dai memang tidak pantas merokok”, lanjut ustadz. Hmmm...... Betul tu ustadz, semoga perkataan anda di dengar oleh para kiyai, dai, ustadz, dsb yang perokok berat.
Persoalan rokok memang bukan persoalan yang mudah. Mengeluarkan fatwa haram, dampaknya juga besar. Jika keharaman rokok disamakan seperti khamr, maka apakah semua orang yang terlibat dalam rokok juga berdosa, seperti halnya pada khamr? Misalnya para petani tembakau, sopir truk yang membawanya, terus para pekerja pabrik rokok, dst. Rumit memang.
Bagi para perokok, tentu banyak alasan mengapa mereka merokok, mulai dari hanya menghargai teman yang merokok, karena sudah kecanduan & susah berhenti, sampai yang sudah perokok berat, baginya tanpa rokok gak akan bisa hidup. Aneh. Trus ada juga yang bilang, “hak asasi dong, mau gue merokok apa nggak, ngapain elu ngurusin gue? Selain itu ada juga yang mengatakan, “kasihan kalau kita berhenti merokok, nanti perusahaan rokok bangkrut, ribuan karyawan di PHK & gak ada yang beli tembakaunya petani... Hmmm..... beribu alasan memang untuk membela perilaku yang benar, atau dianggap benar.
Bagi para non perokok, rasanya sudah banyak memberikan toleransi dengan membiarkan para perokok menghisap rokoknya sesuka hatinya. Lalu, apakah para perokok juga sudah bertoleransi terhadap non perokok? Mengenai hal ini aku punya 2 pengalaman menarik. Pertama, kejadian ini sudah cukup lama. Di suatu malam di sebuah warung makan, seperti biasa aku memenuhi hak tubuhku untuk diberi asupan makanan. Sambil menonton TV, aku pun menyantap hidangan yang sudah ada. Disebelahku ada lelaki perokok yang dengan seenaknya merokok dan asapnya mengepul di depan wajahku. Merasa terganggu aku pun melihat pada orang tersebut dengan pandangan dan sikap tidak suka terhadap perilakunya. Lalu diapun mencoba mengalirkan asapnya ke arah lain. Kedua,kejadian ini belum terlalu lama kurang lebih 1,5 bulan yang lalu. Di sebuah acara, aku berkenalan dengan seseorang, kemudian berbincang-bincang. Di tengah perbincangan dia berkata, “rokok bang? (sambil menyodorkan rokok). Aku pun menjawab, “Nggak”. Lalu dia pun berkata, “nggak merokok ya? Maaf ya kalau asapnya mengganggu. Lalu dia pun menjauhkan posisi duduknya dari aku. Aku pun cukup kaget, baru kali ini aku melihat orang merokok meminta maaf karena asapnya mengganggu orang lain. Salut. Mudah2an sikap anda ini merupakan awal untuk berhenti merokok ya!
Dari 2 kejadian di atas, timbul banyak pertanyaan. Apakah sebenarnya para perokok itu sadar kalau perilakunya mengganggu orang lain? Kalaupun mereka sadar, apakah mereka rela meminta maaf karena sudah mengganggu? Lalu, apa yang mereka lakukan agar dia tetap bisa merokok sedangkan asapnya tidak mengganggu orang lain? Dsb....dst... Para perokok, jawab ya!!!!
Ada pendapat menarik dari seorang ulama. Seorang perokok yang merokok seenaknya sebenarnya telah berbuat zalim karena telah merampas hak orang lain untuk menghirup udara bebas. Lalu beliau pun berseloroh, seharusnya para perokok itu pakai kantong plastik di kepalanya, supaya kalau merokok asapnya masuk semua ke dalam tubuhnya, kan sayang sudah beli mahal-mahal kok dibuang. He2.... betul tu ustadz.
Terakhir, kalau menurut anda (para perokok) merokok itu hak asasi, sudah kah anda melakukan kewajiban anda sebelum menuntut hak? Kewajiban anda adalah membiarkan para non perokok untuk menikmati haknya, yaitu menghirup udara segar. Selain itu anda juga harus bertoleransi kepada non perokok, karena non perokok juga sudah berbuat demikian...
Aku bukanlah orang yang benar-benar bersih dari merokok. Tapi setidaknya pengalaman buruk bisa diambil “ibrah” untuk tidak merokok. Percayalah, dengan berhenti merokok akan banyak manfaat yang bisa diambil...
Sebelum membahas lebih jauh tentang rokok, aku ingin menceritakan sebuah kisah yang ternyata rokok itu memperbudak. Kisah pertama. Kejadian ini dialami oleh tetanggaku, dia cerita sudah cukup lama, waktu aku SMP. Beliau adalah lulusan sebuah pondok pesantren. Aku cukup kagum sama beliau. Sebelum masuk pesantren, beliau tidak bisa dikatakan orang yang baik, perilakunya cukup nakal dan tidak patut dicontoh oleh anak-anak seperti aku, he2.... Namun, setelah beberapa tahun di pesantren, perilakunya pun berubah, bahkan beliau menjadi dai muda yang banyak disukai masyarakat. Waktu itu, aku diajak beliau untuk nyantri di pesantrennya dan aku pun mau, walaupun karena berbagai hal akhirnya tidak jadi. Dari segi kemampuannya berceramah, memang tidak diragukan lagi, namun ada 1 hal yang agak mengherankan, beliau adalah seorang perokok berat. Baginya rokok seperti makanan pokok, bahkan mungkin lebih. Beliau juga mengatakan kalau lagi stress atau suntuk lebih baik ditemani rokok dari pada teman. Hmmm... aneh sekali... Cerita kedua juga tidak kalah serunya. Kebeltulan kejadiannya belum terlalu lama, yaitu bulan ramadhan kemarin. Cerita ini dialami oleh suami dari sahabatku. Beliau juga orang cukup ngerti tentang agama, bahkan sudah beberapa kali di percaya sebagai penceramah, walaupun sebenarnya beliau orang baru dikampungku. Ramadhan kemarin sepertinya merupakan puasa pertama beliau di Riau, sebelumnya beliau tinggal di Jawa. Sebagai orang yang baru pertama merasakan puasa di Riau, tentu saja berat, aku aja yang dari kecil tinggal di Riau cukup merasakan beratnya puasa. Malam hari setelah tarawih, kami bercerita2 di rumahku. Beliau mengatakan, “Memang berat puasa di sini, tapi sebenarnya aku tahan gak makan & gak minum, tapi aku tu gak tahan sama ini (sambil menunjukkan sebatang rokok)”. Hmmm... “luar biasa”. Ternyata rokok bisa lebih penting dari makanan & minuman. Kalau udah gak tahan kenapa nggak berhenti ngerokok aja kang??? He2.....
Ternyata rokok emang benar-benar memperbudak. Tentunya masih banyak cerita lain yang lebih seru & mendukung tentang perbudakan rokok ini, he2.....
Rokok. Barang ini sudah banyak membuat banyak pihak pusing, bahkan mungkin pemerintah juga. Di satu sisi, barang ini banyak merugikan kesehatan, tapi disisi lain, rokok merupakan salah satu penyumbang terbesar keuangan negara. MUI juga ragu-ragu membuat fatwa haram tentang merokok, di satu sisi merokok tentu banyak mudharatnya dari pada “manfaatnya”, tapi disisi lain banyak juga ulama yang cukup disegani masyarakat yang menjadi perokok berat (katanya ini yang menghambat dikeluarkannya fatwa haram tentang merokok). Mengenai hal ini ada cerita menarik. Seorang ustadz menanyai santrinya yang mantan perokok. “Apakah kamu sudah berhenti merokok? Tanya sang ustadz. “Sudah ya ustadz”, jawab si santri. “Bagus, seorang dai memang tidak pantas merokok”, lanjut ustadz. Hmmm...... Betul tu ustadz, semoga perkataan anda di dengar oleh para kiyai, dai, ustadz, dsb yang perokok berat.
Persoalan rokok memang bukan persoalan yang mudah. Mengeluarkan fatwa haram, dampaknya juga besar. Jika keharaman rokok disamakan seperti khamr, maka apakah semua orang yang terlibat dalam rokok juga berdosa, seperti halnya pada khamr? Misalnya para petani tembakau, sopir truk yang membawanya, terus para pekerja pabrik rokok, dst. Rumit memang.
Bagi para perokok, tentu banyak alasan mengapa mereka merokok, mulai dari hanya menghargai teman yang merokok, karena sudah kecanduan & susah berhenti, sampai yang sudah perokok berat, baginya tanpa rokok gak akan bisa hidup. Aneh. Trus ada juga yang bilang, “hak asasi dong, mau gue merokok apa nggak, ngapain elu ngurusin gue? Selain itu ada juga yang mengatakan, “kasihan kalau kita berhenti merokok, nanti perusahaan rokok bangkrut, ribuan karyawan di PHK & gak ada yang beli tembakaunya petani... Hmmm..... beribu alasan memang untuk membela perilaku yang benar, atau dianggap benar.
Bagi para non perokok, rasanya sudah banyak memberikan toleransi dengan membiarkan para perokok menghisap rokoknya sesuka hatinya. Lalu, apakah para perokok juga sudah bertoleransi terhadap non perokok? Mengenai hal ini aku punya 2 pengalaman menarik. Pertama, kejadian ini sudah cukup lama. Di suatu malam di sebuah warung makan, seperti biasa aku memenuhi hak tubuhku untuk diberi asupan makanan. Sambil menonton TV, aku pun menyantap hidangan yang sudah ada. Disebelahku ada lelaki perokok yang dengan seenaknya merokok dan asapnya mengepul di depan wajahku. Merasa terganggu aku pun melihat pada orang tersebut dengan pandangan dan sikap tidak suka terhadap perilakunya. Lalu diapun mencoba mengalirkan asapnya ke arah lain. Kedua,kejadian ini belum terlalu lama kurang lebih 1,5 bulan yang lalu. Di sebuah acara, aku berkenalan dengan seseorang, kemudian berbincang-bincang. Di tengah perbincangan dia berkata, “rokok bang? (sambil menyodorkan rokok). Aku pun menjawab, “Nggak”. Lalu dia pun berkata, “nggak merokok ya? Maaf ya kalau asapnya mengganggu. Lalu dia pun menjauhkan posisi duduknya dari aku. Aku pun cukup kaget, baru kali ini aku melihat orang merokok meminta maaf karena asapnya mengganggu orang lain. Salut. Mudah2an sikap anda ini merupakan awal untuk berhenti merokok ya!
Dari 2 kejadian di atas, timbul banyak pertanyaan. Apakah sebenarnya para perokok itu sadar kalau perilakunya mengganggu orang lain? Kalaupun mereka sadar, apakah mereka rela meminta maaf karena sudah mengganggu? Lalu, apa yang mereka lakukan agar dia tetap bisa merokok sedangkan asapnya tidak mengganggu orang lain? Dsb....dst... Para perokok, jawab ya!!!!
Ada pendapat menarik dari seorang ulama. Seorang perokok yang merokok seenaknya sebenarnya telah berbuat zalim karena telah merampas hak orang lain untuk menghirup udara bebas. Lalu beliau pun berseloroh, seharusnya para perokok itu pakai kantong plastik di kepalanya, supaya kalau merokok asapnya masuk semua ke dalam tubuhnya, kan sayang sudah beli mahal-mahal kok dibuang. He2.... betul tu ustadz.
Terakhir, kalau menurut anda (para perokok) merokok itu hak asasi, sudah kah anda melakukan kewajiban anda sebelum menuntut hak? Kewajiban anda adalah membiarkan para non perokok untuk menikmati haknya, yaitu menghirup udara segar. Selain itu anda juga harus bertoleransi kepada non perokok, karena non perokok juga sudah berbuat demikian...
Aku bukanlah orang yang benar-benar bersih dari merokok. Tapi setidaknya pengalaman buruk bisa diambil “ibrah” untuk tidak merokok. Percayalah, dengan berhenti merokok akan banyak manfaat yang bisa diambil...
Rabu, 17 Desember 2008
Let it flow
Let it flow. Biarkan saja mengalir seperti air. Begitulah kurang lebih maknanya. Beberapa dari kita mungkin ada yang mengatakan kalimat itu kalao ditanya bagaimana menjalani hidup. “biarkan ngalir aja kaya air, ngapain pusing-pusing”, begitulah kurang lebih.
Benar atau salahkah prinsip hidup seperti diatas?? Menurutku belum tentu, bisa saja benar tapi bisa juga salah. Hidup mengalir alias mengikuti arus seolah-olah merupakan hidup yang tidak punya pedoman, alias plin-plan. Iya kalau arus yang diikuti itu arus yang menuju ke muara yang penuh dengan keindahan, tapi kalau arusnya membawa ke air terjun yang akan menghempaskan, gimana coba??? Kongkritnya begini. Kalau kita berada dilingkungan yang baik-baik, mungkin kalau kita mengikuti arus ya gak ada salahnya, toh kemungkinan kita juga akan menuju pada kebaikan, tapi kalau lingkungan kita jelek & kita tetep mengikuti arus, apa gak berabe tu akibatnya?
So, gimana dong???
Menurutku sih, kita hidup itu kalau diibaratkan di air, jadilah “nekton”, jangan seperti “plangton”. Plangton itu kan hidupnya cuma mengambangatau melayang di air, terombang-ambing ke kanan, kiri, atas, bawah mengikuti arus air. Dia tidak punya kuasa untuk bergerak sesuai keinginannya, bisanya cuma mengikuti arus. Sedangkan nekton, dia bisa bergerak sesuai kehendak hatinya, bisa mengikuti arus, bisa juga melawan arus. Pokoknya tergantung kehendaknya deh.
Intinya ya kita jangan Cuma bisa mengikuti arus aja, tapi kita juga harus berani melawan arus kalau ternyata arus itu membawa pada akibat yang buruk.
BOLEH SAJA MENGIKUTI ARUS, TAPI JANGAN TERBAWA ARUS...!!!!!!
Benar atau salahkah prinsip hidup seperti diatas?? Menurutku belum tentu, bisa saja benar tapi bisa juga salah. Hidup mengalir alias mengikuti arus seolah-olah merupakan hidup yang tidak punya pedoman, alias plin-plan. Iya kalau arus yang diikuti itu arus yang menuju ke muara yang penuh dengan keindahan, tapi kalau arusnya membawa ke air terjun yang akan menghempaskan, gimana coba??? Kongkritnya begini. Kalau kita berada dilingkungan yang baik-baik, mungkin kalau kita mengikuti arus ya gak ada salahnya, toh kemungkinan kita juga akan menuju pada kebaikan, tapi kalau lingkungan kita jelek & kita tetep mengikuti arus, apa gak berabe tu akibatnya?
So, gimana dong???
Menurutku sih, kita hidup itu kalau diibaratkan di air, jadilah “nekton”, jangan seperti “plangton”. Plangton itu kan hidupnya cuma mengambangatau melayang di air, terombang-ambing ke kanan, kiri, atas, bawah mengikuti arus air. Dia tidak punya kuasa untuk bergerak sesuai keinginannya, bisanya cuma mengikuti arus. Sedangkan nekton, dia bisa bergerak sesuai kehendak hatinya, bisa mengikuti arus, bisa juga melawan arus. Pokoknya tergantung kehendaknya deh.
Intinya ya kita jangan Cuma bisa mengikuti arus aja, tapi kita juga harus berani melawan arus kalau ternyata arus itu membawa pada akibat yang buruk.
BOLEH SAJA MENGIKUTI ARUS, TAPI JANGAN TERBAWA ARUS...!!!!!!
Jumat, 05 Desember 2008
Qurban
Hore..... bentar lagi hari raya idhul adha..
potong sapi, kambing, domba.... ayam gak laku, he2....
makan daging, biar gemuk.... loh, bukannya aku harus diet?
gak pa2, seng penting sehat, he2.....
potong sapi, kambing, domba.... ayam gak laku, he2....
makan daging, biar gemuk.... loh, bukannya aku harus diet?
gak pa2, seng penting sehat, he2.....
Sabtu, 22 November 2008
Semangat & Harapan
SEMANGAT
Kadang engkau begitu menggelora
Kadang engkau begitu melempem
Kadang engkau tiba-tiba datang
Kadang engkau tiba-tiba hilang
Kadang engkau begitu dekat
Kadang engkau begitu jauh
Wahai semangat, menggeloralah selalu, datanglah selalu,dekatlah selalu !!!
Denganmu.....,
Orang bisu bisa “bicara”
Orang buta bisa “melihat”
Orang tuli bisa “mendengar”
Orang lumpuh bisa “berjalan”
Denganmu.....,
Orang lemah menjadi kuat
Orang miskin menjadi kaya
Orang bodoh menjadi pintar
Orang gagal menjadi sukses
HARAPAN
Orang gagal akan bangkit jika punya harapan
Orang bodoh akan belajar giat jika punya harapan
Orang miskin akan bekerja keras jika punya harapan
Jangan berhenti berharap dan Jangan terlalu banyak berharap...!!!!!
Berhenti berharap akan membuat putus asa
Terlalu banyak berharap akan membuat semakin banyak merasa kecewa.
Berusahalah untuk menggapai harapan-harapan itu!!!!!
IF WE DON’T MAKE HISTORY, WE BECAME HISTORY. (Soldier of Alloh)
Jika kita tidak membuat sejarah, kita akan menjadi sejarah...
AYO SEMANGAT...!!!!!
HARAPAN ITU MASIH (HARUS) ADA...!!!
Kadang engkau begitu menggelora
Kadang engkau begitu melempem
Kadang engkau tiba-tiba datang
Kadang engkau tiba-tiba hilang
Kadang engkau begitu dekat
Kadang engkau begitu jauh
Wahai semangat, menggeloralah selalu, datanglah selalu,dekatlah selalu !!!
Denganmu.....,
Orang bisu bisa “bicara”
Orang buta bisa “melihat”
Orang tuli bisa “mendengar”
Orang lumpuh bisa “berjalan”
Denganmu.....,
Orang lemah menjadi kuat
Orang miskin menjadi kaya
Orang bodoh menjadi pintar
Orang gagal menjadi sukses
HARAPAN
Orang gagal akan bangkit jika punya harapan
Orang bodoh akan belajar giat jika punya harapan
Orang miskin akan bekerja keras jika punya harapan
Jangan berhenti berharap dan Jangan terlalu banyak berharap...!!!!!
Berhenti berharap akan membuat putus asa
Terlalu banyak berharap akan membuat semakin banyak merasa kecewa.
Berusahalah untuk menggapai harapan-harapan itu!!!!!
IF WE DON’T MAKE HISTORY, WE BECAME HISTORY. (Soldier of Alloh)
Jika kita tidak membuat sejarah, kita akan menjadi sejarah...
AYO SEMANGAT...!!!!!
HARAPAN ITU MASIH (HARUS) ADA...!!!
Sabtu, 15 November 2008
Bom bunuh diri, jihadkah?
Bom bunuh diri, jihadkah????
Amrozi cs sudah dieksekusi alias sudah dihukum mati karena perbuatan mereka yang telah menyebabkan ratusan nyawa melayang, ratusan orang terluka serta kerugian material & immaterial yang sangat besar. Beberapa pihak mengecam perbuatan mereka, karena merupakan suatu kejahatan yang cukup keji, namun dipihak lain ada juga yang membela karena menilai perbuatan mereka merupakan salah satu bentuk dari jihad dalam memerangi kaum kafir,dsb. Benarkah apa yang sudah mereka lakukan merupakan suatu jihad? Apakah mereka mati syahid ketika di hukum mati?
Dulu, dulu banget, mungkin waktu SMA, aku merupakan orang yang agak setuju dengan perbuatan pengeboman atau bom bunuh diri di tempat-tempat maksiat maupun di tempat berkumpulnya orang asing (kafir), seperti di kedutaan, kafe-kafe,dsb. Tapi, setelah membaca keterangan-keterangan berupa dalil dari Alqur’an, hadist serta pendapat para ulama, ternyata apa yang mereka lakukan bukanlah merupakan perwujudan dari suatu jihad. Qur’an surat Annisa : 29 menerangkan bahwa Alloh melarang manusia untuk bunuh diri. Selain itu juga ada beberapa hadist yang isinya melarang manusia untuk bunuh diri dengan sengaja. Membunuh jiwa tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari’at juga dilarang oleh Alloh (QS.Al-Israa’:33).
Namun, bukankah Alloh memerintahkan untuk berjihad melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik? (QS.At-taubah:9). Benar, tapi jihad ini harus sesuai dengan tuntunan Rasululloh SAW. Bukan asal main bunuh orang kafir, asal ngebom kafe-kafe tempat turis asing berkumpul,dsb. Bahkan Nabi Muhammad sendiri telah melarang kita untuk membunuh orang kafir tanpa sebab yang jelas, seperti tertuang dalam hadist ini : “ Barangsiapa yang membunuh jiwa seorang mu’ahad (orang kafir yang memiliki ikataan perjanjian dengan pemerintah kaum muslimin) maka dia tidak akan mencium bau surga, padahal bau surga bisa tercium dari jarak perjalanan 40 tahun. (HR.Bukhari). So, pengeboman-pengeboman yang dilakukan di kafe-kafe, di kedubes AS, Philipina, dan tempat lainnya tentu saja tidak boleh. Selain bertentangan dengan Qur’an dan hadis, bisa saja yang jadi korban bukan cuma orang kafir, kemungkinan banyak juga korbannya orang Islam. Beda kasusnya dengan di Palestina, Afganistan, Irak, atau di Maluku dulu. Di tempat-tempat itu memang kondisinya sedang “perang” atau diperangi. Di Indonesia kan relatif aman-aman saja, tidak ada yang memerangi atau merampas hak kita, so tidak perlu adanya kekerasan.
Di hukum mati, mati syahidkah???
Setelah Amrozi cs.dihukum mati, banyak pendukungnya yang bersimpati karena menganggap kematiannya merupakan mati syahid. Ada juga tokoh agama yang mengatakan demikian. Benarkah demikian??? Rasululloh bersabda : “Alloh lebih mengetahui siapakah orang yang benar-benar berjihad di jalan-Nya, dan Alloh yang lebih mengetahui siapakah orang yang terluka di jalan-Nya”. (HR.Bukhori). Nah,hadis ini jelas menerangkan tidak boleh mengatakan si fulan syahid, maksudnya tidak boleh memastikan perkara itu kecuali didasari dengan wahyu (Ibnu Hajar rahimahulloh).
Perbuatan-perbuatan mereka yang melakukan tindak perusakan di muka bumi atas nama jihad dan islam mungkin dikarenakan mereka kurang “paham’ tentang jihad itu sendiri. Jihad bukan hanya pakai otot, tapi bisa juga pakai otak, harta,dsb. Semoga pihak yang saat ini dikenal “keras” segera sadar, agar tidak terjadi suatu “cap” atau keidentikan kalau Islam itu agama kekerasan seperti yang menyebar di beberapa kalangan masyarakat dan negara-negara barat. Hal ini tentu saja tidak benar, karena Islam adalah agama yang cinta damai, rahmatallil’alamin. Kalau ada orang kafir yang tinggal di daerah atau negara muslim, mereka akan merasa nyaman dan aman. Itulah salah satu bukti kalau Islam memang rahmatallil’alamin. Bagaimana kalau sebaliknya??? Hmm... lihat sendiri ajalah, sudah banyak kok buktinya, gak usah disebutin, terlalu banyak.
So, mulai sekarang, hentikan kekerasan. PEACE...!!!
Niat yang baik jika dilakukan dengan cara-cara yang jelek, maka hasilnya akan jelek juga.......
Amrozi cs sudah dieksekusi alias sudah dihukum mati karena perbuatan mereka yang telah menyebabkan ratusan nyawa melayang, ratusan orang terluka serta kerugian material & immaterial yang sangat besar. Beberapa pihak mengecam perbuatan mereka, karena merupakan suatu kejahatan yang cukup keji, namun dipihak lain ada juga yang membela karena menilai perbuatan mereka merupakan salah satu bentuk dari jihad dalam memerangi kaum kafir,dsb. Benarkah apa yang sudah mereka lakukan merupakan suatu jihad? Apakah mereka mati syahid ketika di hukum mati?
Dulu, dulu banget, mungkin waktu SMA, aku merupakan orang yang agak setuju dengan perbuatan pengeboman atau bom bunuh diri di tempat-tempat maksiat maupun di tempat berkumpulnya orang asing (kafir), seperti di kedutaan, kafe-kafe,dsb. Tapi, setelah membaca keterangan-keterangan berupa dalil dari Alqur’an, hadist serta pendapat para ulama, ternyata apa yang mereka lakukan bukanlah merupakan perwujudan dari suatu jihad. Qur’an surat Annisa : 29 menerangkan bahwa Alloh melarang manusia untuk bunuh diri. Selain itu juga ada beberapa hadist yang isinya melarang manusia untuk bunuh diri dengan sengaja. Membunuh jiwa tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari’at juga dilarang oleh Alloh (QS.Al-Israa’:33).
Namun, bukankah Alloh memerintahkan untuk berjihad melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik? (QS.At-taubah:9). Benar, tapi jihad ini harus sesuai dengan tuntunan Rasululloh SAW. Bukan asal main bunuh orang kafir, asal ngebom kafe-kafe tempat turis asing berkumpul,dsb. Bahkan Nabi Muhammad sendiri telah melarang kita untuk membunuh orang kafir tanpa sebab yang jelas, seperti tertuang dalam hadist ini : “ Barangsiapa yang membunuh jiwa seorang mu’ahad (orang kafir yang memiliki ikataan perjanjian dengan pemerintah kaum muslimin) maka dia tidak akan mencium bau surga, padahal bau surga bisa tercium dari jarak perjalanan 40 tahun. (HR.Bukhari). So, pengeboman-pengeboman yang dilakukan di kafe-kafe, di kedubes AS, Philipina, dan tempat lainnya tentu saja tidak boleh. Selain bertentangan dengan Qur’an dan hadis, bisa saja yang jadi korban bukan cuma orang kafir, kemungkinan banyak juga korbannya orang Islam. Beda kasusnya dengan di Palestina, Afganistan, Irak, atau di Maluku dulu. Di tempat-tempat itu memang kondisinya sedang “perang” atau diperangi. Di Indonesia kan relatif aman-aman saja, tidak ada yang memerangi atau merampas hak kita, so tidak perlu adanya kekerasan.
Di hukum mati, mati syahidkah???
Setelah Amrozi cs.dihukum mati, banyak pendukungnya yang bersimpati karena menganggap kematiannya merupakan mati syahid. Ada juga tokoh agama yang mengatakan demikian. Benarkah demikian??? Rasululloh bersabda : “Alloh lebih mengetahui siapakah orang yang benar-benar berjihad di jalan-Nya, dan Alloh yang lebih mengetahui siapakah orang yang terluka di jalan-Nya”. (HR.Bukhori). Nah,hadis ini jelas menerangkan tidak boleh mengatakan si fulan syahid, maksudnya tidak boleh memastikan perkara itu kecuali didasari dengan wahyu (Ibnu Hajar rahimahulloh).
Perbuatan-perbuatan mereka yang melakukan tindak perusakan di muka bumi atas nama jihad dan islam mungkin dikarenakan mereka kurang “paham’ tentang jihad itu sendiri. Jihad bukan hanya pakai otot, tapi bisa juga pakai otak, harta,dsb. Semoga pihak yang saat ini dikenal “keras” segera sadar, agar tidak terjadi suatu “cap” atau keidentikan kalau Islam itu agama kekerasan seperti yang menyebar di beberapa kalangan masyarakat dan negara-negara barat. Hal ini tentu saja tidak benar, karena Islam adalah agama yang cinta damai, rahmatallil’alamin. Kalau ada orang kafir yang tinggal di daerah atau negara muslim, mereka akan merasa nyaman dan aman. Itulah salah satu bukti kalau Islam memang rahmatallil’alamin. Bagaimana kalau sebaliknya??? Hmm... lihat sendiri ajalah, sudah banyak kok buktinya, gak usah disebutin, terlalu banyak.
So, mulai sekarang, hentikan kekerasan. PEACE...!!!
Niat yang baik jika dilakukan dengan cara-cara yang jelek, maka hasilnya akan jelek juga.......
Kamis, 13 November 2008
Dimana dompetku???
Dimana dompetku?????
Dompetku tersayang...., engkau ada dimana???
Tanggal 12 November, ba’da maghrib di Pogung Dalangan. Saat itu, aku lagi di depan kos teman, katanya dia sakit, jadi kami mo jenguk dia, e...ternyata dia udah sembuh & udah pergi. Karena yang mo dijenguk udah sembuh & pergi, jadinya kami langsung aja ke rencana 2, yaitu makan malam, he2... uang di dompetku kayanya udah mo habis, kayanya nggak sampe 10.000 lagi. So, aku mo ngambil uang di ATM. Periksa dompet di saku celana, di tas, ternyata gak ada. Raba-raba lagi, tetep gak ada. Mulai panik. Aku pun mengingat-ingat kapan terakhir kali pegang dompet. Seingatku tadi terakhir buka dompet pas beli pulsa, kira-kira jam 4, sebelum berangkat les. Kutelusuri jejak-jejak terakhir yang aku lewati dan aku singgahi, mulai dari tempat beli pulsa, tempat duduk di depan kos, di kamar, di tas-tas, di jalan,dsb. Semuanya nihil. Tempat terakhir tentu saja tempat les, tapi ternyata di sama tidak ada orang, mungkin sudah pergi. Malam ini dompetku masih belum ditemukan. Akhirnya aku makan malam dengan berhutang dulu, hiks...hiks......
Pagi hari. Harapan untuk menemukan dompetku masih ada, karena ada satu tempat yang belum seluruhnya dicari. Aku pun langsung menuju tempat les. Di sana muter-muter,nyari-nyari, trus juga udah nanya sama ustadz yang terakhir disana kemaren, tapi ternyata juga nihil. Tidak (belum) ditemukan. Aku pun pulang dengan hati masih belum tenang.
Sebenarnya di dalam dompet itu uangnya tidak seberapa, kurang lebih Cuma 7-8 ribu, pokoknya kurang dari 10.000, tapi banyak kartu-kartu & surat berharga, kaya KTM, KTP, SIM, kartu perpus & kartu-kartu lain serta sura-surat berharga, bukan surat cinta lho, he2.....
Mungkin musibah ini teguran buatku, mungkin aku kurang beramal atau aku melakukan dosa yang harus ditegur dengan hal ini. Astaghfirulloh...
Mudah2an yang terjadi kedepannya adalah yang terbaik, kalau memang masih rezekiku, insya Alloh dompet itu pasti kembali, utuh dengan isi-isinya, tapi kalau memang tidak kembali, Alloh pasti akan mengganti dengan yang jauh lebih baik. Amin.....
Teguran agar lebih berhati-hati lagi...!!!!!
Dompetku tersayang...., engkau ada dimana???
Tanggal 12 November, ba’da maghrib di Pogung Dalangan. Saat itu, aku lagi di depan kos teman, katanya dia sakit, jadi kami mo jenguk dia, e...ternyata dia udah sembuh & udah pergi. Karena yang mo dijenguk udah sembuh & pergi, jadinya kami langsung aja ke rencana 2, yaitu makan malam, he2... uang di dompetku kayanya udah mo habis, kayanya nggak sampe 10.000 lagi. So, aku mo ngambil uang di ATM. Periksa dompet di saku celana, di tas, ternyata gak ada. Raba-raba lagi, tetep gak ada. Mulai panik. Aku pun mengingat-ingat kapan terakhir kali pegang dompet. Seingatku tadi terakhir buka dompet pas beli pulsa, kira-kira jam 4, sebelum berangkat les. Kutelusuri jejak-jejak terakhir yang aku lewati dan aku singgahi, mulai dari tempat beli pulsa, tempat duduk di depan kos, di kamar, di tas-tas, di jalan,dsb. Semuanya nihil. Tempat terakhir tentu saja tempat les, tapi ternyata di sama tidak ada orang, mungkin sudah pergi. Malam ini dompetku masih belum ditemukan. Akhirnya aku makan malam dengan berhutang dulu, hiks...hiks......
Pagi hari. Harapan untuk menemukan dompetku masih ada, karena ada satu tempat yang belum seluruhnya dicari. Aku pun langsung menuju tempat les. Di sana muter-muter,nyari-nyari, trus juga udah nanya sama ustadz yang terakhir disana kemaren, tapi ternyata juga nihil. Tidak (belum) ditemukan. Aku pun pulang dengan hati masih belum tenang.
Sebenarnya di dalam dompet itu uangnya tidak seberapa, kurang lebih Cuma 7-8 ribu, pokoknya kurang dari 10.000, tapi banyak kartu-kartu & surat berharga, kaya KTM, KTP, SIM, kartu perpus & kartu-kartu lain serta sura-surat berharga, bukan surat cinta lho, he2.....
Mungkin musibah ini teguran buatku, mungkin aku kurang beramal atau aku melakukan dosa yang harus ditegur dengan hal ini. Astaghfirulloh...
Mudah2an yang terjadi kedepannya adalah yang terbaik, kalau memang masih rezekiku, insya Alloh dompet itu pasti kembali, utuh dengan isi-isinya, tapi kalau memang tidak kembali, Alloh pasti akan mengganti dengan yang jauh lebih baik. Amin.....
Teguran agar lebih berhati-hati lagi...!!!!!
Jumat, 07 November 2008
Bencana (di jurusan) Geologi
Bencana Geologi, eh, salah, tepatnya bencana di jurusan geologi. Pada hari jum’at sore, 7 November sekitar jam 3an, Jogja yang pada awalnya panas dan cerah tiba-tiba menjadi mendung dan turun hujan sangat deras disertai angin kencang. Angin kencang ini cukup memporakporandakan apa yang di laluinya, seperti pohon, bangunan, dll. Trus apa hubungannya dengan bencana di jurusan geologi? Nah,angin kencang ini merubuhkan 3 pohon besar dilingkungan jurusan geologi. Yang jadi masalah, pohon ini menimpa parkiran dekat HMTG, tentu saja parkirannya langsung ambruk dan menimpa motor-motor yang di bawahnya. Tentu saja motor-motornya pada ‘cidera”, dari cidera ringan-berat. Kalau hanya tertimpa atap parkiran, kebanyakan Cuma cidera ringan, tapi kalau langsung tertimpa pohonnya atau kena tiang parkirannya, tentu saja cidera berat, bahkan mungkin nggak bisa hidup lagi alias perlu perawatan lebih lanjut supaya bisa digunakan lagi.
Sore itu, kami para mahasiswa, karyawan dan dosen melakukan gotong royong, yaitu menggotong puing-puing reruntuhan parkiran, trus memotong dahan pohon, juga menggotong motor-motor yang menjadi korban kedahsyatan angin ini. Walaupun sebenarnya kerjaannya berat, tapi karena dilakukan bersama-sama dengan semangat gotong royong, jadi terasa ringan dan cepat deh. Bersama kita bisa. Loh, kok jadi ikut2an SBY, he...he....
Memang luar biasa kekuatan angin ini. Ternyata bukan kampusku aja yang jadi korban, pohon di dekat rumah sakit sardjito juga tumbang sampai menutupi jalan. Trus warung-warung disekitarnya juga pada rusak. Selain itu, beberapa di tempat temenku juga luar biasa kekuatan anginnya, sampai-sampai mereka pada panik.
Oya, ternyata berita angin puting beliung yang di UGM dah menyebar kemana-mana lho, udah menasional, ceile.....bahkan banyak yang nanyain sama aku.
sedikit tentang angin puting beliung di ugm kemaren. copy paste dari situs ugm.
Pakar bencana UGM, Dr Sudibyakto, menegaskan bahwa bencana angin puting beliung yang menimpa kampus UGM pada jumat sore lalu memiliki kecepatan sebesar 70 hingga 80 km/jam yang bersifat lokal. Dan kemungkinan bencana ini akan berpotensi terjadi kembali dalam tiga bulan ke depan.
“Berdasarkan hasil pantauan dan hasil pengamatan citra satelit, maka bulan November, Desember hingga Januari, kemungkinan besar bisa terulang kembali,” kata Sudibyakto,
Munculnya angin putting beliung di UGM akibat pusat tekanan udara rendah atau low pression. Perbedaan tekanan udara yang rendah di sekitar kampus UGM dan tingkat pemanasan yang tidak sama antara wilayah UGM dengan wilayah yang lain sehingga menyebabkan kampus UGM sebagai pusat tekanan udara rendah.
Sementara banyaknya lahan yang rusak di kota-kota besar dan sedikinya daerah kawasan hijau menyebabkan terjadinya perbedaan suhu udara tersebut. Perbedaan suhu tersebut berkisar diantara dua sampai tiga derajat celcius.
“Suhu yang lebih tinggi ini akibat penggunaan lahan, polusi udara dan sebagainya maka daerah dengan tekanan udara menjadi lebih rendah, maka angin akan bertiup di wilayah tersebut. Selain putting beliung, bila terjadi hujan yang sifatnya konvergen, maka akan menimbulkan banjir,” tambahnya.
Sudibyakto menambahkan, ada faktor lain selain faktor yang sifatnya lokal, yakni faktor munculnya daerah konvergensi antar tropis, Inter Trophical Convergen Zone (ITCZ). Daerah konvergensi ini muncul mengikuti peredaran matahari. Di bulan November dan Desembar, posisi matahari berada di belahan bumi bagian selatan, artinya bumi menerima radisasi matahari dalam jumlah yang cukup besar. Radiasi ini akan mengakibatkan suhu meningkat, sehingga suhu udara juga meningkat dan terjadinya tekanan udara rendah.
“Gabungan dari faktor sifatnya regional dengan faktor yang sifatnya lokal yang sangat berpotensi menimbulkan angin putting beliung (thunder storm) dengan kecepatan 60-110 km per jam,” katanya.
Dalam tiga bulan ke depan, tambah Sudibyakto, potensi terjadi angin putting beliung dan badai dampak dari badai tropis yang datang dari arah benua Asutralia cukup besar. Beberapa daerah berpotensi terjadinya badai tropis yakni di daerah pesisir utara pulau Jawa, yakni, Brebes, Tegal, Kendal, Semarang, Bali dan Nusa Tenggara, sehingga berpotensi terkena banjir.
Sementara daerah yang kemungkinan berpotensi terkena ancaman angin puting beliung, terletak di daerah yang terletak di antara daerah perbukitan. Di Yogyakarta, disebutkan Sudibiyakto yang berpotensi terjadinya angin putting beliung diantaranya daerah Gunung Kidul, Kulon Progo, daerah sekitar Gunung Merapi, Klaten dan Boyolali.
“Daerah yang terletak di sekitar perbukitan ini rawan terhadap puting beliung akibat tekanan angin yang menuruni daerah lembah sehingga berpotensi terjadinya bencana puting beliung.
Pada umumnya angin puting beliung ini jelas Sudibiyakto bersifat merusak dengan kecepatan tinggi dan berputar, sehingga kecepatan putaran angin tersebut akan mengangkat apa yang ada di permukaan bumi. (http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=1614)
Saat ini memang sudah memasuki musim penghujan. So, karena kita tinggal di negara yang “doyan” banget sama yang namanya bencana, kita harus waspada. Kenali gejalanya, pelajari bagaimana cara menyelamatkan diri,dll. Kalau bisa dicegah, berupayalah untuk bisa mencegahnya. Tapi kalau tidak bisa, ya karena tidak semua bencana bisa dicegah, seperti gempa, angin kencang kan nggak bisa dicegah, yang bisa kita lakukan adalah mencegah timbulnya korban, atau paling tidak menguranginya. Sebenarnya, bencana yang terjadi bagi seorang geologi adalah merupakan hal yang “biasa”. Biasa karena alam itu memang begitu, dari dulu bencana itu memang sudah ada. Tapi masalahnya adalah karena berhubungan dengan manusia, ini yang jadi tidak biasa alias harus memperhatikan dampak bencana itu kepada manusia. Kalau terjadi gempa sedahsyat apapun atau angin sekencang apapun, tapi di daerah yang tidak berpenghuni alias tidak ada manusianya, kan nggak akan jadi masalah to? So, yang paling penting sekarang adalah bagaimana caranya mencegah timbulnya korban atau paling tidak meminimalisirnya. Oce??? Gak sia-sia ni tahun kemaren ngambil kuliah GTL & GPW, he...he......
Sore itu, kami para mahasiswa, karyawan dan dosen melakukan gotong royong, yaitu menggotong puing-puing reruntuhan parkiran, trus memotong dahan pohon, juga menggotong motor-motor yang menjadi korban kedahsyatan angin ini. Walaupun sebenarnya kerjaannya berat, tapi karena dilakukan bersama-sama dengan semangat gotong royong, jadi terasa ringan dan cepat deh. Bersama kita bisa. Loh, kok jadi ikut2an SBY, he...he....
Memang luar biasa kekuatan angin ini. Ternyata bukan kampusku aja yang jadi korban, pohon di dekat rumah sakit sardjito juga tumbang sampai menutupi jalan. Trus warung-warung disekitarnya juga pada rusak. Selain itu, beberapa di tempat temenku juga luar biasa kekuatan anginnya, sampai-sampai mereka pada panik.
Oya, ternyata berita angin puting beliung yang di UGM dah menyebar kemana-mana lho, udah menasional, ceile.....bahkan banyak yang nanyain sama aku.
sedikit tentang angin puting beliung di ugm kemaren. copy paste dari situs ugm.
Pakar bencana UGM, Dr Sudibyakto, menegaskan bahwa bencana angin puting beliung yang menimpa kampus UGM pada jumat sore lalu memiliki kecepatan sebesar 70 hingga 80 km/jam yang bersifat lokal. Dan kemungkinan bencana ini akan berpotensi terjadi kembali dalam tiga bulan ke depan.
“Berdasarkan hasil pantauan dan hasil pengamatan citra satelit, maka bulan November, Desember hingga Januari, kemungkinan besar bisa terulang kembali,” kata Sudibyakto,
Munculnya angin putting beliung di UGM akibat pusat tekanan udara rendah atau low pression. Perbedaan tekanan udara yang rendah di sekitar kampus UGM dan tingkat pemanasan yang tidak sama antara wilayah UGM dengan wilayah yang lain sehingga menyebabkan kampus UGM sebagai pusat tekanan udara rendah.
Sementara banyaknya lahan yang rusak di kota-kota besar dan sedikinya daerah kawasan hijau menyebabkan terjadinya perbedaan suhu udara tersebut. Perbedaan suhu tersebut berkisar diantara dua sampai tiga derajat celcius.
“Suhu yang lebih tinggi ini akibat penggunaan lahan, polusi udara dan sebagainya maka daerah dengan tekanan udara menjadi lebih rendah, maka angin akan bertiup di wilayah tersebut. Selain putting beliung, bila terjadi hujan yang sifatnya konvergen, maka akan menimbulkan banjir,” tambahnya.
Sudibyakto menambahkan, ada faktor lain selain faktor yang sifatnya lokal, yakni faktor munculnya daerah konvergensi antar tropis, Inter Trophical Convergen Zone (ITCZ). Daerah konvergensi ini muncul mengikuti peredaran matahari. Di bulan November dan Desembar, posisi matahari berada di belahan bumi bagian selatan, artinya bumi menerima radisasi matahari dalam jumlah yang cukup besar. Radiasi ini akan mengakibatkan suhu meningkat, sehingga suhu udara juga meningkat dan terjadinya tekanan udara rendah.
“Gabungan dari faktor sifatnya regional dengan faktor yang sifatnya lokal yang sangat berpotensi menimbulkan angin putting beliung (thunder storm) dengan kecepatan 60-110 km per jam,” katanya.
Dalam tiga bulan ke depan, tambah Sudibyakto, potensi terjadi angin putting beliung dan badai dampak dari badai tropis yang datang dari arah benua Asutralia cukup besar. Beberapa daerah berpotensi terjadinya badai tropis yakni di daerah pesisir utara pulau Jawa, yakni, Brebes, Tegal, Kendal, Semarang, Bali dan Nusa Tenggara, sehingga berpotensi terkena banjir.
Sementara daerah yang kemungkinan berpotensi terkena ancaman angin puting beliung, terletak di daerah yang terletak di antara daerah perbukitan. Di Yogyakarta, disebutkan Sudibiyakto yang berpotensi terjadinya angin putting beliung diantaranya daerah Gunung Kidul, Kulon Progo, daerah sekitar Gunung Merapi, Klaten dan Boyolali.
“Daerah yang terletak di sekitar perbukitan ini rawan terhadap puting beliung akibat tekanan angin yang menuruni daerah lembah sehingga berpotensi terjadinya bencana puting beliung.
Pada umumnya angin puting beliung ini jelas Sudibiyakto bersifat merusak dengan kecepatan tinggi dan berputar, sehingga kecepatan putaran angin tersebut akan mengangkat apa yang ada di permukaan bumi. (http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=1614)
Saat ini memang sudah memasuki musim penghujan. So, karena kita tinggal di negara yang “doyan” banget sama yang namanya bencana, kita harus waspada. Kenali gejalanya, pelajari bagaimana cara menyelamatkan diri,dll. Kalau bisa dicegah, berupayalah untuk bisa mencegahnya. Tapi kalau tidak bisa, ya karena tidak semua bencana bisa dicegah, seperti gempa, angin kencang kan nggak bisa dicegah, yang bisa kita lakukan adalah mencegah timbulnya korban, atau paling tidak menguranginya. Sebenarnya, bencana yang terjadi bagi seorang geologi adalah merupakan hal yang “biasa”. Biasa karena alam itu memang begitu, dari dulu bencana itu memang sudah ada. Tapi masalahnya adalah karena berhubungan dengan manusia, ini yang jadi tidak biasa alias harus memperhatikan dampak bencana itu kepada manusia. Kalau terjadi gempa sedahsyat apapun atau angin sekencang apapun, tapi di daerah yang tidak berpenghuni alias tidak ada manusianya, kan nggak akan jadi masalah to? So, yang paling penting sekarang adalah bagaimana caranya mencegah timbulnya korban atau paling tidak meminimalisirnya. Oce??? Gak sia-sia ni tahun kemaren ngambil kuliah GTL & GPW, he...he......
Rabu, 05 November 2008
MTA IPMR-KP
Akhir bulan kemaren,salah satu organisasi yang aku ikuti mengadakan hajatan tahunannya, yaitu MTA (Musyawarah Tahunan Anggota), bertempat di Wisma Puas, Kaliurang, Yogyakarta. Organisasi ini bernama Ikatan Pelajar Mahasiswa Riau Kabupaten Pelalawan (IPMR-KP) Yogyakarta, kumpulan pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Pelalawan, Riau yang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta. Acara ini cukup lama lho, sebulan, dari bulan Oktober – November, he2.... tepatnya dari tanggal 31 okt – 1 Nov, sebulan kan???? Iya,gitu dong... biar aku seneng...
Acaranya cukup seru dan mengasikkan, walopun kadang-kadang agak membosankan dan mengantukkan juga, he2...... dimulai jum’at malam ba’da isya. Walaupun sebenarnya cuaca dingin karena di pegunungan plus hujan, tapi suasana cukup hangat, bahkan mungkin ada juga yang panas. Panas karena perdebatan yang cukup sengit yang kadang-kadang membicarakan hal yang sepele tapi karena sesuatu hal jadi runcing pembicaraanya. Huh...!!!! Santai bro & sist, kita ini sama, sama-sama belajar, sama-sama jauh dari kampung halaman, jangan saling memojokkan atau menjelek-jelekkan, wajar kalo ada beda pendapat, justru adanya pertemuan kali ini karena beda pendapatkan? So, stay cool....
Acara malam ini diagendakan sampai jam 1.00, malem banget pikirku. Tapi ternyata yang terjadi lebih ekstrim lagi, karena sesuatu dan lain hal acara mundur sampai jam 2 lebih. Nguantue puooooollllllll... beberapa kaum hawa sudah pada protes untuk tidur duluan, katanya fisik laki-laki dan perempuan itu beda, iya po???? Aku juga sebenarnya udah ngantuk banget.... akhirnya panitia mengizinkan agar para kaum hawa ini untuk bobok duluan. Cuma ada 3 orang kaum hawa yang masih ikut sidang dengan kaum adam, sekretaris sidang dan 2 orang temenku. Akhirnya acara pun selesai jam 2 lebih dan aku pun bisa memejamkan mata kira-kira jam 2.30. Aku tidak yakin apakah sebenarnya aku tidur atau tidak, antara sadar dan tidak sadar.
Kira-kira pukul 4 pagi, aku terbangun bersamaan dengan suara adzan subuh di Masjid dekat wisma. Berarti aku cuma tidur 1 jam lebih ni... aku langsung keluar kamar menuju Masjid, sayup-sayup kudengar beberapa orang ada yang ngobrol. Wah,mereka udah bangun juga ternyata. Eh,tapi tunggu dulu, jangan-jangan mereka itu belum tidur dan ternyata perkiraan keduaku ini yang benar, mereka belum tidur. Padahal katanya acara dimulai pukul 7.30, pasti bakalan ngaret ni pikirku. Setelah sholat subuh, suasana sepi, aku langsung ke kamar. Sambil smsan sama temen, peserta MTA ini juga, akhirnya aku tertidur, masih ngantuk banget ni... Zzzz.......
Kira-kira pukul 6.30 aku terbangun, masih sepi. Aku langsung mandi. Airnya duingin sekali kaya air es. Selese mandi aku duduk-duduk di depan kamar menikmati suasana pagi di pegunungan, suasana masih juga sepi, belum ada yang terjaga. Katanya acara dimulai pukul 7.30, ini dah jam 7 belum ada yang bangun, termasuk panitianya. Ternyata benar juga anekdot yang menyatakan “kalau peraturan emang dibuat untuk dilanggar”. Hmmm...... Why..??? Setelah itu aku lihat ada yang terbangun satu orang, sebut aja namanya Yadi,dia juga kaget kok jam segini belum pada bangun? Aku baru kenal orang ni, anak baru 2008, masih baru banget di jogja kalau begitu, dibandingkan aku yang udah 4 tahun lebih, hiks....hiks..... Aku ingin cepet lulus.... Amin... Setelah mandi, dia ngajak aku jalan-jalan melihat daerah pegunungan. Karena baru pertama, tak henti-hentinya dia mengagumi daerah ini. “Coba kalau daerah kita ada tempat kaya gini ya Bang”, katanya. Ya, daerahku mah ga ada kaya gini, daerahnya relatif datar dengan diisi oleh perkebunan, rawa dan hutan, ga ada pemandangan yang indah kaya di jogja. Di jalan aku berpapasan dengan temenku yang tadi smsan, dia baru turun dari gardu pandang katanya. Sebenarnya tadi habis subuh waktu smsan dia udah bilang mo jalan-jalan ke gardu pandang, aku kira sama temenku yang lain, ternyata sendirian. Memanglah anak ni, disaat yang lain lagi enak-enaknya terbang ke dunia mimpi dia malah dah klayapan sendirian kemana-mana. Aku tanyain aja, “program diet ya? He2...... PEACE Neng..!!!! Setelah muter-muter dan kaki dah pegel, kami pun turun ke wisma. Sampai di wisma ternyata masih banyak juga yang belum bangun. Mo dimulai jam berapa acara ni??? Padahal dah ngaret 1 jam. Huh...!!!!
Akhirnya setelah makan pagi, acara pun dimulai, ngaretnya 2 jam lebih bo...!!! “Luar biasa”. Diskusi dan perdebatan dimulai. Agenda hari ni membahas, GBHK,GBHO, AD/ART dan pemilihan ketua baru. Aku sih sebenarnya tertarik pada acara pemilihan ketua, tapi yang mau gak mau ngikut acara sebelumnya, menghormati gitu loh... Apalagi aku juga sekretaris sidang komisi B, yang bahas GBHK/GBHO. Perdebatan-perdebatan seru terjadi, ada yang panas, yang lain mencoba mendinginkan, jangan sampai membahas masalah sepele sampai begitu rumitnya, pikir mudah aja bos, jangan terlalu rumit cara mikirnya. Segala sesuatu kalau dipikir rumit ya jadi rumit, tapi kalau dipikir mudah tapi tetap serius dan logis akan mudah juga. Mungkin yang mikir rumit emang tipe-tipe pemikir ya? Atau jangan-jangan ada sebab lain? Au ah gelap... santai & keep smile..!!!
Acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu makan siang, he2..... laper banget euy, padahal Cuma duduk lho, energinya kemana ya? Buat mikir kali, ah nggak juga, aku gak terlalu pusing mikir kok, he2.... Jangan-jangan menimbun di dalam tubuhku, jadi lemak, wah...tambah gendut lagi deh. Ga papa, yang penting sehat, toh juga gak gendut-gendut amat, masih dalam range ideal, he2...,pembenaran. Lagipula kata temenku orang yang “cubby” kaya kita ini emang pantesnya agak gemuk, kalau kurus malah jelek, he2.... Sukron ya ukhti udah belain kegemukanku..., he...he.....
Setelah makan siang, acara pun dilangsungkan. Diskusi pun dilangsungkan. Akhirnya acara yang aku tunggu2 pun tiba, yaitu pemilihan ketua baru. Aku belum tau bagaimana mekanisme pemilihannya, apakah sama dengan beberapa organisasi yang selama aku ikuti atau tidak. Katanya sih dengar-dengar ada beberapa orang yang mo mencalonkan diri, karena nggak begitu kenal dengan calon-calonnya, aku pun mencari informasi tentang bagaimana orang tersebut. Banyak juga yang menyarankan untuk memilih calon tertentu, “pilih si A y?, “pilih si B y?, dst. Aku pun menjawab dengan diplomatis, ceile..... Yah,siapa aja yang terpilih semoga saja yang terbaik, he2... karena emang aku gak terlalu mengenal calon-calonnya.
Ternyata mekanisme pemilihan ketuanya seperti waktu pemilihan ketua OSIS SMA dulu, yaitu tiap orang menulis nama tertentu terserah siapa, sebagai bakal calon dan selanjutnya dipilih beberapa orang menjadi calon tergantung peraturannya gimana, kalau disini yang minimal dicalonkan oleh 3 suara. Akhirnya terpilih 4 calon, 3 diantaranya emang yang sudah kudengar mo mencalonkan diri. Tapi karena suatu alasan 1 calon mengundurkan diri alias tidak bersedia dicalonkan, jadinya tinggal 3 calon deh... Sebenarnya aku ada nyaranin temenku untuk nyalon, adek kelas SMPku dulu, tapi dianya gak mau, katanya mo fokus kuliah gitu.... yo wes lah.....
Inilah sebenarnya yang aku tunggu-tunggu, yaitu debat calon ketua. Tapi karena alasan tertentu debat ditiadakan, cuma penyampaian visi dan misi saja, bahkan sesi tanya jawab pun ditiadakan. Sebagian pemirsa kecewa, termasuk aku, soale aku udah menyiapkan beberapa pertanyaan untuk calon ketua. Tapi ya gak pa2 lah, mungkin belum waktunya kali...
Pemilihan pun dilaksanakan, dilanjutkan dengan perhitungan. Beberapa orang mungkin berdebar-debar menunggu hasil perhitungan, termasuk mungkin juga ketiga calonnya. Kalau aku sih nggak, karena aku yakin, insya Alloh yang terpilih adalah yang terbaik buat organisasi ini. Lagi-lagi alasan diplomatis, he...he..... akhirnya yang terpilih adalah saudara Erfandy, dia sebenarnya adalah ketua periode lalu, mungkin karena masih dipercaya oleh sebagian besar teman-teman, makanya dia jadi ketua lagi. Yah, mudah2an saudara Erfandy ini bisa menjalankan amanah dengan baik dan bertanggung jawab. Ayo pak ketua, semangat...!!!!!!
Akhirnya selesai juga acaranya.......
Well, dengan berbagai kelebihan dan kekurangan, menurutku acara ini terbilang cukup sukses. Banyak manfaat yang bisa kuambil dari acara ini. Salah satunya tentunya adalah aku bisa bertemu dengan para pelajar dan mahasiswa asal pelalawan. Bisa berkenalan, bertukar pikiran, cerita-cerita tentang perkembangan kabupaten pelalawan, bahkan mungkin bisa bertemu dengan temen lama. Selain itu juga bisa bertemu orang yang sebenarnya dekat rumah, tapi baru tahu kalau ternyata dia kuliah di jogja, yaitu aku ketemu tetangga kampungku yang ternyata juga kuliah di UGM, tapi di S2. Selain itu beberapa juga ada yang cerita, tepatnya “curhat” begete, mengenai organisasi ini. Katanya sih ada beberapa masalah internal gitu, gak mungkin aku ceritain masalahnya disini kan??? Rahasia perusahaan, he2..... Wah, aku kan belum terlalu lama juga ikutan, jadi ya gak terlalu paham banget apa yang terjadi sebenarnya. So,juga gak banyak komentar deh jadinya. Yah,mdh2an masalahnya bisa sepet selesai agar semuanya bisa berjalan dengan lancar.
Anak pelalawan yang kuliah di jogja ternyata banyak juga lho, yang datang diacara ini aja 70-80an, padahal masih banyak yang nggak datang,mungkin kalau datang semua bisa ratusan kali ya? Beberapa kesimpulan yang bisa kuambil adalah ternyata kebanyakan anak pelalawan kuliah di jurusan Ilmu Pemerintahan (IP)UMY, buanyak banget yang kuliah disini. Mungkin merekalah calon-calon para birokrat dan pejabat pelalawan selanjutnya, he2... asal dari sekarang udah belajar bener aja, biar nanti kalau jadi pejabat juga bener. Trus banyak juga yang kuliah di INSTIPER, mungkin mereka pandai membaca peluang kalau di pelalawan kan emang industri dan lahan perkebunan sangat banyak. Yah, mudah2an mereka bisa membangun sesuai dengan ilmu yang mereka peroleh. Yang lain tersebar di UNY, UPN,UII dan PTS-PTS lainnya. Untuk yang ngambil jurusan lain semoga juga bisa tetap berjuang sesuai dengan keahliannya. Oya, sampai sekarang aku belum menemukan lho anak pelalawan yang kuliah di geologi, baik yang di UGM maupun di perguruan tinggi lain, padahal anak Riau banyak lho yang ngambil jurusan geologi, bahkan temenku ada yang sampe ke malaysia kuliah geologinya. Memang unik ya aku ini, he2..... narsis....
Terakhir, semoga acara ini bisa jadi salah satu momentum agar IPMR-KP yogyakarta bisa lebih baik lagi kedepannya, sehingga para anggotanya juga dapat belajar sehingga di masa depan sudah benar-benar siap untuk membangun bangsa indonesia, khususnya Kabupaten Pelalawan.
Acaranya cukup seru dan mengasikkan, walopun kadang-kadang agak membosankan dan mengantukkan juga, he2...... dimulai jum’at malam ba’da isya. Walaupun sebenarnya cuaca dingin karena di pegunungan plus hujan, tapi suasana cukup hangat, bahkan mungkin ada juga yang panas. Panas karena perdebatan yang cukup sengit yang kadang-kadang membicarakan hal yang sepele tapi karena sesuatu hal jadi runcing pembicaraanya. Huh...!!!! Santai bro & sist, kita ini sama, sama-sama belajar, sama-sama jauh dari kampung halaman, jangan saling memojokkan atau menjelek-jelekkan, wajar kalo ada beda pendapat, justru adanya pertemuan kali ini karena beda pendapatkan? So, stay cool....
Acara malam ini diagendakan sampai jam 1.00, malem banget pikirku. Tapi ternyata yang terjadi lebih ekstrim lagi, karena sesuatu dan lain hal acara mundur sampai jam 2 lebih. Nguantue puooooollllllll... beberapa kaum hawa sudah pada protes untuk tidur duluan, katanya fisik laki-laki dan perempuan itu beda, iya po???? Aku juga sebenarnya udah ngantuk banget.... akhirnya panitia mengizinkan agar para kaum hawa ini untuk bobok duluan. Cuma ada 3 orang kaum hawa yang masih ikut sidang dengan kaum adam, sekretaris sidang dan 2 orang temenku. Akhirnya acara pun selesai jam 2 lebih dan aku pun bisa memejamkan mata kira-kira jam 2.30. Aku tidak yakin apakah sebenarnya aku tidur atau tidak, antara sadar dan tidak sadar.
Kira-kira pukul 4 pagi, aku terbangun bersamaan dengan suara adzan subuh di Masjid dekat wisma. Berarti aku cuma tidur 1 jam lebih ni... aku langsung keluar kamar menuju Masjid, sayup-sayup kudengar beberapa orang ada yang ngobrol. Wah,mereka udah bangun juga ternyata. Eh,tapi tunggu dulu, jangan-jangan mereka itu belum tidur dan ternyata perkiraan keduaku ini yang benar, mereka belum tidur. Padahal katanya acara dimulai pukul 7.30, pasti bakalan ngaret ni pikirku. Setelah sholat subuh, suasana sepi, aku langsung ke kamar. Sambil smsan sama temen, peserta MTA ini juga, akhirnya aku tertidur, masih ngantuk banget ni... Zzzz.......
Kira-kira pukul 6.30 aku terbangun, masih sepi. Aku langsung mandi. Airnya duingin sekali kaya air es. Selese mandi aku duduk-duduk di depan kamar menikmati suasana pagi di pegunungan, suasana masih juga sepi, belum ada yang terjaga. Katanya acara dimulai pukul 7.30, ini dah jam 7 belum ada yang bangun, termasuk panitianya. Ternyata benar juga anekdot yang menyatakan “kalau peraturan emang dibuat untuk dilanggar”. Hmmm...... Why..??? Setelah itu aku lihat ada yang terbangun satu orang, sebut aja namanya Yadi,dia juga kaget kok jam segini belum pada bangun? Aku baru kenal orang ni, anak baru 2008, masih baru banget di jogja kalau begitu, dibandingkan aku yang udah 4 tahun lebih, hiks....hiks..... Aku ingin cepet lulus.... Amin... Setelah mandi, dia ngajak aku jalan-jalan melihat daerah pegunungan. Karena baru pertama, tak henti-hentinya dia mengagumi daerah ini. “Coba kalau daerah kita ada tempat kaya gini ya Bang”, katanya. Ya, daerahku mah ga ada kaya gini, daerahnya relatif datar dengan diisi oleh perkebunan, rawa dan hutan, ga ada pemandangan yang indah kaya di jogja. Di jalan aku berpapasan dengan temenku yang tadi smsan, dia baru turun dari gardu pandang katanya. Sebenarnya tadi habis subuh waktu smsan dia udah bilang mo jalan-jalan ke gardu pandang, aku kira sama temenku yang lain, ternyata sendirian. Memanglah anak ni, disaat yang lain lagi enak-enaknya terbang ke dunia mimpi dia malah dah klayapan sendirian kemana-mana. Aku tanyain aja, “program diet ya? He2...... PEACE Neng..!!!! Setelah muter-muter dan kaki dah pegel, kami pun turun ke wisma. Sampai di wisma ternyata masih banyak juga yang belum bangun. Mo dimulai jam berapa acara ni??? Padahal dah ngaret 1 jam. Huh...!!!!
Akhirnya setelah makan pagi, acara pun dimulai, ngaretnya 2 jam lebih bo...!!! “Luar biasa”. Diskusi dan perdebatan dimulai. Agenda hari ni membahas, GBHK,GBHO, AD/ART dan pemilihan ketua baru. Aku sih sebenarnya tertarik pada acara pemilihan ketua, tapi yang mau gak mau ngikut acara sebelumnya, menghormati gitu loh... Apalagi aku juga sekretaris sidang komisi B, yang bahas GBHK/GBHO. Perdebatan-perdebatan seru terjadi, ada yang panas, yang lain mencoba mendinginkan, jangan sampai membahas masalah sepele sampai begitu rumitnya, pikir mudah aja bos, jangan terlalu rumit cara mikirnya. Segala sesuatu kalau dipikir rumit ya jadi rumit, tapi kalau dipikir mudah tapi tetap serius dan logis akan mudah juga. Mungkin yang mikir rumit emang tipe-tipe pemikir ya? Atau jangan-jangan ada sebab lain? Au ah gelap... santai & keep smile..!!!
Acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu makan siang, he2..... laper banget euy, padahal Cuma duduk lho, energinya kemana ya? Buat mikir kali, ah nggak juga, aku gak terlalu pusing mikir kok, he2.... Jangan-jangan menimbun di dalam tubuhku, jadi lemak, wah...tambah gendut lagi deh. Ga papa, yang penting sehat, toh juga gak gendut-gendut amat, masih dalam range ideal, he2...,pembenaran. Lagipula kata temenku orang yang “cubby” kaya kita ini emang pantesnya agak gemuk, kalau kurus malah jelek, he2.... Sukron ya ukhti udah belain kegemukanku..., he...he.....
Setelah makan siang, acara pun dilangsungkan. Diskusi pun dilangsungkan. Akhirnya acara yang aku tunggu2 pun tiba, yaitu pemilihan ketua baru. Aku belum tau bagaimana mekanisme pemilihannya, apakah sama dengan beberapa organisasi yang selama aku ikuti atau tidak. Katanya sih dengar-dengar ada beberapa orang yang mo mencalonkan diri, karena nggak begitu kenal dengan calon-calonnya, aku pun mencari informasi tentang bagaimana orang tersebut. Banyak juga yang menyarankan untuk memilih calon tertentu, “pilih si A y?, “pilih si B y?, dst. Aku pun menjawab dengan diplomatis, ceile..... Yah,siapa aja yang terpilih semoga saja yang terbaik, he2... karena emang aku gak terlalu mengenal calon-calonnya.
Ternyata mekanisme pemilihan ketuanya seperti waktu pemilihan ketua OSIS SMA dulu, yaitu tiap orang menulis nama tertentu terserah siapa, sebagai bakal calon dan selanjutnya dipilih beberapa orang menjadi calon tergantung peraturannya gimana, kalau disini yang minimal dicalonkan oleh 3 suara. Akhirnya terpilih 4 calon, 3 diantaranya emang yang sudah kudengar mo mencalonkan diri. Tapi karena suatu alasan 1 calon mengundurkan diri alias tidak bersedia dicalonkan, jadinya tinggal 3 calon deh... Sebenarnya aku ada nyaranin temenku untuk nyalon, adek kelas SMPku dulu, tapi dianya gak mau, katanya mo fokus kuliah gitu.... yo wes lah.....
Inilah sebenarnya yang aku tunggu-tunggu, yaitu debat calon ketua. Tapi karena alasan tertentu debat ditiadakan, cuma penyampaian visi dan misi saja, bahkan sesi tanya jawab pun ditiadakan. Sebagian pemirsa kecewa, termasuk aku, soale aku udah menyiapkan beberapa pertanyaan untuk calon ketua. Tapi ya gak pa2 lah, mungkin belum waktunya kali...
Pemilihan pun dilaksanakan, dilanjutkan dengan perhitungan. Beberapa orang mungkin berdebar-debar menunggu hasil perhitungan, termasuk mungkin juga ketiga calonnya. Kalau aku sih nggak, karena aku yakin, insya Alloh yang terpilih adalah yang terbaik buat organisasi ini. Lagi-lagi alasan diplomatis, he...he..... akhirnya yang terpilih adalah saudara Erfandy, dia sebenarnya adalah ketua periode lalu, mungkin karena masih dipercaya oleh sebagian besar teman-teman, makanya dia jadi ketua lagi. Yah, mudah2an saudara Erfandy ini bisa menjalankan amanah dengan baik dan bertanggung jawab. Ayo pak ketua, semangat...!!!!!!
Akhirnya selesai juga acaranya.......
Well, dengan berbagai kelebihan dan kekurangan, menurutku acara ini terbilang cukup sukses. Banyak manfaat yang bisa kuambil dari acara ini. Salah satunya tentunya adalah aku bisa bertemu dengan para pelajar dan mahasiswa asal pelalawan. Bisa berkenalan, bertukar pikiran, cerita-cerita tentang perkembangan kabupaten pelalawan, bahkan mungkin bisa bertemu dengan temen lama. Selain itu juga bisa bertemu orang yang sebenarnya dekat rumah, tapi baru tahu kalau ternyata dia kuliah di jogja, yaitu aku ketemu tetangga kampungku yang ternyata juga kuliah di UGM, tapi di S2. Selain itu beberapa juga ada yang cerita, tepatnya “curhat” begete, mengenai organisasi ini. Katanya sih ada beberapa masalah internal gitu, gak mungkin aku ceritain masalahnya disini kan??? Rahasia perusahaan, he2..... Wah, aku kan belum terlalu lama juga ikutan, jadi ya gak terlalu paham banget apa yang terjadi sebenarnya. So,juga gak banyak komentar deh jadinya. Yah,mdh2an masalahnya bisa sepet selesai agar semuanya bisa berjalan dengan lancar.
Anak pelalawan yang kuliah di jogja ternyata banyak juga lho, yang datang diacara ini aja 70-80an, padahal masih banyak yang nggak datang,mungkin kalau datang semua bisa ratusan kali ya? Beberapa kesimpulan yang bisa kuambil adalah ternyata kebanyakan anak pelalawan kuliah di jurusan Ilmu Pemerintahan (IP)UMY, buanyak banget yang kuliah disini. Mungkin merekalah calon-calon para birokrat dan pejabat pelalawan selanjutnya, he2... asal dari sekarang udah belajar bener aja, biar nanti kalau jadi pejabat juga bener. Trus banyak juga yang kuliah di INSTIPER, mungkin mereka pandai membaca peluang kalau di pelalawan kan emang industri dan lahan perkebunan sangat banyak. Yah, mudah2an mereka bisa membangun sesuai dengan ilmu yang mereka peroleh. Yang lain tersebar di UNY, UPN,UII dan PTS-PTS lainnya. Untuk yang ngambil jurusan lain semoga juga bisa tetap berjuang sesuai dengan keahliannya. Oya, sampai sekarang aku belum menemukan lho anak pelalawan yang kuliah di geologi, baik yang di UGM maupun di perguruan tinggi lain, padahal anak Riau banyak lho yang ngambil jurusan geologi, bahkan temenku ada yang sampe ke malaysia kuliah geologinya. Memang unik ya aku ini, he2..... narsis....
Terakhir, semoga acara ini bisa jadi salah satu momentum agar IPMR-KP yogyakarta bisa lebih baik lagi kedepannya, sehingga para anggotanya juga dapat belajar sehingga di masa depan sudah benar-benar siap untuk membangun bangsa indonesia, khususnya Kabupaten Pelalawan.
Langganan:
Postingan (Atom)